Skip to content

Testimoni Lengkap Susno Duadji, Kejutan dan Analisis Keanehannya

Januari 27, 2010

“Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian memang sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebesarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,762 Trilyun ke Bank Century tidak terlalu sulit” – Susno Duadji-

Berikut dokumen “testimoni” Komjen Pol Susno Duadji (SD) yang sampai ke tangan anggota Pansus Century.  SD sendiri menganggap itu bukan testimoni. Menurut dia, tulisan itu merupakan draf buku yang ditulis pihak lain, yang belum ia setujui.  Dan dalam penelusuran saya, ada beberapa poin kejanggalan yang tertulis dalam testimoni tersebut yang saya kupas, dan disamping itu ada informasi menarik mengenai beberapa perihal yang menjadi kasus yang menjadi perhatian publik. Untuk catatan kejutan dan keanehan, silahkan KLIK SINI

“BHAYANGKARA SEJATI SETIA DAN LOYAL

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, SH. MH. MSC

Bab I : PENDAHULUAN

Rabu, tanggal 25 Nopember 2009 jam 20.43 WIB adalah waktu yang tidak mungkin kulupakan karena pada detik itu terukir kesan yang sangat mendalam dalam diri pribadiku, istri, anak, menantu, cucu dan sanak saudaraku. Sepanjang sejarah berkarir di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang telah kulalui selama 32 tahun dengan penuh suka dan duka.

Malam itu aku baru pulang dari kantor sekitar jam 20.15 WIB kemudian mandi, sholat Isya’, lalu makan malam, tanpa kuduga TvOne menyiarkan press release Kadiv Humas Polri IRJEN POL Drs. NANAN SUKARNA yang mengumumkan mutasi di lingkungan Polri yang terdiri dari 35 orang Perwira Tinggi dan Perwira Menengah. Kaget bercampur dengan berbagai pertanyaan karena namaku ada pada urutan pertama : KOMISARIS JENDERAL POLISI Drs. SUSNO DUADJI, SH, MH, Msc. (SD) Jabatan Semula Kabareskim Polri, Jabatan baru Perwira Tinggi Pada Mabes Polri, tanpa ada keterangan lain. Ini artinya sama dengan Non Job. Kaget karena saya tidak pernah sama sekali diberi tahu sebelumnya, penuh tanda tanya karena tanpa harus diumumkan dengan press release sebab sudah berkali-kali mutasi diadakan tidak pernah diumumkan seperti ini.

Mutasi seperti ini adalah mutasi bersifat demosi yang dijatuhkan berupa hukuman terhadap Perwira yang sebelumnya dilakukan pemeriksaan, pembelaan, dan penjatuhan hukuman. Terhadap diriku sama sekali proses ini tidak pernah dilakukan, dan saya siap untuk melaksanakan dengan ikhlas dan tidak akan pernah mempertanyakan mengapa dan akan dikemanakan diriku.

Bhayangkara sejati akan tetap : patuh, taat, loyal, setia, jujur dan bertanggung jawab serta tidak kenal mengeluh.

Mimpi buruk ini sebenarnya sudah ada pertanda yaitu sejak dibentuknya Tim Pencari Fakta tentang dugaan rekayasa kasus CHANDRA HAMZAH (CH) dan BIBIT SAMAT RIYANTO (BSR), Pimpinan KPK Non Aktif. Hari Pertama Tim 8 bekerja, belum mengadakan pemeriksaan pada siapapun juga, telah mengeluarkan rekomendasi yang lebih tepat disebut dengan ‘pemaksaan’ kepada Kapolri untuk : membebaskan CH dan BSR, menangkap ANGGODO dan menonaktifkan SD. Di antara tiga rekomendasi ini ternyata Kapolri sangat sulit untuk melaksanakan rekomendasi menonaktifkan SD karena tidak ada alasan yang tepat untuk melakukan hal itu. Sebab Komjen SD tidak dilibatkan dalam penyidikan pimpinan KPK non aktif CH dan BSR, sehingga bagaimana mungkin orang yang tidak dilibatkan harus memikul tanggung jawab Penyidikan, karena Penyidikan langsung di-handle oleh Kapolri dan melaporkan hasilnya kepada Presiden RI.

Bahwa terkait dengan issue/rumor yang dituduhkan kepada SD adalah : Melontarkan istilah cicak – buaya, Membantu untuk mencairkan dana BUDI SAMPOERNA di Bank Century dengan imbalan Rp. 10 Milyar, Merekayasa Kasus CH dan BSR, Berbicara di TV tanpa Ijin Kapolri, dan Pemanggilan Wartawan. Issue ini akan dijelaskan pada Bab II.

Catatan ini bukanlah dimaksudkan sebagai keluhan, namun dibuat sebagai share pengalaman untuk bhayangkara-bhayangkara yang lain sehingga mereka kelak akan menjadi bhayangkara sejati, pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab serta berani, tidak mengorbankan bawahan untuk kelestarian jabatan dan apabila menjadi seorang bawahan akan menjadi bawahan yang setia, loyal, jujur, dan ikhlas.[1]

Bab II: ISSUE/RUMOR YANG DITUDUHKAN KEPADA SUSNO

1. Isu Cicak Buaya

Berawal dari wawancara saya dengan Wartawan terkait dengan pertanyaan bagaimana bisa tahu bahwa HP-nya disadap dan seberapa jauh perbedaan kemampuan alat sadap Polri dengan KPK. Menjawab pertanyaan ini saya mengambil perumpamaan hewan yang kebetulan di akurium ada seekor Cicak maka hewan sejenis yang lebih besar dari Cicak adalah Tokek atau Buaya dengan Cicak tetapi perbandingan alat sadap Polri dengan KPK seperti Tokek/Buaya dengan Cicak tetapi perbandingan kewenangan dan kekuasaan justru berbanding terbalik, Cicak adalah Polri dan Tokek/Buaya adalah KPK, karena KPK diberi kewenangan dan kekuasaan lebih besar daripada Polri. [Kisah Cicak vs Buaya]

2. Isu Menerima Rp 10 M

Isu ini berasal dari adanya penyadapan illegal oleh suatu institusi terhadap HP saya dan pejabat Mabes Polri lainnya. Penyadapan ini telah saya informasikan kepada Pimpinan Polri dalam suatu rapat staf pada bulan Desember 2008 yang lalu dan untuk mengetahui siapa dan apa tujuan penyadapan maka saya bersama beberapa orang mengadakan upaya untuk mengetahui dengan cara suatu skenario pembicaraan pertelepon yang dilakukan dengan beberapa orang termasuk Pengacara BUDI SAMPOERNA yaitu Saudara LUCAS.

Untuk memberikan klarifikasi hal ini saya telah dua kali datang ke KPK bertemu Pimpinan KPK untuk minta disidik dan klarifikasi, namun Pimpinan KPK tidak bisa melakukan karena tidak cukup bukti untuk disidik. Irwasum dan Propam Polri telah melakukan pemeriksaan terkait dengan laporan LSM MAKI dan Pengacara BSR dan CMH hasilnya dituangkan dalam Surat Kapolri No. Pol.: R/2647/X/2009/Itwasum tanggal 8 Oktober 2009 yang menyatakan tidak terbukti. Perlu diketahui Lembaga Irwasum dan Propam di lingkungan Polri sangat kredibel, kita dapat lihat kasus beberapa Jenderal Polri yang pernah diperiksa dan dijatuhkan sanksi pidana mohon tidak mengecilkan kredibilitas dari lembaga Irwasum Polri.

3. Isu Membantu Pencairan Dana Budi Sampoerna

Terkait dengan Surat saya No. Pol.: R/217/IV/2009/Bareskim tanggal 7 April 2009 dan Surat No. Pol.: R/240/IV/2009/Bareskim tanggal 17 April 2009 yang ditujukan kepada Direksi Bank Century, dan untuk diketahui bahwa Surat tersebut bukanlah inisiatif saya melainkan atas permintaan dari Direksi Bank Century.

Surat tersebut bukanlah surat perintah pencairan dana atau permintaan bantuan untuk pencairan dana melainkan hanya surat keterangan klarifikasi yang menyatakan bahwa dana sebesar USD 18 juta milik BUDI SAMPOERNA yang semula diduga bodong ternyata dana tersebut setelah dilakukan penelitian bersama oleh Tim yang melibatkan beberapa instansi, ternyata benar-benar ada hanya dana tersebut dicairkan/diambil oleh Saudari DEWI TANTULAR tanpa seizin pemiliknya. Hal ini sudah diklarifikasi dengan Surat Kapolri No. Pol.: R/2647/X/2009/Itwasum tanggal 8 Oktober 2009 bahwa apa yang saya lakukan benar masih dalam lingkup kewenangannya.

4. Isu Bepergian Ke Singapura

Terkait dengan hal ini perlu diketahui bahwa Saudara ANGGORO WIDJOJO statusnya di kepolisian bukanlah Tersangka melainkan Saksi Korban yang keterangannya sangat dibutuhkan. Status Tersangka oleh pihak KPK dilakukan secara mendadak hampir satu tahun setelah yang bersangkutan berpergian ke luar negeri dan pihak Kepolisian melakukan Penyelidikan terhadap pimpinan KPK, dan pemberitahuan dari KPK kepada pihak Polri tidak pernah ada.

Kepergian saya ke Singapore menemui Saudara ANGGORO atas sepengetahuan dan perintah dari Kapolri, bukanlah perjalanan liar melainkan dinas atas biaya negara yang tujuannya untuk mempertemukan Penyidik dengan Saudara ANGGORO. Apa hasil penyidikannya saya tidak tahu dan tidak harus perlu tahu karena bukan tanggung jawab saya, setelah bertemu dengan Tim Penydik, saya langsung pulang ke Jakarta.

Jika sebagian pihak ada yang menyayangkan mengapa Saudara ANGGORO tidak ditangkap di Singapore, sebenarnya untuk pertanyaan ini kita sudah tahu semua jawabannya sebab tidak mungkin Polisi Indonesia melakukan penangkapan di negara lain tanpa sepengetahuan dari aparat yang berwenang setempat, apalagi sementara Indonesia dan Singapore sampai dengan saat ini tidak ada perjanjian ekstradisi, sehingga banyak sekali buronan Indonesia bersembunyi di Singapore dan Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa.

5. Isu Melahirkan Rekayasa Kasus Pimpinan KPK Terkait Dengan Rekaman yang Diperdengarkan kepada Publik Oleh Mahkamah Konstitusi

Isu ini adalah fitnah yang keji yang bertujuan untuk membunuh karakter saya karena dari transkip pembicaraan tersebut kalau kita perhatikan dengan seksama tidak satu kalimat pun yang menyatakan saya merekayasa kasus Pimpinan KPK. Saya tidak pernah berbicara langsung pertelepon dengan Saudara ANGGODO, yang ada adalah nama saya disebut oleh Saudara ANGGODO sama halnya dengan Presiden SBY namanya juga disebut.

Apa bedanya dengan saya, tidak benar saya namanya disebut sampai 28 kali seperti yang ditayangkan oleh media elektronik dikarenakan yang dimaksud dengan TRUNO-3 itu bukanlah Klien kami melainkan Direktur III, Ketua Tim Penyidik Brigjen Pol YOVIANES MAHAR. Untuk nama panggilan Kabareskrim adalah TRI BRATA-5 bukan TRUNO-3 dan dari hasil pemeriksaan terhadap Saudara ANGGODO bahwa yang dia maksud dengan TRUNO-3 adalah Direktur III bukan Kabareskrim, sehingga bagaimana mungkin saya merekayasa kasus Pimpinan KPK bersama Saudara ANGGODO hanya dengan menggunakan bukti transkip sadapan yang sangat sumir?

Lagi pula saya tidak diikutkan dalam penyidikan kasus-kasus yang terkait dengan KPK karena sudah ada Tim sendiri yang menangani yang langsung bertanggung jawab kepada Kapolri.

6. Isu Pemanggilan Pimred/Wartawan Media Massa

Berawal dari rasa simpati Kapolri kepada aparat Kejaksaan karena pembicaraan telepon pejabat Kejaksaan Agung disadap dan ditayangkan di Media, lalu Kapolri menemui Jaksa Agung di Kantornya dan sekembalinya Kapolri memerintahkan agar pelaku Penyadapan diproses oleh Direktorat II, untuk itu serah terima Direktur II dari Brigjen Pol EDMON ILYAS ke Kombes Pol RAJA ERIZMAN dipercepat dan diberi perintah khusus untuk memproses kasus tersebut.

Dalam menangani kasus ini saya juga tidak diikutsertakan karena merupakan bagian dari kasus ini saya juga tidak diikutsertakan karena merupakan bagian dari kasus pejabat KPK dan juga untuk diketahui, masalah pemanggilan adalah sebagai bagian dari Penyelidikan dan Penyidikan yang decision-nya tidak sampai level saya sebagai Kabareskrim atau Kapolri cukup sampai level kanit. Jadi tidak adil dan kurang tepat kalaupun ada masalah terkait pemanggilan wartawan atau redaksi media dibebankan kepada saya. Dan mestinya saat ditanya oleh Wartawan di gedung DPR waktu itu harusnya beliau tahu karena hal tersebut adalah kebijakan dan perintah Kapolri yang belum dicabut, sedangkan saya tidak berwenang untuk mengambil kebijakan terkait masalah ini karena kasus ini adalah bagian dari kasus pimpinan KPK dimana saya tidak dilibatkan.

7. Isu Berbicara di TV Tanpa Sepengetahuan Kapolri

Isu ini terlalu dibesarkan karena saya adalah Pati Polri bintang tiga yang tentunya tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terkait dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya. Masalah berbicara di TV atau media lainnya level Kapolres pun tidak dilarang, asal tahu etikanya dan tidak merugikan institusi Polri. Apa yang saya lakukan, semua terkait dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya serta sangat bermanfaat untuk institusi Polri maupun pribadi yang memanfaatkannya sebagai media klarifikasi atas isu-isu yang dialamatkan pada diri saya yang selama in tidak pernah diklarifikasi oleh fungsi yang berwenang dalam hal ini Div Humas Polri yang kami tidak tahu apa alasannya.

Demikian isu-isu yang sudah merupakan perbuatan pidana fitnah yang dialamatkan kepada saya selama ini dan inilah juga yang dijadikan dasar oleh Tim-8 untuk merekomendasikan saya dinonaktifkan dan ternyata semua ini tidak terbukti. Apakah adil kalau saya sampai dengan melepas jabatannya karena fitnah yang demikian kejam ini?

Mari kita bandingkan dengan pimpinan KPK BSR dan CMH yang disidik oleh Tim Khusus Polri yang sudah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Agung kemudian diterbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) yang tidak lazim dilakukan, dan beliau berdua saat ini sudah direhabiltasi kembali ke posisi jabatan semula, dimana penggantinya yang dikuatkan dengan Perpu dan Keppres juga bisa dibatalkan dan ditarik kembali. Mengapa saya yang posisinya lebih kuat dari kedua Pimpinan KPK tersebut yang tidak terbukti pada tingkat awal dan pemberhentiannya hanya dengan Surat Keputusan Kapolri, tidak/belum dikembalikan pada posisi semula? Adilkah ini? Kami mohon tanggapan dari Kapolri. [2]

Bab III : YANG DIRENCANAKAN DAN DICAPAI

Sebagai Kabareskrim Polri yang mulai menjabat sejak 16 Oktober 2008, sebagaimana setiap menajer yang baru memulai tugasnya sebagai Nahkoda suatu organisasi, tentunya saya mempunyai impian, perlu suatu perencanaan matang dan kerja keras yang serius agar impian tersebut dapat diwujudkan.

1. Impian yang Ingin Diwujudkan

  • a. Menangkap Gambong Teroris, membongkar dan menghancurkan jaringannya.
  • b. Membasmi Premanisme.
  • c. Pelanggaran Hukum Pemilu Legislatif 2009 tuntas 100 % dan aman.
  • d. Pelanggaran Hukum Pemilu Presiden 2009 tuntas 100% dan aman.
  • e. Kasus Bank Century selesai dan Asset Recovery minimal 25 %.
  • f. Penindakan illegal logging, illegal fishing, illegal mining meningkat 20 %.
  • g. Penindakan kasus Korupsi meningkat 10 %.
  • h. Membongkar dan menangkap jaringan dan pelaku Kejahatan Narkoba Internasional dan Pabrik Narkoba.
  • I. Penyelesaian kasus kejahatan konvensional meningkat 10 %.
  • j. Public Complain turun 20 %.
  • k. Untuk Transparansi Penyidikan Penggunaan IT dalam rangka menghubungkan (meng-online-kan) Bareskirm dengan seluruh Polda, Polwil/tabes, Polres/ta, dan 90 % Polsek/ta.

2. IMPIAN YANG SUDAH TERWUJUD

a. Menangkap Gembong Teroris, membongkar dan menghancurkan jaringannya.

Berkat kerja yang tekun dan tak kenal lelah Densus 88/AT Bareksrim Polri maka kasus Bom Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton dapat diungkapkan dan ditangkap pelakunya dalam waktu kurang dari 1 bulan, penangkapan NOORDIN M. TOP dan jaringannya, pengungkapan dan penangkapan Pok teroris yang berencana meledakkan iring-iringan kendaraan RI 1.

b. Membasmi Premanisme
Melakukan Operasi Premanisme berhasil menggulung ribuan preman dan menyita berbagai jenis senjata api dan senjata tajam.

c. Pelanggaran Hukum Pemilu Legislatif 2009 tuntas 100% dan aman.
Tercapai

d. Pelanggaran Hukum Pemilu Presiden/ Wapres 2009 tuntas 100% dan aman.
Tercapai

e. Kasus Bank Century selesai dan Asset Recovery mininal 25%.
Tercapai, bahkan Asset Recovey over prestasi s.d 200 % yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah pengungkapan kasus perbankan dapat berhasil menemukan asset sebesar ini.

f. Penindakan illegal logging, illegal fishing, illegal mining meningkat 20%.
Tercapai

g. Penindakan kasus korupsi meningkat 10 %
Tercapai

h. Membongkar dan menangkap jaringan dan pelaku kejahatan narkoba internasional, dan pabrik narkoba.
Sangat Sukses

i. Penyelesaian kasus kejhatan konvensional meningkat 10%
Tercapai

j. Public Complaint turun 20%
Tercapai

k. Untuk transparansi Penyidikan Penggunaaan IT untuk menghubungkan Bareskrim dengan seluruh Polda, Polwik/tabes, Polres/ta, dan 90% Polsek/ta.
Tercapai

l. Pada bulan Juli 2009 berangkat ke Belanda dan berhasil menggagalkan adanya tuntunan senilai Rp  7 triliun dari negara-negara Eropa terhadap Pemerintah RI terkait dengan bangkrutnya/jatuhnya Bank INDOVER. [3]

Bab IV : TIGA KASUS BESAR BERSKALA NASIONAL DAN RAWAN POLITISASI

1. Kasus Teroris

a. Kasus Bom Hotel JW. Marriot
b. Kasus Bom Hotel Ritz Carlton
c. Kasus Rencana Pengeboman Cikeas/RI-1
d. Penangkapan Buron Gembong Teroris NOORDIN M. TOP dan Jaringannya.

2. Kasus Dua Pimpinan KPK Non-Aktif

Awal mulai Penyidikan kasus pimpinan KPK dimulai dari keinginan Kapolri untuk mengungkap apa motif sebenarnya pembunuhan NASRUDIN, kemudian Kapolri menunjuk Wakabereskrim IRJEN POL Drs. HADIATMOKO mengkoordinir penyelidikan dan Penyidikan motif pembunuhan NASRUDIN, kemudian IRJEN POL Drs. HADIATMOKO membentuk 5 (lima) Tim.

Setelah beberapa bulan kemudian kelima Tim tersebut bekerja tidak menemukan bukti untuk mengungkap motif pembunuhan, namun Kapolri sudah terlanjur melaporkan kepada Presiden tentang adanya kejahatan suap yang melibatkan Pimpinan KPK sebagai motif terjadinya pembunuhan NASRUDIN.

Kapolri merasa malu kalau laporannya tersebut tidak bisa dibuktikan, untuk itulah Kapolri memerintahkan Tim Penyidik yang sudah dibentuk untuk mencari kasus yang dapat dibuktikan guna menjerat pimpinan KPK.

  • Selanjutnya Tim Penyidik mendapat kasus sebagaimana yang bergulir saat ini yang menyebabkan kontroversi.
  • Penyidikan sepenuhnya di bawah kendali Kapolri.
  • Kabareskrim tidak diberi peran signifikan kecuali atas perintah Kapolri.
  • Anehnya TPF atau Tim 8 menuntuk Kabareskrim KOMJEN POL SD dinonaktifkan sebagai pertanggung-jawaban Penyidikan Pimpinan KPK, CH dan BSR.

Adilkah ini ??? Seorang Bhayangkara sejati tidak akan mempersoalkan adil atau tidak, dan hanya berharap tidak terjadi pada Bhayangkara yang lain.

3. Kasus Bank Century

a. Bahwa yang dikenal dengan kasus Bank Century sebenarnya terdiri dari tiga kasus besar, dimana masing-masing kasus tersebut mempunyai modus operandi tersendiri yang berbeda satu sama lain, kasus tersebut dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Kasus Murni Perbankan dengan tersangka ROBERT TANTULAR dan kroninya, yang melakukan tindak pidana perbankan dengan modus oeprandi: kredit fiktif, kontrak kelola dan fiktif, pencairan deposito valas tanpa seizin pemiliknya, menggelapkan surat berhaga, LC fiktif, dengan jumlah kerugian seluruh sekitar Rp 3,4 Trilyun.

2. Kasus Non Perbankan, yaitu kejahatan di bidang pasar modal yang dilakukan oleh ROBERT TANTULAR dan kroninya dengan menggunakan Securitas PT Antaboga dan PT SCI dengan jumlah kerugian Rp 1,5565 Trilyun.

3. Kasus dugaan korupsi bailout/penyertaan dana LPS ke Bank Century sebesar Rp 6,762 Trilyun.

Keterangan

a. Kasus Pertama dan Kedua sudah disidik oleh Bareskrim Polri dengan delapan tersangka meliput kasus perbankan, money laundering, penggelapan, penipuan dan kejahatan di bidang pasar modal. Sebagaian kasus telah divonis oleh Pengadilan dan sebagaian lagi masih dalam proses persidangan, dan para tersangka yang masih dalam pengejaran karena melarikan diri ke laur negeri terdiri dari RAFAT ALI RIZVI, HESHAM ALWARRAQ, THERESIA DEWI TANTULAR, ANTON TANTULAR, HARTAWAN ALWI, dan HENDRO WIYANTO.

b. Kasus Ketiga, yaitu dugaan korupsi Bailout/Penyertaan Modal Sementara (PMS) LPS ke Bank Century sebesar Rp 6,762 Trilyun, yang saat ini sedang hangat dibahas dalam pansus hak angket Pansus DPR RI. Kasus PMS yang diduga merugikan negara sebsar Rp  6,762 Trilyun masih dalam tahap penyelidikan oleh Bareskrim Polri, dikarenakan penyidik Bareskrim Polri mengutamakan kasus yang merugikan rakyat banyak. Berdasarkan hasil analisa sementara kasus PMS sebesar Rp 6,762 Trilyu terdiri dari dua anak kasus yaitu:

Kasus Pertama, yaitu pengucuran dana/uang negara tanpa didasari oleh dasar hukum yang kuat, maka para pelakunya dapat diduga melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan rumusan “Setiap orang yang melakukan pelanggarana hukum yang dapat menguntungkan diri sendiri dan / atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara dan / atau perekonomian negara”. Yang dapat dijadikan tersangka adalah para pembuat kebijakan yang berwenang memutus pengucuran dana.

Kasus Kedua, yaitu apabila dana yang dikucurkan sebesar Rp 6,762 Trilyun ada diantaranya yang diterima oleh pihak-pihak yang tidak berhak menerima, maka terhadap mereka dapat dilakukan dugaan turut serta melakukan tindakan pidana korupsi, pemalsuan, perbankan, penggelapan dan / atau penipuan. Untuk tindak lanjut pembuktian kasus terkait dengan PMS sebsar Rp. 6,762 Trilyun masih perlu dilakukan pendalaman dan pengumpulan bukti-bukti lainnya. Untuk tindak lanjut kasus bailout perlu pendalama dan pengumpulan alat bukti.

b. Asset Recovery

Bareskrim Polri telah berhasil melakukan upaya pelacakan asset dari kasus Bank Century ini yang disimpan oleh ROBERT TANTULAR dan kroninya, HESHAM ALWARRAQ dan RAFAT ALI RIZVI sebagai berikut:

1. Di dalam negeri
Berupa uang senilai Rp. 258,5 Milyar ditambah dengan Saham KSEI sebanyak 3.295.837.885 lembar, dana Saham di PT. Bahana Securitas 269.250.000 lembar.

2. Di luar negeri

Temuan asset tersangka di luar negeri senilai Rp. 11,832 Trilyun, terdiri dari sebagai berikut :
a) Asset milik ROBERT TANTULAR total senilai USD 19,25 Juta atau setara dengan Rp 192,5 M

  1. USB AG Bank Hongkong sejumlah USD1,822,082.67.
  2. Trust Structure di PJK Jersey sejumlah USD16,5 Juta.
  3. Private Wealth Management Division (Divisi Pengelolaan Kekayaan Pribadi) di British Virgin Island (Inggris) sejumlah USD927,776.54.

b) Asset milik HESHAM AL WARRAQ dan RAFAT ALI RIZVI (DPO) total senilai USD 1,164
Milyar atau setara dengan Rp 11,64 Trilyun:

  1. UBS AG Bank sejumlah USD 3,503,435.96.
  2. Standard Chartered Bank sejumlah USD 650,005,942 dan sejumlah SGD 4,006.
  3. ING Bank sejumlah USD 388,843,415

c) Asset milik ROBERT TANTULAR yang lain

  1. Asset di Greensey bernama JASMICO TRUST sejumlah USD 14,8 juta
  2. Asset di Bermuda berupa polis asuransi senilai USD 7,227,573.00.
  3. Asset di Swiss berupa deposit di Dresdner Bank sebesar USD 220 juta

Semua asset yang di luar negeri telah dilakukan pembekuan secara permanen untuk ditindak-lanjuti pengembaliannya ke Pemerintah RI melalui Mutual Legal Assistance (MLA), hal in baru dapat dilakukan setelah adanya putusan Pengadilan Indonesia yang  mempunyai kekuatan hukum tetap, tentunya masih membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ada kemungkinan penyelesaian dengan cara cepat yaitu dengan menindak-lanjuti surat Saudara HESHAM ALWARRAQ dan RAFAT ALI RIZVI tertanggal 3 Juni 2009 yang pada intinya bersedia mengembalikan kerugian Bank Century dan bersedia membeli kembali Bank tersebut. Apabila skema ini dapat ditindak-lanjuti dan disepakati besama, maka
keuntungan yang dapat Indonesia adalah:

  • a) Dana LPS senilai Rp. 6,762 Trilyun dapat kembali.
  • b) Uang hasil penjualan Bank dapat menjadi kas Pemerintah Indonesia, tentunya harga
    penjualan Bank adalah menurut kesepakatan bersama.

Bahwa surat tersebut ditujukan kepada Kabareskrim Polri waktu itu KOMJEN POL SUSNO DUADJI. Terkait surat tersebut sudah dilaporkan dan diserahkan kepada Menteri Keuangan RI, Ibu SRI MULYANI. Dan tawaran tersebut sudah ditanyakan beberapa kali oleh Pengacara HESHAM ALWARRAQ dan RAFAT ALI RIZVI kepada Kabareskrim waktu KOMJEN POL SUSNO DUADJI, namun belum dapat ditindak-lanjuti dikarenakan belum mendapat petunjuk atau signal dari Pemerintahan RI dalam hal ini Menteri Keuangan RI.

c. Sebagai Catatan, Bareskrim memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp 6,762 Trilyun dikarenakan pertimbangan sebagai berikut:

Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian memang sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebesarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,762 Trilyun ke Bank Century tidak terlalu sulit.[4]

V. PENUTUP

Demikian catatan detik-detik terakhir KOMJEN POL Drs. SUSNO DUADJI, SH. MH. Msc menjabat Kabreskrim Polri dibuat sesuai dengan fakta-fakta yang ada, namun tentunya masih banyak ketidak-sempurnaan dan kekurangan dalam catatan ini karena keterbatasan waktu dan ada hal-hal yang belum saatnya untuk diungkapkan kepada publik. Semoga catatan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Jakarta, 27 November ’09

Penyusun,

KOMJEN POL Drs. SUSNO DUADJI, SH. MH. MSc. [5]

Catatan Nusantaraku (Kejutan dan Keanehannya)

Terlepas dari keabsahan fakta yang disampaikan Komjen Susno Duadji (SD) dalam testimoninya berjudul “BHAYANGKARA SEJATI SETIA DAN LOYAL“, ada beberapa catatan saya mengenai testimoni Komjen SD.

1 . Kasus Kriminalisasi Bibit SR dan Chandra MH Dibawah Instruksi Kapolri (Kejutan)

Selama ini, informasi yang beredar terutama dari pihak pengacara Bibit dan Chandra (B&C) menunjukkan keterlibatan SD dalam kasus kriminalisasi dua pimpinan KPK ini. Sebagai Kabareskrim tentu publik akan menyimpulkan bahwa beliau bertanggungjawab langsung dalam kasus kriminalisasi B&C.

Namun, dari dokumen testimoni SD (Bagian : Kasus Dua Pimpinan KPK Non-Aktif), ternyata kriminalisasi kedua pimpinan KPK berawal dari kesalahan Kapolri “mencari muka” kepada Presiden SBY.  Melalui Wakabereskrim IRJEN POL Drs. HADIATMOKO (bukan Kabareskrim SD), Kapolri berusaha mencari motif pembunuhan Nasruddin.

Setelah beberapa bulan kemudian kelima Tim tersebut bekerja tidak menemukan bukti untuk mengungkap motif pembunuhan Nasruddin, namun Kapolri sudah terlanjur melaporkan kepada Presiden tentang adanya kejahatan suap yang melibatkan Pimpinan KPK sebagai motif terjadinya pembunuhan NASRUDIN.  Kapolri merasa malu kalau laporannya tersebut tidak bisa dibuktikan, untuk itulah Kapolri memerintahkan Tim Penyidik yang sudah dibentuk untuk mencari kasus yang dapat dibuktikan guna menjerat pimpinan KPK.

Memang sampai saat ini, kasus kriminalisasi Bibit dan Chandra belum tuntas. Meski Bibit dan Chandra telah dibebaskan dan dipulihkan namanya, namun aktor intelektual dibalik kriminalisasi ini belum terungkap. Usaha mencari keadilan dan kebenaran atas kasus Bibit dan Chandra berhenti, dan tidak ada niat atau usaha dari pihak-pihak berwajib untuk membongkar Grand Design untuk mengamputasi KPK. (Baca Juga : Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra )

2.  Waktu Testimoni Kasus Bank Century (Keanehan)

Dalam testimoni ini, tertulis bahwa SD membuatnya pada tanggal 27 November 2009. Dan anehnya, dokumen tersebut telah membahas bahwa kasus Bank Century saat itu (tanggal 27 Nov 2009)  sedang hangat dibahas dalam pansus hak angket Pansus DPR RI. Padahal, pansus hak Angket Century baru terbentuk pada tanggal 4 Desember 2008 [6]

Bagaimana mungkin SD bisa membuat testimoni tentang pembahasan di pansus Hak Angket Century di DPR, sementara pansus itu sendiri belum terbentuk? Ini adalah salah satu kesalahan fatal dari draft buku ‘testimoni SD’, bila kita menganalisis timing-nya.

3. Penuntasan Pelanggaran Hukum Pemilu Presiden/ Wapres 2009 (Keanehan)

Dalam draft buku ‘testimoni’, dikutip bahwa SD mengatakan bahwa sebagai Kabareskrim, ia berhasil menuntaskan pelanggaran hukum Pilpres 2009 silam. Namun, faktanya tidak demikian. Meskipun Bawaslu dan berbagai LSM telah mengumpulkan  dan menyerahkan bukti yang kuat terjadinya pelanggaran pidana dana kampanye pasangan capres-cawapres pada Pemilu Presiden 2009 silam, namun  Bareskrim Mabes Polri menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terkait dugaan pelanggaran dana kampanye atas laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Penghentikan perkara penyidikan menimbulkan kecurigaan, lantaran tanpa ada keterangan jelas dari Bareskrim. Hal itu menyebabkan, Bawaslu kecewa dengan kinerja Kepolisian.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur I Keamanan Transnasional Badan Reserse Kriminal Brigadir Jenderal Bachtiar Tambunan itu, kata Tio, tak disebutkan alasan penghentian penyidikan. Surat itu hanya menyebutkan, “Penyidikan dihentikan sejak 2 Oktober 2009 demi hukum,” katanya.[7]

Padahal,  pasangan SBY-Boediono dapat dijadikan tersangka karena menerima dana kampanye dari perusahaan afiliasi menyumbang sebesar Rp 8.5 miliar (lebih dari Rp 5 miliar seperti diatur UU) dengan rincian PT Northstar Pasific Investasi (Rp 1 miliar) + PT Northstar Pasific Capital (Rp 1 miliar), PT Sumber Alfaria Trijaya (Rp 3,5 miliar), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Rp 3 miliar). Selain itu, pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto juga diduga melanggar aturan dana kampanye, karena masing-masing didapat bukti menerima sumbangan dari perusahaan asing dan penerimaan yang tidak dicatat.  Lengkapnya di Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra.

Silahkan dinilai… 😀

Salam Nusantaraku,
ech-wan, 27 Desember 2009

Sumber :
[1]Detiknews, 27 Jan 09 (1)
[2]Detiknews, 27 Jan 09 (2)
[3]Detiknews, 27 Jan 09 (3)
[4]Detiknews, 27 Jan 09 (4)
[5]Detiknews, 27 Jan 09 (5)
[6]Kompas, 4 Dec 09
[7]Surya Online, 14 Okt 09

Iklan
50 Komentar leave one →
  1. temarlind permalink
    April 14, 2010 8:26 PM

    KITA..DOAKAN SAJA SUSNO,

  2. April 14, 2010 10:05 PM

    Kalo Susno tau tujuan Kapolri mengkriminalkan KPK hanya krn ingin menjilat SBY, kenapa Susno ngga beberkan ini ke publik saat isu ini masih hangat dan dirinya masih menjabat Kabareskrim. Malah Susno memperkeruh suasana dengan komen “cicak-buaya”nya yg ga sensitif. Kenapa baru sekarang?

    Susno sudah dikepolisian puluhan tahun. Seharusnya saat menjabat sbg Kabareskrim dia bongkar semua bobrok polisi, bukan setelah dirinya terjepit dan dilengserkan paksa. Apa harus nunggu jd Kapolri dulu baru buka bobrok polisi? Tapi, katanya ga minat jd Kapolri?

  3. Mei 7, 2010 3:38 PM

    Kami seopini dengan rakan-rakan di Indonesia, dan cuba renungkanlah pula pemerintahan awak di bawah SBY, teruk dan jahat kali.
    Tapi semua rakyat Indonesia harus membela Susno, kerana jenayah itu dan pengganas itu justru semua orang tahu adalan bernama kapolnas itu dan anak buahnya.
    Dan ingat, rejim di Indonesia dalam kerajaan SBY semakin hancur.
    Peluasan jurang antara miskin dan kaya. Hal ini akan menyebabkan pemberontakan rakyat. Hanya masalah waktu, jika SBY tidak akan digantikan oleh pemimpin yang bijaksana, cerdas, memiliki pengetahuan untuk membina negara, serta tegas dan berani. Rejim di Indonesia, terutama selepas Yudhoyono menjadi politik ditetapkan kotor tetapi tidak kelihatan. SBY untuk memimpin negara dengan ditempa dengan menipu awam.
    Karena SBY ragu-ragu dan lemah, semua pegawai birokrasi Indonesia bermain antara satu sama lain. Mereka menjadi kurang takut orang dan akan memimpin pemberontakan rakyat, ini adalah masalah waktu. Sampai saat ini, sebahagian besar orang Indonesia tetap miskin dan paling tidak mempunyai pekerjaan. Di Indonesia, orang miskin bertambah banyak di antara orang kaya juga.
    Memang, banyak masalah yang disebabkan oleh SBY yang tidak mempunyai pengetahuan baik negara. Terlalu banyak bicara. Di sini, saya mengambil contoh tunggal.
    Presiden SBY adalah kebohongan yang sangat licik dan pintar tidak mampu membuat adil dan tidak membuat orang makmur, kerana SBY tidak boleh menjemput pelabur untuk banyak pekerjaan untuk pekerja banyak dan pengangguran. Sri Mulyani untuk kembali kepada Bank Dunia untuk kemarahan Sri Mulyani bahawa SBY tidak dapat dipertahankan. Dengan Sri Mulyani rasuah dan kemudian pergi SBY bahagia. Mafia penjenayah tidak takut SBY. Namun Sri Mulyani dengan Boediono juga membuat kesalahan besar selama bailout terlalu besar untuk Bank Century 6700000000000 mana sebahagian besar wang itu akan untuk anugerah SBY sebagai pemilihan presiden pada tahun 2009.
    Tidak hanya menghancurkan ekonomi di Indonesia. Sistem pendidikan juga hancur. kerajaan SBY tidak memberikan buku-buku program utama (Indonesia, Matematik, Bahasa Inggeris) adalah percuma untuk pelajar di semua sekolah di Indonesia. Tetapi menteri pendidikan dari kerajaan SBY membuat dan melaksanakan ujian nasional. Bagi orang-orang dalam perkhidmatan ini banyak rasuah dan kos-efektif birokrat jabatan pendidikan saku. National Review telah mendakwa banyak korban tidak lulus dan beberapa pelajar membunuh diri. Namun kerajaan Indonesia dengan SBY masih tidak mempunyai buku manual yang penting bagi banyak mahasiswa pascasarjana.
    Guru selalu disalahkan dan dianggap tidak memiliki kualitas dan dianggap tidak banyak.Guru kelemahan. Memang, jika buku teks standard yang sedia untuk pelajar di seluruh Indonesia, masalah guru tidak menjadi masalah. Semua orang tahu bahawa di balik semua bencana dalam pendidikan Indonesia adalah SBY dan menteri pendidikan tidak mempunyai pengetahuan tentang bagaimana untuk melakukan sistem pendidikan yang sedia, adil dan merata bagi kejayaan Indonesia, tetapi mereka pikir hanya wang, wang, wang, rasuah bersama-sama, dan dengan pelbagai cara, termasuk melalui pelbagai jenis projek-projek pembangunan yang wang diambil. Mudah mudahan pengganas pengganas Arab akan datang ke Indonesia, membunuh presiden dan kumpulan dia.
    Dalam hal pendidikan, Menteri Pendidikan Nuh masih diadakan pemeriksaan ansional. Dia menteri gila. Nuh tidak pernah membuat kesalahan melarang orang lain pandangan mereka secara bebas, kebebasan berpendapat, di Internet. Nuh akan berhenti sekarang. Nuh tidak layak semua bahawa menteri. Sebagai bekas menteri maklumat, Nuh melakukan kesalahan. Aneh kemudian menjadi Menteri Pendidikan ini. Nuh dan seharusnya SBY untuk membatalkan atau menunda ujian nasional sebelum buku-buku pelajaran utama yang sedia secara percuma oleh kerajaan dan diedarkan kepada semua sekolah di seluruh Indonesia. Berapa banyak pelajar Indonesia akan melakukan bunuh diri kerana takut tidak menyelesaikan dan tidak selesai kerana politik yang buruk dan Ménétré bodoh dan kerajaan SBY? Cerita ini disebut negara Indonesia lebih banyak lari ke sebagai tetangga independen baru seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan bahkan membina negara dengan standard interansional dan tidak hanya untuk membanteras rasuah. Indonesia di bawah SBY lebih hancur kerana mereka tidak mempunyai pengetahuan yang baik pembinaan sebuah negara yang sudah ada dalam Perlembagaan pada tahun 1945. Karena untuk memerangi rasuah dan menagakkan SBY undang-undang bahkan lupa untuk membina infrastruktur dan pelajar dan masyarakat umum. SBY hanya membina untuk orang kaya. SBY boneka Amerika?
    Negara ini bukan kapitalis, bukan negara kebajikan juga. negara ini tidak membuat undang-undang yang baik. Undang-undang dan peraturan, tetapi banyak kejahatan sama sekali. Kami anak-anak dari negara-negara di Indonesia telah meminta negara-negara maju untuk berhenti sebagai presiden Yudhoyono. Tanpa bantuan anda, kita adalah anak-anak Indonesia tidak punya harapan untuk masa depan. Kembali negara kita di jalan pembangunan bagi masyarakat dalam Perlembagaan dan pendidikan yang adil bagi rakyat anak-anak. Kami meminta anda untuk membantu kami. Terima kasih sebelumnya. Kita adalah anak-anak Indonesia yang tidak memihak, kecuali dengan harapan keadilan dan harapan kemakmuran yang kita tidak dan banyak orang tua kita dan datuk-nenek kita untuk mengambil keuntungan dari Indonesia berkata sejak kemerdekaan pada 1945. [Bila ada opini lain jangan mala majukan sahaja ke email kami: azizahbintirahman@mscsabah.my ].

  4. Azizah binti Rahman permalink
    Mei 7, 2010 3:39 PM

    Kami seopini dengan rakan-rakan di Indonesia, dan cuba renungkanlah pula pemerintahan awak di bawah SBY, teruk dan jahat kali.
    Tapi semua rakyat Indonesia harus membela Susno, kerana jenayah itu dan pengganas itu justru semua orang tahu adalan bernama kapolnas itu dan anak buahnya.
    Dan ingat, rejim di Indonesia dalam kerajaan SBY semakin hancur.
    Peluasan jurang antara miskin dan kaya. Hal ini akan menyebabkan pemberontakan rakyat. Hanya masalah waktu, jika SBY tidak akan digantikan oleh pemimpin yang bijaksana, cerdas, memiliki pengetahuan untuk membina negara, serta tegas dan berani. Rejim di Indonesia, terutama selepas Yudhoyono menjadi politik ditetapkan kotor tetapi tidak kelihatan. SBY untuk memimpin negara dengan ditempa dengan menipu awam.
    Karena SBY ragu-ragu dan lemah, semua pegawai birokrasi Indonesia bermain antara satu sama lain. Mereka menjadi kurang takut orang dan akan memimpin pemberontakan rakyat, ini adalah masalah waktu. Sampai saat ini, sebahagian besar orang Indonesia tetap miskin dan paling tidak mempunyai pekerjaan. Di Indonesia, orang miskin bertambah banyak di antara orang kaya juga.
    Memang, banyak masalah yang disebabkan oleh SBY yang tidak mempunyai pengetahuan baik negara. Terlalu banyak bicara. Di sini, saya mengambil contoh tunggal.
    Presiden SBY adalah kebohongan yang sangat licik dan pintar tidak mampu membuat adil dan tidak membuat orang makmur, kerana SBY tidak boleh menjemput pelabur untuk banyak pekerjaan untuk pekerja banyak dan pengangguran. Sri Mulyani untuk kembali kepada Bank Dunia untuk kemarahan Sri Mulyani bahawa SBY tidak dapat dipertahankan. Dengan Sri Mulyani rasuah dan kemudian pergi SBY bahagia. Mafia penjenayah tidak takut SBY. Namun Sri Mulyani dengan Boediono juga membuat kesalahan besar selama bailout terlalu besar untuk Bank Century 6700000000000 mana sebahagian besar wang itu akan untuk anugerah SBY sebagai pemilihan presiden pada tahun 2009.
    Tidak hanya menghancurkan ekonomi di Indonesia. Sistem pendidikan juga hancur. kerajaan SBY tidak memberikan buku-buku program utama (Indonesia, Matematik, Bahasa Inggeris) adalah percuma untuk pelajar di semua sekolah di Indonesia. Tetapi menteri pendidikan dari kerajaan SBY membuat dan melaksanakan ujian nasional. Bagi orang-orang dalam perkhidmatan ini banyak rasuah dan kos-efektif birokrat jabatan pendidikan saku. National Review telah mendakwa banyak korban tidak lulus dan beberapa pelajar membunuh diri. Namun kerajaan Indonesia dengan SBY masih tidak mempunyai buku manual yang penting bagi banyak mahasiswa pascasarjana.
    Guru selalu disalahkan dan dianggap tidak memiliki kualitas dan dianggap tidak banyak.Guru kelemahan. Memang, jika buku teks standard yang sedia untuk pelajar di seluruh Indonesia, masalah guru tidak menjadi masalah. Semua orang tahu bahawa di balik semua bencana dalam pendidikan Indonesia adalah SBY dan menteri pendidikan tidak mempunyai pengetahuan tentang bagaimana untuk melakukan sistem pendidikan yang sedia, adil dan merata bagi kejayaan Indonesia, tetapi mereka pikir hanya wang, wang, wang, rasuah bersama-sama, dan dengan pelbagai cara, termasuk melalui pelbagai jenis projek-projek pembangunan yang wang diambil. Mudah mudahan pengganas pengganas Arab akan datang ke Indonesia, membunuh presiden dan kumpulan dia.
    Dalam hal pendidikan, Menteri Pendidikan Nuh masih diadakan pemeriksaan ansional. Dia menteri gila. Nuh tidak pernah membuat kesalahan melarang orang lain pandangan mereka secara bebas, kebebasan berpendapat, di Internet. Nuh akan berhenti sekarang. Nuh tidak layak semua bahawa menteri. Sebagai bekas menteri maklumat, Nuh melakukan kesalahan. Aneh kemudian menjadi Menteri Pendidikan ini. Nuh dan seharusnya SBY untuk membatalkan atau menunda ujian nasional sebelum buku-buku pelajaran utama yang sedia secara percuma oleh kerajaan dan diedarkan kepada semua sekolah di seluruh Indonesia. Berapa banyak pelajar Indonesia akan melakukan bunuh diri kerana takut tidak menyelesaikan dan tidak selesai kerana politik yang buruk dan Ménétré bodoh dan kerajaan SBY? Cerita ini disebut negara Indonesia lebih banyak lari ke sebagai tetangga independen baru seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan bahkan membina negara dengan standard interansional dan tidak hanya untuk membanteras rasuah. Indonesia di bawah SBY lebih hancur kerana mereka tidak mempunyai pengetahuan yang baik pembinaan sebuah negara yang sudah ada dalam Perlembagaan pada tahun 1945. Karena untuk memerangi rasuah dan menagakkan SBY undang-undang bahkan lupa untuk membina infrastruktur dan pelajar dan masyarakat umum. SBY hanya membina untuk orang kaya. SBY boneka Amerika?
    Negara ini bukan kapitalis, bukan negara kebajikan juga. negara ini tidak membuat undang-undang yang baik. Undang-undang dan peraturan, tetapi banyak kejahatan sama sekali. Kami anak-anak dari negara-negara di Indonesia telah meminta negara-negara maju untuk berhenti sebagai presiden Yudhoyono. Tanpa bantuan anda, kita adalah anak-anak Indonesia tidak punya harapan untuk masa depan. Kembali negara kita di jalan pembangunan bagi masyarakat dalam Perlembagaan dan pendidikan yang adil bagi rakyat anak-anak. Kami meminta anda untuk membantu kami. Terima kasih sebelumnya. Kita adalah anak-anak Indonesia yang tidak memihak, kecuali dengan harapan keadilan dan harapan kemakmuran yang kita tidak dan banyak orang tua kita dan datuk-nenek kita untuk mengambil keuntungan dari Indonesia berkata sejak kemerdekaan pada 1945. [Bila ada opini lain jangan mala majukan sahaja ke email kami: azizahbintirahman@mscsabah.my ].

    • IBU YULIANA permalink
      Desember 4, 2014 1:10 AM

      kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
      berikan 4 angka 2687 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di no (((082-313-336-747)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
      juta, wassalam.

  5. Mei 26, 2010 12:42 AM

    apapun yang terjadi sejati nya para petinggi sedikit merasa malu dengan kasus yang menumpuk berbelit belit dan njelimet “jawa” ada satu keanehan yang mungkin tak akan terjadi selama ribuantahun kedepan yakniseorang perwira polisi yang mau dan sudi untuk mengungkapkan banyak kejahatan menyangkut pajak dan oknum polisi yang terlibat di dalamnya.
    aqkumengira pemerintah dalam hal ini presiden mau dan sudi untuk mengirim pasukan khusus untuk mengawal menjaga dan mengamankan seorang jenderal besar yang dengan beraninya mempertaruhkan nyawanya dan keluarga untuk membongkar borok di tubuh polri????????? dan mengamankan kredibilitas lembaga pemerintahan yang lain, aku mengira sebagai seorang yang cinta TNI/POLRI, SEORANG SUSNO AKAN DIKIAWAL OLEH KOPASUS ATAU ANGKATAN MILITER LAIN NON POLRI KARENA KITA SEMUA TAHU BAHWA POLRI SEOLAH OLAH AKAN MENJATUHKAN SUSNO. TAPI LUCU MEMANG TANPA ALASAN YANG JELAS JUSTRU SEORANG SUSNODUADJI DI TANGKAP…….
    MESTINYA DI KOREK INFO OLEH TIM INDEPENDEN LANGSUNG DARI TANGAN PRESIDEN UNTUKMENGETAHUI HAL-HAL YANG MUNGKIN SAJA BANYAK TERSEMBUNYI DAN BELUM DI BONGKAR ATAU BELUM DI KETAHUI PUBLIK. AHH MUNGKIN TAK LAMA PULA JAKARTA KHUSUSNYA LOKASI PARA PEJABAT YANG DHOLIM DAN LALIM SERTA SUKA MENCARIKAMBING HITAM ITU AKAN MENDAPAT IMBALAN YANG SETIMPAL DARI MENUSIA MUNGKIN TIDAK BISA JADI DARI ALAMINGAT DUNIA SUDAH TUA MARI DUKUNG SUSNO DUADJI. BY LEON ZYE

  6. chansky permalink
    Mei 28, 2010 8:21 PM

    wah sepertinya tinggal nunggu rakyat kecil ngamuk dan bumm!.. revolusi di indonesia, bukan sekedar reformasi.

  7. Kartika permalink
    Januari 27, 2011 2:22 PM

    Rekayasa vs Hati Nurani

    Beberapa hari lalu muncul spanduk menghujat Din Syamsuddin oleh Gadis (Gerakan Anti Din Syamsuddin) di depan gedung DPR. Hari ini (27 Januari 2011) muncul pula spanduk mendukung SBY: “Jangan ganggu SBY Bekerja”. Ini seperti dulu ketika Suharto mau jatuh. Ada kelompok-kelompok pendukung seperti itu.

    Orang-orang tertawa. Jangan ganggu SBY Bekerja? Emangnya SBY bekerja. Bukannya dia cuma bicara. Atau suka ngalihkan isu. Atau suka banget jalan-jalan ke luar negeri.

    Di saat-saat akhir kekuasaan Presiden Suharto, dulu juga muncul banyak sekali gerakan-gerakan pendukung Suharto sebelum akhirnya dia akhirnya lengser. Gerakan ini akhirnya mendatangkan gerakan-gerakan masif anti status quo yang waktu itu dimotori tokoh inteletual akademisi berani, Amien Rais berserta kawan-kawannya. Gerakan rekayasa apapun biasanya kalah dengan gerakan masif, gerakan hati nurani mahasiswa dan rakyat. Jangan-jangan ini awal terjadi kejatuhan pemerintahan SBY. Karena kelaparan, kemiskinan, kemuakan terhadap kebohongan yang terulang di masa pemerintahan sekarang, dan lainnya. Seperti yang sekarang terjadi di Tunisia, Mesir dan Yaman, meski kasusnya agak berbeda. Siapa yang bisa menahan orang-orang kelaparan. Kalau ada yang memicu sedikit saja pasti akan menyala.

  8. Putri Santri permalink
    Januari 27, 2011 3:14 PM

    Maju terus Komjen Susno. Kau adalah komjen sah dan peniup peluit, pemukul kentongan, sejati. Pukul mereka dengan jurus-jurus kebenaranmu. hari ini muncul spanduk-spanduk mendukung, menjilat pantat, SBY.

    Waktu lalu muncul spanduk menghujat Din Syamsuddin oleh Gadis (Gerakan Anti Din Syamsuddin) di depan gedung DPR. Hari ini ada spanduk mendukung SBY: “Jangan ganggu SBY Bekerja”. Ini seperti dulu ketika Suharto mau jatuh. Ada kelompok-kelompok pendukung seperti itu.

    Spanduk itu bunyinye: Jangan ganggu SBY Bekerja. Emangnye SBY bekerje. Bukannye die cumin bicare. Atau suke ngalihkan isu. Atau suke banget jalan-jalan ke luar negeri ye?

    Ayo kita dukung hati nurani, kebenaran. Kalau perlu di-share, sebar luaskan ke kawan-kawan kita semua. Wuuaalah. Berpolitik sah-sah saja. Siapa saja boleh. Di dalam hubungan keluarga saja selalu ada yang berpolitik. Ibu mertua berpolitik. Anak menantu berpolitik. Istri berpolitik. Suami berpolitik. Ada yang halus ada yang kasar. Sah-sah saja. Selama untuk kepentingan lebih besar. Selama untuk yang membeka yang tertindas. Masa’ tokoh agama enggak boleh berpolitik…itu ngulur waktu…,Vatikan juga berpolitik….Lanjutkan….turunkan SBY. ….Daripada anak-anak bangsa diadu domba, lebih baik cepat lengserkan….Rakyat makin sengsara….dia udah enggak ada gunanya… ngulur waktu …. malah jalan-jalan ke luar negeri lagi…. Gaji dinaikkan…nggak enak….Bohong….SBY emang suka bohong…dia anak tunggal…manja….tidak peka terhadap derita rakyat. ….enggak enak….Bohong….emangnye iklan mie instan. TLA maju terus…!! Hidup mahsiswa. Hidup rakyat !!!

    Persis seperti masa Orba dahulu. Waktu itu muncul banyak sekali gerakan-gerakan pendukung Suharto sebelum akhirnya dia mau tidak mau akhirnya lengser. Gerakan itu akhirnya mendatangkan gerakan-gerakan masif anti status quo yang waktu itu dimotori tokoh inteletual akademisi yang berani yaitu Amien Rais berserta kawan-kawannya. Gerakan rekayasa apapun biasanya kalah dengan gerakan lebih masif yaitu gerakan hati nurani mahasiswa dan rakyat. Jangan-jangan ini akan terjadi terhadap pemerintahan sekarang. Karena kelaparan, kemiskinan, kemuakan dan lainnya seperti yang sekarang terjadi di Tunisia, Mesir dan Yaman, meski kasusnya agak berbeda. Siapa yang bisa menahan orang-orang kelaparan. Dipicu sedikit pasti akan menyala.

  9. Serena permalink
    Januari 28, 2011 2:43 PM

    Menkominfo Berbohong Lagi

    Menkominfo Tifatul Sembiring berbohong lagi. Sampai hari ini pengguna internet di Indonesia tidak cuma twitter tetap dipantau ketat oleh pemerintah antara lain dari Kemkominfo. “Indonesia masih seperti negara totaliter negara komunis,” kata aktivis HAM yang tidak mau disebut identitasnya.

    Menurut aktivis tersebut pemerintah diam-diam tetap memantau dan memblokir informasi yang dikirim melalui internet oleh para aktivis ke lembaga-lembaga penting internasional seperti lembaga-lembaga di bawah PBB dan dinas-dinas interlijen asing. Sebelumnya Tifatul menegaskan pemerintah ingin memblokir situs pornogarfi saja.

    Menurut detik.com Jumat (28/1/2011) Tifatul mengatakan pemerintah tidak menutup situs microblogging twitter di Indonesia. Itu berarti pemblokiran masih dilakukan terhadap komunikasi internet yang lain.

    Seorang intelijen Barat yang enggan disebut identitasnya mengatakan sejumlah aktivis HAM Indonesia prihatin dengan masih banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia. “Mereka peniup peluit yang baik untuk kami sehingga kami tahu dari sumber-sumber pihak ketiga itu soal berbagai pelanggaran HAM disini,” katanya.

    Pengamat tersebut menambahkan komunikasi internet tidak hanya twitter tidak boleh diblokir rezim manapun apalagi hanya oleh seorang menteri.

    Seperti dilansir detik.com, Tifatul sepertinya tetap berkelit dengan mengatakan Indonesia adalah negara terbuka yang memberikan kesempatan setiap orang untuk bebas bicara. “Kita tidak akan menutup, twitter itu sosial media. Itu kan saluran saja, sama dengan yang lain,” kata Tifatul.

    Sejumlah pengguna internet di Indonesia yang aktif memantau dan memberikan laporan berkala kepada lembaga-lembaga internasional mengaku mereka ingin bukti bukan teori maupun janji.

    Mereka mengaku sulit mengakses situs institusi dan intelijen global penting seperti Amnesty International, UNHCR, CIA Amerika, MI6 Inggris, FSB Rusia dan lainnya, yang dahulu mudah diakses di Indonesia. “Situs-situs itu kini hanya bisa diakses dari luar negeri misalnya dari Singapura,” katanya.

  10. Karlina Hutapea permalink
    Februari 15, 2011 3:26 PM

    Numpang lewat, jangan dihapus, Mas/Mbak, biarlah kawan-kawan kita membaca dan paham. Sebaiknya di-share lewat email boeh juga.

    Susno Duadji setelah sidang kesal dan bilang: “Anda lihat sendiri inilah pengadilan Republik Indonesia”. Ia sesungguhnya kesal, bagi Susno, semua itu rekayasa dan tidak benar.

    Sebetulnya tidak hanya sistem peradilan. Semua tergantung pemimpin pemerintahan atau presiden, sebab kapolri, kejagung juga diangkat/diberhentikan presiden. Semua di tangan Presiden sesungguhnya.

    Alasan tidak mau ikut campur urusan peradilan, ah masa’ bohong. Hakim-hakim pada sidang penting dan menentukan pasti dikomando presiden.

    Maka sesungguhnya pemimpin Rezim ini yang suka berpura-pura, licik, dan suka mengalihkan isu atau menyempitkan isu (melokalisir isu). Lihat, senyumnya itu yang seolah baik dan jujur kepada rakyat.

    Harusnya ada yang bisa dipelajari dari gerakan demo masif dan efektif di Mesir, mereka hebat….

    Kau perlu tahu kalau ciri-ciri gerakan efektif lebih ke aksi-aksi dan agenda-agenda nyata. Mereka melibatkan aktif tokoh-tokoh oposan tidak peduli siapa. Kalau perlu melibatkan tokoh-tokoh oposan musuh bebuyutan mereka.

    Kedua, harus masif, didukung dana masif dan foskus pada isu-isu sentral: harga-harga yang terus naik dan pembiaran korupsi yang menyedot dana besar negara, berbagai mafia itu.

    Mesir dan Indonesia sama. Bedanya di Mesir, barusaja terjadi. Indonesia, lebih dahulu, tahun 1998, tapi tidak menghasilkan apa-apa untuk rakyat banyak.

    Apakah perubahan di Mesir saat ini akan menguntungkan rakyat atau hanya berganti tangan, masih perlu dilihat. Mungkin rakyat Mesir lebih pandai untuk mengarahkan kemana dan bagaimana reformasi yang lurus dan tidak kembali terbajak.

    Indonesia praktis belum ada reformasi yang berarti.

    Rakyat dan anak-anak rakyat itu tidak memperoleh hak-hak dasar mereka: hak kesejahteraan, hak jaminan kesehatan dan pendidikan yang benar-benar gratis, kecuali gratis hanya wacana. Padahal itu semua merupakan hal-hal paling mendasar, yang harus dimiliki oleh rakyat, seperti yang dimiliki rakyat dari negara-negara baik di dunia. Semua itu sudah lama dilaksanakan oleh bahkan negara-negara tetangga negara itu sendiri seperti Malaysia dan Singapura, yang merdeka belakangan, dan bahkan negara relatif baru seperti Vietnam. Kemana pemikrian kepemimpinan nasional di Indonesia?

    TKi-TKI itu, juga, apakah mereka semua TKI? Bukan. Mereka kebanyakan para korban dari mefia perdagangan manusia oleh orang-orang WNI yang ber-KKN dengan oknum pejabat di Kementerian Tenaga Kerja. Presiden tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dan membiarkan atau hanya perintah menteri dan lainnya tanpa mengawasi pelaksanaannya. Semua itu menjadikan rakyat Indonesia semakin sengsara.

    Mungkin Indonesia perlu gerakan reformasi jidil dua untuk mendapatkan sebuah pemerintahan yang benar-benar baru dan steril dari mentalitas lama, seperti yang akan terjadi di Mesir.

    Reformasi jidil dua yang dikehendaki oleh para mahasiswa dan kaum intelektual pada tahu 1998 itu nyata terjadi dan tidak dibajak seperti sekarang.

    Reformasi yang bukan hanya sekedar kulit luar, hanya bebas menyataka pendapat, tetapi perekonomian tidak dibangun untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

    Negara ini tidak mungkin bertahan karena tidak memiliki industri dari repelita-repelita. RRC mampu karena mengamalkan tahapan-tahapan rencana-rencana itu secara benar. Kini, RRC menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan repelita-repelita yang konsisten.

    Kepemimpinan nasional sangat menentukan. Parlemen pembuat UU sangat menentukan. Kedua-duanya harus memiliki pemikiran untuk negara ke depan. Indoneia pernah memiliki di zaman Suharto, tetapi karena kebencian terhadap Suharto, UUD diubah, GBHN dihapus, itu blunder raksasa. Sebuah bangsa menuju kehancuran sendiri.

    Pembangunan menuju pertanian, kenelayanan dan apalagi industri rendah, menengah dan maju, tidak mungkin terlewati tanpa tahapan-tahapan seperti itu. Jika kepemimpinan nasional dan pemerintahan tidak memiliki dan tidak membuat atau memulai hal-hal sepertu itu, kemana negara dibawa? Mimpi kali ye.

    Seorang peimpin nasional harus tahu sadar dan memulai konkrit repelita-repelita seperti yang sudah lama ditempuh RRC itu, yang telah dihapus di Indonesia, negara tolol. Pemimpin harus benar-benar mengerti, tidak hanya berwacana, tidak zamannya lagi, itu blunder. Adalah dengan repeiita-repelita, sebuah negara akan selamat dan bisa mencapai kesejahteraan untuk seluruh rakyatnya. RRC dan bangsa-bangsa lain telah membuktikan itu semua. Semuanya harus jelas di atas kertas, GBHN, bukan wacaan dan sekedar usul atau pidato. RRC punya sistem sistem apapun dan sudah lama dan kini membuktikan mensejahterakan rakyatnya. RRC bukan Cina/Tionghoa, Cina/Tionghoa bukan RRC. Bahwa RRC didominasi etnis Cina/Tionghoa benar.

    Kau perlu tahu pula kalau reformasi yang benar dan tidak terbajak itu bisa terjadi jika kita memulai itu semua. Perlu ada pihak-pihak yang peduli, yang mau meluruskan jalannya reforamsi di Indonesia, yaitu semua perlu menggalang kekuatan, bersatu-padu, menggerakkan, membuat dan memiliki pendukung, seperti gerakan demonstran Mesir dan Tunia. Bisa?

    Dan harus pintar mengidentifikasi setiap pengalihan dan tetap fokus melihat penyebab pokoknya siapa.

    Rezim ini dikenal pandai mengalihkan atau menyempitkan isu. Taktik lama dan tetap dipakai. Kebanyakan kita tidak mengerti. Sebuah isu yang digulirkan TLA (tokoh lintas agama), misalnya, dialihkan.

    Isu yang sulit dialihkan adalah kenyataan harga-harga yang naik terus. Isu ini bisa mudah menggalang dan memicu gerakan demo masif, sebab menyangkut perut orang banyak.

    Jika sudah muncul isu penentu ini, maka akan dicoba dialihkan atau disempitkan ke isu yang jauh lebih sempit yaitu misalnya isu seputar Ahmadiyah. Ini taktik pengalihan/penyempitan isu, agar isu sentral dan berbahaya yaitu kelaparan, busung lapar, naiknya harga-harga, tuntutan penurunan harga-harga (semacam tritura zaman dulu) yang bisa mengudnang gerakan demo masif dimana-mana, bisa teralihkan.

    Sebuah rezim berbulu domba manapun akan jatuh kalau isu yang diangkat menyangkut perut. Jutaan pendemo bisa digalang untuk turun ke jalan kalau pengambilan isu tepat seperti tuntutan penurunan harga-harga. Jika isu ini masih juga ditolak tidak dilaksanakan sebuah rezim, gabungan kelompok-kelompok pendemo tetap cerdas, dengan beking tokoh-tokoh oposan yang kuat, isu bahkan dibawa untuk memaksa mundur penguasa. Rakyat Mesir berhasil menjatuhkan Mubarak, karena pengangkatan isu tepat dan berpengaruh luas: tidak adanya
    daay-beli rakyat akibat harga-harga yang selama ini terus dinaikkan, dengan membandingkan ke harga-harga rezim itu mulai berkuasa, plus isu korupsi.

    Di Indonesia, isu SARA dll merupakan taktik penyempitan/pengalihan isu. Hanya orang-orang Ahmadiyah yang terkena imbasnya, tidak seluruh rakyat. Rakyat tidak mungkin mengamuk semua. Tidak akan menimbulkan geraka demo masif, yang bisa membahayakan keberlangsungan suatu rezim.

    Siapa perduli dengan Ahamdiyah? Hanya orang-orang dan simpatisan Ahmadiyah. Kau perlu tahu tapi kalau soal harga-harga, itu soal perut, semua lapisan masyarakat akan semuanya turun ke jalan berdemo.

  11. Huo Huan permalink
    Februari 26, 2011 3:20 PM

    Susno itu pahlawan hidup. Tapi orang-olang muda dan tua Indonesia mudah sangat terjebak hal-hal kecil dari media meleka yang mendiskusi hal-hal kecil, turut mengalihkan isu. Harusnya tentara dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat bumiputera yang kini terancam oleh kami orang. Tapi tentara di Indonesia, kolonel-kolonelnya, tidak belani sama jenderal-jenderal meleka, yang padahal jadi jendelal kalena menyuap. Kami Singapore dulu tak ada artinya, kami merdeka juga lebih belakang, haiyaa. Tapi kami dapat pemimpin hebat, Tuan Lee Kuan Yew, pejuang sejati dan pemimpin sejati dalam kami inilah. Indonesia dulu ada pemimpin hebat, Sukalno, tapi direbut pemimpin karbitan CIA/Amelika, Suhalto. Indonesia kini sama saja, dipegang pemimpin tak tahu apa-apa, SBY. Maka kita orang, dinasti Han, Tionghoa perantauan, bukan Cina hebat macam mereka olang RRC/Tiongkok yang nasionalis; kami orang yalah licik sangat dan mental dagang, banyak akal snagat. Kami di Indonesia pandai dagang dan pintar menyuap dan KKN dengan pejabat-pejabat Indonesia yang tak memiliki halga diri dan murahan. Itu sebab kami makmur dan bumiputela Indonesia sekalang hancul belantakan. (Hou Huan, Singapore)

  12. ong xiao permalink
    Februari 26, 2011 3:21 PM

    Diam kamu, Huo Huan!!!! Bukankah sudah nenek-moyang kita orang-olang Han/Tionghoa l/rancang semuanya. Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka, termasuk media utama, TV-TV berita, kita olang sudah kuasai dan dikte isinya semua, paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Semua isu harus kita alihkan dan kita pula-pula angkat isu-isu itu, tapi jangan dalam-dalam. Kalau tak, maka kita orang akan lugi semua, nanti kalau ada kerusuhan, harta benda kita orang ludes semua. Ingat, kini tak ada yang tidak kita orang kuasai. Kita orang pintar, mereka orang bumiputera tolor-tolol, mudah dibeli, haiyaa…. Di antala kami juga banyak yang masuk Islam, itu pura-pura saja, supaya kita olang tidak dimusuhi. Mana yang tidak kami orang kuasai ha…?! Semua tanah-tanah luas negeli itu, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….. Jangan tanya atau katakana itu lagi Hou Hian! Jangan kamu buka rahasia nenek moyang kita orang lagi !!!

  13. April 2, 2013 9:22 AM

    wah kemana nih orang, udah lama sekali tidak ber sua 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: