Skip to content

Sutjiptadi, Polisi Pemberani “Sang Visioner”

Agustus 24, 2009
Sutjiptadi

Irjen Sutjiptadi, Polisi Pemberani “Sang Visioner” merupakan tulisan saya  dalam rangka “mengikuti” kontes SEO “Rusli Zainal Sang Visioner”. Yang pasti, saya menulis ini bukan untuk memenangkan kontes SEO. Karena sebagai pengguna layanan wordpress.com, saya berusaha menghargai dan menaati seluruh peraturan dari Term of Service WordPress. Dan pada bagian aturannya, Wp  melarangan blog berisi  SEO, melarang memasang iklan, serta memasang link afiliasi yang berhubungan dengan situs MLM dan sejenisnya, bisa dikatakan saya setuju 100% dengan prinsip WordPress.com. Karena sejatinya,  Matt Mullenweg (sang pendiri) berharap layanan wordpress yang gratis dapat digunakan untuk kepentingan sosial/umum dunia, bukan semata mencari keuntungan pribadi.  [Baca: 5 Jenis Blog Terlarang di WordPress]

Oleh : ech-wan

Sutjiptadi, Jenderal Polisi yang Anti Illegal Logging

Sejak awal menjabat sebagai Kapolda Riau di awal tahun 2006, Irjen Sutjiptadi menfokuskan diri dalam upaya pemberantasan illegal logging di salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Keprihatinan atas gundulnya hutan Riau akibat para cukong mengangkangi hutan “Lancang Kuning” membuat ia kelihatan nekad. Dalam salah satu kesempatan acara seminar dan lokakarya “Pentingnya Penanganan Illegal Logging dan Kepastian Hukum” di Hotel Ibis Pekanbaru (September 2007), mata Brigjend Sutjiptadi [masih bintang satu ketika menjabat Kapolda] sempat memerah sedih ketika mamaparkan latar belakang mengapa dia begitu gencar memberantas pembalakan liar di Riau.

Sebagai Kapolda di daerah dengan tingkat pembalakkan hutan terstruktur, ia bertanggungjawab melindungi hutan dan kerugian besar bagi masyarakat dan negara. “Saya ditugaskan ke sini lillahi ta’ala untuk selamatkan hutan Riau. Sedih hati saya melihat hutan Riau luluh lantak seperti sekarang ini. Akibat dari pembalakan liar, masyarakat yang harus menanggungnya.” itulah alasan Sutjiptadi

Dalam usaha memberantas illegal logging tersebut, Sutjiptadi berusaha keras mencari informasi sebanyak-banyak mungkin dan selengkap-lengkapnya agar menjadi alat bukti yang kuat dalam persidangan agar dapat membuikan para pembalakan liar kelas kakap. Demi mendapatkan informasi yang lengkap, ia rela menghabiskan waktu malamnya menerima laporan dari kalangan LSM, tokoh masyarakat Riau, politisi dan praktisi hukum di Riau.

Langkah beraninya mendapat dukungan besar dari LSM seperti Walhi, masyarakat setempat, tokoh masyarakat Riau. Dari informasi yang digali hampir 1 tahun, akhirnya Sutjiptadi mendapat suatu korelasi (link and match) antara penguasa serta para pengusaha/cukong pembalakkan liar. Dan dia menjadi Kapolda Riau pertama yang berani lantang berbicara bahwa pembalakkan liar besar-besaran di Riau diduga melibatkan 4 Bupati Riau, Gubernur Riau Rusli Zainal, serta Menteri Kehutanan MS Kaban.

Fakta Lapangan Berbicara!

Dugaan keterlibatan pejabat tinggi terlibat dalam illegal logging didasarkan dari fakta dilapangan bahwa kecil kemungkinan pelaku ilog dalam skala besar berdiri sendiri tanpa bekerjasama dengan pemegang izin sah atau pejabat berwenang.

Diantaranya pemungutan hasil hutan kayu dan hutan alam sangat sulit karena lokasi dan akses yang sulit sehingga hanya yang memiliki modal besar yang dapat melaksanakannya. Termasuk kayu-kayu besar gelondongan yang tidak mungkin diangkut tanpa bantuan alat berat yang membutuhkan modal besar.

Ditambah lagi pencitraan satelit yang menunjukkan kerusakan hutan telah masuk jauh dari kanan dan kiri sungai tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat biasa dengan alat sederhana tanpa modal besar dan pendaratan alat berat sebagai alat eksploitasi hutan hanya mungkin dilakukan oleh pemegang izin yang sah dengan persetujuan instansi kehutanan.

Selain itu, masuknya alat berat menuju lokasi hutan sangat mudah terdeteksi karena melewati jalur angkutan umum sehingga hanya pemegang izin sah yang dapat melakukannya atau bekerjasama dengan pemegang izin yang sah. Begitu juga penemuan lokasi penumpukan kayu (TPK) ilegal dalam jumlah besar di tepi sungai tidak mungkin dilakukan tanpa memiliki izin yang sah dan tanpa diketahui pihak kehutanan.

“Pengangkutan kayu tanpa disertai identitas atau dokumen apapun baik yang asli maupun yang aspal sangat kecil kemungkinannya kecuali dilakukan oleh pemegang izin yang sah bekerjasama dengan pejabat kehutanan karena ada trik-trik tertentu yang bisa dilakukan,”—Brigjen Sutjiptadi—

Usaha Sutjiptadi, Kandas Ditangan Petingginya

Usaha mencari dan mengali informasi sebanyak mungkin berbuah pada ditetapkannya 47 kasus yang telah P21 (sempurna) dan itu tidak perlu izin pemeriksaan dari siapa pun juga. Selain 47 kasus tersebut, Brigdjen Sutjiptadi berhasil mengungkap penyelidikan 12 kasus pembalakan liar kelas kakap.  12 kasus besar ini melibatkan para pejabat Riau dari Bupati hingga Gubernur bahkan Menteri sehingga harus mendapat izin dari Presiden SBY untuk menindaklanjutin kasus ini.

Harapan untuk memberantas pembalakkan liar sekaligus menghukum para pelakunya tidak mendapat dukungan yang berarti dari pemerintahan SBY-JK. Bukan pujian dan apresiasi, tapi sebuah ancaman keluar dari pembantu dekat SBY yakni Menhut MS Kaban. Menterinya SBY, MS Kaban meminta Kapolri memecat Kapolda Riau karena berani membawa namanya masuk dalam kasus penerbitan surat izin pembalakkan liar hutan Riau yang merugikan negara Rp 1.2 triliun. MS Kaban menginginkan pemberantasan pembalakkan liar hanya sampai pada ‘cecungut’, bukan aktor intelektualnya.B Bahkan MS Kaban menyalahkan Kapolda Riau, dan menginstruksikan Kapolda Riau menangkap ‘cecungut’ saja.

Dan parahnya, SBY tidak menegur menterinya yang sangat arogan, yang berbicara melawan upaya pemberantasan illegal logging oleh sang Kapolda Riau. Ancaman MS Kaban bukan isapan jempol belaka. Setelah diancam, ‘volume’ suara Sutjiptadi mengecil. Isu illegal logging di Riau secara bertahap dialihkan ke masalah pemberantasan korupsi oleh anggota DPR. Dan secara bertahap, para pejabat teras yang berpotensi terlibat dalam kasus pembalakkan liar yang terbesar di Riau mulai mencari “tumbal”. Sikap SBY yang ‘melindungi’ menterinya yang bermasalah  ini bukan merupakan pertama kalinya. Sebelumnya, banyak pihak meminta SBY memecat MS Kaban terkaitsurat ‘sakti’ yang dikirim Menhut MS Kaban kepada  Kapolda Sumatera Utara atas penangkapan Adelin Lies. Melalui surat itu, akhirnya Adelin Lis kabur!

Sejumlah aktivis organisasi lingkungan, Greenpeace berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak KPK untuk memeriksa Menteri Kehutanan MS Kaban dan Gubernur Riau Rusli Zainal dalam illegal logging di Riau

Dari 5 bupati + Gubernur Riau + Menhut MS Kaban, sampai saat ini hanya Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar yang divonis 11 tahun penjara.  Pada 6 Agustus 2009 silam, kalangan aktivis lingkungan Riau mendesak KPK mengusut ulang keterlibatan Menteri Kehutanan M.S. Kaban dan Gubernur Riau Rusli Zainal. Mereka menilai dua pejabat tersebut patut diduga terlibat kasus yang menjerat Azmun.  Baik Kaban maupun Rusli Zainal sebelumnya oleh Irjen Sutjiptadi terlibat dalam memberi ijin pada 14 perusahaan melalui Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk membabat lebih dari 100 ribu hektar hutan di Riau karena terindikasi adanya dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 1.2 triliun.(Info Korupsi, 2009)

Bersuara = Dimutasi. Pemerintah berbau KKN!

Indikasi kuat adanya intervensi berbagai pihak baik dari cukong illegal logging dan pemerintah tampak jelas tatkala Kapolda Riau Brigadir Jendral Polisi Sutjiptadi  mendadak dimutasi bersama petinggi polri lain pada 2 Mei 2008 silam. Sutjiptadi hanya sempat melaksanakan tugas di Riau selama 1.6 tahun, dan sangat mungkin karena permainan terselubung para cukong kayu kelas kakap. Karena waktu 1.6 tahun tidaklah cukup untuk menangkap para pelaku kelas kakap ini, sehingga pergantian Kapolda baru Riau akan menunda proses pemberantasan illegal logging, sekaligus memberi waktu para cukong berkonspirasi dengan penguasa.

Direktur Walhi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Jony S Mundung menyayangkan kegigihan Sutjiptadi memberantas pembalakan liar di Riau harus berakhir. Padahal tugas berat yang baru dimulainya belum usai.

“Ini sangat merugikan bagi masyarakat Riau. Saya menilai pergantian Kapolda Riau adalah klimaks dari berbagai upaya para mafia kayu Riau untuk mendongkel Kapolda yang selama ini tegas memberantas illegal logging… Selama ini banyak yang kesal kepada Sutjiptadi, terutama para cukong kayu dan kepala daerah yang diduga terlibat pembalakan liar. Mereka mungkin takut kekuasaan bakal tergusur dengan gigihnya Sutjiptadi memberangus illegal logging.” –Jony S Mundung—

Kandas di Tangan Para Pembantu Presiden SBY

Menurut pendapat saya, Pak Sutjiptadi merupakan sosok seorang jenderal bintang polisi yang langkah dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Ditengah stigma bobroknya lembaga kepolisian dimata masyarakat, para polisi idealis masih tersisihkan ketika mereka menunjukkan taring kepada para penjahat, penjilat yang dibacking oleh penguasa bahkan penguasa masuk dalam bagian mafia tersebut.

Sosok polisi fenomenal yang tersingkir karena keberaniannya juga dialami oleh Pak Irjen Pol Herman S Sumawiredja, mantan Kapolda Jawa Timur. Ia dicopot lebih cepat setelah mengusut konspirasi Pilkada Jatim yang busuk. Inilah secarik gambaran orang yang berusaha berbuat dan bekerja dengan baik selalu disisihkan oleh penguasa, oleh orang-orang penting di Jakarta.

Sebagai masyarakat biasa, saya hanya bisa memberi dukungan moril dan ucapan terima kasih kepada Pak Sutjiptadi dan Pak Herman SS serta mereka yang tidak terekspos, namun telah menunjukkan keberanian mengungkapkan ketidakbenarann dan menegakkan hukum yang adil. Dan tanpa dukungan spirit dan kisah seperti ini, maka saya khawatir semakin lama, semakin sedikit orang yang berani seperti dua sosok ini. Karena taruhannya adalah jabatan yang siap”dipecat” oleh penguasa di pusat.

Dari tulisan ini, meskipun lebih tepat menggunakan kata berani untuk Pak Sutjiptadi, namun masih jauh lebih tepat saya memberi penghargaan “Sutjiptadi” sebagai “Sang Visioner” daripada saya ‘menjual’ idealisme saya kepada mereka yang lalai melaksanakan tugas (bermasalah dalam illegal logging di provinsi yang dipimpinnya),  sementara ramai-ramai blogger memberi gelar “Rusli Zainal Sang Visioner”.

Salam Merdeka.
24 Agustus 2009 @nusantaraku

Iklan
30 Komentar leave one →
  1. September 17, 2009 2:27 PM

    Maju terus pak polisi….!!

  2. November 5, 2009 1:32 PM

    Ka jak pap ma kah ms kaban

  3. P.S.Pudyastuti permalink
    November 6, 2009 10:32 PM

    Alhamdulillah, ada yang mengapresiasi om saya (pak Sutjiptadi). Tidak cuma di Riau beliau bertekad memberantas illegal logging, waktu menjadi Kapolwil Bojonegoro pun beliau melakukan hal yang sama, walaupun taruhannya nyawa (tante dan sepupu saya pada diteror dan diancam akan dibunuh).

    • November 7, 2009 4:53 AM

      Saudara P.S.Pudyastuti,
      Sampaikan salam apresiasi saya pada Pak Sutjiptadi.
      Sampaikan bahwa kami (saya) memberi apresiasi yang tinggi pada orang-orang yang mau berjuang keras untuk membela yang benar.
      Trims.

  4. sikapsamin permalink
    November 13, 2009 8:44 AM

    Bpk. BrigJen.Pol.SUTJIPTADI..?

    Saya mendoakan…menduduki Jabatan KAPOLRI dlm waktu dekat.
    Semoga selalu dalam limpahan…HidayahNYA.
    Amiiin…

    Semoga POLRI kembali menjadi BHAYANGKARA-SEJATI.

    • Rahmat permalink
      Januari 6, 2010 12:44 PM

      Setuju, tapi sayang Beliau sudah mau memasuki masa pensiun beberapa tahun lagi (kalau tidak salah). Dan sekarang tidak menjabat di bidang operasional.
      Sayang dedikasi seperti ini harus surut karena waktu.
      Sangat ditunggu dedikasi dalam bentuk lain…mungkin.

    • Mei 21, 2017 9:23 AM

      Your posting is ableustoly on the point!

    • Mei 24, 2017 6:50 PM

      Eagles take Joeckel or…it’s possible they make a trade with SD or Arizona, who both would like to get their hands on an OT like him. Their 3th overall pick for SD’s or Arizona’s first rounder, a second and thirth or fourth. Why not use the tradebait! Maybe just maybe we can get a quality OL (Warmack, Fluker, Matthews or Fisher), CB (Milliner, Banks, Rhodes or Amerson) and a S (Elam, Vaccaro or McDonald) in the first two rounds. That would be something, right?!

  5. Reformasi permalink
    Desember 20, 2009 5:03 PM

    Salut… Mari kita dukung pak Sutjiptadi untuk mereformasi Polri…. agar keadilan di negeri ini dapat terwujud…. dukungan kita sangat berpengaruh.. kalau perlu kita dukung melalui jejaring sosial… Facebook atau Tweeter…

  6. dc2_cnd permalink
    Februari 21, 2010 11:56 AM

    eyang kami’saya’ (IrJen SUTJIPTADI), I’m PROUD of it.. keep fighting!

  7. arie permalink
    Agustus 16, 2011 11:15 AM

    IrJen SUTJIPTADI sudah purna tugas, saya lebih berharap anak beliau AKP Wahyu yg melanjutkan perjuangan polri sbg bhayangkara negara.

  8. Oktober 5, 2011 2:31 PM

    Rusli Zainal Golkar Goblog ijazah dia palsu dari IPB Bogor.

Trackbacks

  1. Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra « Unchan’s Blog
  2. Prediksi: Jaksa Agung=Jaksa Karier, Ketua KPK Busyro, Kapolri=Nanan : “Mau dibawa kemana ..negara kita” | Defrimardinsyah’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: