Skip to content

Sumbang Rp 5 Miliar, SBY Bohong Tidak Tanggung-Tanggung?

September 4, 2009
Capres SBY

Berbagai sumber berita online, baik Kompas, Suryaonline, maupun Metrotvnews, disebutkan bahwa Presiden SBY mengelontorkan Rp 5 miliar untuk korban bencana gempa bumi 7.3 SR di Jawa Barat. Tidak sedikit masyarakat tertipu dengan pernyataan SBY ini (Meskipun mungkin SBY tidak bermaksud menipu). Mereka menyebutkan SBY pemimpin yang sangat dermawan, yang menghabiskan seluruh kekayaan giro dan valasnya untuk membantu korban bencana alam.

Mereka mendengar, membaca dan berasumsi bahwa sumbangan Rp 5 miliar berasal dari kocek SBY sendiri. Masyarakat tidak sepenuhnya salah, karena media massal-ah yang mengabarkan seperti ini :

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan Rp 5 miliar selama masa tanggap darurat pascagempa bumi untuk Jawa Barat. Bantuan itu di luar bantuan yang akan diberikan sesuai aturan undang-undang untuk korban.

Saya memberi bantuan Rp 5 miliar untuk Jawa Barat selama masa tanggap darurat. Gunakan untuk keperluan hari-hari ini misalnya untuk logistik,” ujar Presiden di tenda tentara di Desa Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat. [kompas, 3/9/09]

Ketika saya membaca berita tersebut, saya sama sekali tidak percaya bahwa sumbangan Rp 5 miliar adalah uang pribadinya SBY.  Namun ada rekan saya yang begitu ngotot percaya bahwa itu adalah sumbangan dari SBY setalh membaca tagline di salah satu stasiun TV. Terjadi perdebatan yang mana saya tidak percaya bahwa Rp 5 miliar adalah dana pribadinya.  Karena jika kita crosschek kembali, total kekayaan SBY dalam bentuk giro dan valas hanya sekitar Rp 5 miliar lebih, dan tidak mungkin SBY mau menyumbang seluruh kekayaan lancarnya (kas lancarnya) hanya untuk membantu korban bencana alam.  Hal ini diperkuat dengan sifat dari SBY yang sangat “telaten” menabung hartanya, bukan dalam bentuk rupiah tapi mata uang negara Amerika Serikat yakni dollar US.

Pada tahun 2007, total kekayaan SBY adalah Rp 7,14 miliar (kas lancar Rp 3.5 miliar) dan USD44.887. Namun tahun 2009, struktur kekayaan SBY berubah cukup signifikan. Ternyata, dalam dua tahun tersebut SBY memborong valas Amerika Serikat hingga 200 ribu US dollar. Kekayaan dalam bentuk rupiah merosot (meski harga tanah+bangunan naik) yakni  Rp 6,84 miliar (turun dari tahun 2007), sedangkan kekayaan dalam bentuk valas naik hingga 600% yakni dari USD44.887 menjadi USD 246.389.

Jika kita jumlahin total kekayaan SBY, maka diperoleh angka sekitar Rp 9.3 miliar. Dari total kekayaan tersebut, sekitar 4 miliar adalah aset tetap (tidak bergerak seperti tanah, kendaraan, rumah). Jadi, SBY hanya memiliki simpanan dana sekitar Rp 5 miliar dalam bentuk harta lancar (kas, giro, dan valas Amerika Serikat).

Dan dari sini saja, tidaklah mungkin SBY menghabiskan seluruh kekayaanya hanya untuk korban bencana alam. Tidaklah mungkin SBY menghabiskan 99% tabungannya untuk korban bencana alam. Jika benar, berarti SBY mengalahkan Bill Gate yang menyumbang 1/3 kekaayaan untuk amal sosial (sekitar USD 20 miliar dollar atau Rp 200 triliun). Dari analisa ini, maka saya meyakinin bahwa sumbangan Rp 5 miliar bukanlah uang pribadi SBY! Terlebih SBY ‘rajin’ menabung, tidak terkecuali mata uang negera Pam Sam. [hm..2nd country]

Jika Bukan Uang Pribadi, Lalu Uang Siapa?

Jika sumbangan Rp 5 miliar bukan dari uang pribadi SBY, maka timbul pertanyaan darimanakah uang Rp 5 miliar tersebut? (Catatan: dalam hal ini saya percaya pada verifikasi laporan total kekayaan SBY oleh KPK).

Saya cukup meyakini bahwa dana Rp 5 miliar berasal dari uang negara, khususnya dari pos anggaran Rumah Tangga Kepresidenan. Sebagai informasi, anggaran Rumah Tangga Kepresidenan untuk tahun 2008 adalah Rp 394 miliar, dan yang berhasil digunakan adalah Rp 323 miliar (atau sisa Rp 71 miliar). [Data pemeriksaan BPK atas LKPP  RI tahun 2008]. Dari dana tersebut, biasanya para pejabat negara dalam event tertentu mengelontorkan dananya untuk memberi bantuan atau hadiah kepada korban bencana, atlet tertentu, siswa/mahasiswa berprestasi  yang berkunjung ke istana.

Dalam kasus ini, saya akan memberi contoh lebih detil. Seorang atlet yang mendapat medali emas sudah dipastikan mendapat hadiah dari dana Kementerian Pemuda dan Olahraga. Seorang atlet juga akan mendapatkan dana dari hadiah sponsor perusahaan. Namun, bagi beberapa atlet tertentu, ada kalanya (tidak selalu) mereka yang berkunjung ke istana dimungkinkan untuk mendapat hadiah dari dana Kepresidenan. Termasuk salah satu rekan saya yang memandangkan kejuaraan olimpiade.

Pemberian bantuan, dana atau hadiah ini juga sering diberikan pejabat negara seperti seorang menteri, gubernur atau bupati. Bagi mereka yang amanah, jujur, negarawan dan bersikap bijak, setiap mengelontorkan dana dari instansinya (notabene uang rakyat juga), mereka akan jujur menyebut dana tersebut berasal dari uang negara / departemen/instansi. Namun, jika mereka lebih mementingkan nama atau citra, mereka akan mencoba mengklaim dana sumbangan dari kas  negara seolah-olah berasal dana pribadi. Mereka menyebut “saya menyumbang“, tanpa menyebut “ini uang/bantuan dari negara”. Inilah yang sangat saya tidak suka! Menggunakan bahasa ambigu dan menutupi sumber dana sumbangan hanya demi meningkatkan popularitas! Apakah salah bila saya katakan ini merupakan kebohongan? Apakah salah jika ini termasuk kebohongan besar? Jadi, apakah SBY melakukan kebohongan tidak tangung-tanggung? Silahkan jawab sendiri..

Dari sini, saya bisa memastikan uang yang sumbangan SBY sebesar Rp 5 miliar bukan uang pribadinya. Tapi adalah uang negara yang notabene adalah uang rakyat juga. Saya meyakini dananya berasal dari anggaran sekretariat negara atau anggaran Rumah Tangga Kepresidenan yang totalnya mencapai Rp 1.4 triliun [data tahun 2008] Kita tunggu apakah SBY secara gentle mengklarifikasi bahwa beliau tidak salah mengucapkan perkataan “Saya memberi bantuan Rp 5 miliar untuk Jawa Barat selama masa tanggap darurat. Gunakan untuk keperluan hari-hari ini misalnya untuk logistik” yang mestinya adalah “Pemerintah memberi bantuan Rp 5 miliar untuk Jawa Barat selama masa tanggap darurat. Gunakan untuk keperluan hari-hari ini misalnya untuk logistik“.

Ini yang saya harapkan, dan mestinya media massa seperti Kompas atau Metrotv memberitakan sebuah berita dengan cermat. Jangan memberitakan berita yang menimbulkan salah persepsi masyarakat. Jangan sampai media terperangkap memberitakan dana yang berasal dari negara disamakan dengan dana pribadi. Itu namanya pemberitaan yang telah korup!

Bukan Pertama Kali, Masyarakat Tertipu

Pernyataan SBY yang menyebabkan masyarakat tertipu bukanlah pertama kali terjadi. Meskipun mungkin SBY tidak bermaksud menipu, namun karena kesalahan media dalam melaporkan pemberitaan, telah terjadi pembohongan publik, yang mana rakyat yang menjadi korban. SBYAkibatnya banyak masyarakat yang salah kaprah, atau lebih tepatnya tertipu. Tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa uang Rp 5 miliar berasal dari kocek pribadinya. Lalu masyarakat ini berpandangan bahwa SBY adalah sosok yang dermawan. Ia menyumbang hingga Rp 5 miliar untuk korban bencana alam.

Sementara muncul sinisme kepada lawan politik SBY pada pilpres 2009 silam. Mereka pun menghujat Megawati, Prabowo, Jusuf Kalla, dan Wiranto yang belum mengelelontorkan sumbangan yang lebih besar dari Rp 5 miliar kepada korban bencana alam. Benar, bahwa mestinya mereka yang berkoar-koar ingin memimpin bangsa dan mereka yang telah menghabiskan ratusan miliar rupiah untuk kampanye pilpres 2009 dapat menyumbangkan sekian persen kekayaan mereka untuk para korban.

Namun ingat! Faktanya adalah baik capres kalah maupun menang, belum menyumbang dana hingga Rp 5 miliar. SBY seperti capres yang lain, tidak menyumbang Rp 5 miliar. Fakta sumbangan 5 miliar kepada korban bencan alam adalah dana dari negara. Dalam hal ini, SBY hanya menggunakan kekuasaannya, menggunakan uang negara/uang rakyat untuk bantuan korban bencana alam. Namun, pernyataannya seolah-olah berasal dari uang pribadi. Pernyataan ambigu yang membuat masyarakat tertipu. Mestinya SBY tahu, mana kata yang ambigu, mana yang tidak jelas, dan menghindari pernyataan yang dapat menimpulkan sebagian masyarakat tertipu. Tolong pak diklarifikasi, bahwa uang itu adalah uang negara, bukan “uang saya” (“saya memberi bantuan Rp 5 miliar”). (Update: sudah diklarifikasi oleh Jubir Presiden Andi Mallarangeng bahwa ternyata dana Rp 5 miliar adalah uang rakyat, bukan uang Presiden SBY – detiknews)

***********

Dua bulan yang lalu kita masih ingat pernyataan SBY yang tidak benar dan terkesan menyebar fitnah kepada lawan politik pada pilpres 2009. Pasca pengeboman dua hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, dalam konferensi pers, SBY melontarkan pernyataan yang mendeskreditkan pihak yang kalah dalam pilpres. SBY menghubungkan pengeboman teroris dengan peta (lawan) politiknya. “Akan ada revolusi bila SBY menang. Ada pernyataan Indonesia akan seperti Iran bila SBY menang. Ada ancaman, bagaimana pun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik.”[J.press]

Pernyataan ini bahkan bagi sebagian masyarakat mendapat respon senada. Masyarakat pun banyak dikecohkan dan percaya bahwa bom tersebut didesain oleh capres/cawapres yang kalah bersaing dengan SBY. Fitnah ini terus menyebar ke grass root. Mereka menjadi simpati kepada SBY, terlebih SBY menampilkan fotonya sebagai objek latihan menembak. SBY menyebutkan foto ini didapat dari intelijen baru beberapa lama ini : “Ini sasarannya dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya dan masih banyak lagi. Ini (data) intelejen dan ada rekaman videonya. Ini bukan fitnah dan bukan isu“. Padahal, foto tersebut diambil pada tahun 2004. Suatu pernyataan yang tidak dapat dipercaya.

Dan tanpa bersalah, SBY sebagai kepala negara secara tidak langsung menuduh tokoh politik dalam pilpres yang melakukan pengeboman ini “Tangkap dan adili siapa saja yang terlibat dalam aksi teror ini. Siapa pun dia dan apapun status dan latar belakang politiknya. Saya mendapat banyak pertanyaan yang cemas bila aksi teror ini berkaitan dengan hasil Pemilu Presiden“. [J.press] Dan setelah lebih dari 1 bulan, ternyata pernyataan-pernyataan SBY yang menghubungkan pengebomanan dengan hasil Pilpres hanyalah isapan jempol belaka.  Polri akhirnya dapat menemukan motif pengeboman dan siapa saja yang terlibat dalam pengebomanan tersebut. Yang tidak lain tidak bukan adalah motif ideologi agama yang dibawa Noordin M Top cs, bukan hasil pilpres. Meskipun pernyataan SBY ini telah menimbulkan fitnah, namun SBY tidak pernah meminta maaf atas pernyataan beliau itu.

Ini yang harusnya menjadi pelajaran bagi SBY agar tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak ada kebenaran yang benar. Dan ternyata, ia mengulang kembali pernyataan yang keliru…. Bukan hanya presiden, namun juga para pejabat negara lain dari menteri, gubernur hingga bupati. Mereka-mereka ini tidak tertutup kemungkinan sering mendongkrak nama mereka dengan hadiah atau bantuan yang berasal dari uang negara/rakyat.

Sungguh! Ditengah penderitaan korban bencana alam, ternyata ada yang menikmati popularitas!

Salam Perubahan,
ech-wan (4/9/2009)

Update:

Akhirnya, Jubir Presiden Andi Mallarangeng mengakui bahwa dana Rp 5 miliar tersebut bukan berasal dari kocek SBY, tapi dari APBN. [Detiknews, 4/9/2009]. Mestinya, SBY sejak awal sebutkan “Pemerintah memberi bantuan Rp 5 miliar untuk Jawa Barat selama masa tanggap darurat….” bukan “Saya memberi bantuan Rp 5 miliar…

99 Komentar leave one →
  1. Indragiri permalink
    Juli 15, 2010 11:41 PM

    benerr, benerr,benerrr!!

  2. pembual permalink
    Desember 9, 2010 1:09 PM

    Inilah Presiden sinetron, bergaya kaya guru TK
    hanya modal itu saja bisa jadi Raja
    Raja pembawa bencana dan korban2nya sebetulnya sebagai tumbal
    Aura Raja sinetron ngomong doang ga ada hasilnya
    Bisakah bertahan sampai 2012 ?
    Lengser di tengah jalan !

  3. amel permalink
    Januari 19, 2011 3:15 PM

    Awalnya jd presiden aja udah ngebohongin rakyat
    dgn tujuan menggeser mega dgn pasang muka santun ya pastilah akhir2nya bohong lagi…..gitu

Trackbacks

  1. Supercuts Coupons

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: