Skip to content

Mbah Surip – “Tak Gendong” [Video] dan Perjalanan Hidupnya

Agustus 5, 2009

Biografi Singkat

Mbah Surip

Mbah Surip

Mbah Surip, pencipta dan penyanyi lagu “Tak Gendong” lahir pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur dengan nama Urip Achmad Ariyanto. Mbah Surip termasuk seniman intelektual yang “senang” sekolah, terbukti dengan gelar studinya Drs. Ir. Urip Achmad Ariyanto, MBA. Mbah Surip merupakan lulusan dari Jurusan Kimia Universitas Petra, Surabaya.

Sebelum menjadi penyanyi, Mbah Surip pernah merasakan pengalaman bekerja di industri pertambangan minyak, tambang berlian, emas, di luar negeri seperti ia bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filipina, dan Singapura. Namun merasa kebebasannya ‘kurang baik’, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.  Ia menjadi seorang pengamen di beberapa titik seperti Bulungan, Jakarta Selatan; Taman Ismail Marzuki (TIM); dan Pasar Seni Ancol.

Mbah Surip dikenal luas sebagai seniman aliran Reggae  (sebuah aliran musik asal Jamaika) ala Bob Marley bukan sebagai praktisis intelektual, dan memang pada hakikatnya ia tidak mengumbar-umbar titelnya untuk hanya sekadar mencari popularitas dan gemerlapan harta. Ia  hanya tampil sebagai orang biasa dengan gaya unik. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani “Gitar Kopong”, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi “ngalor-ngidul” dengan gaya-nya yang khas, kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Perjalan Dunia Musik dan Tak Gendong

Melalui media massa, lagu berjudul “Tak Gendong” mendapat respons yang sangat besar dari masyarakat dan membuat popularitas Mbah Surip meroket pada pertengahan 2009, padahal sebelumnya ia belum dikenal, hanya sebagai seorang seniman jalanan. Tampil meroket di usia 60 tahun, sebenarnya Mbah sudah merilis album lagu sejak 1997. Album pertamanya adalah Ijo Royo-royo dan pada tahun 1998 ia merilis dua album masing-masing Indonesia I dan Reformasi. Baru pada tahun 2003 merilis album Tak Gendong dan tahun 2004  Barang Baru.

Namun lagu Tak Gendong sudah diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu belajar salah, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah. Itulah salah satu lagu yang biasanya dipadukan dengan kemasan jenaka.

Video Klip versi lama…versi baru lihat di sini

Selain menjadi terkenal, nerkat lagu Tak Gendong, Mbah Surip meraup uang Rp 4,6 miliar  royalti dari sekitar Rp 9.2 miliar omzet dari NSP (nada sambung pribadi). Selain membuat kagum bagi fans, ternyata beredar opini bahwa lagu “Tak Gendong” merupakan jiplakan (plagiat) dari lagu “Raunchy”, salah satu hits instrumental Rock and Roll yang diciptakan oleh Bill Justis dan band-nya di Memphis, Tennessee  di Amerika pada tahun 1957. Mengenai ulasan lengkapnya dapat dilihat di sini.

Terlalu Lambat Datang, Terlalu Cepat Pergi

Setelah belasan tahun berjuang dalam dunia seni, akhirnya di tahun 2009 ini, Mbah Surip memetik hasil di dunia entertaintement Indonesia. Melalui NSP “Tak Gendong” saja, Mbah Surip mengantongi setidaknya Rp 4.6 miliar.  Namun, sayang popularitas yang lagi melejit baru dirasakan diusia senjanya. Tentu saja, ia sedang menerima banjir tawaran atau order.

Sejak bulan Mei 2009, hari-hari Mbah Surip beredar dari panggung pertunjukan sampai televisi. Misalnya, pada satu jadwalnya pada hari Sabtu 11 Mei, pagi hari Mbah Surip mengisi acara di stasiun ANTV dan siang hari terbang ke Bali untuk show di sebuah kafe. Hari Minggu 12 Juli, ia menyanyi di panggung Depsos di Monas, Jakarta, lalu siang ke Kebun Buah Mekar Sari, dan malamnya kembali mengisi acara. Hari mondar-mandir di Jakarta itu dijalani Mbah Surip bersama Farid dengan sepeda motor.

Dan pada tanggal 4 Agustus 2009, Mbah Surip meninggal dalam perjalanan menuju RS Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat (Pusdikkes) Kramat Jati – Jakarta. Sebelumnya pada tanggal 2 Agustus 2009, ia jatuh pingsan setelah kembali dari pentas di Yogyakarta. Dan kematian Mbah Surip diduga karena mengalami kelelahan akibat padatnya jadwal manggung.

**************

Meskipun popularitasnya dan rezeki melambung, namun hal itu tak lantas membuatnya lupa daratan.  Hingga ajal menjemput, mbah Surip masih mengontrak sebuah rumah sederhana di Kampung Artis, Cipinang, Jakarta Timur. Diakui rekan-rekannya seniman jalanan bahwa mbah Surip berbagi-bagi rezeki yang ia terima kepada mereka. Dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000.

Dari itu semua, ada satu hal unik yang ada dalam diri Mbah Surip. Idealisme dalam keserdahanan, prinsip hidup dan kerendahan hati. Berbeda dengan orang-orang atau pejabat yang berusaha menampilkan berbagai gelar sarjana hanya untuk meningkatkan popularitas dan harga diri, Mbah Surip justru berkebalikan dari mereka. Jika tidak ditanya, maka kita tidak tahu bahwa Mbah Surip merupakan seorang lulusan mahasiswa S2 dalam bidang manajemen administrasi (MBA).

Ditengah ‘kemewahan’ hidup sebagai pekerja engineer dibidang pertambangan, ia justru balik ke Indonesia dan menjadi penyanyi (pengamen) jalanan. Kita tahu bahwa bukanlah mudah pergi ke Amerika Serikat pada tahun 70-an, dan terlebih bukan mudah dapat bekerja di perusahaan pertambangan yang bergengsi. Adalah sulit untuk dapat percaya bahwa seorang eksekutif yang cukup ‘makmur” dengan pengalaman kerjanya mau terjun didunia yang bagi sebagian besar orang menganggap sebagai pekerja hina yakni pengamen jalanan.

Pilihannya dari pekerja profesional engineer menjadi pengamen jalanan tentu mendapat reaksi keras dari keluarganya, dan kerana hal itu pula membuat Mbah Surip harus berpisah dengan istrinya. Akhirnya ia bercerai dengan istrinya Minuk Sulistyowati dan menjadi duda hingga akhir hayatnya. Memang merupakan pilihan berat bagi Mbah Surip untuk bercerai, namun salah satu alasan ia memilih sebagai penyanyi jalanan bukan untuk pelarian, namun mencari makna hidup dan kebebasan.

Pria yang tidak pernah marah (secara terbuka) kepada sahabatnya, merupakan seorang motivator bagi para musisi jalanan, menjadi inspirator bagi mereka yang tidak memiliki titel karena suksesnya pria yang dikenal ‘ha…ha..ha’ bukan karena titel melainkan dari bidang seni. Ada banyak hal yang belum dapat diungkap. Namun setidaknya bagi saya, mbah Surip memberi pelajaran berharga yakni belajar untuk “belajar memaknai hidup”.. hidup tidak sekadar materi dan popularitas… dan berjiwa sosial tinggi, bukan sekadar kata atau teori.

Dan tinggal kita memaknai salah satu filosofi hidupnya “Kalau belajar benar itu sudah biasa, saya sedang belajar salah….ha..ha..ha

Selamat Jalan..

Salam Perjuangan, 05/08/09
ech-wan @Nusantaraku

Referensi : 1234—-5 —-6

Iklan
17 Komentar leave one →
  1. Agustus 5, 2009 6:48 AM

    Terlalu lambat datang, terlalu cepat pergi.
    Ungkapan yang pas untuk mbah Surip.
    Mbah menjadi korban industri hiburan,
    karena ketatnya jadwal tidak didukung manajemen yang baik.

    Selamat jalan Mbah Surip.
    Terima kasih untuk hadiah terakhirmu.
    Indonesia siap mengendongmu.
    Aku persembahkan
    Sebuah puisi untuk mbah Surip.
    di websiteku

  2. anwar permalink
    Agustus 5, 2009 7:40 AM

    komentarnya terakhir di infotainment gossip, mbah surip mau beli helikopter ingin menyaingi musisi-musisi di amerika sana, aneh banget impianya, mungkin karna itu, uang royalti-nya belum digunakan..buat nyicil helikopter… mbah… mbah…

  3. Agustus 5, 2009 12:03 PM

    Selamat jalan MBAH SURIP . . .
    http://wwwvideoindonesia.blogspot.com
    I LOVE U pull ! ! !

  4. Agustus 5, 2009 2:01 PM

    Seorang idealis !
    Saya gak bisa membayangkan bisa seperti mbah surip yang rela menanggalkan smua yg kata orang perlu demi pencapaian kepuasan nurani.

    Selamat jalan mbah Surip….

  5. Agustus 5, 2009 2:23 PM

    Selamat Jalan Mbah..
    Semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di kehidupan barumu kelak..

    Salam Tak Gendong..
    Salam Anak Bangsa..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/04/wew-dapet-recehan-sambil-maen-facebook-tipuankah-ini/

  6. callighan permalink
    Agustus 5, 2009 3:41 PM

    Lagu Tak Gendong sendiri itu delayed success ya?
    Melihat karir dan sepak terjang Mbah Surip, saya kok merasa sosok beliau merupakan suri tauladan yang baik.

    Luar biasa pelajaran yang bisa dipetik dari beliau. Terutama pelajaran untuk “memaknai hidup”. Semoga pada akhir hayatnya Mbah Surip berada dalam kedamaian makna hidup dirinya.

    Luar biasa ini orang.

  7. KangBoed permalink
    Agustus 5, 2009 5:49 PM

    Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, semoga diampuni semua dosa, dilapangkan kuburnya, dan diberikan tempat yg baik di sisi-Nya, amin

    Salam Sayang Selalu
    I LOVE YOU FUUULLLLLLLLLL

    • Mei 21, 2017 10:43 AM

      An answer from an expert! Thanks for congbirutint.

  8. Agustus 5, 2009 11:23 PM

    Semoga diberikan tempat yang layak di sisiNya.
    Amien…

    • Agustus 6, 2009 12:48 PM

      @ Yanky DK
      Prihatin jika menjadi obyek eksploitasi..

      @ anwar
      Udah dibagi juga ke rekan-rekan musisi jalanan.

      @ Dav
      Linknya salah, harusnya http://www.videoindonesia.blogspot.com
      🙂

      @ Eka Situmorang-Sir
      Saya juga gak bisa seperti Mbah Surip…
      Emang luar biasa.

      @ celotehanakbangsa
      Salam tak gendong juga.

      @ callighan
      Disebut-sebut bahwa ketenaranya lagunya agak telat, karena setelah hampir 6 tahun baru tenar.
      Emang luar biasa dari sisi karakter.

      @ KangBoed dan Alamendah|
      Terima kasih.

  9. MBAH SURIP HAHAHAHA I LOVE U FULL permalink
    Agustus 6, 2009 11:58 AM

    Halo halo, kenapa nusantara tidak pernah membuat blog masalah pekerjaan, budaya, luar negeri, mall, sinetron, gedung bertingkat di tiap kota dll, jangan politik terus bosen

    • Agustus 6, 2009 1:12 PM

      @ MBAH SURIP HAHAHAHA I LOVE U FULL
      Terima kasih atas perhatian dan masukan serta etikadnya yang mau memberi opini dalam beberapa artikel sebelumnya.
      Pertanyaaan Sdr sangat menarik bagi saya yakni mengapa saya tidak membahas masalah pekerjaan, budaya, luar negeri, mall, sinetron, gedung bertingkat di tiap kota dl.

      Pertama, saya tidak memiliki kapabilitas menulis dalam begitu banyak aspek.

      Kedua, saya hanya merasa mampu dalam bidang mengumpulin data-data, kebijakan-kebijakan yang memiliki referensi yang kuat (seperti hukum), kritik sosial, dan mencoba mengali semangat para founding father bangsa kita, serta masalah luar negeri yang berkaitan langsung atau perhatian besar dari rakyat Indonesia.
      Disamping itu, saya hanya bisa membahas aspek sains dalam beberapa sisi.

      Ketiga,
      a) Mengenai pekerjaan, saya tidak memiliki pengalaman itu, dan disisi lain sudah banyak blog yang membahas itu.
      b) Budaya : ini akan menjadi perhatian saya, dan saya sedang mempelajari budaya dan mencoba mengangkatnya. Terima kasih.
      c) Luar negeri : beberapa aspek, saya membahas juga mengenai Rusia, China, Argentina, India, Jepang, Korea, Amerika, Timur Tengah.
      d) Mall, Gedung Bertingkat : belum ada propensity dan insistensi ke arah sana.
      e) Sinetron : tidak begitu tertarik juga. Mungkin belum waktunya.

      Terima kasih.

      • Mei 21, 2017 10:07 AM

        I have got 1 idea for your website. It appears like at this time there are a couple of cascading steehsylet problems when launching a selection of webpages in google chrome and safari. It is operating fine in internet explorer. Perhaps you can double check that.

  10. MBAH SURIP HAHAHAHA I LOVE U FULL permalink
    Agustus 6, 2009 12:01 PM

    Di Indonesia pekerjaan seperti artis, model, bintang iklan pasti Jawa kulit putih, Sunda kulit putih atau WNI keturunan Eropa. Pibumi kulit putih juga kerja jadi pegawai Bank, pramugari, customer service, SPG/SPB. Pribumi kulit cokelat biasanya jadi guru, PNS, TNI-POLRI, buruh, petani, UMKM. WNI Tionghoa jarang jadi artis-model mungkin karena hidung tidak mancung-bermata sipit-muka kecil-dada kecil dianggap kurang cantik. Dibandingkan wanita Jawa-Sunda kulit putih karena hidungnya agak mancung-bermata besar-muka lebar-dada besar dianggap lebih cantik dan menggemaskan karena lebih mirip fisik orang bule AS-Eropa. Karena film Holywood yang mempromosikan fisik orang bule AS-Eropa hidung besar-mata besar-muka lebar lebih dominan beredar di bioskop utama daripada film China-Korea-Jepang yang mempromosikan fisik hidung kecil-mata sipit hanya beredar di Lapak VCD Kaki Lima. Ekonomi dunia 55% dikuasai 1 Milliar orang bule AS-Eropa yang berkulit putih-hidung besar-mata besar-muka besar, 1,6 Milliar etnis China-Korea-Jepang-Singapura-Taiwan-Hongkong yang hidungnya kecil-mata sipit-muka kecil hanya dapat 15% ekonomi dunia. Mungkin itu sebabnya WNI keturunan Eropa yang jumlahnya hanya 1000 orang lebih sering jadi artis model dan dibayar paling mahal daripada WNI Tionghoa yang jumlahnya 10 Juta orang. Ada WNI keturunan Eropa yang berkulit cokelat tapi wajahnya dengan hidung mancung-mata besar dianggap lebih bagus. Di China sedang tren operasi plastik jutaan wanita di China memancungkan hidung dan membesarkan mata-dada karena fisik khas China yang berkulit putih-hidung kecil-mata sipit identik 1 Milliar buruh di China. Media China membahas besar-besaran operasi plastik, di China ada kontes kecantikan hasil operasi plastik. Media China mengkritik di China hampir semua artis-bintang iklan sampai model reklame adalah hasil operasi plastik pembesaran hidung dan mata karena itu berbau kapitalisme dan menyingkirkan fisik khas wanita China. Wanita Jawa-Sunda-Sumatera dan India cukup pemutihan kulit dengan suntik putih atau luluran-spa-krim dalam 1 jam bisa putih wanita Jawa-Sunda dan India sudah dianggap cantik. Karena wajah wanita Jawa-Sunda dan India hidungnya agak mancung-mata besar mirip dengan wanita AS-Eropa. Wanita China-Jepang berkulit putih tapi harus operasi 10 jam membesarkan hidung-mata agar mirip wanita AS-Eropa. Kulit putih yang disukai Bank BUMN-Sinetron adalah kulit putih Jawa-Sunda. Karena etnis lain yang miskin juga berkulit putih sehingga citra kulit putih etnis lain biasa. Jawa-Sunda kulit putih identik orang kaya. Di wilayah Thamrin-Sudirman Jakarta banyak eksekutif pribumi Jawa-Sunda-Sumatera yang berkulit putih wajahnya mirip orang bule AS-Eropa. Coba perhatikan sinetron-infotainment mayoritas artis adalah pribumi Jawa-Sunda kulit putih jadi wajahnya mirip bule AS-Eropa. Ada artis Jawa asli yang wajahnya mirip Zac Efron, ada artis asli Batak yang wajahnya mirip Kirsten Dunst, ada presenter asli Padang wajahnya miuip Tom Cruise. Pribumi Jawa-Sunda-Sumatera meski berkulit cokelat tapi bentuk wajahnya mirip orang bule AS-Eropa. WNI Tionghoa kaya sebagai eksekutif swasta seperti Astra-BCA, pemilik ruko seperti di Glodok-Kelapa Gading atau konglomerat seperti Sukanto Tanoto penguasaan ekonomi WNI Tionghoa 20% di sektor swasta usaha besar, 80% ekonomi dari usaha mikro-kecil-menengah-PNS-TNI-POLRI-BUMN-artis-seniman-dokter-dosen-pengacara-buruh-tani mayoritas WNI Pribumi. 200 orang Indonesia kaya dengan harta Rp. 300 Milliar-Rp. 20 Trilliun mayoritas WNI Tionghoa. 190.000 orang Indonesia kaya dengan harta Rp. 1 Milliar-Rp. 300 Milliar mayoritas WNI Pribumi pejabat negara-pejabat BUMN-artis-dokter-pengacara-pengusaha daerah dll. 90% WNI Tionghoa pedagang sederhana di toko kecil. Persentase artis-model mungkin 60% pribumi kulit cokelat yang pakai pemutihan, 25% pribumi asli kulit putih, 5% WNI keturunan Eropa untuk tokoh utama, 8% pribumi kulit cokelat tetap kulit cokelat untuk pemeran orang miskin, 2% WNI Tionghoa. Pribumi yang dipakai adalah etnis Jawa, Sunda dan Sumatera.

  11. Agustus 6, 2009 8:29 PM

    Selamat jalan mbah Surip
    Semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT dan diampuni segala dosamu…. Amin

    I Love You FUll mbah….

    http://www.batikmabrur.com

  12. septya kaunang permalink
    Agustus 8, 2009 1:54 PM

    belum puas rasanya menikmati kejenakaan Mbah Surip…
    namun,keburu pergi utk selamanya…
    org yg punya kharismanya sendiri…
    yg bisa membuat kita tersenyum bahagia lwat karyanya…

    selamat jalan Mbah Surip..
    Semoga diGendong oleh Tuhan Yg MAha Esa…

    ha…ha…ha…

  13. aitul abidin permalink
    Maret 31, 2012 6:31 PM

    itu ayat-2 tuhan yg tidak tertulis, mudah-2an menjadi iktibar bagi kita semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: