Skip to content

Wahidin Halim, Walikota Tangerang yang Hobi “Nyemprot”

November 13, 2009
Wahidin Halim

Pada pemilihan Walikota Tangerang dan wakilnya pada Oktober 2008 silam, Wahidin-Arief menang mutlak dengan memperoleh 87.9% suara,  mengalahkan dua pasangan rivalnya Bonnie Mufidjar-Diedy Faried Wajdi (PKS) dan Ismet Sadeli Hasan-Mahfud Abdullah (independen). Meskipun tingkat golput mencapai 33%, perolehan total suara sah sebesar 88% merupakan  persentase yang cukup langkah dan mungkin persentase terbesar dalam pilkada di Indonesia. Wahidin merupakan calon incumbent yang telah menjadi wali kota Tangerang sejak 2003.

Kota Tangerang, Penghargaan Terbaik Nasional

Walikota Tangerang H. Wahidin Halim menerima penghargaan sebagai daerah berprestasi terbaik nasional dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani

Pimpinan Kota Tangerang Wahidin Halim – Arief R Wismansyah merupakan pasangan yang diusung oleh partai Golkar beserta 11 partai pendukung. Dengan mengusung tema kampanye menjadikan kota Tangerang “Akhlakul Karimah”,
pria kelahiran 14 Agustus 1954 Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang ini berhasil membawa nama  Kota Tangerang dikancah nasional. Pada 10 November 2009 silam, Pemerintah Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan sebagai Daerah Berpretasi Terbaik Nasional 2009 dari Menteri Keuangan. Penghargaan sebagai daerah berprestasi terbaik ini diberikan, karena kota Tangerang memiliki peningkatan kinerja keuangan, peningkatan kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di atas rata-rata nasional.

Untuk kinerja keuangan, Pemkot Tangerang berhasil yakni: (1) Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di atas rata-rata nasional, (2) Penyelesaian APBD tepat waktu, dan (3) Memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari audit BPK atas laporan keuangan pemkot

Untuk kinerja ekonomi dan kesejaheraan sosial, Pemkot Tangerang berhasil:  (1) Memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional yakni 6.8% pada 2008 dan 7.1% pada 2007, (2) Pengurangan tingkat pengangguran di atas rata-rata nasional dari 20%/2007 menjadi 12%/2008 dan (3) Tingkat inflasi daerah di bawah rata-rata nasional.

Selain penghargaan dari Menteri Keuangan, dibawah kepemimpinan Wahidin Halim, Pemkot Tangerang juga mendapat sejumlah penghargaan tingkat nasional lain:

  • Penghargaan Kota Langit Biru 2009.
  • Citra pelayanan kesehatan masyarakat tingkat nasional 2008.
  • BPKP Award 2008 untuk  pengelolaan keuangan pemerintahan kota terbaik 2008.
  • Lencana Bhakti bidang Pendidikan Presiden RI 2007 (anggaran Pendidikan 48% APBD)
  • Piala Citra Abdi Negara dari Presiden RI atas Pelayanan Publik Terbaik Tk. Nasional  2006.

Walikota yang Tegas, Amanah dan Profesional

Selain keberhasilan-keberhasilan di atas, ada suatu fenomena lain yang menarik dari kinerja Wahidin Halim dan Arief R W. Salah satunya adalah kegiatan Walikota Tangerang H. Wahidin Halim dan juga wakilnya Arief RW yang gencar turun ke bawah (turba) atau bisa juga disebut inspeksi mendadak (sidak) ke proyek-proyek APBD 2009.

Pada 20 Oktober 2009 silam,  Wahidin Halim didampingi sejumlah pejabat teras seperti Wakil Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Daerah Ekbang Kesra dan para kepala dinas memerintahkan agar proyek pembangunan  Posyandu di wilayah Kota Tangerang dibongkar karena bangunan tersebut lantainya tidak sesuai dengan spesifikasi dan menggunakan keramik berkualitas rendah.

Walikota lulusan 1982 dari Fisip-Administrasi Negara Universitas Indonesia ini memulai kunjungannya (dan inspeksi) ke proyek-proyek di Kecamatan Cipondoh, lalu menyusul ke pengerjaan proyek-proyek di kecamatan lain. Hasilnya, dia menemukan banyak pengerjaan proyek tak sesuai spesifikasi atau dikerjakan kurang baik. Misalnya di salah satu posyandu di Cipondoh, terlihat pemasangan lantai keramiknya tak sesuai kualitasnya, maka dengan berbekal linggis yang ditemukan di lokasi proyek, walikota langsung membongkar sebagian lantai keramik. Setelah dia meminta agar pemborongnya untuk memperbaiki lantai itu dengan keramik sesuai kualitasnya.

Pemasangannya tambal sulam dan miring. Kontraktor seperti ini sebaiknya di black list saja,” katanya terlihat marah. Tak hanya keramik yang dibongkar, plafon (langit-langit) bangunan posyandu yang setiap gedungnya menelan anggaran Rp 120 juta dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu juga dibongkar oleh Wahidin.
Kita perlu melihat apakah rangka besi telah dicat singkromat atau belum. Kalau belum bisa mengakibatkan karatan,”
ujar Wahidin (tempo)

Wahidin lalu memberikan tanda X jika bangunan itu tidak beres, seperti plester tembok tidak rata. Proyek fisik itu dikerjakan pemborong CV Aldy Karya Persada. Perusahaan ini mendapatkan paket pengerjaan posyandu 16 unit. Tiga unit diantaranya di kelurahan Cipondoh Indah dan tercatat memiliki kualitas bangunan sangat buruk. “Perusahaan ini sudah kita tegur beberapa kali, tapi tetap tak mengindahkan,”kata Wahidin.

Pak Walikota memberi pesan “JE-LEK

Kemudian saat dia melihat pengerjaan proyek pemasangan dinding kurang bergelombang di proyek posyandu lainnya,  walikota yang kali ini membawa cat semprot – langsung menulis kata-kata “jelek” di dinding tersebut. Bahkan tanda silang pun diberinya kepada bagian-bagian proyek-proyek lain yang dinilai dikerjakan kurang berkualitas. Wahidin dan rombongan juga memeriksa turab saluran air dan pembangunan jalan Benteng Betawi, pembangunan gedung kantor Kelurahan Poris Gaga serta beberapa jalan lingkungan di Kelurahan Poris dan kelurahan Ketapang, termasuk pembangunan SDN Gondrong 3. Seluruh proyek pembangunan tersebut apabila terlihat jelek, Walikota memberikan tanda crossing serta mengukur setiap ketebalan dan lebar badan jalan yang disesuaikan dengan bestek/rencana teknis pengerjaan.

“Pemborong jangan main-main. Ini proyek dibiayai APBD. Pemkot tidak segan untuk menghentikan pembangunan fisik yang tidak sesuai dengan perencanaan teknisnya,” kata Wahidin.

Putuskan Kontrak Kerja

Walikota H. Wahidin Halim yang didampingi oleh sejumlah pejabat  pemkot Tangerang berulangkali mengutarakan dirinya tak akan segan-segan untuk menegur, memberi peringatan, bahkan menghentikan kontrak kerja bila pemborong yang mengerjakan proyek setelah ditegur dan diperingati tetap saja tak mengerjakan proyek sesuai spesifikasi

Tentu saja, aksi keras menuju kebaikan dari walikota ini membuat gerah rekanan pemborong proyek-proyek APBD Kota Tangerang 2009. Konon sebagian dari pemborong menjadi was-was kena semprot walikota. Namun tentu saja bagi yang telah mengerjakan sesuai spesifikasi tenang-tenang saja, karena yakin tak akan kena semprit walikota. Akhirnya di penghujung Oktober pun ada satu pemborong yang diputus kontrak kerjanya. Perusahaan hanya dibayar sesuai kualitas pekerjaan yang telah dikerjakannya melalui penilaian yang dilakukan tim penilai.

Suara Dukungan

Warga Kota Tangerang yang melihat sendiri aksi walikota atau membaca laporan jurnalistik dari media-massa nasional dan lokal memberi dukungan kepada aksi walikota ini. “Ya memang jangan dibiarkan pemborong mengerjakan proyek dengan cari untung sebanyak-banyaknya dan mengabaikan kualitas pengerjaannya. Setuju pak, kalau perlu sering-sering disidak,” tutur M Kholidy, warga Batuceper.

Dukungan moral pun datang dari Wakil Ketua DPPRD Kota Tangerang H. Karnadi. Menurutnya sidak walikota sangat perlu untuk mengecek langsung pengerjaan proyek-proyek yang memanfaatkan dana APBD.  Hal inipun memberi pesan agar pemborong harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek.

Pak Bupati/Walikota di Indonesia, Belajar dan Tirulah Hal-Hal Positif dari Wahidin Halim

Meskipun ada beberapa kritikan yang ditujukan kepada dirinya, namun sebagian besar rakyat Kota Tangerang ‘mencintai’ kepimpinan Wahidin Halim. Sikap tegasnya dalam menjalankan roda pemerintahan layak untuk dicontoh oleh para bupati dan wali kota seluruh Indonesia. Reformasi birokrasi dan pengadaan proyek anggaran APBD merupakan langkah utama bagi para bupati/wali kota selain pencanangan program tepat guna bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat wilayah tersebut.

Sampai saat ini, saya yakin masih banyak daerah di Indonesia yang mana para pimpinan daerah beserta jajarannya melakukan kong-kali-kong dengan para kontraktor proyek. Meski sang pemimpin daerah telah menunjukkan sikap tegas dan jujur, namun sangatlah mungkin bawahan dan klien (kontraktor proyek) memark-up nilai proyek terlalu tinggi. Dan sebagian dari para pejabat tersebut menikmati uang proyek (korupsi) bersama para pemborong. Hal ini menyebabkan kualitas proyek-proyek yang didanai dari pajak dan kekayaan alam + utang memiliki kualitas buruk. (Lihat juga deskripsi APBD Kota Tangerang secara online)

Bisa kita bayangkan, apabila setiap proyek terjadi mark-up yang tinggi, maka pembangunan dan kemajuan daerah maupun sumber daya manusia akan menjadi mandeg. Perekonomian menjadi lesu dan berakhir pada tingkat pengangguran tinggi yang membawa pada angka kemiskinan yang tidak kunjung turun. Kondisi ini pada akhirnya menjadi lingkaran setan pada pembodohan (edukasi), kemiskinan, kesehatan dan kejahatan (kriminalitas).

Berikut beberapa program utama bagi masyarakat yang dicanangkan oleh sang Walikota. Khusus bidang pendidikan, untuk bidang lain dapat dibuka di sini.

  • Pembangunan 400 Gedung Sekolah bertingkat berikut meja dan kursi, serta kamar mandi/WC.
  • Seragam Sekolah SMP rok dan celana panjang, dilatarbelakangi pemikiran bahwa anak-anak SMP baik putri dan putra sekarang ini telah menunjukkan kedewasaan yang sangat cepat sehingga perlunya penampilan mereka yang sopan dan santun seperti saat di kendaraan umum.
  • Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), karena  lulusan SMU tidak dapat mengisi pasar kerja yang ada di Kota Tangerang (banyak yang tidak memiliki kemampuan dan keahlian di bidang pekerjaan yang dibutuhkan penyedia kerja)
  • Pemberian Insentif Guru Negeri/Swasta/MTs setiap bulan.

Semoga melalui tulisan ini, para pembaca (sebagai masyarakat umum) dapat memberi masukan kepada para pemimpin daerah Anda dan juga kepada anggota dewan Anda untuk menerapkan langkah-langkah positif seperti yang dilakukan pak Wahidin Halim. Dan bagi para pejabat di instansi di pemkab/pemkot dan anggota DPRD Kabupaten/Kota untuk dapat bermusyawarah mencari cara-cara dan langkah kreatif untuk perubahan positif demi membangun dan memberdaya masyarakat agar cerdas, maju, adil dan sejahtera.

Terima kasih Pak Walikota Tangerang (meski saya bukan warga Tangerang), Wakil Walikota beserta jajarannya!

Salam Nusantaraku,
ech-wan, 13 Nov 2009

Referensi:  Tempo —  Pemkot Tangerang (1)Pemkot Tangerang (2) —  Walikota Tangerang

43 Komentar leave one →
  1. Surono messi permalink
    Juli 30, 2011 11:26 PM

    Salut utk Bapak Wahidin dan Bapak Arief…lanjutkan terus pembangunan gedung2 sekolah biar anak2 kita bisa belajar dengan enak dan nyaman, jadikan Kota Tangerang sebagai kota yang Berakhlakul karimah.

  2. September 21, 2011 5:13 PM

    Bapak gw tuh.. hahahaha

  3. Dicky BP permalink
    September 23, 2011 2:51 PM

    Dengan semangat yang selalu akhlakul kharimah jadikan Kota Tangerang menjadi proyek percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia dan yang terpenting juga warga Tangerang tidak ada yang buta aksara dan jauh dari kemiskinan.
    Selamat berjuang terus Pak Walikota !!

    Salam dari salah satu Warga Kota Tangerang

  4. Gusrizal permalink
    Maret 27, 2012 1:40 PM

    Assalamualaikum Ww maaf pak haji ini bagunan gedung SMK N 8 kelanjutannya gimana jadwal Kontrak kerja udah selesai tp Bangunannya masih terbengkalai dan kontraktornya sdh bercerai berai kami guru2 jd tak bisa santai, karna tahun ajaran ampir selesai, maaf ya pak kami bisa berdoa semoga masalah kami cepat selesai Amin makasih pak ini saya anak bpk telah menduplikasi Bpk

  5. Rival rohmawan permalink
    April 15, 2012 7:42 PM

    Memang Pak Wahidin ini sangat dicintai warga kota Tangerang. contoh kebaikan dia (di kelurahan Panunggangan Barat) membangun kembali jalan sepanjang 2 km, di teruskan sampai ke rumah2 warga (biasanya cuma sampai 6 meter dri depan rumah) tpi ini tdk, beliau membangun jln itu smpai depan pintu rumah warga!

  6. Januari 25, 2013 11:49 AM

    beli kantor president satu

  7. April 16, 2013 10:34 AM

    asalamualaikum wr wb.. dengan ini sy sbgai warga mengeluh krn cacian pegawai kelurahan cimone yg sangat keterlaluan atas nama ibu fitri terhadap saudara ipar sy… awalnya saudara sy ingin merubah kk atas nama anaknya yg salah bulan.. dr bulan 8 di rubah k bulan 10 krn akan membuat akte kelahiran… setelah saudara sy k kelurahan dia bertemu dng ibu fitri krn tdk ingin ribet saudara sy meminta tlong dng ibu fitri untuk membantunya dan membayar 15 rb untuk pengetikan dan 60 rb untuk membantunya… stlah 2 minggu saudara sy mengambil kk tersebut… ternyata kk yg di berikan msh sama seperti semula tanpa ada perubahan bulan yg akan di rubah… stelah saudara sy sampaikan kesalahan krn kknya msh sama seperti semula… bu fitri menyuruh saudara sy k kecamatan dan akan di lanjutkan k gedung cisadane… lalu sy mengantar saudara sy k kecamatan dan sy mengeluh di sana dan sy bilang dng petugas di sana dng baik2… waktu itu dng ibu iis.. sy bilang dng dia… percuma ya mb sy bayar kalo harus kita jg yg mk sana k mari… stlah itu kami di suruh balik lg k kelurahan krn bu iis ingin langsung k temu dng ibu fitri… pada saat itu saudara perempuan sy di ajak kembali lg k ke camatan karawaci dan sy di suruh menunggu di kelurahan cimone… ternyata pada saat di kekecamatan karawaci bu iis bicara dng bu fitri di dalam dan setelah keluar saudara saya di omelin.. sampai dfi luar kekecamatan saudara perempuan sy di maki2 oleh bu fitri dan di tunjuk2… krn kesalahan sy bicara td… yg sy bil;ang percuma dong bu kalo kita kan sdh bayar tp ko msh salah dan kita2 jg yg harus mondar mandir…. bu fitri sudah sngat keterlaluan dng memaki2 saudara perempuan sy samapai bicara yg keterlaluan…. bu fitri bilang ”memang ibu bayar brp juta dng sy sdh sy tolong bukan terimakasih”.. kalo gitu urus aja sendiri saya ga mau lg ngerjain pny ibu.. nih urus sendiri sy ga mau ngurusin lg… ibu k cisadane sendiri trus k kecamatan asasl ibu tau ni bakalan ribet ngurusnya” saudara sy hnya diam… setelah itu sy dan saudara sy pergi ke gedung cisadane sesampainya sy di sana ternyata memang kk saudara sy belum di rubah.. sy heran ko bisa ya pegawai kelurahan yg di gaji dr pemerintah dan pemerintah dr rakyat… bisa tidak menghargai rakyat…. sy sebagai warga sngat2 tidak senang dengan pegawai kelurahan cimone atas nama ibu fitri…. tolong pak walikota di cek lg bawahan2 yg seperti itu…

Trackbacks

  1. Banten 3 (Kab. & Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan) | Litsus Caleg DPR 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: