Skip to content

Save Our Life : Paradigma Panca-R (5R)

April 29, 2009

Green Living (s:www.bostoncondoloft.com)

Green Living (s:www.bostoncondoloft.com)

Selayang Pandang

Kita hidup, bernafas, makan, minum dan melakukan kegiatan harian lainnya tidak terlepas dari faktor luar, yakni orang lain dan lingkungan. Semandiri-mandirinya kita, tetap saja kita butuh lingkungan abiotik seperti udara, air, dan tanah. Dan unsur-unsur udara, air dan tanah juga tidak terlepas dari seluruh faktor-faktor lain termasuk faktor tumbuhan, hewan dan manusia. Kesemua faktor biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda mati) merupakan satu kesatuan bagian di bumi ini atau saya sebut sebagai ekosistem bumi. Ekosistem bumi ini dipengaruhi oleh aktivitas dan siklus alam semesta termasuk dalam hal ini aktivitas matahari, planet, bintang dan benda angkasa lainnya.

Dalam konteks ini, setiap tindakan manusia pasti akan mempengaruhi ekosistem, terutama bumi ini. Besar atau kecilnya dampak yang ditimpulkan tergantung pada besaran dan jenis tindakan yang diperlakukan oleh manusia. Dan pengaruh suatu dampak dalam kadar tertentu masih bisa dinetralisis oleh alam atau saya sebut sebagai self healing of systems. Namun secara ad hoc, jika manusia berusaha merusak dan melukai komponen abiotik, maka secara tidak langsung manusia sedang berusaha merusak dan melukai dirinya sendiri. Begitu sebaliknya, manusia akan  memiliki hidup yang baik apabila manusia menjaga ekosistem di dalamnya, yakni menjaga dengan penuh cinta antara sesama, tetumbuhan, hewan di daratan maupun air, burung yang beterbangan, air, tanah,udara dan sumber daya lainnya.

Dari penjelasan interdependensi antara (dan sesama) biotik dan abiotik, maka salah satu cara menyelamatkan kehidupan manusia adalah pola pandang serta tindakan yang benar dari manusia itu sendiri. Dan pandangan mendasar bahwa Save Our World (Menyelamatkan Bumi Kita) merupakan salah satu langkah utama untuk Save Our Life (Menyelamatkan Kehidupan Kita) juga. Menyelamatkan alam berarti menyelamatkan kehidupan dan peradaban manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, tulisan ini khusus untuk mengajak seluruh masyarakat kita untuk mulai menyelamatkan peradaban manusia di masa-masa mendatang melalui gerakan moral, aksi nyata melindungi alam. Salah satunya adalah melalui paradigma mendasar yang coba saya kembangkan dari prinsip 3R+R (reduce, reuse, recycle) + recycle oleh para pakar menjadi 5R (reduce, reuse, recycle, repair, replacement) atau saya sebut sebagai Panca-R (5-R).

*****

Prinsip Dasar Panca-R

Aksi reduce, reuse, recycle, repair dan replacement berbicara pada tataran pola konsumsi manusia. Seberapa efektif dan efisienkah kita menggunakan sumber daya alam atau mengeluarkan anggaran kita untuk berbelanja? Melalui aksi mengurangi yang tidak penting (reuse), memakai kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), memperbaiki (repair) dan mengganti dengan yang lebih hemat (replacement). Jadi kuncinya adalah harus efektif dan efisien (prinsip hemat) dalam konsumsi. Untuk efektif dan efisien, kita harus berpengetahuan dan bijak.

1. Reduce (Berhematlah dengan Mengurangi yang Tidak Penting)

Sudahkan Anda menerapkan prinsip mengutamakan kebutuhan daripada keinginan?

Salah satu permasalahan utama globalisasi dibidang sosio-kultural adalah gejala konsumerisme yang melanda diseluruh lapisan masyarakat. Manusia cenderung bertindak memenuhi semua keinginan yang muncul dari iklan, tayangan dan perilaku hedonisme ketimbang memikirkan memenuhi kebutuhan utama. Saking parahnya, tidak sedikit orang tua tega membiarkan anaknya tidak mendapat asupan gizi seperti susu, sementara ia mampu membeli rokok. Disaat mereka mengencang ikat pinggang, mereka justru membeli kosmetik atau alat elektronik yang lagi nge-trend. Selain tindakan ini menyebabkan kita tidak memiliki tabungan/simpanan jangka panjang yang lebih banyak, disisi lain kita juga mengakibatkan konsumsi sumber daya berlebihan. Tidak sedikit orang yang gila-gilaan ingin membeli mp4, namun setelah 1 bulan ia sudah bosan menggunakannya. Jadi, budayakan konsumsi yang hemat, cermat, efisien, dan efektif sesuai kebutuhan.

Kita dapat mulai mengurangi pembelian aksesoris perlengkapan pakaian yang tidak dibutuhkan, penghematan kertas di kantor, baca koran online, dan sebagainya. Kurangilah penggunaan daya lampu yang berlebihan atau matikan TV yang sudah tidak menayangkan acara yang berkualitas (menarik). Kurangi pula perjalanan jauh yang tidak penting dengan kendaraan karena akan berdampak langsung pada pengguanan bahan bakar sekaligus menambah polusi dan gas rumah kaca. Berikut ada beberapa pertanyaan yang dapat anda tanyakan pada diri sendiri sebelum membeli sesuatu:

  • Apakah saya atau orang yang saya belikan barang ini, benar-benar membutuhkan barang ini?
  • Apakah barang ini akan tahan lama? Apakah ada barang lain yang fungsinya sama tapi lebih tahan lama?
    Belilah barang yang tahan lebih lama, karena hal ini akan menghemat sumber daya alam kita (SDA).
  • Apakah saya tahu bagaimana barang ini dibuat, bagaimana ia akan digunakan dan bagaimana ia akan dibuang?
    Belilah barang yang diproduksi secara manusiawi dan hemat SDA, dan jika telah habiskan digunakan barang tersebut mudah untuk dibuang atau direcycel.
  • Apakah barang-barang yang digunakan untuk membuat barang ini dapat diperbaharui dan apakah sumber tersebut telah dipanen atau diternak dengan sepantasnya/manusiawi?

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Reuse berarti memakai kembali barang-barang yang selama ini kita anggap sudah tidak berguna lagi dan bahkan akan kita buang. Karena sedikit kotor atau lecet, lantas kita langsung membuang atau mengganti barang yang baru. Paradigma ini harus diubah. Kita perlu mengubah paradigama yang “ringan tangan” membuang barang, kita terdorong untuk membeli barang yang lebih baru, lebih canggih atau lebih baik padahal barang milik kita masih dapat dipergunakan. Sebagai contoh, karena ada fitur baru dalam sebuah HP, maka kita terdorong untuk membeli HP tersebut, padahal kita belum tentu sangat membutuhkan fitur baru tersebut.

Contoh lain adalah baju bekas. Daripada membuang baju bekas kita, lebih baik kita berikan ke panti atau ke yatim piatu. Atau jika Anda memiliki adik atau saudara muda, Anda dapat memberikannya. Begitu juga pakaian bayi yang relatif masih bagus seyogianya kita dapat memberi sekaligus mau mempergunakannya kepada bayi Anda.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Daripada membuang sebuah barang ketika anda atau orang lain tidak dapat menggunakannya lagi, anda bisa coba mendaur ulang barang itu. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia.

Dan perlu dicatat bahwa meskipun daur ulang kita tidak sempurna, setidaknya daur ulang masih lebih baik daripada membuang barang ke tempat sampah atau membakarnya. Carilah informasi mengenai barang-barang apa saja yang bisa didaur ulang di lingkungan Anda. Bersihkan dan pisahkan barang-barang yang akan didaur ulang sebelum memberikannya pada pemulung. Sering kali, pemulung enggan mengambil barang yang tercampur dengan banyak sampah yang tidak dapat didaur ulang.

4. Repair (Memperbaiki yang Rusak)

Repair merupakan tindakan yang sangat penting dan umumnya membutuhkan skill yang sebenarnya dapat dilatih. Karena “kemalasan” kita untuk belajar memperbaiki, maka aksi ini banyak diabaikan oleh banyak orang. Sebagai contoh adalah jam dinding, sepatu/baju robek, kalkulator, dan masih banyak lagi. Selain itu, sering terjadi dimana suatu alat elektronik yang mengalami kerusakan salah satu sub-bagiannya (misalnya rotornya terbakar), kita langsung membuangnya. Padahal kita masih bisa mengambil bagian-bagian lain atau membeli rotor yang terbakar tersebut.

Disisi lain, kita perlu preventif ketika kita membeli barang. Belilah barang yang tahan lama dan kita harus menjaga dan memperbaiki barang itu jika perlu diperbaiki. Jika kita melakukan hal ini, banyak barang milik kita tidak hanya akan bertahan seumur hidup kita, barang-barang itu bahkan bisa kita wariskan pada generasi yang akan datang. Kalaupun suatu barang tidak lagi dapat digunakan untuk fungsi awalnya, kita dapat berinovasi dan menggunakannya untuk tujuan lain. Setelah anda tidak menggunakan barang itu lagi, anda bisa coba memberikan barang itu pada orang lain yang membutuhkannya.

5. Replacement (Subtitusi dengan Barang yang Hemat)

Replacement adalah menggunakan atau mengganti barang-barang kebutuhan kita dengan barang sejenis yang memiliki fungsi yang sama namun hemat dan ramah terhadap lingkungan. Penggunaan lampu hemat energi, atau mengganti kertas tissue dengan sapu tangan. Gantilah barang elektronik yang boros energi dan bahan bakar dengan yang lebih efisien. Ganti membaca koran, buku atau majalah secara cetak ke online. Gunakanlah kendaraan umum (publik) ketimbang kendaraan pribadi. Biasakanlah berjalan kaki kesuatu tempat jika masih dalam seratus atau dua ratus meter.

Perubahan hanya terjadi jika kita mau berubah dan berusaha mencari cara-cara untuk berubah serta lingkungan (kerabat dan masyarakat) secara bersama-sama melakukan aksi global ini. Berhemat untuk alam, kayalah kehidupan. Rajin merawat bumi, sehatlah kehidupan manusia.
Selamat Mencoba dan Menyelamatkan Kehidupan Manusia, Alam beserta isinya dengan Panca-R.

Salam Perubahan yang Lebih Baik,
29 April 2009, ech-nusantaraku

Sumber Referensi : http://www.greenpeace.com, greenlivingideas.com, http://www.gov.hk

7 Komentar leave one →
  1. April 29, 2009 11:10 AM

    Wah jika saja semua orang mau melakukan hal ini yawh..

    Keren..

    Info yang menarik, bisa disebarluaskan ke khalayak ramai nich…

  2. April 29, 2009 5:36 PM

    Kalo kita berpikir tentang bumi, pikiran kita akan terbawa oleh ego kita sendiri yang lantas dijadikan dasar ego bumi bahwa bumi harus diperlakukan seperti ini atau seperti itu. Padahal itu semua berangkat dari ego individu.
    Kalimat pertama di artikel ini : “Kita hidup, bernafas, makan, minum dan melakukan kegiatan harian lainnya tidak terlepas dari faktor luar, yakni orang lain dan lingkungan.”
    Ada dua hal yang agak bertentangan dalam kalimat ini terkait anjuran 5R, yaitu seberapa besar manfaat bagi bumi (lingkungan) dan seberapa besar efeknya bagi orang yang menggantungkan hidup dengan memproduksi atau menjual barang yg akan di-5R. Perputaran penjualannya akan menjadi lambat. Pasti akan ada efek dominonya.
    Menurutku hal yang penting dilakukan justru terletak pada proses pengelolaan barang-barang bekas pakai. Mulai dari cara pembuangannya, tempatnya, pengelompokannya, dan lain-lain hingga daur ulangnya.
    Tanpa campur tangan pemerintah, Save Our Life atau bahkan Save Our World hanya merupakan slogan kosong, karena suka tidak suka kita semua menghasilkan sampah. Cepat atau lambat.
    imho…
    salam

  3. April 29, 2009 7:14 PM

    Semuanya memang harus mulai dari diri sendiri.
    trims udh mengingatkan 🙂

  4. Tedy permalink
    April 29, 2009 9:09 PM

    Thanks ya sdh ksh comment di blog-nya Bro Ratana Kumaro. Salam hangat.

  5. Mei 2, 2009 7:56 PM

    To: Bocahbancar
    Siiip… Semoga perubahan kita dapat membangkitkan perubahan lebih besar.

    To: ~noe~
    erima kasih atas sedikit perbedaan pandangannya.
    Saya hanya merefer pada salah satu negara seperti Bhutan, dimana rakyatnya hidup sejahtera dan bahagia tanpa isu “materialisme” yang berlebihan.
    Kasus yang Anda kemukan hampir serupa dengan statement “Industri rokok harus tetap eksis dan bahkan dikembangkan, karena menyerap banyak tenaga kerja”. Oke, disisi partial, hal ini baik untuk lapangan kerja. Namun, jika kita lihat long term philosophy, maka perkembangan industri rokok memiliki efek jelek domino yang lebih besar.
    Jika tindakan pemborosan dilakukan, maka secara partial hal ini akan memiliki dampak yang baik, namun secara absolut hal ini memberi dampak buruk yang sifatnya permanen.
    Jika kita melihat hubungan causal, maka melindungi alam, kesehatan manusia, udara, dan segenap orang apakah lebih egois daripada mementingkan secara partial yakni “manusia adalah raja dari alam”?
    Mungkin tanggapan saya sebegini dulu.. Hmm…udah terlalu panjang 🙂
    Trims

    To: ekaria27
    Terima kasih juga telah meluangkan waktunya 🙂

    To: Tedy
    Terima kasih kembali Bro Tedy.

  6. November 15, 2009 10:45 AM

    siip belajar disiplin bro !

Trackbacks

  1. Save Kpk AdalahCD-DVD MATERI PRESENTASI | CD-DVD MATERI PRESENTASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: