Skip to content

Gempa Bumi 7.2 SR Aceh dan Tuhan yang Murka

April 7, 2010

Bumi Aceh alias  “Serambi Mekkah” Indonesia kembali diguncang gempa berkekuatan 7.2 SR (BMG) [1] atau 7.7 SR (USGS) [2] pada hari Rabu, 7 April 2010 pukul 05.15 WIB. Menurut laporan BMKG, pusat gempa berada di 2,30° LU dan 96,87 ° BT dengan pusat gempa sekitar 60 km tenggara Sinabang, Aceh, pada kedalaman 24 km.

Getaran gempa ini dirasakan didaerah yang dekat dengan sumber gempa yakni pesisir Barat Sumatera Utara dan Pulua Nias. Sementara beberapa wilayah yang berdekatan seperti Sumatera Barat dan Riau juga  merasakan getaran gempa  ini. Meski kekuatan gempa yang satu ini 100 x lebih kecil dari gempa 26 Desember 2004 lalu, tentu memori  psikologis  yang pahit dan trauma masih begitu melekat bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya (yg mengalami).

Gempa dengan kekuatan 8.9 SR (BMG) atau 9.3 SR (USGS) pernah meluluhlantakkan bumi Rencong dan Nias dengan menghabisi lebih 126.000 korban jiwa. Tidak hanya di Aceh dan Nias, berbagai wilayah seperti Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Srilangka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika ikut merasakan dampak gempa yang disusul Tsunami ini. Tercatat gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 merupakan gempa terbesar  dalam 2 abad terakhir [3] dan merupakan gempa dengan peringkat ke-5 dari segi jumlah korban jiwa yakni mencapai kurang lebih 230.000 jiwa [4]

Gempa = Tuhan yang Murka?

Kita berharap gempa Aceh pada hari ini tidak tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan  juga tidak menyebabkan kerusakan yang fatal.  Dan dari laporan terakhir, hanya ada 12 korban luka-luka dan beberapa bangunan rusak ringan [7]. Syukurlah tidak ada korban jiwa. Gempa bumi yang besar di daerah berpenghuni padat tentu akan menyebabkan ‘bencana’ bagi penduduk setempat. Gempa besar di Haiti, tentu bukan bencana bagi orang Indonesia pada umumnya. Dan gempa bumi besar di Atlantik, tentu bukanlah “bencana” langsung bagi penduduk bumi.

Namun, tidaklah asing lagi digenderang telinga, kita mendengar bahwa  gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, ombak besar adalah hukuman dari Tuhan atas kemaksiatan dan kerusakan moral masyarakat. Ini semakin sering dilontarkan saat kita mendengar bencana di Aceh, Tasikmalaya, Padang, Cianjur, dan sebagainya.

Pertanyaan pertama, benarkah gempa bumi dan fenomena alam merupakan bentuk murkanya Tuhan pada manusia? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, silahkan lihat tabel dibawah ini.

Kekuatan Gempa dan Frekuensi Statistiknya [5]

Kekuatan Gempa

Dampak Gempa

Frequensi terjadi

< 2.0 SR Gempa skala mikro, tidak terasa +/- 8,000 per hari
2.0-2.9 SR Umumya tidak terasa +/- 1,000 per hari
3.0-3.9 SR Sering terasa, tapi tidak menyebabkan kerusakan. 49,000 per tahun
4.0-4.9 SR Beberapa benda (spt lampu) ikut bergetar, kerusakan dikit 6,200 per tahun
5.0-5.9 SR Dpt menyebabkan kerusakan pd bangunan yg tdk tahan gempa, hanya mencakup area kecil 800 per tahun
6.0-6.9 SR Dpt menyebabkan kerusakan pd bangunan radius 160 km 120 per tahun
7.0-7.9 SR Dpt menyebabkan kerusakan parah pd area yg lebih luas. 18 per tahun
8.0-8.9 SR Dpt menyebabkan kerusakan parah pd area ratusan km persegi. 1 per tahun
9.0-9.9 SR Menghancurkan areal hingga lebih dari 1000 km.. 1 per 20 tahun
10.0+ SR Belum pernah tercatat ~

Dari tabal diatas, gempa merupakan fenomena alam yang biasa. Bisa dilihat bahwa gempa yang dapat menyebabkan kerusakan yang fatal (7-7.9 SR) terjadi sekitar 18 kali per tahun. Artinya hampir tiap bulan terjadi gempa  yang cukup besar di bumi ini.  Dari sini, gempa tidak jauh berbeda dengan fenomena alam yang lain seperti banjir, tanah longsor, badai/topan. Hanya saja, gejala gempa sulit dideteksi sejak dini pada suatu wilayah. Namun yang pasti adalah selama lempeng-lempeng bumi ikut berotasi dengan kecepatan 1675 km/jam, maka perubahan sedikit saja di permukaan bumi akan menimbulkan gempa tektonik, terlebih lempeng-lempeng bumi bergerak relatif 6-10 cm/tahun.

Dengan hukum alam ini, maka berdoa seperti apapun juga, gempa pasti akan terjadi. Ini adalah fenomena alam yang pasti terjadi, selama bumi berotasi dan lempeng yang mengapung terus bergerak. Berdoa dan bersujud  pada Tuhan agar tidak terjadi gempa sama gilanya meminta-minta Tuhan tidak menurunkan hujan, atau lebih ekstrimnya berdoa agar tidak mati. Padahal, perubahan sedikit saja pada distribusi energi akan menyebabkan perbedaan suhu, pergerakan udara (angin), disparitas tekanan yang akhirya menyebabkan perubahan cuaca secara macroscale. Hujan deras atau angin kencang akan diikuti dengani banjir dan tanah longsor. Ini adalah fenomena alam. Begitu juga aktivitas matahari. Ini adalah fenomena alam pada umumnya, bukan kemurkaan Tuhan.

Pertanyaan pertama sudah terjawab bahwa gempa, topan, gunung meletus, adalah fenomena dari hukum alam, it’s very natural. Bukan hukaman Tuhan. Planet Jupiter juga hampir tiap tahun dihantam asteroid, dan kita tidak menganggapna  bencana bukan? Sekarang muncul pertanyaan kedua, apakah fenomena gempa baru terjadi saat ini sehingga kita menyebutnya sebagai bencana alam?

Jauh sebelum adanya peradaban manusia di bumi, sejak  ratusan juta yang lalu, bumi sudah berkali-kali dihantam meteor, dilanda gempa mahadashyat hingga memusnahkan spesies dinosaurus. Apakah fenomena gempa dan hujan meteor serta perubahan iklim (e.g ice age) ini adalah merupakan murka Tuhan?

Jika kita berpikir yang lebih rasional dan logic, maka semua fenomena alam itu justru merupakan proses menuju kesetimbangan yang baru bagi bumi ini. Tanpa adanya meteor yang jatuh, pergeseran lempeng, atau fenomena ‘bencana raksasa” lainnya, maka manusia sulit untuk muncul, manusia tidak memiliki tempat yang tepat untuk hidup dan survive. Tanpa bencana-bencana seperti itu, makhluk raksasa seperti dinosourus dan keluarganya yang akan mendominasi bumi, dan akan menghabisi makkhluk-makhluk kecil seperti manusia zaman purba dahulu.

Stop Menyalahkan Alam, Tuhan dan Manusia Lain!

Sangat menggelikan jika setiap kali gempa, maka masyarakat kita menghubung-hubungkan dan bahkan menjadikan keyakinan bahwa fenomena alam seperti gempa, tsunami, topan, banjir, ombak besar adalah adalah hukuman dari Tuhan atas kemaksiatan dan kerusakan moral masyarakat. Ketika gempa 30 September di Padang, banyak  masyarakat awam meyakini bahwa gempa itu terjadi akibat dari pergaulan pemuda Padang yang buruk selama bulan Ramadhan. Sungguh sangat disayangkan bahwa paradigma ini justru juga dianut oleh seorang Profesor Doktor.

Gempa yang terjadi di Sumbar merupakan cobaan dan peringatan, baik bagi warga di ranah Minang itu maupun di daerah lain…. Musibah gempa itu juga bisa berarti peringatan karena banyaknya maksiat atau perilaku masyarakat yang bertentangan dengan ketentuan agama. Untuk itu, selain bersabar, warga Sumbar yang mengalami musibah gempa tersebut juga harus banyak memohon ampun kepada Allah SWT karena mungkin banyak melakukan kesalahan…..Musibah tersebut juga peringatan untuk pemerintah agar lebih giat memberantas maksiat dan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
-Prof Dr H. Abdullah Syah, MA – Ketua MUI Sumut- [6]

Bila seorang profesor dan tokoh masyarat sekaliber Ustad Abdullah Syah saja berpikiran demikian, bagaimana dengan masyarakat awam lainnya? Apakah mereka sama sekali tidak tahu bahwa gempa atau tsunami atau topan merupakan fenomena alam yang biasa bagi skala makro kesetimbangan energi dan massa bumi? Meskipun saya percaya adanya “buttefly effect”, namun terlalu jauh menghubungkan energi momen inersia rotasi bumi dengan kecepatan 1675 km/jam serta gerakan lempeng 6-10 cm sebagai akibat dari kemaksiatan dan degradasi moral. Atau lebih lucunya menyalahkan pemerintah yang korup dan seterusnya.

Jika kita cermatin lebih dalam lagi, pemikiran dan komentar ini justru menunjukkan arogansi “justifikasi”. Tanpa memberi pencerahan yang benar, alih-alih melakukan  “blame the victims”. Korban yang sudah menderita disalahkan lagi sebagai penyebab turunnya bencana. Jadi alih-alih bersimpati, sang komentator berpendapat bahwa korban memang layak mendapatkan penderitaan itu karena perbuatan maksiat yang telah dilakukannya. Apa benar demikian?

Kalau benar bencana alam itu hukuman bagi kemaksiatan, maka seharusnya yang menjadi korban adalah pelaku kemaksiatan dan orang yang mengalami demoralisasi. Tidaklah adil kalau orang yang tidak bersalahpun terkena hukuman, sementara pelaku maksiat dapat hidup enak diatas penderitaan “victim” yang di”blame”. Mengapa pula masyarakat Sumatera Barat harus menjadi korban akibat 660 anggota dewan yang akan dilantik secara glamor? Mengapa pula karena satu orang, lalu fenomena alam, energi bumi berubah 180 derajat?

Bagaimana dengan negara “kafir” seperti Jepang. Biarpun sering dilanda gempa, mengapa korban yang jatuh tidak sebanyak yang di Indonesia? Ya karena gempa memang sebuah fenomena alam normal bagi masyarakat Jepang, layaknya topan dan banjir. Korbannya sedikit dan dampak kerusakan minim karena usaha preventif masyarakat Jepang jauh lebih baik dari Indonesia.

Usaha preventif atau disiplin dalam meminimalisasi dampak (pencegahan) inilah yang kurang dalam bangsa ini. Kita kurang disiplin dimana saja kita berada. Di kantor, sekolah, pusat perbelanjaan maupun dijalan. Seberapa peduli kita  pada sabuk pengaman di mobil, memakai helm yang standar, atau mengantri dengan rapi? Seberapa peduli kita menjaga keselamatan penumpang lain?

Banyak bencana kecelakaan terjadi Indonesia, karena human error, karena egoisme kita sebagai manusia. Kita memaksa diri kita menjadi penumpang terakhir, meski kapasitas kapal/kendaraan sudah maksimum. Mengendarai kendaraan diatas kecepatan yang normal, lalu terjadi kecelakaan. Ditambah dengan tidak ada pelampung dan tidak memasang sabuk pengaman, dampak kecelakaan menjadi begitu fatal dan bahkan langsung tewas. Apakah ini namanya ‘bencana” begitu dahsyat? Sementara orang lain yang lebih preventif dapat mengurangi dan meminimalisis dampak?

Namun yang pasti, kita dapat belajar mengolah diri kita kapan saja. Dan ketika terjadi gempa bumi, kita dapat melatih diri untuk memiliki hati yang saling mendoakan, hati yang saling menolong, hati yang saling membantu dalam menghadapi akibat bencana. Kita sedang dilatih kecerdasan untuk membangun lingkungan yang lebih tahan terhadap bencana alam. Kita diberi hikmat untuk menjaga keutuhan lingkungan dan mencegah kerusakan alam akibat perbuatan kita.

Tampaknya, gempa bukanlah fenomena Tuhan marah, tetapi komentar dan pemikiran “blame of victim” terhadap fenomena gempalah membuat Tuhan murka… 😀

Salam Nusantaraku,
ech-wan, 7/4/2010

Referensi:
[1] Antara, 7 April 2010
[2] USGS, 7 April 2010
[3] Wikipedia – List of earthquakes, accesed 7 April 2010
[4] Wikipedia – List of natural disasters, accesed 7 April 2010
[5] Wikipedia – Richter magnitude scale, accesed 7 April 2010
[6] Kompas, 1 Oktober 2009
[7] Okezone, Update 7 April 2010

Tulisan Terkait : Gempa Bumi 7.6 SR Sumatera Barat ditengah Glamour Rp 46 M Pelantikan DPR/DPD

Update:  Daftar Daerah yang Paling Sering Terkena  Gempa Bumi (Warna Hitam)

Iklan
89 Komentar leave one →
  1. Mei 4, 2012 4:40 PM

    Semua yg terjadi di dunia ini tdk terlepas dr kehendak Alloh SWT, adapun smw itu yg trjdi agar kt bisa lbh mendekatkan diri kpd sang Pencipta,hrs banyak mengintrospeksi diri seberapa besar pengadian kt kpd-NYA.Lisan kita trkadang begitu mdhnya mengaku sbg seorang muslim,trnyata dlm khdpan jauh sekali dari aturan yg tlh di tetapkn-NYA, meyakini adanya SYURGA,tp kt lbh banyak melakukan kemaksiatan,meyakini adanya neraka,tetapi kenapa diri ini jarang sekali taat kpd perintah-NYA……

    • Juli 31, 2014 11:43 PM

      Selamat malam. Telah terjadi gempa bumi di indonesia tepatnya 5 Derajat Bujur Timur 4 Derajat Lintang Utara 6 Derajat Lintang Selatan dan 10 Derajat Bujur Barat

  2. ucok permalink
    Juli 19, 2013 10:49 AM

    semua bencana yg ada di muka bumi adlh peringatan Allah utk kita. Bencana ini perantaranya. Semua yg trjadi di dunia ini berkaitan dgn tingkah laku kita bung! Ingat itu! Jgn trlalu ilmiah. Bisa stres anda.

  3. Maret 20, 2014 8:26 PM

    innalillahi wa inna ilaihi raji’un…thanks for share 🙂

  4. Juli 31, 2014 11:44 PM

    Selamat malam. Telah terjadi gempa bumi di indonesia tepatnya 5 Derajat Bujur Timur 4 Derajat Lintang Utara 6 Derajat Lintang Selatan dan 10 Derajat Bujur Barat.

    • IBU YULIANA permalink
      Desember 4, 2014 1:03 AM

      kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
      berikan 4 angka 2687 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di no (((082-313-336-747)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
      juta, wassalam.

      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan…sendiri….

      Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

      1″Dikejar-kejar hutang

      2″Selaluh kalah dalam bermain togel

      3″Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

      4″Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat

      5″Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
      tapi tidak ada satupun yang berhasil..

      Solusi yang tepat jangan anda putus asah….AKI SOLEH akan membantu
      anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
      butuh angka togel 2D 3D 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
      100% jebol
      Apabila ada waktu
      silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: (((082-313-336-747)))

      angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/

      angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/

      angka GHOIB; malaysia

      angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/

      angka GHOIB; laos

  5. September 12, 2014 9:22 AM

    OBAT BIUS CAIR – Obat Tidur LiQuid Sex merupakan Obat Bius Wanita Yang Berbentuk Cair buatan German. Dapat membikin wanita langsung pingsan hanya dalam beberapa menit saja, dua atau tiga menitan.

    Obat Bius Cair Liquid Sex ini berbentuk cair, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun dan tidak berwarna.

    Cara Pakai :
    Cukup ditaruh di air minum apa saja kecuali susu dan air kelapa muda, lebih baik dalam air mineral, teh, jus, sirup atau di minuman yang bersoda. Satu botol bisa di pakai untuk berkali kali, dan dalam waktu 2 – 3 menit setelah di minum maka langsung bereaksi pada target anda seperti tepar dan terkapar .

    AWAS!!..Tolong Jangan gunakan Obat Bius Cair ini pada orang yang baru dikenal atau penyalah gunaan obat ini.
    Baik di gunakan untuk pasangan Sendiri.

    HARGA OBAT BIUS CAIR LIQUID SEX
    Rp. 350.000 isi 25 ml
    Rp. 250.000 isi 10 ml

    Untuk Pembelian / Pemesanan Hubungi Telp/ Sms :
    081994895990

    Cara pemesanan (DI CARI DISTRIBUTOR ) seluruh wilayah indonesia dengan discon Kusus…???
    • Pilih produk yang Anda inginkan.
    • Lakukan pembayaran terlebih dahulu sesuai dengan harga produk + ongkos kirim Rp. 20.000,-
    • untuk luar negeri tambah ongkos kirim Rp.100.000,- .
    • Untuk bonus produk, tambah ongkos kirim Rp.25.000,- ( dalam negeri ).
    • Untuk bonus produk, tambah ongkos kirim Rp.50.000,- ( luar negeri ).
    • Pilih no.Rekening. Bank MANDIRI untuk via Transfer Bank yang Anda inginkan.
    • Setelah Anda transfer, konfirmasi ke kami SMS
    • Format konfirmasi transfer : Nama lengkap# Alamat lengkap# Nama produk# Nominal transfer# Nama pemilik rek# Bank ADMIN
    • Setelah konfirmasi Anda selesai, kami segera cek valid transfer anda
    • Pesanan anda bisa langsung kami kirim sesuai dengan Nama + Alamat lengkap Anda
    delivery3
    • Dan setelah itu kami akan beritahu kan ke Anda bahwa pesanan Anda sudah kami kirimkan ( Jasa penggirim + no.Resi nya) kami beritahu via SMS ke Anda
    • Tunggu barang datang 2-3 hari ( Mungkin bisa lebih tergantung kondisi ALAM / CUACA dsb ).
    • Setelah pesanan / barang Anda sudah diterima, lakukan pemberitahuan penerimaan barang ke KAMI via SMS

    Kami memberi kemudahan bagi konsumen atau pelanggan kami dalam bertransaksi, cara pemesanan cukup chat pada kami via SMS :
    Pesan Segera Call / Sms : 081 994 895 990

    KAMI MELAYANI (BELANJA ONLINE) PEMBAYARAN VIA BANK : MANDIRI ( TIDAK MELAYANI COD )

    http://www.obatbius-liquidsex69.blogspot.com

  6. M.Daud.IM permalink
    Januari 29, 2015 8:13 AM

    embahmu

  7. pramana permalink
    Februari 9, 2015 6:27 PM

    Karena aceh gudangnya ganja dan orang2nya fanatik buta, intoleransi terhadap penganut agama dan kepercayaan orang lain. Merasa sok agamis, sebentar lagi kalau masih mempertahankan sifat2 dan kelakuannya itu, pasti kena azab lagi. Makanya jangan sok agamis dan toleransilah kepada agama lain. Tuhan itu milik semua agama2 bukan hanya milik satu agama saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: