Skip to content

Lagu Indonesia Raya Di-Amerika-kan pada 4 Juli 2009 di Gelora Bung Karno

Juli 6, 2009

Garuda Pancasila

Pada tanggal 4 Juli 2009, di Gelora Bung Karno yang dibangun Presiden Bung Karno, untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Indonesia Raya diubah aransemennya sehingga menyerupai Star Spangled Banner, lagu kebangsaan AS yang pada hari bersamaan merupakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli 1776). Patutkah aransemen lagu kebangsaan kita Indonesia Raya diubah seperti itu? Atau acara tersebut memang untuk merayakan hari kemerdekaan AS?. Begitulah pesan tersirat yang disampaikan ke detik.com pada hari Sabtu, 4 Juli 2009.

Seperti kita ketahui, pada tanggal 4 Juli 2009, SBY-Boediono melakukan kampanye akhirnya terbesar dan termegah di Gelora Bung Karno. Ada 6 kejanggalan yang diungkap oleh bocahndeso di kompasiana:

  1. Entah kebetulan atau sengaja, SBY-Boediono dan timnya  ikut merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Padalah pada hari peringatan kemerdekaan AS, Korea Utara justru  menguji coba tujuh buah peluru kendali balistiknya yang diperkirakan mempunyai jarak jangkauan sampai 1.300 kilometer.
  2. Di Gelora Bung Karno, pada 4 juli 2009 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat, entah kebetulan atau sengaja, di kampanyenya SBY-Boediono, lagu kebangsaan Indonesia Raya juga dinyanyikan dengan gubahan aransemen yang baru sehingga menyerupai aransemennya lagu kebangsaan Amerika Serikat.
  3. Kebetulan juga SBY ini juga didukung oleh partai yang namanya sama dengan partainya Presiden Amerika Serikat, yaitu Partai Demokrat.
  4. Entah kebetulan atau entah sengaja, selama kampanyenya dekorasi yang menghiasi panggung kampanye SBY Boediono juga didomonasi oleh warna Biiru-Merah-Putih dengan hiasan beintang-bintang.
  5. Entah sengaja atau tidak sengaja, jika melihat ornamennya ini membuat banyak kalangan menjadi terpresepsikan menyerupai gaya kampanyenya Obama, serta terbayangkan bendera Amerika Serikat.
  6. Lagi-lagi, entah kebetulan atau entah sengaja, SBY juga dikenal dengan ucapannya “I love the United States with All its Faults. I consider it My Second Country “. Kalimat ini diucapkkannya sewaktu menjabat sebagai Menko Polkam saat diwawancarai Herald Tribune pada saat berkunjung ke Amerika Serikat tahun 2003 yang telah silam.

Dari 6 kejanggalan tersebut, hanya poin ke-2 yang akan menjadi perhatian saya. Karena bisa saja 5 hal lain merupakan kebetulan. Namun, kesalahan poin 5 tidak bisa ditolerir. Yang sangat aneh adalah pernyataan seorang politikus papan atas Partai Demokrat. Ketua DPP Partai Demokrat Anas UrbaningrumLagu Indonesia Raya juga dinyanyikan utuh, lengkap dan tartil. Quran saja justru indah kalau dibacakan oleh qori’ atau qori’ah. Lagu Indonesia Raya mestinya tidak turun pangkat kalau dinyanyikan oleh penyanyi dengan sedikit tambahan improvisasi indah. Saya yakin sang penyanyi, Rio, juga tidak bermaksud aneh-aneh dan bergaya“.

Saya tidak tahu apakah Bung Anas tidak memahami makna dari lagu kebangsaan Indonesia, tidak memahami peraturan perundangan Negara Indonesia, atau sudah tidak mengerti akan landasan hukum yang jelas bagi Lagu Kebangsaaan Indonesia. Padahal, pada tahun 2006, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya gagal diterbitkan dengan aransemen ulang oleh  grup band Cokelat. Rencana itu gagal karena dilarang oleh Sekretariat Negara. Menurut salah seorang personil grup band Cokelat, Pihak Setneg melarang karena ada aturan-aturan khusus yang diberlakukan untuk membawakan Indonesia Raya.

Sebetulnya, kami sudah menggarap Indonesia Raya dengan aransemen baru. Tapi, pihak Setneg (Sekretariat Negara) mengimbau sebaiknya kami tidak merilis Indonesia Raya versi kami itu, karena sangat mungkin itu akan menimbulkan kontroversi, mengingat lagu kebangsaan itusakralbagi bangsa ini,” demikian papar Edwin salah seorang personil Cokelat seperti yang dirilis oleh Kompas.Com

*************

Bendera Merah Putih

Lebih jauh daripada itu, mari kita telusuri pembelaan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan falsafah hukum yang melandasi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Pasal 36B UUD 1945 menyatakan lagu Kebangsaan Republik Indonesia adalah Indonesia Raya. Lagu Indonesia Raya ditulis dan diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman. Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan “lagu kebangsaan” di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po.

Setelah dikumandangkan tahun 1928, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya.  Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka ikuti lagu itu dengan mengucapkan “Mulia, Mulia!”, bukan “Merdeka, Merdeka!” pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan. Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.

Sebagai lagu kebangsaan, Presiden Soekarno mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 dengan ringkasan isinya sebagai berikut:

Pasal 5 PP 44/1958, Lagu Kebangsaaan (Indonesia Raya)  dilarang untuk:

  1. Menggunakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya untuk reklame dalam bentuk apapun juga.
  2. Menggunakan bagian-bagian daripada Lagu Kebangsaan dalam gubahan yang tidak sesuai dengan kedudukan Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.

Pada Bab V PP 44/1958 tentang Tata Tertib dalam Penggunaan Lagu Kebangsaan, khususnya Pasal 8, disebutkan:

  1. Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan/dinyanyikan pada waktu dan tempat menurut sesuka-sukanya sendiri.
  2. Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini.

Pada Bab V PP 44/1958 tentang Tata Tertib dalam Penggunaan Lagu Kebangsaan, khususnya Pasal 9, disebutkan:

Pada waktu Lagu Kebangsaan diperdengar/dinyanyikan pada kesempatan-kesempatan yang dimaksud dalam peraturan ini [red. acara resmi, penaikan/penurunan bendera, menghormati kepala negara], maka orang yang hadir berdiri tegak ditempat masing-masing. Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisani member hormat dengan cara telah ditetapkan untuk organisasi itu. Mereka yang tidak berpakaian seraga, memberi hormat dengan meluruskan lengan kebawah dan meletak tapan tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala sorban dan kudung atau topi wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.

Tentang segala bentuk infiltrasi asing dalam nilai kebangsaan Indonesia.
Salam Indonesiaku,
ech-wan,  6 Juli 2009

Referensi:
UU 44/1958 (klik kanan save as)
Detik.com —- Detik.com 2 —- Wikipedia —- Publik Kompasiana —- Publik Kompasiana 2

Iklan
33 Komentar leave one →
  1. Juli 8, 2009 12:08 PM

    kalau lagu bisa dirubah-rubah gayanya, gimana kalau bendera merah putih dirubah dikit, bukankah merah putih banyak dipakai oleh negara lain, supaya nggak sama dibedakan gayanya, coba kita lihat reaksi masyarakat, habis ente digebukin….:)

    emangnya aransemen yg selama ini nggak gaya ya, nggak keren, nggak cool…?dipertanyakan lagi tuh orang2 yg bermental seperti itu.

  2. geulist133 permalink
    Juli 8, 2009 12:51 PM

    tapi iya sih, kok Jurnalis Kritis Indonesia ‘belum’ Mengkritisi hal ini? Atau memang sengaja ada Uang tutup mulut?

    Tapi SBY kan lulusan terbaik sekolah militer Amerika, mungkin itu penyebab mengapa dia ‘Mencintai Amerika Serikat dengan segala kesalahannya’ hal yang normal sih, cuma kalo sampe bawa bawa Lagu kebangsaan tidak baik itu pak!

  3. irwan permalink
    Juli 8, 2009 1:17 PM

    itulah penguasa, saat rakyat harus tunduk dengan peraturannya, mereka justru bisa dengan mudah mengubah peraturan tersebut demi kepentingannya….

    seberapa kritis kita dalam memilih pemimpin hari ini?
    masa depan ada di tangan kita!!

  4. Juli 8, 2009 1:19 PM

    SBY sementara unggul di semua quick count..menyedihkan
    tv one juga melakukan penngumuman yang sangat tidak tepat menurut saya :
    http://romailprincipe.wordpress.com/2009/07/08/blunder-pooling-tv-one-8juli-2009-jam-1041/

  5. pisangkipas permalink
    Juli 8, 2009 4:02 PM

    Tidak apalah, Indonesia masih belajar berdemokrasi. Mayoritas rakyat Indonesia masih memilih pemimpin berdasar perasaan: suka dengan pembawaan yang kalem, tidak suka berdebat, teraniaya, dan kadang rasa kedaerahan kuat (yang ini cenderung melemah kecuali ada yang manas-manasi). Padahal kalau benar-benar memilih orang, entah itu ketua RT, kepala kampung, sampai Presiden dan anggota legislatif haruslah berdasarkan apa yang ditawarkan olehnya untuk rakyat, contohnya program yang jelas dan terukur. Tentang improvisasi lagu, kembalikan saja pada pendengar, suka atau tidak suka dengan nada itu ya itu urusan rakyat. Seperti bahasa, jika ada kata baru yang familier dan banyak digunakan di masyarakat maka idealnya kata tersebut dimasukkan dalam kamus karena itu kesepakatan bersama. Kita harus selalu terbuka dengan perubahan yang seharusnya kita ikuti.
    Jika pilihan nada lagu kebangsaan, bendera, pemimpin, wakil rakyat, kata, dll. tersebut dikemudian hari ber-efek negatif bagi generasi selanjutnya yah.. bagi yang merasa pernah memilih hal itu lebih bagus untuk mengakui bahwa itu kesalahan diri sendiri. Beratnya, budaya mengakui kesalahan di masa lalu jarang dimiliki oleh kita. Dan ini terulang dan terus terulang tanpa memperhatikan nasib generasi selanjutnya.
    Kalau sudah pokoknya A ya A, tidak bisa diganti dengan B karena kita pakai perasaan dan kurang mengedepankan logika berpikir. Lalu, sampai kapan kita membodohi diri sendiri tanpa mengoptimalkan akal kita? Itu kembali pd kesadaran bangsa ini kalau mau maju.

  6. Juli 8, 2009 7:19 PM

    wuih, emang begitu, ya? wah, saya tidak memperhatikan, e…

    nasionalisme mereka tuh ada dimana, sik?

  7. dqdqdq permalink
    Juli 8, 2009 7:47 PM

    sebaiknya setelah perayaan 4 juli itu selang 1 menit, segera Rio diperingatkan agar menggelar jumpa pers konfirmasi permintaan maaf. Untuk nomor 6 di atas saya berpendapat kata2 itu dari si rangeng-rangeng atau siapalah namanya, dengan penyesuaian logat Bpk SBY supaya bangsa Amrik juga berpendapat kalau pimpinan negara kita sejalan pikirannya dengan ‘mereka’. maksudku tim sukses sby = tim sukses obama

  8. rakyat kecil permalink
    Juli 16, 2009 11:17 PM

    IndonesiaKu Murtad dari UUD, Panca Sila dan Indonesia Raya… namun yang murtad merasa paling bangga dengan apa yang dilakukannya.. Sebaiknya rakyat indonesia siap-siap mennti kehancuran Negara Ini.

    Mari kita lihat mulai dari Lagu Indonesia Raya; semenjak pertama kali Indonesia Raya dikumandangkan sebelum merdeka sampai saat ini mungkin banyak para oknum pejabat Negara dan rakyat tidak yakin Indonesia ini tanah airnya, karena ada yang merasa bangga dengan Negara asing dan bahkan melecehkan negaranya sendiri tetapi aneh senang tinggal di Indonesia, dan ini sungguh ironis dan tragis ternyata masih banyak orang-orang munafik dan melupakan penyataan diri sendiri. Kemudian yang luar biasa ada orang Indonesia merasa sebagai alumni dari Negara asing dimana dia pernah tinggal atau sekolah dan telah melupakan kampung halamannya seakan-akan dia tidak perduli terhadap bangsa dan negaranya untuk maju namun sebaliknya justru orang tersebut untuk menekan negara sendiri supaya negara asing dapat dengan leluasa menikmati kekayaan Negara Republik Indonesia dengan berbagai upaya dan cara, dimana pelakunya orang Indonesia yang pernah tinggal atau sekolah dinegara tersebut dengan dalih untuk kebutuhan bangsa padahal dia menyadari bahwa perbuatan tersebut adalah jelas menjual bangsa dan negaranya kepada negara asing. Jika ada anak bangsa yang sangat mencintai dan membela serta ingin memajukan Indonesia malah dimusuhi dan dianggap extrim bahkan dituduh teroris karena tidak berpihak kepada negara barat yang disayangi oleh oknum alumninya itu.

    Berbeda dengan putra-putra terbaik bangsa terdahulu, dua diantaranya adalah Mohammad Hatta dan Sumitro sebagai alumni Belanda tetapi mereka berdua tidak membela alumninya bahkan melawan Belanda untuk Indonesia Raya karena mereka Asli Bangsa Indonesia dan menyadari Menjadi pandu Ibu Pertiwi sehingga Indonesia diakui kemerdekaan dan kedaulatannya oleh Negara di dunia.

    Diakui kebenarannya atau tidak dunia barat mengkawatirkan Indonesia maju karena mempunyai kekayaan sumber daya bumi dan Manusia yang cerdas dan pintar “JIKA INDONESIA DITATA DENGAN BAIK AKAN MENJADI NEGARA KETIGA DIDUNIA DIBIDANG EKONOMI, ILMUPENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI” untuk itulah kemudian Negara Barat menanamkan pesan kepada para oknum alumninya agar membuat bangsa Indonesia tidak maju dengan cara dipelihara tetap bodoh “Keep them stupid” dan tidak berharga, kemudian Mereka dengan leluasa mengambil hasil bumi Indonesia secara mudah melalui tangan-tangan oknum alumninya, dengan tanpa disadari oleh bangsa Indonesia. Berbagai cara agar bangsa Indonesia tetap bodoh yaitu dengan membuat biaya sekolah menjadi mahal dengan maksut agar mayoritas rakyat Indonesia cukup sampai SLTA saja sehingga bangsa Indonesia hanya menjadi kuli. Ini dibuktikan dengan berhasilnya Perguruan Tinggi Negeri lebih mahal dari swasta padahal awalnya Perguruan Tinggi negeri dibangun dengan biaya Negara alias uang rakyat bahkan hutang yang harus dibayar oleh rakyat, kemudian tidak pedulinya pemerintah dengan SDM yang cerdas tak satupun bibit bangsa yang juara Olimpiade ilmu pengetahuan disambut oleh Negara dan diberi bea siswa agar bisa sekolah gratis di Republik ini, sedangkan dinegara maju sekolah disubsidi Negara malah ada yang tanpa biaya. Diadakan Ujian Nasional dengan target hanya satu jenjang saja, kelulusan satu jenjang ditentukan oleh pemerintah tanpa melihat kondisi dilapangan dan bukan target masuk perguruan tinggi agar Bangsa Indonesia menjadi kuli saja. Kemudian ikut dengan barat mengecam Umat Islam agar bangsa ini terpecah.

Trackbacks

  1. 2010 : INDONESIA RAYA bukan keong racun « TERANG BENDERANG
  2. 2010 : INDONESIA RAYA bukan keong racun | Words Photos World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: