Skip to content

Aturan & Etika : Bangunlah Blogger “Sehat” atau Mau diPenjara?

Maret 22, 2009

Bangunlah Blogger yang Sehat Untuk “Sumur Surga”
by ech.nusa (nusantaraku)

Bersiaplah-siaplah Anda masuk penjara hingga 6 bulan hingga 12 tahun ditambah denda dari 250 juta hingga 6 miliar bila anda menyebarkan adegan video porno seperti dalam UU 44/2008. Atau bersiap-siaplah Anda harus dipenjara hingga 6 tahun dan atau sekaligus membayar denda hingga Rp 1 miliar karena mencemarkan nama baik seseorang melalui opini fitnah tanpa dasar bukti seperti UU 11/2008.  Namun, mungkin pihak-pihak terlibat di Indonesia perlu “bersyukur” karena meskipun ada UU yang mengatur hal tersebut, namun UU tersebut sedang (atau telah) masuk dalam “masa reses” alias mati. Meskipun ada usia UU ITE hampir berumur 1 tahun, dan UU Pornografi hampir 1/2 tahun, namun Internet Indonesia masih aman-aman saja dari “macan hukum”.

Itulah sepenggal kalimat pembuka untuk tulisan ini. Bukan bermaksud  untuk menjebloskan pihak-pihak yang terkait masuk dibalik jeruji, namun lebih pada kesadaran kita untuk berbuat hal yang lebih baik dan mendorong pihak-pihak lain secara aktif mulai bangkit dari hal-hal negatif sebelum “macan hukum” sedang ditidurkan oleh pemerintahan dan aparat hukum sampai periode ini (hingga pemerintahan 2009). Karena sampai saat ini, saya masih sangsi bahwa pemerintah SBY-JK hingga akhir periode ini akan tegas menerapkan UU 44/2008 dan UU 11/2008 melalui instruksi tegas ke bawahanya (Kepolisian RI). Tanpa law inforcement dan sikap tegas dari pemimpin (yakni presiden SBY) memerintahkan kepada Kapolri ini, maka “macan hukum” akan tetap tidur.

Pendahuluan

Masih banyak blogger yang belum mengetahui secara pasti aturan-aturan dan atau etika yang mana dianjurkan dan mana yang tidak dianjurkan untuk dipublikasi secara bebas (beda dengan private). Informasi mengenai aturan dan “etika” ini sangatlah penting, mengingat media blogger merupakan sarana untuk mengeksplor opini dan pendapat kepada publik umum, sehingga konten blog haruslah mencerminkan kebenaran, data, fakta, realitas yang dikemas secara etis demi manfaat bangsa dan negara.

Kemerdekaan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga yang telah dilegitimasi sejak Indonesia merdeka yang tercantum pada pasal 28 UUD 1945.  Dan perlu diingat bahwa meskipun kita memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kita juga memiliki kewajiban untuk menghormati hak dan menaati aturan yang berlaku atau dalam idiom yang lain disebut sebagai “kebebasan yang bertanggung jawab”. Kita bebas bereskplorasi pemikiran asalkan pemikiran tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, perundangan maupun nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.

Pada kesempatan ini, saya hanya mengajak kepada rekan-rekan agar memanfaatkan media blog untuk nilai-nilai edukasi dan informasi positif demi menjalankan misi  “maha besar” yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang menjadi platform bangsa seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.  Jika kita dapat memaknai sisi positifnya, maka nge-blog (opini,edukasi dan informasi konstrukif) dapat menjadi “ladang amal” berbagi kepada orang lain. Dan jika kita menulis dengan sepenuh hati, maka tulisan kita pun dapat menjadi “sumur surga” kebaikan dan kebajikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, jika kita salah menyisipkan konten, maka tulisan kita akan menjadi “sumur neraka” baik bagi diri kita maupun orang lain. “Sumur surga” atau “sumur neraka” akan menjadi “abadi”, seabadi pemikiran yang telah mereka (pembaca) dapat dari tulisankita.

Logo WordPress.com

Logo WordPress.com

Tentunya kita tidak ingin hidup kita menjadi “lautan penderitaan” akibat ‘sumur neraka’ yang kita sisipkan dalam tulisan kita yang akan dibaca oleh para pembaca yang tidak berdosa. Dan kita pun tidak menginginkan jiwa orang lain (pembaca) menjadi “lautan penderitaan” akibat tulisan kita yang menjerumuskan pandangan dan sikap-nya yang desktruktif. Oleh karena itu, selain diri kita sendiri (mental diri), kita (saya) sangat membutuhkan feedback dan masukan dari rekan-rekan lain baik dari blogger maupun dari komentator. Inilah fungsi utama lain rekan blogger dan komentator yakni feedback kebaikan kita. Dengan seiring berjalannya mentari,  saya mulai belajar apa dan bagaimana ngeblog yang positif dan apa sih makna “blogger” dalam pribadi saya (namun  tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak konten saya yang masuk dalam “sumur neraka” ) . Oleh karena itu, saya pun mulai berhati-hati menulis artikel yang berada di “perbatasan” aturan (trade of antara hak dan kewajiban) dan berusaha semaksimal mungkin masuk dalam area “sumur surga” untuk diriku, masyarakatku di seantero nusantara, dan demi bangsa dan negaraku.

Kewajibanku Kewajibanmu

Sebagian besar masalah etika telah tersirat dalam peraturan UU dan turunannya. Meskipun tidak ada UU khusus mengenai blog dan blogger, namun kita dapat mengambil acuan dari beberapa produk hukum yang berhubungan dengan blogger. Dalam hal ini saya mengambil korelasi kegiatan nge-blog pada aturan yang berlaku:

  • UUD 1945 mengenai Kemerdekaan Berpendapat,
  • UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  • UU 09 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum
  • UU 32 tahun 2002 tentang Penyiaran
  • UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi
  • UU 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta
  • UU yang terkait

Mengapa saya menggunakan UU, karena UU sejatinya merupakan produk hukum tertinggi setelah UUD 1945 sehingga setiap warga negara (tanpa kecuali) bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu yang tertuang dalam pasal 27 UUD 1945. Namum….hingga reformasi “ala kekuasaan”, ada UU yang tidak universal, yang penuh kontroversial terlebih mengutamakan kepentingan kapitalis, pengusaha dan sekelompok masyarakat.

Sebagai warga negara dalam konstitusi RI, maka setiap tulisan kita dalam blog hendaknya (kewajiban) :

  1. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain;
  2. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum;
  3. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  4. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. menaati aturan yang berlaku dalam term of service masing-masing provider blog (khusus wordpress : 5 Jenis Blog Terlarang di WordPress)

Kelima poin tersebut dapat dijabar cukup panjang (referensi UU 9/1998 ). Namun, saya kira setiap blogger sudah dapat menginterpretasikan tiap poin tersebut, misalnya asas data dan fakat sebelum mengejudge seseorang (praduga tidak bersalah) pada poin 1 , anti plagiatisme (copy-paste) dalam poin 3, unsur edukasi dan konstruktif pada poin 2 dan 4. Dan masih banyak lagi.

Tujuan Penulisan (Nge-Blog)

Dalam pemaparan awal di pendahuluan, saya lebih menekankan asal etika dan moral (daripada aturan dan perundangan) dalam nge-blog yang bersih dan sehat. Kita tidak perlu ‘terkekang dengan hukum dan UU”, namun jangan sampai nurani (mental) sejati (bersih dan positif) kita terpenjara dan terkekang dengan nafsu-nafsu negatif.
Meskipun demikian, saya mengajak rekan-rekan agar dalam nge-blog kita belajar membuat tulisan yang memuat  (terkandung) satu atau berbagai aspek-aspek dibawah ini :

  • mencerdaskan kehidupan bangsa. (edukasi, informasi, opini konstuktif)
  • tulisan yang memperkukuh integrasi nasional.  (bukan provokasi subversi atau separitsme)
  • membina watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa. (semangat, motivasi, bukan kekerasan dan pornografi)
  • memajukan kesejahteraan umum dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil  dan sejahtera. (termasuk artikel politik, hukum dan ekonomi yang bersih)
  • menumbuhkan blogger sehat dan bersih Indonesia. (mulai dari blog kita masing-masing, lalu WordPress Sehat)

Jika saat ini kita tidak dapat melaksanakan semua poin tersebut, mulailah saat ini kita belajar menuju perbaikan diri melalui satu topik demi satu topik di blog kita. Mulailah 2 minggu 1 topik yang bersih, lalu meningkat 1 minggu 1 topik bersih, kemudian 1 minggu 2, 3, 4 topik bersih, hingga setiap topik kita bersih dan sehat.

Lampiran : Aturan-Aturan yang Berhubungan Menulis di Blog

Berikut ini adalah aturan-aturan (khusus Undang Undang RI) yang berhubungan dengan media internet khususnya blogger sebagai media berbagai informasi dan opini. Meskipun hingga saat ini, aparat hukum dan pemerintah tampaknya tidak memiliki niat yang sepenuh hati menjalankan  beberapa UU (khususnya berhubungan dengan internet) yang telah dibuat dengan dana rakyat miliaran rupiah, namun biarlah kita (masyarakat sipil) yang melaksankananya terlebih dahulu. Kita tunjukkan kepada pemerintah dan aparat hukum saat ini, bahwa masyarakat kita (khususnya blogger) memiliki sikap dan etikad yang baik yakni menaati aturan terlebih dahulu.  Jangan teladani oknum pemerintah dan aparat hukum yang bermain dengan hukum bak yoyo, gasing, atau kelereng. Atau dengan kata lain, biarlah kita menjadi contoh untuk pemerintah saat ini. Bukan saatnya pemerintah yang memberi contoh kepada kita.

Informasi Hak Cipta [+ Referensi Penyiaran]

  • Semua hasil karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dilindungi secara hukum sebagai hak cipta  [lihat pasal 12 UU 19/2002]
  • Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan  Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan [pasal 25 UU 11/2008]
  • Kecuali  ditentukan  lain  oleh  Peraturan  Perundang-undangan,  penggunaan  setiap  informasi  melalui  media elektronik  yang  menyangkut  data  pribadi  seseorang  harus  dilakukan  atas  persetujuan  Orang  yang bersangkutan. [pasal 26 ayat 1 UU 11/2008]
  • Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk  pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia. [pasal 36 ayat 1 UU 32/2002]
  • Isi siaran dilarang :
    a.  bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;
    b.  menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalah-gunaan narkotika dan obat terlarang; atau
    c.  mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan. [pasal 36 ayat 5 UU 32/2002]

Aturan dan Sanksi pada UU 11/2008 tentang ITE

  • UU 11/2008 Pasal 27 ayat 1-4 (aturan) & pasal 45 ayat 1 (sanksi)
    Aturan yang dilarang: Setiap Orang dengan sengaja dan  tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik  dan/atau Dokumen Elektronik  yang memiliki muatan  yang melanggar :
    1. Kesusilaan
    2. Perjudian
    3. Nama baik

    No Porn

    No Porn

    4. Pemerasan dan/atau pengancaman
    Sanksi : Pidana  penjara  paling  lama  6  (enam)  tahun  dan/atau  denda  paling  banyak  Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

  • UU 11/2008 Pasal 28 ayat 2 & pasal 45 ayat 2
    Aturan yang dilarang: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakatsuku, agama, ras, dan antargolongan tertentu berdasarkan atas (SARA)
    Sanksi : Pidana  penjara  paling  lama  6  (enam)  tahun  dan/atau  denda  paling  banyak  Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  • UU 11/2008 Pasal 29 & pasal 45 ayat 3
    Aturan yang dilarang: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.
    Sanksi : Pidana  penjara  paling  lama  12  (dua belas)  tahun  dan/atau  denda  paling  banyak  Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  • UU 11/2008 Pasal 35 & pasal 51 ayat 1
    Aturan yang dilarang: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi  Elektronik  dan/atau  Dokumen  Elektronik  dengan  tujuan  agar  Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.
    Sanksi : Pidana  penjara  paling lama 12  (dua  belas)  tahun  dan/atau  denda  paling  banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).
  • UU 11/2008 Pasal 36 & pasal 51 ayat 2
    Aturan yang dilarang: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 [UU ITE] yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.
    Sanksi : Pidana  penjara  paling lama 12  (dua  belas)  tahun  dan/atau  denda  paling  banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Aturan dan Sanksi pada UU 44/2008 tentang Pornografi

  • UU 44/2008 Pasal 4 ayat 1 & pasal 29
    Aturan:
    Setiap  orang  dilarang  memproduksi,  membuat, memperbanyak,  menggandakan,  menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor,  mengekspor,  menawarkan, memperjualbelikan,  menyewakan,  atau  menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
    a.  persenggamaan,  termasuk  persenggamaan  yang menyimpang;
    b.  kekerasan seksual;
    c.  masturbasi atau onani;
    d.  ketelanjangan  atau  tampilan  yang  mengesankan ketelanjangan;
    e.  alat kelamin; atau
    f.  pornografi anak.
    Sanksi : pidana  penjara  paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus  lima  puluh  juta  rupiah)  dan  paling  banyak Rp6.000.000.000,00 (enam  miliar rupiah).
  • UU 44/2008 Pasal 4 ayat 2 & pasal 30
    Aturan: Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:
    a.  menyajikan  secara  eksplisit  ketelanjangan  atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
    b.  menyajikan secara eksplisit alat kelamin;
    c.  mengeksploitasi  atau  memamerkan  aktivitas seksual; atau
    d.  menawarkan  atau  mengiklankan,  baik  langsung maupun tidak langsung layanan seksual.
    Sanksi : pidana penjara  paling  singkat  6  (enam)  bulan  dan  paling  lama  6  (enam)   tahun   dan/atau  pidana   denda   paling   sedikit  Rp250.000.000,00  (dua  ratus  lima  puluh  juta  rupiah)  dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)

Penutup

Melalui tulisan ini saya berharap kita semua (blogger maupun pembaca) dapat bersama-sama bangkit menuju edukasi dan informasi yang sehat melalui media internet khususnya blog. Saya harapkan kita dapat bersama-sama turut serta dalam mencerdaskankehidupan berbangsa dan menjadi fasilitator sekaligus menyediakan fasilitasi blog yang membangun pengetahuan yang disertai etika dan moral untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara terutama generasi muda kita.

Dari semua UU yang saya tampilkan, secara pribadi hampir semuanya saya setuju dan sependapat dengan isi perundang-undangan tersebut. Satu-satunya yang saya kurang setuju secara sepenuhnya adalah UU Pornografi. Menurut saya, beberapa kontennya masih ambiguistis secara hukum baik dari definisi maupun dari kontek subjektivas vs objektivitas. Namun, walaupun demikian, saya merasacukup “senang” dengan keberadaan UU Pornografi khususnya dalam memproteksi media yang porno, pencabulan, dan kekerasan seksual yang dapat menghancurkan mental generasi muda bangsa kita.  Harapan saya saat ini adalah ayo…donk pemerintah…bertindak…. Jangan hanya mengoleksi UU.  Kedepan saya harapkan adanya revisi UU tersebut yang lebih objektif dan secara tegas melindungi nilai-nilai dan karakter budaya bangsa.  Dan harusnya UU Pornografi lebih menekankan pada perilaku menyimpang yang dieskpos di media daripada mengklaim aksi porno dari sudut subjektitas.

Akhir kata, saya berharap mulai dari blog saya sendiri dan rekan-rekan, kita jadikan internet sehat dan bersih.  Mari kita saling mendukung antara blogger satu dengan blogger lain. Jangan sampai, suatu saat (ketika UU diterapkan)  ada blogger yang dijerat hukum karena aktivitas menulis yang sepele. Ayo…jadikan wordpress Indonesia yang bersih dan sehat demi menumbuhkan “sumur surga” di dunia maya untuk bangsa dan negaraku.
Saya menunggu kritik dan saran masukan teman-teman demi kemajuan yang lebih baik di dunia internet umumnya dan blogger khususnya di Indonesia.

echnusa – 22 Maret 2009

9 Komentar leave one →
  1. Maret 22, 2009 3:44 PM

    Memberi manfaat buat orang lain dalam norma yg benar… 🙂


    Re: Dobelden

    Yup.. Lebih baik memberi hal positif yang kecil daripada memberi hal besar namun negatif.
    Untuk blogger, lebih baik tidak mencari traffic tinggi, namun disisi lain “sumur neraka” juga semakin dalam. 🙂

  2. Maret 23, 2009 12:56 AM

    bagus untuk menjadi perenungan agar tau blog qta mo dibawa ke mana…
    btw, bagi teman2 yang pengen tau isi lengkapnya UU no. 44/2008 tentang Pornografi bisa klik di: http://samawaholic.wordpress.com/2009/03/22/undang-undang-nomor-44-tahun-2008-tentang-pornografi/

  3. Maret 23, 2009 9:35 AM

    ulasan yang lebih dari lengkap semoga saya bisa mempraktekannya. masyarakat blog juga bisa menjadi semakin sehat dan cerdas

  4. Maret 24, 2009 8:50 PM

    Ya sebenarnya masyarakat kita harus mulai belajar “kebebasan yang bertanggung jawab”, bukan “kebablasan tak bertgjwb”

  5. Maret 25, 2009 8:00 AM

    Gajah mati meninggalkan belang, blogger mati meninggalkan blog sehat.

  6. dionbarus permalink
    Maret 25, 2009 8:12 PM

    Saya pribadi kuliah di Fakultas Hukum, Departemen Hukum Internasional namun urgensi dari UU ITE seperti hanya seremoni dan formalitas kalaupun ada pelaku yang ditindak hukum itu berdasarkan atas KUHP bukan UU ITE. Seharusnya dalam dogma hukum Lex Genaralis Derogat Lex Specialis diterapkan dong, yaitu Hukum Yang Lebih Khusus Diutamakan daripada Hukum Yang Umum.

    Khusus mengenai blog, saya mempunyai keprihatinan yang sama dengan anda, bagaimana blog Indonesia didominasi oleh post-post yang “menjual”, “tutorial”, “download antivirus gratis dll”, “pornografi”. Saya justru salute dengan blog-blog yang isinya personal namun dalam, biarpun no comment dan seikit pengunjung. Kalau mau mencontoh blog yang baik dan sangat fenomenal, silahkan main ke blog http://stuffwhitepeoplelike.wordpress.com yang sangat sederhana tanpa efek, plugin atau widget yang aneh2 di blognya namun dapat hit sebesar 52 juta pengunjung dalam waktu 1 tahun saja, bahkan salah satu postnya ada koment sebanyak 12.000 komentar.

    Itu fenomenal, tidak menawarkan hal-hal yang aneh! Semoga blogger Indonesia dapat belajar dari negeri lain.


    Re: Dionbarus

    Terima kasih Bung Dion atas penjelasannya..
    Landasan KUHP itu UU dan sejumlah peraturan kan? Makhlum bukan orang hukum….
    Yup….linknya keren…
    We hope so.

  7. Agustus 22, 2009 3:50 PM

    bener kita harus sadar,,

    harusnya blog itu jadi sumberbacaan yang membangun

  8. Juli 26, 2011 1:46 PM

    ikut mendukung internet yg bersih dan sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: