Lanjut ke konten

SBY Ejek JK : “Lebih Cepat,Lebih Baik” Slogan Takabur

Mei 11, 2009

SBY (kompas)

Dari berita AntaraNews, Anda mungkin cukup tercengang dengan gebrakan politik dua orang penting di negeri ini yakni SBY dan JK. Tercenggang karena mereka harusnya memikirkan bagaimana mengatasi utang yang membengkak hingga 1667 triliun, mengatasi kemiskinan yang tidak kunjung turun seperti dijanjikan dalam kampanye 2004 yang dituangkan di RPJM 2005, mengatasai pengangguran, dan serius menghadapi krisis global yang sedang/akan merumahkan ratusan ribu pekerja. Namun, mereka asyik dengan kepentingan kekuasaan 2009-2014, dan mulai secara terbuka mengejek seraya mengkritik  sesama yang dahulunya mesra dengan slogan “Bersama kita Bisa“. Harusnya mereka memberi contoh positif kepada anak negeri. Namun, faktanya  secara terbuka dan halus SBY mengecek slogan Capres JK  “Lebih Cepat, Lebih Baik” adalah slogan takabur.

Bagaimana menjadi pemimpin negeri ini dengan baik, jika Presiden dan Wapres masih suka ejek mengejek dan saling menyerang padahal saat ini mereka masih menjadi pemimpin negeri ini, dan lupa pada janji yang telah mereka tuangkan bersama dalam Bappenas : RPJM 2005

“Dalam kampanye pilpres mendatang jangan lah suka menantang, suka sesumbar, dan mengejek. Jaga perasaan kompetitor lain. Banyak jalan menuju yang baik, tidak perlu menunjukkan kita lebih cepat, lebih baik. Takabur namanya,”
kata Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman Cikeas, Bogor, Minggu malam (10 Mei).

SBY berang dan melontarkan statemen mengejek lantaran tidak tahan mendengar statement JK pada hari sebelumnya.

“Kenapa saya yakin cepat bertindak dengan Pak Wiranto karena kita yakin lebih cepat lebih baik. Tidak ada di negeri ini yang mau membosankan. Karena yang membosankan itu menunggu,”
kata JK saat memberikan sambutan Rapimnas Partai Hanura di Hotel Sahid Sabtu 9 Mei kemarin

Sebagai Presiden dan Wakil Presiden di negeri ini, semestinya Pak SBY maupun JK mengerti tentang bahasa dan etika politik.  Saya pikir, statement JK tidak menyerang langsung kepada SBY. Tapi dalam pidato tersebut, SBY lupa bahwa ia sedang mengejek langsung lawan politiknya yang dahulu ada sahabat utamanya. Sejauh yang saya amati, slogan “Lebih Cepat, Lebih Baik” merupakan trik dan slogan yang dibawa JK untuk memenangkan suaran Golkar dan kemudian di Pilpres dan masih dalam koridor etika tanpa mengejek SBY. JK tidak pernah mengejek slogan “Lanjutkan”. Tampaknya kita sudah mulai melihat aksi para politikus ini dengan kepala jujur dan rasional, “menunjukkan kesalahan orang dengan satu jari, namun 3 jari lain menunjukkan kepada dirinya sendiri.” Bukankah slogan yang dibawa “Lanjutkan” menistakan usaha pak Apriyanto dalam Pertanian, Korupsi oleh KPK, BLT oleh JK dan masih banyak lagi?

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Seharusnya para politisi berkampanye dengan cerdas bukan pada tataran kulit politik semata. Bukan pula menyerang slogan orang lain, silahkan buat slogan sendiri asalkan rasional. Buatlah slogan yang lebih cerdas sehingga slogan JK menjadi kurang bernilai, bukan dengan cara mengejek dan menghina! Dan semestinya melalui edukasi secara komprehensif rakyat akan tahu (sedikit cerdas) apakah benar slogan “Lebih cepat, lebih Baik” itu realitis atau sebaliknya : takabur. Jadi, silahkan masing-masing membuat slogan yang cerdas disertai angka-angka visi dan misi yang terukur, spesifik, dan realitis. Dan dari bahasa komunikasi politik SBY, terkesan bahwa secara halus dan tidak langsung SBY “memerintahkan” agar JK tidak menggunakan slogan itu karena menganggu kredibilitas SBY. Ha… SBY rupanya menghendaki slogan JK yang mendukung kreditas SBY seperti “SBY Lebih Baik” atau “Lebih lambat, lebih baik”. Pleasee…deh, sebodoh itukah JK membayar iklan kampanye untuk memenangkan Capres SBY dan menampilkan slogan kampanye yang membuat ia tidak dipilih sama sekali oleh pemilih?

Saya tidak tahu, apakah JK akan merasa tersinggung dan akan membalas ejekan SBY.  Dan jika hal ini terjadi, maka bukanlah tidak mungkin pilpres akan mencekam karena perilaku para politikus ini, karena ucapan-ucapan para petinggi dan penguasa negeri ini. Padahal mereka sering berkoar-koar “Kampanye harus damai, jujur, santun dan antaberanta”.

“Kampanye bisa lebih keras, meski sudah sepakat untuk saling menghormati, tetapi barangkali saya keliru, meski saya pernah menyampaikan di depan para gubernur,”

“Seperti Pemilu 2004, black campaign, fitnah, kampanye negatif akan banyak. Jangan kita tergoda untuk melakukannya juga. Berpolitiklah yang baik, tidak takabur tidak merendahkan orang lain, sehingga kalaupun menang, menang dengan mulia,”

“Jangan mengejek. Sebab semua punya potensi, punya kelebihan, masa` SBY dianggap tidak punya apa-apa,”.

Itu kutipan Quote langsung dari SBY pada pidato syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman Cikeas, Bogor

Kata-kata yang disampaikan SBY terkesan membuat kampanye memang lebih keras “barangkali saya keliru”. Disaat beliau mengatakan harus saling menghormati, tapi pada saat yang sama ia mengejek slogan kompetitor dengan istilah takabur. Disaat ia mengatakan berpolitik yang baik, namun dalam iklan kampanyenya mengatakan ini semua hasil kerja SBY bersama Demokrat. Bukankah ini namanya iklan politik yang tidak etis juga?

Sudahlah, pak SBY dan JK berdamialah kalian. Dan kita tunggu apakah JK akan membalas serangan ini [updated: Rupanya kubu JK-Win tidak tinggal diam, mereka langsung membalas dengan mengatakan Lebih Cepat, Lebih Baik bukanlah hal yang takabur, karena selama ini JK memang terbukti lebih cepat]. Dan sebagai rakyat, saya berharap agar Pak SBY dan JK  agar tetap menjalankan tugasnya hingga Oktober 2009 ini.  Bukankah lebib baik sebagai pemimpin negeri ini kalian berjabat tangan seraya masing-masing berkata “Maaf, saya keliru atas ucapan saya. Mari kita fokus pada masalah kesejateraan rakyat, kemiskinan, pengangguran atas krisis global dan berbagai permasalah bangsa seperti korupsi di tiga lembaga“. Tunjukkan diri sebagai negarawan, bukan  berkoar-koar politik harus santun, namun tetap mengejek menghina slogan orang lain takabur.  Ingat, janji “Bersama kita Bisa”  harus dikerjakan hingga periode Okotober 2009 ini. Jangan menistakan janji dan tanggungjawabnya karena tugas Anda masih 5 bulan lagi. Ingat, kalian dipilih bukan untuk membesarkan partai kalian, tapi dipilih karena kalian berjanji untuk mensejahterahkan rakyat, menegakkan keadilan dan berpolitik yang santun. Tunjukkan bukti dan jangan hanya sekadar janji.

Itulah kritikan dan saran saya kepada dua tokoh RI-1 dan R1-2 ini. Bagaimana menurut Anda? Pantaskah SBY mengejek slogan JK sehingga memancing kepanasan politik?

Kritik Perubahan, 11 Mei 2009
ech-nusantaraku
“Buktikan bahwa Bapak-Bapak terhormat dapat politik dengan santun dan cedas”

Catatan:
Sumber petikan pidato langsung : Berita Antara

About these ads
127 Komentar leave one →
  1. hamzan permalink
    September 15, 2011 1:59 PM

    slah satu hukum alam adalah orang yang mengatakan orang lain takabur dialah orang yang paling takabur maka jika diri merasa di singung alakah eloknya diam dan berbuat yang terbaik bai nusa dan bangsa.

Lacak Balik

  1. Inilah Politik : Yoyo vs Gasing Ala SBY-Mega Jalin Cinta « Nusantaraku
  2. Top Posts « WordPress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.015 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: