Skip to content

Dengan Fakta, Kwik Kian Gie Sudah Menang Debat Boediono

Mei 26, 2009

Tulisan Faisal Basri (FB)  “Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal” dan “Hantu : Neoliberalisme vs Ekonomi Kerakyatan” yang berusaha menyangkal seraya membela bahwa kebijakan Boediono  tidak pernah membela kepentingan IMF di Indonesia tentu mendapat penyangkalan kembali oleh mereka yang pernah duduk bersama dengan Boedionjo. Tulisan FB tersebut seolah memberi sinyal bahwa “idealisme Faisal Basri” telah dibeli oleh  “politik” atau dengan bahasa nakalnya “FB sudah bosan melarat”.

Dr. Drajad H. Wibowo, satu-satunya anggota DPR yang tidak memberi suara kepada Boediono sebagai Gubernur BI dengan perbandingan suara 45 dari 46 anggota komisi. Drajad H Wibowo paham betul adanya sumbangsih kebijakan Boediono dalam BLBI ketika ia duduk di BI,  penjualan bank-bank BPPN bersama obligasi rekap, dan agenda privatisasi 48 BUMN di tahun 2004. Dan terakhir adalah Kwik Kian Gie, Kwik menantang cawapres Boediono untuk berdebat mengenai neoliberalisme dan prakteknya di Indonesia selama ini untuk membuktikan kemana komitmen ekonomi Boediono yang sebenarnya.

Pernyataan Kwik untuk menantang debat dengan Boediono disambut Tim Sukses SBY-Boediono, Andi Arif (mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik – PRD) mengatakan Kwik lebih neolib daripada Boediono. Ia bahkan mengatakan Kwik tidak berbuat apa-apa ketika menjadi Menteri, “Alias makan gaji buta dalam bahasa kasarnya karena tidak mampu membangun kreatifitas. Kwik hanyalah bertipe birokrat ketimbang ekonom ketika memimpin Bappenas. Sebagai orang yg pernah gagal, seharusnya Kwik tidak layak berkomentar,. Ia menambahkan:
Dalam definisi Kwik, justru dialah yang neolib. Di jaman Kwik menjadi ketua Bapenas hutang tak berkurang. Justru faktanya Tim ekonomi sekarang lebih mampu menurunkan hutang…”Jadi kalau Kwik ingin berdebat dengan Boediono, dari segi apapun tak ada celah bagi Kwik untuk bisa membuktikan bahwa dia lebih mengerti ekonomi jika ukurannya adalah hasil kerja ketika menjabat“. [sumber]

Begitu juga Tim Sukses Boediono, M Chatib Basri, ia mengatkaan bahwa Kwik tidak layak berdebat karena ia melihat sepak terjang Kwik selama menduduki orang nomor satu di Bappenas, tidak ada satupun kebijakan yang pro terhadap rakyat kecil.  “Jadi untuk Pak Kwik nggak perlu berhari-hari karena dari awal sudah selesai. Pak Kwik gimana selama di Bappenas, counter kebijakannya seperti apa. Atau jangan-jangan nggak ngerti neo liberal itu seperti apa…..  “Privatisasi sebagian besar masih dimiliki negara, Pertamina, dan PLN. Jadi tidak ada argumen yang menyatakan kita serahkan semuanya kepada pasar“[sumber]

[update]

Begitu juga pernyataan Rizal Mallarangeng (juru bicara tim sukses pasangan SBY-Boediono) pada 26 Mei 2009  “Itu kan Kwik lagi bingung antara neolib atau Neozep (obat sakit kepala). Kwik lagi pusing saja, jadi berkunang-kunang harusnya kan minum Neozep, tetapi kok ngomong-nya neolib,” [kompas]

**********
Oke, saya akan berusaha menjawab pernyataan mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik dan Ekonom M Chatib Basri dan mantan capres independen Rizal Mallarangeng [abangnya Andi Mallarangen]. Mari kita flash back era tahun 1990-an, kemudian tahun 1998, lalu tahun 2000-an, 2002 dan kemudian 2004 dimana Kwik terlibat banyak hal. Sebelum menjadi menteri, Kwik sudah berkiprah dalam dunia tulis menulis di harian Kompas. Di era Gus Dur ia menjadi Menko Ekuin dan selalu memberi bargaining dalam setiap keputusan dengan IMF serta bertahap melepas dikte IMF dengan enggan menekan kontrak LoI IMF.  Prinsip ekonomi yang tidak ingin bergantung dengan asing menyebabkan rumor negatif berkembang dirinya, dan akhirnya ia terpaksa mengundurkan diri dari kabinet Gus Dur.

Setelah Megawati menjadi Presiden, Kwik dipercayai mengemban tugas sebagai kepala Bappenas. Prinsip ideologi nasionalisme yang melekat terhadap dirinya untuk membangun bangsa yang berdirikari menyebabkan ia selalu “dijauhi” dengan tim ekonomi era Megawati. Dan salah satu fakta realita yang menjadi pertanyaan besar bagi Mantan Ketum PRD dan M. Chatib Basri adalah penjualan saham-saham Bank BPPN yang menyebakan kerugian ratusan triliun bagi rakyat Indonesia serta menguntungkan ratusan triliun bagi para pemegang saham baru, obligor, bankir dan kapatilis asing.

Kwik Kian Gie


**********

Tulisan mengenai penjualan saham bank BPPN serta utang swasta yang disulap menjadi utang negara (utang najis) sudah saya tulis di Presiden Mega dan SBY : Pembuat & Pembayar Utang Najis dan  Utang Najis : Belajarlah dari Argentina!. Penjualan saham 51% saham BCA pada 14 Maret 2002 serta saham-saham bank-bank BPPN lain seperti Niaga, Permata, Danamon, Lippo, telah menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Berikut kesaksian Kwik dihadapan Panja BLBI [berita 27 Sept 2007] yang dibentuk DPR untuk mencari klarifikasi penyelesaian BLBI dan salah satunya adalah masalah penjualan saham di tahun 2002. Dalam RDP tersebut, undangan yang hadir hanyalah Kwiek Kian Gie dan Rizal Ramli yang pernah menjabat menjadi Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian. Sementara 3 orang lain yang diundang yaitu Boediono, Bambang Subiyanto dan Dorodjatun Kuntjorojakti tidak hadir dengan alasan berhalangan.

“Satu hari sebelum BCA dijual [13 Maret 2002] ada sidang kabinet yang dipimpin Megawati (Presiden) sama sekali tidak membicarakan penjualan BCA, tidak ada di agendanya. Tapi setelah sidang kabinet selesai jam 12 adalah Bapak Jusuf Kalla yang sebagai orang yang mengetahui ekonomi dan perdagangan dengan inisiatif mengumumkan, saudara-saudara urusan penjualan BCA merupakan urusan yang penting oleh karena itu saya sarankan supaya para menteri ini pulang makan dan jam 3 kumpul lagi Depkes, khusus mengenai masalah ini supaya tidak diketahui wartawan. Terjadilah diskusi, dan tentu terjadi perdebatan 1 lawan semua, saya tidak setuju bahwa BCA dijual besok dengan harga 5 triliun untuk 51 persen saham, di dalamnya ada tagihan pemerintah 60 triliun“.

Argumentasi saya ditentang oleh semua yang hadir, termasuk Boediono sebagai Menkeu, Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian, SBY sebagai Menkopolkam, Jusuf Kalla Menko Kesra. Jam 6 kita belum selesai rapat, Dorodjatun bilang akhiri. Laksamana (Menneg BUMN) bersama-sama dengan dia ke Megawati bilang bahwa BCA bisa dijual, saya tidak bisa mengendalikan emosi saya, dan marah mengatakan kalian bagaimana dan yang menenteramkan saya SBY, jadi yang menyetujui adalah Megawati dan ini menjadi saksi hidup sampai duduk di dalam kabinet,” paparnya. [detikfinance]

Catatan : Kwik menyampaikan ini pada tahun 2007, 2 tahun sebelum deklarasi SBY-Boediono. Dan kita bisa melihat siapa yang tetap konsisten. Dan Kwik Kian Gie diteror ketika memberi pengakuan kembali hal ini dalam Today Dialogue Mei 2008 [sumber]

**********

Tiga menteri itu menyetujui agar BCA segera dijual sementara Kwik tidak setuju. Alasan Kwik kalau BCA harus dijual, maka obligasi rekap pemerintah di BCA harus terlebih dulu dikeluarkan. Hal itu penting, karena dalam pandangan Kwik, semua obligasi itu hanya digunakan sebagai instrumen bukan obligasi yang sebenarnya. Obligasi rekap adalah salah satu klausul letter of intent yang disodorkan oleh Dana Moneter Internasional, IMF kepada Indonesia.

Jelas Kwik sebagai menteri tidak menyetujui penjualan saham-saham BPPN seperti BCA yang merugikan negara hingga ratusan triliun, transaksi yang akan menyengsarakan rakyat hingg saat ini. Bagaimana mungkin para menteri yang dianggap pro-rakyat bisa menyetujui penjualan 51% saham BCA ke Farallon Capital Partners (total 97%) yang merugikan negara paling sedikit 50 triliun? Bayangkan, pemerintah menjual 51% saham BCA seharga Rp 5 triliun yang di dalamnya terdapat Obligasi rekap atau surat utang pemerintah sebesar Rp 60 trilyun. IMF memaksa menjualnya kepada swasta dengan harga yang ekuivalen dengan Rp 10 trilyun untuk 100% saham. Jadi BCA harus dijual dengan harga Rp 10 trilyun, dan yang memiliki BCA dengan harga itu serta merta mempunyai tagihan kepada pemerintah sebesar Rp 60 trilyun dalam bentuk OR yang dapat dijual kepada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Seharusnya, bank-bank pesakit di masa krisis 97-98 mendapat obligasi rekap sementara, dan bila banknya sudah sehat, obligasi pemerintah bisa ditarik kembali. Namun rupanya setelah bank-bank itu sudah sehat dan bebas dari kredit macet, IMF mendesak bank-bank yang sudah sehat itu termasuk BCA harus dijual bersama obligasinya. Penjualan saham yang merugikan negara ini terjadi tanpa sepengetahuan Kwik. Kwi baru tahu keesokan harinya, ketika mayoritas saham BCA telah dijual kepada Farallon seharga Rp 1.775 per lembar saham atau total Rp 5,3 triliun meski di dalamnya terdapat tagihan pemerintah Rp 60 trilun. Melalui penjualan 51% saham BCA dan begitu juga Bank BPPN lainnya, berarti para menteri ini secara langsung telah membuat utang swasta (dalam obligasi rekap) menjadi utang negara. Itulah yang harusnya Andi Arif mengerti mengapa utang negara pada saat itu meningkat pesat??

Dan pada tanggal 14 Maret 2002, Kwik secara lugas tetap menolak perampokan uang rakyat dalam penjualan saham BCA bersama obligasi rekap yang disetujui oleh seluruh menteri yang ikut rapat pada 13 Maret 2002.

Meski sudah tahu penjualan saham BCA tak bisa dihalangi lagi, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Kwik Kian Gie menegaskan sekali lagi, ketidaksetujuannya tentang divestasi bank BCA, jika obligasi pemerintah yang melekat pada bank tersebut belum dikeluarkan.

“Bukan hanya divestasi BCA saja, tapi juga bank-bank lainnya,” kata Kwik usai sidang kabinet terbatas di Gedung Utama Sekretariat Negara Jakarta, siang ini. Kwik mengatakan, sejak dulu selalu menolak divestasi saham pemerintah yang ada di bank-bank sebelum obligasi yang ada di bank bersangkutan dibersihkan. [sumber]

**********

Saya tidak akan mengupas lebih jauh mengenai BLBI atau privatisasi antara Kwik Kian Gie dan Boediono. Bagaimana Boediono ketika menjabat sebagai Menkeu memiliki agenda luar biasa dalam privatisasi yang menjadi harapan besar bagi para agen neolib, IMF atau WordBank. Pada 28 April 2004, di depan Komisi IX DPR-RI, Boediono mengajukan usulan agar pada tahun 2004 ini dilakukan privatisasi 28 BUMN untuk dijual dan tujuh diantaranya diminta diprioritaskan pada tahun itu juga. Ketujuh BUMN itu adalah Bank Mandiri, BNI,  Tambang Timah, Aneka Tambang,  Tambang Batubara Bukit Asam, PTPN III, dan PT Merpati Nusantara Airlines. Ambisi menjual BUMN Boediono kandas oleh para anggota DPR.  [referensi]

Tidak hanya di era Megawati, di era Pemerintah SBY, Menko Ekonomi Boediono yang masuk dalam tim inti ekonomi mengagendakan pemerintah SBY-JK menprivatisasi 44 BUMN di tahun 2008. Jika tidak ada tokoh nasional dan politik yang membendung penjualan 44 BUMN yang sebagiannya adalah BUMN Strategis, maka ini akan menjadi agenda privatisasi terbesar sepanjangan sejarah Indonesia. [referensi] Seharusnya, M Chatib Basri mendokumentasi agenda-agenda privatisasi Boediono ini yang ditentang oleh para tokoh nasional? Meskipun pada akhirnya hanya sedikit BUMN yang berhasil dijual, namun kita harus lihat agenda-nya yang ditentang oleh khalayak ramai? Mungkin Bung Chatib Basri masih ingat bagaimana Krakatau Steel mau dijual,  namun akhirnya kandas?

Dari fakta realita diatas, maka seharusnya Tim Sukses Boediono M Chatib Basri atau Tim Sukses SBY-Boediono Andi Arif atau Rizal Malaranggeng Faisal Basri menjawab dulu, apakah mereka yang mendukung penjualan 51% saham BCA merupakan kebijakan pro-rakyat? Dan apakah mereka yang menolak penjualan BCA bersama Obligasi rekap adalah orang yang berpaham neo-lib? Sebagai orang partai ataupun ahli hitung menghitung, sangatlah ganjil bahwa menjual 51% saham berobligasi rekap 58 triliun hanya senilai 5.3 Triliun. Dan perjuangan Kwik menolak penjualan saham 51% saham BCA  yang merugikan negara dikatakan menerima gaji buta dan neolib? Sedangkan mereka yang mendukung penjualan 51% saham BCA yang merugikan negara justru orang pro-rakyat? Rakyat yang mana pak?

Tahukah bahwa dengan menjual 51% saham BCA bersama obligasi rekapnya, maka secara sah para pejabat negara menjadikan utang para bankir/obligor/kapitalis menjadi utang negara? Mengapa utang najis ini harus dibayar oleh rakyat miskin? Mari kita timang-timang, siapa yang lebih pro-rakyat dan mana yang lebih mementingkan kepentingan asing? Dari nama-nama diatas, maka siapakah diantara Kwik Kian Gie, Boediono, JK, SBY, Megawati, Dorodjatun, Laksamana Sukardi yang paling pro-rakyat hingga paling pro-kepentingan IMF/asing?

Justru saya akan membalik pernyataan ekonom M Chatib Basri “Jadi untuk Pak Boediono nggak perlu berhari-hari karena dari awal sudah selesai. Pak Boediono gimana selama di Menkeu, kebijakannya seperti apa. Fakta dan realitas berbicara. Atau jangan-jangan Pak Chatib nggak ngerti penjualan 51% BCA itu seperti apa dan tidak tahu bahwa negara dirugikan triliunan rupiah”. Dan yang pastinya, kebijakan Tim Ekonomi baik di era Mega maupun SBY dalam menangani utang najis, IMF, privatisasi jauh berbeda dengan seorang Néstor Kirchner, Sang Presiden Argentina.

Salam Perubahan,
ech-nusantaraku, 26 Mei 2009

Kwik adalah mantan Menko Perekonomian era Gus Dur dan Mantan Kepala Bappenas era Megawati. Ia juga mantan Ketua Litbang DPP PDIP. Baca juga wawancara Kwik oleh Warta Bisnis : IMF Digunakan untuk Menekan Presiden [Agustus 2003] dan tulisan Kwik: Apa Neo Liberalisme (NEOLIB) Itu? Bagian1 dan Biografi Kwik Kian Gie : Ekonom Nasionalis

76 Komentar leave one →
  1. Juni 2, 2009 9:11 PM

    Itulah neolib, bisa memebli siapa saja yang memang doyan dollar. Bahkan orang yang dulunya rasional dan idealis, bisa tiba-tiba kehilangan rasionalitas dan ide. tinggal alisnya yang bermain setelah disodori dollar, jabatan dan juga mungkin perempuan. Kalau figur seperti andi arif semua orang sudah tahu kok, aktifis sosialis yang dibiayai kapitalis. Apa tidak lucu, kalau seorang aktifis sosialis justru berada di kubu neolib??? Sudahlah…. jangan “Lanjutkan” penderitaan rakyat.

  2. Kang Slamet permalink
    Juni 4, 2009 2:29 PM

    Suatu hari saya bertemu dengan seorang tokoh intelijen tua. Raut muka sudah keriput tapi berbicara lantang. Dengan urut orang tersebut menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia.

    Kasus KUDATULI penyerbuan kantor DPP PDIP pada 27 Juli 1996 – Penyerbuan yang memakan banyak korban. Orang-orang yang bertahan di kantor tersebut ditembak dan untuk menghilangkan noda-noda darah dilakukan penyemprotan di seluruh ruangan kantor tersebut. Siapa yang dapat mengkoordinir kasus tersebut ? Seseorang yang mungkin merancang dan membuat kasus itu sukses hanyalah seorang yang ahli intelijen dan mengetahui detail permasalahan. Hanya ada satu yaitu Kepala Staf Panglima Kodam Jaya.

    Kasus Kerusuhan 13-15 Mei 1998.
    Kerusuhan yang membuat semua mata terhentak, mengapa Indonesia menjadi Negara yang biadab. Tentara tak mampu mengatasi. Ketika saya bertanya siapa yang mampu melakukan itu, dijawab oleh pak tua. Hanya satu orang yang dapat mengendalikan yaitu lagi-lagi yang mengetahui detail dunia intelijen, dan mengetahui detail lokasi-lokasi di Jakarta. Bapak itu menunjuk kepada satu orang yaitu Kepala KASUM ABRI.

    Terlepasnya Timor Timur.
    Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai diplomat ulung yaitu Ali Alatas. Selama Ali Alatas sehat beliau yang melobi kepada PBB agar jangan dilakukan Pemilihan Umum di Timor Timur. Sayang sekali Ali Alatas terkena sakit. Diutuslah seseorang untuk menjadi negosiator handal. Yang katanya dekat sekali dengan SekJen PBB Koffi Annan. Tapi apa hasilnya ? Diplomasi gagal total dan PBB memerintahkan dilakukan Pemilihan Umum di Timor Timur.
    Saya bertanya apa motifnya ? Pak tua itu menyebutkan itu hanya untuk memperburuk citra Wiranto, karena Wiranto adalah satu-satunya orang yang menghalangi ambisi dan orang itu. Harus dibuat jelek itu citra Wiranto di masyarakat.

    Bola Panas penjualan Gas dan Asset-asset perminyakan
    Pak Tua itu menjelaskan kontrak-kontrak penjualan kepada Negara-negara Asing telah dirintis jauh-jauh hari. Yang fungsinya adalah untuk menjatuhkan presiden saat itu maupun yang saat datang. Sebagai Menteri Pertambangan dan Energi dengan mudah dia dapat melakukan kontrak-kontrak.

    Terlepasnya Pulau Ligitan dan Sipadan.
    Persoalan Ligitan dan Sipadan diserahkan kepada Mahkamah Internasional pada tahun 1997. Jauh-jauh hari sudah akan diketahui bahwa Indonesia akan kalah karena pertimbangan kemenangan adalah pertimbangan effectivitee, yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercu suar sejak 1960-an.
    Bola panas harus dilemparkan kepada Presiden yang berkuasa.
    Ada Habibie, Gus Dur dan Megawati.
    Mengapa Megawati yang kena bola panas ? karena untuk menjatuhkan Megawati harus dipakai issue menjual Negara. Harus dijatuhkan melalui berita-berita yang kurang nasionalis. Bapak Tua itu menunjuk, hanya ada satu orang yang dapat menghubungi Mahkamah Internasional yaitu Menko Polkam dan Menlu.

    Saya Bertanya wah, sungguh mengerikan sekali yang terjadi di Indonesia. Lalu siapakah tokoh-tokoh yang Bapak sebutkan tadi. Bapak itu menjawab. Tokoh itu nggak banyak tapi hanya SATU ORANG saja. Yaitu orang yang sangat berambisi, sangat maruk kepada kekuasaan, segala sesuatu dilakukan untuk mencapai TUJUAN-nya.

    Pak… Pak.. Siapa sih tokoh itu ?

    Pak Tua itu tiba-tiba lenyap. Saya terhentak dan tersadar. Mimpikah ini ?

    • ezy rider permalink
      Juni 5, 2009 2:19 PM

      ya jelas orang itu SBY..alias Si Mbambung NyudoNyowo..didepan publik dia seolah2 org yang santun dan berpendidikan..tapi didalam dan dibelakang dia adalah utusan iblis..penuh dengan intrik dan tipu daya
      klo difilm mungkin bisa diwakili oleh film judul Devil’s Advocate

  3. Juni 5, 2009 11:26 AM

    wwahhhhwahahwhwhahwhahahwa…… semakin ramai…… saling tunjuk satu sama lain…. tetapi ada pepatah… “Becik ketitik olo ketoro…” yang artinya… wah susah nulisnya dalam bahasa Indonesia……

    Peace

  4. Juni 7, 2009 10:18 PM

    Lanjutan dari pak kwik kian kie dengan menulis indonesia menguggat jilid II di http://www.koraninternet.com dalam bentuk pdf atau baca di http://indonesiamenguggat.blogdetik.com/

  5. HAPAR permalink
    Juni 9, 2009 8:18 PM

    pokoknya lanjutkan…. Nipu rakyat, yang perlu salah satunya dibahas adalah ubah UU Tenaga Kerja: Kontrak dan Outsorching… masa setengah perjalanan hidup hanya tenaga kerja kontrak… hidup yang tak jelas…. kasihan generasi muda selanjutnya yang mencari kerja… ntar semua orang seneng kawin kontrak juga nich… mau anak dari hasil kontrak…..

  6. cinta damai permalink
    Juni 11, 2009 11:42 AM

    Bagaimana kalo kita angkat aja Kwik Kian Gie jadi presiden?

    • Arissa permalink
      Juni 25, 2009 10:32 AM

      Harusnya yha.. tapi Pak Kwik terang2an ngmg ga mau.. Sayang yha…

  7. juman permalink
    Juni 11, 2009 5:30 PM

    wah wahh… kelihatannya menurut emmbah , tokoh tersebut akan masih bertahan 5 tahun lagi…..,( elmu kibul kibul nya masih tokcer !!!) tapi pada masa itu banyak tontonan menarik , tapi ngga mutu …. lihat saja …

  8. kusdinar permalink
    Juni 21, 2009 9:55 PM

    Saya pengagum bung Kwik Kian Gie sejak sebelum jadi apa2. Pendapatnya cerdas, pemikirannya jernih dan berani mengambil resiko. Seorang yang tidak perlu diragukan nasionalismenya. Sayang orang seperti dia cenderung menjadi momok yang mengerikan terutama bagi pengikut liberalisme yang notabene menguasai pos2 ekonomi dan keuangan dipemerintahan saat ini. Pokoknya bravo bung Kwik

  9. KEBLIDO permalink
    Juni 21, 2009 10:29 PM

    saya dukung 100% KKG jadi presiden
    tapi sekarang kok sy jd bingung yaa..
    KKG tu dukung JK-WIN atau prabowo si??
    pusinngg

    • Tahu permalink
      Juli 20, 2009 7:15 AM

      Dia cuma menyuarakan apa yang dia pikir benar tanpa memperhitungkan kepentingan politisnya.. Kalau memang partainya salah, dia tidak sungkan2 untuk mengkritik juga.. Tokoh satu ini punya integritas, sayang karena terlalu vocal dan tegas, dia kurang populer..

    • November 14, 2012 3:51 PM

      saya yakin Pak Kwik tak akan mendukung siapa pun… tak ada satu pun yang mempunyai kemampuan untuk menjadi Presiden RI… negara super kaya tapi tak pernah bisa mensyukurinya… mungkin itulah hukuman Tuhan untuk bangsa Indonesia… tapi saya optimis Indonesia bisa menjadi baik…SETELAH AIR BAH DIKIRIMKAN DARI LANGIT DAN MENGHAPUSKAN GENERASI INI…DAN MENYISAKAN 1 GENERASI BARU…

  10. Tahu permalink
    Juli 20, 2009 7:05 AM

    Apakah ada solusi2 yang lebih baik yah saat itu? Mengapa para ekonom itu begitu bodohnya menuruti IMF? Apa argumentasi mereka? Apa cuma terdesak defisit APBN? Semoga pemerintah hasil pemilu saat ini sadar betul untuk tidak menjual kekayaan bangsanya ke pihak2 yang tidak berhak.. Semoga rakyat Indonesia tidak harus menelan lebih banyak lagi pil2 yang sangat pahit di masa yang akan datang.. God bless Indonesia!

  11. budisulistya permalink
    Juli 20, 2009 12:16 PM

    Jawabannya ada di http://koraninternet.com/webv2/lihatartikel/lihat.php?pilih=lihat&id=16431 bagian Obligasi Rekapitulasi Perbankan

    Artinya kalau sudah terjerat hutang, akan semakin sulit untuk kembali ke normal lagi. Inilah polemik yang mesti dihadapi oleh cawapres Boediono untuk masa pemerintahan 2009-2014 mendatang. Bila ia masih meneruskan kepatuhan dan prinsip kehati-hatiannya, bisa2 utang kita baru menjadi ringan 30 tahun lagi. Kalau menuruti permintaan mereka (negara kreditur/pemodal asing) untuk privatisasi, akan semakin banyak aset negara/BUMN yang terjual ke pihak luar.
    Karena itu kita hanya berharap agar pengambil keputusan ekonomi negara ini supaya lebih berani dalam mengambil keputusan, terutama yang menyangkut kepentingan rakyat banyak. Semoga!

  12. Maret 24, 2010 11:05 AM

    Alasan saya mengagumi Kwik Kian Gie adalah bahwa beliau hasil didikan Soekarno … nasionalisme-nya tak perlu diragukan meski WNI keturunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: