Skip to content

Gempa Bumi 7.6 SR Sumatera Barat ditengah Glamour Rp 46 M Pelantikan DPR/DPD

Oktober 1, 2009
Gempa Bumi 7,6 SR Sumatera Barat (Kompas)

Gempa Bumi 7,6 SR Sumatera Barat (Kompas)

Indonesia kembali berduka….Pulau Andalas diguncang gempa dashyat dengan kekuatan 7.6 skala richter (SR) pada hari Rabu 30/9/2009. Gempa tektonik 7.6 SR ini terjadi pada pukul 17.16.09 WIB pada episentrum 0,84 Lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT), kedalaman 71 kilometer, sekitar 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar.

Sebelumnya, tepat 4 minggu yang lalu, 2/9/2009, gempa bumi 7.3 SR menguncang kawasan Jawa Barat (Tasikmalaya) dan menewaskan sekitar 100 orang. Dan 2.5 tahun yang lalu, Sumatera Barat sudah diguncang gempa bumi 5.8 SR yang menewaskan lebih dari 52 orang. Dan 5 tahun yang lalu, lebih dari 110.00 jiwa penduduk Aceh dan Nias tewas diterjang gempa bumi 8.9 SR yang disusul tsunami.

Gempa Bumi Terbesar di Sumatera Barat

Sejak Indonesia berdiri, gempa bumi 30 September 2009 ini merupakan gempa bumi terbesar yang pernah dialami oleh warga Sumatera Barat.  Kekuatan gempa ini jauh lebih besar daripada gempa yang terjadi 2.5 tahun silam. Bahkan dampak gempa ini hampir sama dengan gempa Bantul di Yogya tahun 2006 silam (yang menewaskan 6234 jiwa).) Banyak gedung sekolah, rumah, dan perkantoran ikut hancur/ambruk. Salah satu lembaga pendidikan bahasa asing yakni gedung LIA ambruk, dan sebagian peserta kursus terjebak didalam gedung tersebut. Begitu juga salah satu gedung Universitas Negeri Padang dikabarkan ambruk. Sejumlah jalan penghubung antar kota rusak karena retak dan tertimbun longsor.

Disamping itu, sejumlah gardu listrik PLN mengalami kerusakan parah, sehingga sebagian besar wilayah Padang gelap gulita pada malam harinya. Keadaan ini sangat mencekam, terlebih sebagian besar SPBU ditutup. Sementara itu, hujan lebat mengucur kota Padang. Sejumlah BTS mengalami kerusakan berat, sehingga sebagian besar operator jaringan komunikasi putus, dan hal ini diperparah dengan tingginya traffic (jumlah panggilan) yang masuk dan keluar dari/ke Sumatera Barat.

200 Penghuni Hotel Ambacang Tertimbun Reruntuhan dan Ribuan Tertimbun

Sekitar 200 tamu Hotel Ambacang di Kota Padang belum dapat dievakuasi dari gedung yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Sumatera Barat. Hotel Ambancang merupakan hotel bintang tiga yang berada di Jl. Bundo Kandung no 14-16, Padang. Hotel ini ditempuh hanya sekitar 20 menit dengan mobil dari Bandara Internasional Minangkabau.

Kepala Satlak PD Padang, Dedi Hanidal, di Padang, Kamis dini hari mengatakan ada sekitar 200 tamu hotel yang berada di bawah reruntuhan dan belum dapat dievakuasi karena terkendala oleh minimnya peralatan. Gedung hotel dalam kondisi ambruk total, sehingga sulit untuk melakukan evakuasi korban secara manual. Tim evakuasi masih menunggu datangnya bantuan alat berat untuk mempermudah pencarian korban.

Jumlah korban, baik yang meninggal maupun mengalami luka berat dan luka ringan belum dapat dipastikan seluruhnya, mengingat korban di beberapa gedung dan ruko di tengah Kota Padang belum seluruhnya dievakuasi. Ketua Satlak PD Padang memperkirakan ada ribuan warga yang terjebak reruntuhan gedung, rumah, ruko, maupun pertokoan yang meninggal maupun mengalami luka-luka. (Antaranews)

Gempa Bumi dan Catatannya

Sejak Indonesia merdeka hingga pertengahan tahun 2004,  tercatat hanya 2 kali gempa bumi besar dengan kekuatan > 5.5 SR melanda Indonesia yakni Gempa 7.6 SR di Flores (Desember 1992) dan Gempa 7.3 SR Bengkulu (Juni 2000). Namun, ketika pemerintahan Indonesia ditampuk kekuasaan SBY, gempa bumi tidak berhenti-henti menguncang tanah Indonesia. Baru 67 hari memimpin Indonesia, Pemerintah SBY disibukkan dengan penanganan korban Gempa Bumi 8.9 SR dan Tsunami terbesar sejak Indonesia berdiri dengan merenggut hingga 110.000 jiwa. Dan sejak 26 Desember 2004 hingga hari ini, telah terjadi 10 kali gempa bumi dengan kekuatan berkisar 5.9 SR hingga 8.9 SR.

Tingginya frekuensi gempa yang terjadi dalam kurun 5 tahun pemerintah SBY ini membuat orang-orang berpikir nyeleneh dan sebagian kecil dari mereka akhirnya percaya pada ramalan Ronggowarsito tentang 7 satrio piningit Indonesia. Padahal, di era pemerintahan Bung Karno dan Pak Harto (+Habibie, Gus Dur dan Mega) hampir jarang terdengar gempa bumi, yang ada paling gunung api “batuk-batukan”. Lalu, kenapa dalam 5 tahun terakhir terlalu banyak gempa?

Sulit untuk menjawab “misteri alam” yang satu ini. Dalam kesempatan ini, saya tidak akan mencoba menjawab pertanyaan ‘misterius’ ini. Saya akan mencoba menjawab secara ilmu pengetahuan. Secara sains, gempa bumi tektonik (selain vulkanik) disebabkan oleh pertemuan lempeng tektonik. Lempeng tektonik merupakan

Lapisan Bumi

Lapisan Bumi

pecahan dari lapisan litosfer bumi. Ada 8 ** lempeng tektonik mayor (besar) yang membungkus lapisan astenosfer bumi (bagian dalam bumi yang panas, dan lebih cair) yakni

  1. Lempeng Afrika,
  2. Lembang Antartika,
  3. Lempeng Hindia,
  4. Lempeng Australia,
  5. Lempeng Eurasia (Asia-Eropa),
  6. Lempeng Amerika Utara,
  7. Lempeng Amerika Selatan, dan
  8. Lempeng Pasific.

***Dalam  literatur umum, jumlah lempeng bumi hanya dibagi menjadi 7 yang mana Australia-Hindia disatukan.

Kedelapan lempeng ini ‘mengapung’ di atas lapisan astenosfer bumi yang ‘encer’.  Lapisan Astenosfer berada pada bagian mantel bumi (diantara Outer Core dan Upper Mantle), berada pada kedalaman 100 km – 700 km. Karena bumi mengalami rotasi dengan kecepatan 465 m/s atau 1676 km/jam (hampir 20 kali kecepatan rata-rata kereta api Indonesia), maka semua lapisan bumi ikut mengalami rotasi. Namun, karena lempeng tektonik terpecah-pecah, maka kedelapan lempeng ini ikut berotasi (berputar) dengan kecepatan yang tidak persis sama. Diantara 8 lempeng tektonik ini, mereka saling bergerak relatif satu sama lain dengan kecepatan  5-10 cm per tahun.

Karena adanya gerak relatif antar lempeng ini, maka terjadilah proses pembentukan gunung dan/atau kejadian. Proses pergerakan lempeng ini selalu mengalami tekanan (gaya terhadap lempeng) besar. Tekanan yang terlalu besar ini akan mampu membentuk deformasi batuan dan kerak bumi. Saat lempeng tersebut bergerak dengan energi yang dimilikinya, maka lempeng tersebut akan memberikan gaya pada lempeng lain. Saat gayanya cukup besar, kerak/lempeng tersebut patah atau bergeser. Namun perlu diingat bahwa selama lempeng singgungan masih kuat, maka lempeng tersebut akan menyimpan akumulasi energi pergerakan lempeng ini. Ketika lempeng tersebut berada pada zona patahan aktif, maka pada titik akumulasi tertentu, energi ini kemudian dilepas yang disertai hentakan/patahan keras yang disebut sebagai gempa tektonik.

Akibat Pergerakan Lempeng…..

Bersambung ke halaman 2 (Gempa Bumi 7.6 SR: Derita Rakyat ditengah Glamor Pelantikan DPR)

Laman: 1 2

56 Komentar leave one →
  1. VIETA permalink
    November 26, 2009 7:53 PM

    MAKIN BANYAK COBAAN BERARTI ALLAH MASIH SAYANG SAMA KITA SEMUA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!N AYO IBADAH KITA TERUZZZZZZZZZZZZZZZZ DI TAMBAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!OOOOOOOOOOOOOOOKKKKKKKKKKKKKKEEEEEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYY

  2. Desember 10, 2009 2:38 AM

    46M buat apa aja sih ?
    emang jatah makan sepiring berapa duit ?
    uang lauk pauk tentara yg tugas SBJ aja cuma 6rb /hari
    lauk makan cuma sepotong kecil ikan asin !

  3. Desember 28, 2010 2:43 PM

    wah…… itu merupaka cobaan dari Ruhan…

    • antika permalink
      Januari 15, 2011 12:35 PM

      ruhan ………
      tuhan kliiiiiiii
      ya biarin kan mnlngn orng kesusahan aku yakin
      psti tentara jg bkln bersedia walaupun jth makan’a cman 6 rb

Trackbacks

  1. 12 Peristiwa Penting & Populer 2009 di Nusantara « Nusantaraku
  2. Gempa Bumi 7.2 SR Aceh dan Tuhan yang Murka « Nusantaraku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: