Skip to content

DPR Lupa Lagu Indonesia Raya. Hal Wajar!?

Agustus 14, 2009

Tiga hari menjelang peringatan HUT RI ke-64 yakni 17 Agustus 1945-17 Agustus 2009, diberbagai sudut jalan, rumah dan kendaraan dihiasi bendera merah putih. Dibalik tanda-tanda peringatan kemerdekaan Indonesia di masyarakat,  di dalam Gedung MPR/DPR RI Senayan, pada hari ini 14 Agustus 2009, dalam rapat paripurna DPR dengan agenda pembukaan Masa Sidang I Tahun 2009-2010 dan Pidato Kenegaraan Presiden, ketua DPR bersama jajarannya lupa dan melewatkan sesi menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Dan Agung Laksono baru menyadari setelah ia selesai membacakan pidatonya. Dan baru meminta agar lagu Indonesia Raya dinyanyikan di bagian paling akhir acara, paling belakang yakni setelah pidato Presiden SBY.

Lagu Indonesia Raya yang telah menjadi simbol lagu kebangkitan bangsa Indonesia melawan penjajahan ditempatkan pada bagian akhir, setelah para anggota dewan rapat, setelah kata-kata yang disampaikan oleh Presiden SBY. Sangat miris, simbol  negara sejak 1945 telah ditempatkan jauh dibawah suara-suara rapat dan suara SBY. Dan yang paling tidak dapat diterima adalah pernyataan Agung Laksono yang ‘melegalkan’ kesalahannya hanya karena sebelumnya lagu Indonesia Ray juga pernah terlupa dinyanyikan pada saat peringatan Hari Pramuka.  “Bukan yang pertama. Pernah, ketika peringatan hari Pramuka,” kata Agung seusai memimpin Rapat Paripurna.

Lupa adalah hal yang wajar dalam hidup manusia. Namun ada nilai-nilai dan batasan tertentu yang mana lupa dapat ditolerir dan mana yang tidak dapat ditolerir. Lupa membawa HP dalam kondisi tertentu masih wajar.  Lupa mengembalikan barang pinjaman, mungkin masih wajar. Tapi, lupa mengunci tombol keamanan pada fasilitas nuklir merupakan hal yang fatal. Bagaimana dengan lagu kebangsaan kita yang menjadi simbol lagu negara?

Sebenarnya lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam acara resmi negara adalah hal yang fatal. Dan permintaan maaf dari Agung Laksono setidaknya dapat membuat orang memaklumi kelupaan. Pernyataan Agung Laksono yang meminta maaf  jauh lebih gentle daripada ketika Lagu Indonesia Raya di-Amerika-kan pada 4 Juli 2009 di Gelora Bung Karno, tidak ada satu pihak penanggungjawab yang menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

**************

Kita sebagai rakyat memang tidak elok banyak menuntut, tapi kesalahan ini semoga menjadi peringatan bagi seluruh rakyat Indonesia, bahwa esensi perjuangan para pendahulu kita sudah mulai terdegradasi.  Ini menjadi alarm serius bagi negara Indonesia. Jika dari lembaga yang menjadi simbol ‘kekuasaan rakyat” menganggap kesalahan ini sebagai sesuatu yang biasa, bagaimana di masyarakat luar?

Inikah menjadi pertanda berkembangnya degradasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945?
Inikah tanda-tanda “spirit para pahlawan bangsa yang telah gugur” mengingatkan kepada kita bahaya laten berkembanganya ideologi trans-nasional? Berkembangnya ideologi liberalis-kapitalis menggantikan Pancasila dan UUD 1945. Berkembangnya ideologi merubah negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Pancasila dan UUD 1945 menjadi negara Islam? Inikah tanda-tanda paham-paham separatis berkembang subur di Indonesia?
Inikah yang menjadi alarm bahwa sentimen dukungan yang besar telah diberikan mereka yang tewas dalam kasus tersangka teroris sebagai Pahlawan?

Hm…Lagu kebangsaan Indonesia Raya bisa lupa, tapi ketika pembagian insentif, gratifikasi, gaji buta bisa tidak lupa. ??

Salam Merdeka, 14 Agustus 1945
ech-wan @nusantaraku

Iklan
27 Komentar leave one →
  1. Agustus 19, 2009 5:06 PM

    Walaupun Agung Laksono telah meminta maaf, tapi kealpaan ini memprihatinkan !
    Duuuh kalo Alm. kakek saya tahu, entah gimana perasaannya (kakek saya veteran perang dulunya)
    Nah saya saja yang bukan pejuang kemerdekaan denger beritanya geleng2 kepala…

    • Agustus 19, 2009 10:13 PM

      Sis. Eka, blognya sekarang susah dibuka.
      Hosting servernya dimana?
      Loadingnya agak lama nih..

  2. EDDY S permalink
    Agustus 24, 2009 7:35 AM

    Yang bertanggung jawab langsung adalah Protokol acara dan Pembawa Acara.
    Acara Kenegaraan adalah rutin dan baku … kenapa sampai lupa
    Lupa lagunya tapi ingat jadwalnya kapan dikumandangkan…Thx U

  3. Agustus 25, 2009 5:14 AM

    Yah, persoalan begini kok diributkan. Manusia tuh tempatnya khilaf. Dan tidak ada sama sekali kok pengaruhnya buat kemamuran bangsa, entah lupa dinyanyikan atau tidak dilupa.

  4. Agustus 25, 2009 6:59 PM

    hi… nice infrmation…….
    i got lot of information from your site…. thank 4 sharing.. and pls visit back to my site later [my site]

  5. Agustus 26, 2009 11:57 PM

    betul tu mas.
    Giliran terima amplop aja gak mungkin bakal lupa.
    apa emang dah dari sononye orang Indonesia kek gni y?
    Anak kcil aja jarang bgt lupa klo minta sangu buat jajan di sekolah, tp klo ada PR? jangan tanya deh…

    haha..
    pendi-blog
    resensi film

  6. defrimardinsyah permalink
    Agustus 29, 2009 11:58 AM

    jadi ingat lagu Iwan Fals…. cuma di lagu ini yang dilupakan adalah warna bendera sendiri…… coba deh tanya sama Agung Laksono…. warna bendera Indonesia …. mungkin mereka juga lupa…..


    Jangan Bicara
    Karya : Iwan Fals ( Album Barang Antik 1984 )

    Jangan bicara soal idealisme
    Mari bicara berapa banyak uang dikantong kita
    Atau berapa dahsyatnya
    Ancaman yang membuat kita terpaksa onani

    Jangan bicara soal nasionalisme
    Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri

    Atau tentang kita yang buta
    Bisul tumbuh subur diujung hidung yang memang tak mancung

    Jangan perdebatkan soal keadilan
    Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan
    Jangan cerita soal kemakmuran
    Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan Polan

    Lihat disana
    Si Urip meratap
    Di teras marmer direktur murtad

    Lihat disana
    Si Icih sedih
    Diranjang empuk waktu majikannya menindih

    Lihat disana
    Parade penganggur
    Yang tampak murung ditepi kubur

    Lihat disana
    Antrian pencuri
    Yang timbul sebab nasinya dicuri

    Jangan bicara soal runtuhnya moral
    Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti
    Atau tentang tanggung jawab
    Yang kini dianggap sepi

  7. Agustus 30, 2009 10:17 AM

    Speaking tentang Bang Iwan Fals kapan ya dia bikin album baru lagi?. Dan kapan dia akan adakan konser lagi?. Aku kangen sekali dengan lagu2 ya!.

    Thanks…..

  8. Agustus 31, 2009 1:43 PM

    hiasilah rumahmu atau jalanmu untuk memasang bendera merah putih..karna itu simbol dari indonesia dan para pejuang yang sudah berhasil bikin negara ini merdeka.

Trackbacks

  1. Tentang Lagu Indonesia Raya Yang “lupa” Dinyanyikan | Airyz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: