Skip to content

Pilpres 8 Juli 2009 di Tunda?

Juli 6, 2009

Pemilihan  Umum  untuk  memilih  Presiden  dan  Wakil  Presiden  merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan dari pernyataan UUD 1945 yakni kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945. Pemilihan Presiden  harus dilaksanakan  secara  demokratis  dan  beradab  melalui  partisipasi rakyat seluas-luasnya berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Hal ini tertuang khususnya pasal 6A UUD 1945 dan diundangkan dalam UU 42/2008 tentang Pilpres.

Salah satu paramater kesuksesan pemilu adalah partisipasi yang besar masyarakat, bebas dari intervensi dan politik uang,  kejujuran (tidak curang) dan yang pasti adalah aman. Daftar Pemilih Tetap menjadi salah satu faktor kunci sukses Pilpres. Dan kita tahu bahwa Pileg April 2009 bermasalah karena masalah DPT dan tingginya angka golput yang mencapai 66.7 juta suara.

******************

Masalah DPT berulang kembali di Pemilu Presiden 2009.  Dan masalah DPT mulai terungkap satu minggu menjelang 8 Juli 2009. Parahnya, KPU belum memberi daftar nama DPT kepada Bawaslu dan belum diumumkan ke publik. Mestinya agar mendapat feedback/rekomendasi agar DPT tidak bermasalah, semestinya KPU memberi kepada Bawaslu. Karena pada hakikatnya, DPT harus sudah ditetapkan paling lambat 30 hari sebelum Pemungutan suara yakni 8 Juni 2009. Berdasarkan UU 42/2008 pasal 29  ayat 5 : Daftar  Pemilih  Tetap  Pemilu  Presiden  dan  Wakil  Presiden harus  sudah  ditetapkan  30  (tiga  puluh)  hari  sebelum  pelaksanaan  pemungutan  suara  Pemilu  Presiden  dan  Wakil Presiden.

Menanggapi masalah DPT ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini, mengakui banyak masalah dalam DPT, namun Bawaslu tak bisa mengawasi karena KPU tidak memberikan DPT. “Bagaimana kita memberi rekomendasi kepada KPU, wong kita sendiri tidak diberi KPU,“.  Bawaslu hanya mendapatkan Keputusan KPU Nomor 302/KPTS/KPU/2009 tentang Penetapan Rekapitulasi DPT secara Nasional Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009 pada Rabu 1 Juli 2009 kemarin. Di dalamnya itu hanya berisi rekapitulasi DPT dari 471 kabupaten sebanyak 176.367.056 pemilih. “Tidak ada daftar nama, apakah ada nama ganda, mana kita tahu, kita tidak punya daftarnya,” katanya.

Sebagai badan pelaksana pemilu,  Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, DPT masih mungkin diperbaiki hingga menjelang pemungutan suara berlangsung yakni pada 8 Juli 2009, dan pihaknya terbuka terhadap masukan yang disampaikan tim kampanye pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. Namun pada akhirnya ia mengatakan bahwa data DPT yang dilaporkan tim kampanye dari pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto tersebut berbeda dengan DPT resmi KPU. Dan mengatakan data yang disampaikan dari tim Mega-Prabowo dan JK-Win tidak benar.

Berbeda dengan Bawaslu,pasangan capres-cawapres Mega-Prabowo dan JK-Wiranto menyerukan agar pelaksanaan Pemilu Presidan 2009 ditunda sampai persoalan DPT diselesaikan oleh KPU terkait dugaan adanya pemilih ganda. Pernyataan ini ditindaklanjutin dengan pertemuan kedua pasangan  pada 5 Juli 2009 malam untuk membahas DPT. Pembahasan masalah DPT dilakukan di rumah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai tuan rumah.

Pilpres Ditunda?

Pertemuan pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto di kediaman Ketum PP Muhammadiyah, menghasilkan pernyataan bersama dengan isi :

  1. Presiden Negara Republik Indonesia dan Komisi Pemilihan Umum harus memberikan jaminan hak sipil dan politik warga negara dalam pemilihan umum. Jaminan ini diwujudkan dengan menyediakan mekanisme bagi warga negara yang memiliki hak pilih, namun tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap untuk tetap dapat menggunakan haknya untuk memilih dengan menggunakan KTP berdasarkan keputusan KPU.
  2. Mendesak KPU untuk mengumumkan daftar pemilih tetap dengan memberikan DPT kepada Bawaslu dan Ketua RT guna memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilih telah terdaftar dalam DPT.
  3. Merekomendasikan kepada Bawaslu untuk melakukan pengecekan DPT dengan bekerja sama dengan pengamat pemilu independen dan tim kampanye guna memastikan tidak ada lagi pemilih fiktif, pemilih ganda, dan memastikan setiap pemilih terdaftar dalam DPT.
  4. Sekurang-kurangnya ada empat alasan yang mengarah dugaan kuat bahwa KPU tidak independen
    a. DPT seharusnya selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari H sudah ditetapkan ternyata tidak diumumkan kepada publik
    b. Banyak pemilih yang masih belum terdaftar sampai hari ini.
    c. Masih banyak DPT yang ganda
    d. Sosialisasi yang dilakukan KPU tidak netral.

Dan pada bagian akhir tercantum : Mendesak KPU untuk menyelesaikan segala persoalan di atas selambat-lambatnya 1×24 jam sejak disampaikan saat ini. Jika tidak, kami menyarankan agar KPU menunda pilpres sampai KPU dapat menyelesaikan persoalan itu.

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, bila KPU berani mengambil keputusan untuk menunda pemilihan presiden 8 Juli mendatang, maka KPU mendapat kesempatan untuk berbenah diri.  Banyak yang bisa diperbaiki oleh KPU diantaranya membersihkan data terutama pemilih-pemilih fiktif yang selama ini jadi persoalan, tidak hanya tim sukses, tetapi juga masyarakat.

“Isu penundaan pemilihan presiden merupakan efek dari DPT yang tidak beres. Karena itu sebaiknya KPU mendengar apa yang disampaikan masyarakat untuk menunda hingga dua (2) minggu….. Bila KPU tetap memaksakan untuk menjalankan pemilu 8 Juli tetap dipaksakan, yang terjadi sejarah akan mencatat, pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang reformasi bangsa Indonesia. Itu artinya, kualitas demokrasi Indonesia justru menurun, padahal tahun 1999 Indonesia mendapat pengakuan dunia.”
Ray Rangkuti — pengamat politik –  5 Juli 2009.

“…jika mau melakukan langkah drastis, pemerintah bisa mengeluarkan peraturan pengganti Undang-Undang (Perpu) [red. KTP untuk memilih]….Perpu bisa dilakukan untuk menyelesaikan beberapa persoalan seperti warga negara yang tidak mempunyai hak pilih agar bisa memilih.”
Nur Hidayat Sardini Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) –  5 April 2009.

“…meski ada masalah DPT pemilihan presiden tetap harus berlangsung, tidak perlu adanya penundaan waktu….. akan sangat percuma, apabila penundaan pemilihan presiden menunggu persoalan DPT beres….Bisa menabrak jadwal  ainnya,”
Hadar Gumay -Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) – 5 Juli 2009.

**********

Menurut saya, semestinya ketiga pasangan capres-cawapres harus duduk semeja membahas hal ini. Dengan tidak mengikutsertakan pasangan SBY-Boediono akan memberi kesan negatif pada pihak Mega-Prabowo dan JK-Wiranto bahwa saran untuk meminta penundaan Pilpres lebih dikarenakan alasan elektabilitas  pasangan mereka yang relatif rendah dibanding SBY-Boediono. Disisi lain, ketidakikutserataan SBY-Boediono dalam masalah DPT memberi kesan bahwa SBY-Boediono tidak peduli masalah DPT dan bisa menjadi senjata bagi pihak lawan bahwa pemilu 8 Juli 2009 penuh kecurangan. Padahal pada kenyataanya, Megawati sebelumnya sudah menghubungi tim SBY-Boediono yakni Hatta Radjasa untuk bersama-sama mengatasi masalah DPT. [detik]

Hal kedua, menurut saya sebaiknya Presiden mengeluarkan Perpu untuk memperbolehkan pemilih hanya dengan menggunakan KTP, dengan sistem pelaksanaan ketat (jari diberi tinta, jika bisa jidatnya sekalian he….). Sebisa mungkin pilpres tidak ditunda, yang diperlukan adalah keputusan yang tegas, bijak dan cepat. Untuk menentukan ini, maka sudah semestinya ketiga pihak yang berkompetisi Mega-Prabowo, SBY-Boediono, JK-Win duduk bersama dan menyetujui secara aklamasi tentang penggunaan KTP sebagai syarat memilih (masih tetap menggunakan DPT). Hal ini harus disepakati juga oleh KPU, Bawaslu dan unsur-unsur terkait.

Bagaimana pendapat Anda? Setujukah pilpres ditunda atau penggunaan KPT saja?

Salam Nusantaraku,
ech-wan, 6 Juli 2009

Cumat Mengingatin ke KPU saja :

Pasal 207 UU 42/2008
Setiap  anggota  KPU,  KPU  provinsi,  KPU  kabupaten/kota,  PPK,  PPS,  dan  PPLN  yang  tidak  menindaklanjuti  temuan  Bawaslu,  Panwaslu  provinsi,  Panwaslu  kabupaten/kota,  Panwaslu  kecamatan,  Pengawas  Pemilu  Lapangan,  dan  Pengawas  Pemilu  Luar  Negeri  dalam  melakukan  penyusunan dan  pengumuman Daftar  Pemilih  Sementara perbaikan  Daftar  Pemilih  Sementara, penetapan  Daftar  Pemilih  Tetap,  yang  merugikan  Warga  Negara Indonesia  yang memiliki hak pilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam)  bulan  dan  paling  lama  36  (tiga  puluh  enam)  bulan dan denda paling  sedikit  Rp6.000.000,00  (enam  juta  rupiah)  dan paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

Hmmm….andai saja jika hak setiap warga negara tidak dapat dipenuh oleh anggota KPU, maka jika ada 5 juta warga negara tidak dapat menggunakan hak pilih, maka anggota KPU didenda Rp Rp 180 miliar…  Maka, anggota KPU akan mengeluarkan segala daya upaya untuk mendaftarkan warga negara belum terdaftar dalam DPT. 🙂

Sumber Referensi
Bila Pilpres Ditunda, KPU Bisa BerbenahBawaslu: Pemerintah Bisa Keluarkan Perpu DPTCetro: Percuma Tunda Pilpres Demi DPTIni Dia Pernyataan Bersama Mega-JK—–Mega-Pro dan JK-Win Bertemu Bahas DPT
Mega Akui Sudah Menghubungi Hatta Radjasa

17 Komentar leave one →
  1. olivia r permalink
    Juli 6, 2009 4:06 AM

    Skenario Menakutkan Pemilu 2009
    Oleh penegaknkri – 5 Juli 2009 – Dibaca 870 Kali –

    Para Intelek yang terhormat,

    Sayang perkataan Sinyo Andi Malarangeng bahwa Indoensia dan pancasila sudah dikalahkan oleh blackberry dan internet mania memang terbukti. Tidak ada lagi yang sensitif melihat dan merasakan ancaman kepada ke-Indonesiaan karena terlalu sibuk dengan diri sendiri. Tapi yang Sinyo Andi lupa, teknologi bisa menyelamatkan pancasila.

    Sudah lama saya juga menunggu untuk berbagi paket terlampir tapi selalu takut tidak ada yang percaya dan beranggapan seperti kalian menanggapi kebocoran email memanas ini. saya takut demokrasi tengah berusaha dibunuh di republik ini dengan cara-cara yang lebih jahat dari kecurangan. dokumen pilkada jatim di bawah ini sudah lama saya dapatkan dan saya percaya sudah beredar di beberapa teman secara terbatas, namun belum ada yang berani menyuarakan kekhawatirannya. pada saat membaca dokumen ini, saya awalnya percaya bahwa kekacauan DPT pada pilkada Jatim murni desain yang dilakukan oleh elit daerah. Tetapi setelah saya membaca bocoran email Andi mallarangangeng di Kompasiana ini, logika baru mulai terbangun. saya jadi percaya bahwa desain kekacauan Pilkada Jatim hanyalah satu dari sekian skenario yang telah dan akan dilakukan dalam Pilkada dan Pemilu. lewat public blog ini saya berbagi kekhawatiran dengan kawan-kawan sekalian.

    Free Image Hosting at http://www.ImageShack.us

    Lebih lengkap bisa diunduh di http://www.box.net/shared/3evgoydy7o

    (copas) http://public.kompasiana.com/2009/07/05/skenario-menakutkan-pemilu-2009/

  2. Juli 6, 2009 8:32 AM

    Kenapa “Pasal 207 UU 42/2008” engak bunyi yach?
    Respon KPU dalam menanggapi setiap temuan, kritikan dari pihak luar .. sepertinya mereka ngak care .. malah cenderung “sok berkuasa” n “sok benar sndiri” ..
    Jadi ngak sabar liat episode selanjutnya … 🙂

  3. Juli 6, 2009 9:12 AM

    Njrit, aku muak e liat ketua KPU dan petinggi KPU lainnya 👿

  4. Juli 6, 2009 9:26 AM

    KPU cuma jadi alat penguasa, padahal tanggung jawabnya demikian besar. bila ia gagal, maka dapat dipastikan apa yang menimpa Iran akan terjadi pula di Indonesia.

  5. Juli 6, 2009 1:44 PM

    Mau komplain harusnya sejak 8 Juni bulan lalu. Sekarang, 8 Juli sudah di depan mata. Mana mungkin mendadak ditunda??

  6. chicha susan permalink
    Juli 6, 2009 3:19 PM

    Tutup mata atas kisruh DPT di KPU yang sampai kini belum tuntas adalah suatu cerminan menghalangi proses demokrasi yang jujur, adil dan tanpa rekayasa. Menunda pilpres 4 atau 5 hari tidak ada masalah, jika tidak mau dikatakan PEMILU CACAT HUKUM…. terimakasih!

  7. ahmad permalink
    Juli 6, 2009 3:56 PM

    saya sangat heran, DPT kali ini bukannya tambah baik malah tambah hancur.., pengalaman saya pada pemilu-pemilu sebelumnya sy selalu mendapatkan surat pemberitahuan (mulai dari saya memilih pertama sampai terakhir pemilihan legislatif), justeru pilpres kali ini saya tdk mendpt surat pemberitahuan, ada apa???

  8. Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu permalink
    Juli 6, 2009 4:21 PM

    kpu harus sadar bahwa mereka bukan segalanya.
    rakyatlah yang memegang peranan.

  9. Juli 6, 2009 6:03 PM

    Breaking News
    MK: Bisa memilih dengan membawa KTP
    http://www.tribun-timur.com/read/artikel/37219

  10. Abdul Gani DH permalink
    Juli 6, 2009 10:19 PM

    hati-hati dengan para pelaku yang ingin merusak konsentrasi KPU, tetap konsisten agar dipercaya rakyat okey…

  11. Juli 6, 2009 11:47 PM

    Mari kita ikhtiarkan Pilpres tidak Satu Putaran..

    Juragan-Juragan semua mempunyai hak untuk menentukan Nasib Bangsa Ini dalam 5 tahun ke depan..

    latih terus memori anda sebelum anda menentukan pilihan pada 8 juli mendatang..

    Jayalah Bangsa Indonesia…

    Salam aNak Bangsa..

    Salam Perubahan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/04/lagi-dan-lagi-iklan-mega-pro-ditolak-video/

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/04/inilah-yang-membuat-bangsa-indonesia-tidak-maju-maju/

    • Juli 7, 2009 12:01 AM

      Wah….sebaiknya kita ikhtiarkan pemilu yang bersih, cerdas, dan bermartabat.
      Satu putaran atau dua putaran adalah hasil. Proses yang kita raih, bukan hasil yang kita tentukan.
      Terima kash.

  12. Juli 7, 2009 2:58 AM

    menarik untuk dibedah, ditunda atau tidaknya pilpres sama saja ketika mereka terpilih rakyat tetap sengsara.Sesngguhnya Sistem ekonomi kita yang harus dirubah

  13. Juli 7, 2009 2:22 PM

    gak jadi di tunda kan?

  14. Juli 9, 2009 7:44 AM

    Akhirnya terbukti bahwa bangsa Indonesia bijak dan cerdas karena tidak melupakan sejarah dan masa lalu. Jangan sampai GOLKAR bangkit dan order baru berkuasa kembali. Lanjutkan….
    http://kumpulan-ptc-ok.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: