Skip to content

08-08-2009 : Tanggal Kematian Noordin M Top?

Agustus 8, 2009

Berbagai media massa baik dalam maupun luar negeri sudah memberitakan dengan cukup ‘pasti’ bahwa orang yang tewas dalam penyergapan Densus 88 adalah seorang putra Malaysia Noordin M Top. Beliau disebut sebagai murid dari  (Alm) Ustad Mukhlas atau Ali Gufron di Pesantren Lukmanul Hakim – Malaysia, setelah Ustad Mukhlas pulang dari Perang Afganistan melawan militer Rusia dibawah naungan Osama Bin Laden. Ali Gufron sendiri merupakan lulusan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, yang dipimpin mantan amir Jamaah Islamiyah, Ustad Abu Bakar Baasyir, pesantren yang didirikan oleh Ustad Abdullah Sungkarlah. Jadi, secara hirarki Noordin M Top adalah “cucu” perguruan dari Ustad Abu Bakar Baasyir.

Foto Noordin M Top dari situs FBI

Noordin M Top termasuk orang yang cerdas dan memiliki kemampuan doktrinisasi Jihad Fisabilillah dengan sasaran utama adalah Amerika, Inggris, Australia dan sekutunya (yakni orang/warga, fasilitas dan kepentingan). Alasannya adalah membalas dendan terhadap Amerika dan negara-negara sekutunya yang menurut para eksterimis  ini telah lama mendholimi umat Islam di berbagai negara, seperti Palestina, Afganistan, Irak dan berbagai negara berpenduduk muslim. Bagi mereka, selain melawan pemerintah Indonesia yang “diam” terhadap kepentingan Amerika, mereka bersekutu dengan berbagai organisasi massa Islam untuk bersama-sama mengubah ideologi Negara Indonesia dengan ideologi Negara Islam, sekaligus mengusir kepentingan asing di Indonesia.

******************

Dari motivasi yang hampir sama, sejak tahun 2000, sudah 28 bom meledak di berbagai penjuru Indonesia yg menewaskan sedikitnya 322 Orang. Dari 28 bom tersebut, setidaknya 5 bom besar diduga didalangi oleh Noordin M Top. Ada 5 bom tersebut adalah:

  1. Bom Bali 2002 pada 12-10-2002
  2. Bom Marriot 2003 pada 05-08-2003
  3. Bom Kedutaan Australian pada 09-09-2004
  4. Bom Bali II pada 01-10-2005
  5. Bom Ritz-Carlton dan JW Marriott pada 17-07-2009 pukul 07.47

Setelah bom Bali II, Polri dan Densus 88 terus mengejar jaringan teroris, dan akhirnya dapat melumpuhkan guru Noordin M Top yakni Dr Azhari dalam penyergapan di Batu Malang (09-11-2005). Maka pasca tewasnya Dr Azhari, praktis ancaman bom sudah melemah, dan saat itu polisi sudah bersenang diri. Dimasa-masa kelengahan polisi itulah, Noordin M Top membentuk jaringan baru di berbagai daerah Indonesia yang mana mudah ditemukan orang yang mudah “sepaham” dengannya, yang akan menjadi pengikut setia dan siap melakukan bom bunuh diri sebagai “jalan cepat” (short-cut)  ke surga tertinggi dan memiliki  “bidadari-bidadari”.

Banyaknya jaringan Noordin dapat dilihat bahwa pengikut dan “amunisinya” tetap banyak meskipun sumber dananya relatif ‘sedikit’. Ditemukannya ‘amunisi’ (bom) di Palembang, Cilacap dan Bekasi serta pendanaan yang cukup besar dalam perencanaan hingga pengeboman di Ritz Carlton dan JW Marriot memberi bukti. Meskipun paradigma masyarakat sudah mulai banyak yang berubah terhadap tindakan teror mereka, namun begitu mudahnya proses doktrinisasi mati syahid dengan ngebom sana-sini masih menjadi kekuatan besar jaringan Noordin M Top.

Densus 88 dan Noordin 8-8-8

Pasca peledakan bom di dua hotel tersebut, baru Polri terpencut untuk mengeluarkan kekuataanya. Kurang dari 1 bulan, jaringan-jaringan Noordin M Top dapat terkuak cepat. Satu per satu loyalisnya tertangkap, dan berakhir di desa Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Selama 18 jam, tim Densus 88, berakhir melumpuhkan pria yang diduga kuat sebagai Noordin M Top yang lahir 11-08-1968. Noordin M Top tewas pada tanggal 08-08-2009. Mayat Noordin M Top ini lalu dibawa dari rumah terakhirnya dengan ambulans bernomor polisi 1313-IX ke Bandara Adi Sucipto-Yogya untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta. Sebelumnya, angka 8 muncul di kamar hotel 1808 Ritz Carlton tempat pelaku teror menginap untuk mengeksekusi bom pada jam 07.47 WIB tanggal 17-07-2009.

Dari misteri angka-angka seperti di atas, maka mungkin ada korelasi kematian Noordin M Top pada 8-8-2009, karena jejak-jejak yang ditinggalkan Noordin selalu mengisahkan angka yang menarik. Misalnya Bom Bali I pada 12-10-2002 merupakan angka unik sekaligus simbol kelanjutan dari 11-09-2001 di WTC Amerika. Begitu juga Bom Kedutaan Australia 09-09-2004, Bom Bali II 01-10-2005, dan termasuk bom terakhir.

Dan bila nanti (setelah hasil DNA) menunjukkan bahwa mayat yang tewas ditembus oleh timah-timah panas di “WC Rumah Beji” adalah Noordin M Top, maka angka-angka ini akan bertambah menarik. Selain angka-angka diatas, saya akan juga menampilkan analisis dari grafik Bioritmik. Bioritmik  merupakan bagian dari  studi yang menganalisis siklus metabolisme tubuh dan jiwa kita. Dari penelitian para ahli di bidang kronobiologi, diketahui bahwa tubuh manusia memiliki ‘irama’ fisik, mental,  intelektual dan bahkan intuisi/kearifan. Bioritmik menjadi ‘paramater’ sehat, peruntungan, semangat dan sejenisnya.

Bioritmik Noordin M Top pada 8-8-2009

Bioritmik Noordin M Top pada 8-8-2009

Dari grafik di atas, secara ilmu bioritmik, keadaan fisik, emosional, dan intelektual Noordin M Top dalam keadaan negatif atau melemah. Secara ilmu bioritmik, maka jam biologis tubuh Noordin menandakan ‘lonceng’ kesialannya. Mungkinkah pria lulusan S-1 Universiti Teknologi Malaysia ini tewas ketika kondisi bioritmik lagi drop?

Pertanyaan?

Dari kronologi penyergapan Noordin M Top oleh Detasemen Khusus Polri 88 Anti Teror sejak 07-08-09 hingga 08-08-2009 yang disampaikan oleh berbagai media, ada beberapa kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan. Pertama, ketika dalam keadaan terluka, mengapa ia bersuara dan mengaku dirinya sebagai Noordin M Top dengan logat Jawa. Sebagai orang yang ‘cerdas’, semestinya dalam kondisi terdesak, ia hanya berdiam diri dan berpura-pura mati dan ketika ada anggota Densus masuk ia dapat melakukan penyerangan terakhir (terlebih bila ada bom yang siap meledak). Alasan ini dapat dipatahkan, bila Noordin M Top tidak memiliki bom yang siap meledak (bom belum siap).

Kedua, mengapa tidak ada satupun loyalis yang menemani Noordin M Top sendirian di Temanggung? Sebagai orang penting dalam jaringannya, Noordin mestinya memiliki “body-guard” di ring utamanya. Alasan ini dapat terpatahkan apabila Noordin M Top dalam satu minggu terakhir sudah merasa dirinya terpojok oleh kekuatan polri menemukannya.

Ketiga, para intelijen mengetahui bahwa Noordin M Top selalu membawa rompi bom yang mana setiap saat dapat melakukan bom bunuh diri. Secara ideologi, ia akan jauh rela mati berkeping-keping daripada ditangkap hidup-hidup dan diinterogasi serta akhirnya dihukum mati. Ia tidak akan bersaksi dan menyampaikan rahasia siapa yang menjadi pendonor (dana), siapa saja orang-orang tinggi Indonesia (organisasi) yang selama ini melindungi dirinya dan mana-mana saja markasnya. Fakta ini akan terpatahkan, apabila Noordin dalam kondisi terdesak atau benar bahwa kondisi ritmik biologisnya lagi drop.

Namun terlepas dari itu semua, kita harus tetap menunggu hasil tes DNA mayat di “WC Beiji” tersebut. Jika mayat yang tewas dalam serangan Densus 88 ini adalah seorang sarjana bernama Noordin M Top, maka semoga saja ini menjadi kematian terakhir bagi para seorang teroris, dan tidak ada lagi orang-orang yang melakukan bom bunuh diri kepada orang-orang yang tidak bersalah. Dan terima kasih kepada Polri yang akhirnya kembali menunjukkan kinerja yang cepat, tepat, dan profesional.

Dan apabila mayat tersebut bukan Noordin M Top, semoga ini menjadi pelajaran bagi polisi, media dan juga masyarakat. Jangan begitu mudah percaya pada media pemberitaan ‘pasar’, yang hanya ingin membuat masyarakat penasaran dan ‘membeli’ informasi tersebut, padahal informasinya belum tentu benar. Sedangkan bagi polri, harus mau mengakui bahwa mereka keliru dan kecolongan serta daya inteligennya lagi lemot tidak tahu kelincahan seorang Noordin M Top.

Terakhir…..semestinya teroris yang mencuri uang rakyat (baca: koruptor) harus diperlakukan sama hebatnya dengan seorang Noordin M Top.. Toh…sama-sama menciptakan teror bagi kehidupan rakyat!

Salam Perubahan yang lebih baik, 08-08-2009
ech-wan @nusantaraku

Iklan
17 Komentar leave one →
  1. Agustus 9, 2009 5:36 AM

    Pertama-tama Bravo untuk Densus 88 dan para anggota polisi yang terlibat dalam operasi ini. Yang jelas ini bisa melumpuhkan sementara jaringan teroris. Apakah yang terbunuh adalah Noordin MT atau bukan, beberapa keraguan muncul seperti analisa paragraf bagian pertanyaan. Kalau soal nomor cantik.., biar lebih mudah diingat saja.

    Seperti pertanyaan dalam buku saya, apakah NKRI bisa merayakan HUT RI ke-66 di tahun 2011, karena ada bom dengan kode 666 dengan kekuatan 66oribu kali kekuatan bom hiroshima. hehe..jadi promosi neh. 😉

  2. Agustus 9, 2009 7:06 AM

    mencatat sejarah jadi mudah … kok bisa gituh yah… 🙂

    • alman permalink
      Agustus 9, 2009 4:34 PM

      yang jelas bukan no togel ..wkekekekekeek

  3. Agustus 9, 2009 9:08 AM

    bioritmik… hmm… menarik….
    mungkin bisa menentukan “tanggal baik bulan baik” secara ‘ilmiah’….???

    Only God knows 😀

    .

  4. Agustus 9, 2009 9:45 AM

    Analisisnya menarik mas ! (as always)
    saya koq juga merasa.. itu bukan dia…

    • alman permalink
      Agustus 9, 2009 4:37 PM

      bener mas…kita sering dengar
      mana mungkin “maling teriak dirinya maling” tp yang ada”maling teriak maling”

      apalagi teroris musuh dunia..agama dan bangsa

  5. dBo permalink
    Agustus 9, 2009 10:24 AM

    Berita TV pagi ini, rumah “persembunyian ‘Noordin M. Top’ ” ditutupi rapi dan rapat hingga terlihat seperti box-containner, katanya untuk ‘mengamankan’ barang-bukti…..

    DITUTUPI – MENUTUPI…..

    Saya malah terbayang tempat Ketok-MAGIC, dan bicara soal magic tentu tidak lepas dari si pelaku yaitu ‘Magician’ atau ‘Pesulap’ yang dalam setiap atraksinya selalu MENUTUPI dg rapi obyek-sulap nya….
    Begitu tutup disingkap…..HILANG…entah kemana…

    Untuk kasus ‘Noordin M. Top’…saya belum tahu entah arah dan akhirnya bagaimana…..

  6. callighan permalink
    Agustus 9, 2009 10:39 AM

    Pintar, di hubungkan dengan bioritme.
    Fatal ya akibat downslope bioritme.

  7. Agustus 9, 2009 10:58 AM

    @ YANKY DK
    Semoga “Bencana Jawa” hanya sebuah ilusi… 🙂

    @ kopral cepot
    Yah, misalnya kematian Dr Azhari tanggal 09-11 (atau dalam penulisan inggris berarti 11 September). 09-11 atau 11-09.

    @ ZonS
    Lagi mau menulis tentang sains bioritmik dengan astrologi.. 🙂

    @ Eka Situmorang-Sir
    Ha… Thank you.
    Yah..kita tunggu aja seminggu kedepan.

    @ dBo
    Bagus juga konteks “ketok magic” dalam hal ini…

    @Callighan
    Dari kemarin, belum sempat saya tulis bioritmik.
    Soalnya intelektualitas saya lagi ‘jongk0k’.
    🙂

  8. callighan permalink
    Agustus 9, 2009 12:06 PM

    Waduh, jangan fatalistis begitu dong. 😀

  9. Agustus 9, 2009 2:16 PM

    Analisis yang menarik tentang Noordin M Top, cuma sampai saat ini belum ada kepastian bahwa yang tewas di Temanggung adalah Noordin M Top, bahkan foto yang beredar pun salah.

  10. sikapsamin permalink
    Agustus 9, 2009 3:58 PM

    08-08……..densus-88……..
    88888888……..88888888
    Hi..hi..hi..kok spt mainan kalkulator……..
    Pake …….. Pasti untung……..
    Emang sing paling seneng karo angka wolu kuwi sapa toooooooo……..

  11. hmcahyo permalink
    Agustus 9, 2009 5:01 PM

    i see i belive… masak dr dulu azhari mati gak tahu fotonya… paska penembakan.. sekarang nurdin… hmmm patut ragu!

  12. bandung kalah dari medan permalink
    Agustus 10, 2009 10:32 AM

    orang bugis kulitnye hitam ***********

    @bandung kalah dari medan
    Maaf, terpaksa komentarnya saya hapus, karena tidak ada korelasi langsung dengan topik serta tidak baik merendahkan orang hanya karena warna kulit.
    Terima kasih.

  13. Agustus 20, 2009 9:11 PM

    comment ke293 luar biasa artikel anda sangat bermanfaat sekali bagi saya dan keluarga

Trackbacks

  1. InterMusic VS inTerorist, The Most Rocking Night Ever in Java « ♫♪♫♪ WALKMANIA ♫♪♫♪
  2. Noordin Pergi Kemana? « Nusantaraku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: