Skip to content

Influenza Babi, Bukan Hal Baru : 50 Juta Tewas Pada 1918. Terulang Lagi?

Mei 1, 2009

Influenza babi atau flu babi (swine influenza atau pig flu) merupakan penyakit saluran pernafasan akut  (severe) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang dapat menular dengan sangat cepat (orthomyxovirus).  Influenza tipe A terdiri dari virus H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

Dan vektor virus ini menumpang babi sebagai induk semang, namun virus tersebut dapat juga menular pada manusia dan bangsa burung atau sebaliknya. Infeksi virus influensa babi dapat menyebabkan batuk, demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia, akan berakibat pada kematian.

1918 : 50 Juta Tewas Karena Pandemik Flu

Penyakit influensa babi  (swine flu) pertama kali dilaporkan terjadi pada tahun 1918-1919 yang mana pada saat itu didunia sedang mengalami pandemik wabah penyakit flu yang menelan korban hingga 50 juta jiwa [sumber : 1918 Influenza: the mother of all pandemics]Dan dari sumber Hampson A pada “Influenza-Dealing with a continually emerging disease” [hal 212-216] disebutkan bahwa dari pandemik flu tersebut sekitar 21 juta jiwa meninggal karena flu babi pada saat itu.

Kasus “bangkai flu” tersebut terjadi pada akhir musim panas 1918 di daratan Eropa dan meluas ke Amerika.  Di daratan Eropa flu ini dikenal sebagai Spanish Flu (Flu Spanyol). Pada tahun yang sama dilaporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di Amerika tengah bagian utara yang mempunyai kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influensa pada manusia. Karena kejadian penyakit ini muncul bersamaan dengan kejadian penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini disebut  flu pada babi. Para ahli kesehatan hewan berpendapat bahwa penyakit babi ini ditularkan dari manusia.

Perlu dicatat bahwa pandemik flu pada tahun 1918-1919 menyerang 1/3 penduduk dunia (sekitar 500 juta jiwa) dan menewaskan sekitar 3.3% penduduk yakni 50 juta jiwa.

Pengulangan Sejarah Pandemic Flu

Selain di negara Amerika Serikat, wabah influensa babi dilaporkan terjadi di berbagai negara Canada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada permulaan tahun 1968. Sementara itu, di Eropa influensa babi diketahui pada tahun 1950-an, melanda negara Cekoslovakia. Pada tahun 1957, pandemic flu Asia melanda 45 juta orang Amerika dan menewaskan 70.000 orang. Secara global hal ini menyebabkan sekitar 2 juta orang. 11 tahun kedepan, 1968-1969, pandemik flu Hongkong menginfeksi  50 juta orang Amerika dan menewaskan sekitar 33.000 orang dan kerugian lebih dari USD 3.9 miliar.

Setelah itu, virus menghilang untuk sementara waktu sampai muncul kembali wabah tahun 1976 di bagian Itali, yang kemudian menyebar ke Belgia dan bagian selatan Perancis pada tahun 1979. Sejak itu dengan cepat penyakit menyebar ke negara Eropa yang lain.

Mungkinkah Pandemik 1918 terulang kembali?

Sejak Edgar Hernandez, bocah kecil Meksiko berumur 5 tahun yang menjadi manusia pertama yang terjangkit virus flu babi di abad ke-21 telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua. Kasus flu babi tersebut ditemukan pada 2 April 2009. Di Meksiko, episentrum penyebaran, hingga tadi malam 152 orang diyakini meninggal akibat mengidap flu babi dan lebih dari 1.600 orang diduga membawa virus berbahaya tersebut. Di luar Meksiko, sedikitnya 16 negara melaporkan adanya kasus infeksi virus flu babi, baik yang sudah dikonfirmasi maupun belum. [Okezone]

Dan pada tanggal 29 April 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status wabah flu babi menjadi “fase 5″. Ini artinya status flu babi berada satu tingkat di bawah level tertinggi pandemic virus global. Direktur Jenderal badan PBB itu, Margeret Chan mengatakan, jika dikeluarkan keputusan untuk menaikkan status menjadi “fase 6″ atau yang tertinggi, maka seluruh negara harus “secepatnya” mengaktifkan rencana persiapan pandemic sebagai wabah penyakit global. [Okezone]

Dengan melihat perkembangan flu yang begitu cepat, sangatlah mungkin dunia saat ini dapat terjeremus kedalam “masa pandemik” yakni masuk dalam fase 6 pandemik. Jika saja pandemik global ini terjadi, maka negara-negara miskin dan berkembang akan memiliki dampak terbesar yakni kematian. Karena dapat dipastikan bahwa tingkat penanggulangan oleh negara maju akan lebih baik dibanding dengan negara berkembang yakni Indonesia salah satunya. Asumsi ini muncul karena meskipun flu burung yang sempat melanda dunia yang berasal dari China, namun Indonesia menjadi negara yang mengalami kasus terbanyak flu burung di dunia. Jadi apa tanggapan Anda?

Referensi:
Wikipedia;   Litbang Deptan RI; 1918 Influenza: the mother of all pandemics ; Okezone

Regard : 1 Mei 2009 (Happy May Day)
by ech-nusantaraku

Iklan
22 Komentar leave one →
  1. Mei 10, 2009 10:50 PM

    Hmm…tetep waspada….waspadalah…waspadalah..itu kata bang napi…he3…
    Makan teratur..hidup sehat…dan rajin ibadah…insya Allah aman…=)

    http://sendit.wordpress.com

    To: Sendit

    Terima kasih telah mengelilingi “kata-kata” dalam postingan saya.
    Sudah beberapa artikel yah… Trims

  2. Mei 21, 2009 11:53 AM

    wah, bagus dong entry kamu.. saya sukak!

  3. delvie permalink
    Mei 21, 2009 12:22 PM

    flu babi dah makin meraja lela nech….smua ga boleh panik tapi harus waspada.kewaspadaan dini sangat penting.apalagi yang sering kontak dengan babi…..

  4. Caeci permalink
    Mei 25, 2009 10:22 PM

    Pencegahan influenza : cuci tangan selalu dg sabun hingga bersih, berkumur stlng dr luar rumah, stlh menggosok gigi, sikatlah dg perlahan lidah anda. Himbauan ini saya dpt dr info pencegahan influenza di jepang, semoga dpt membantu

  5. Tiara permalink
    Juli 21, 2009 2:59 PM

    Wajar aja sih menurut saya makin banyak penyakit flu baru. Soalnya saya pernah baca penyakit flu itu bermutasi setiap tahun.

  6. Januari 23, 2011 1:32 PM

    BENCANA ALAM, SEMOGA UMAT ISLAM SADAR

    Saya mendapat sms dari +62817542xxxx yang isinya sebagai berikut;
    NAFAIS TSAMRAH: Allah berfirman: Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum yang di turunkan oleh Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian yang Allah turunkan kepadamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah menghendaki menimpakan musibah kepada mereka, karena dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu fasik (Q.s. al-Maidah: 49). Semoga musibah demi musibah ini segera menyadarkan penguasa dan rakyat di negeri Muslim terbesar ini agar kembali kepada syariat-Nya.

    Sms ini saya dapat ketika umat Islam Indonesia sedang tertuju perhatiannya pada kasus gempa di Padang yang menelan korban ratusan manusia.

    Benar apa yang dikatakan pengirim sms ini. Kita berkali kali di ingatkan Allah SWT agar kita kembali kepada Syariat Nya. Bangsa Indonesia ini terlalu banyak maksiat. Aneka macam kemaksiatan judi, zina, pembunuhan dll begitu leluasa karena bangsa ini tidak mengadopsi hukum yang dapat memberikan efek jera dan penebusan di akhirat, justeru sebaliknya malah mengadopsi sistem hukum thaghut yang sama sekali tidak membawa kebaikan dunia akhirat.

    Saat ini pemerintah pun di repotkan dengan jumlah kriminalitas yang tinggi. Dan hukum yang di terapkan saat ini samasekali tidak dapat dijadikan sebagai penebusan di akhirat kelak. Oleh karena itulah kita butuh untuk menerapkan hukum-hukum Allah yang tentu saja dapat meminimalkan kejahatan, memberikan efek jera serta dapat menjadi penebus di akherat kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: