Skip to content

Komet Lu Lin dan “Keluarga”-nya (Foto-Foto)

Februari 25, 2009

Perubahan Ekor pada Komet (satu menjadi seolah dua)
Perubahan Ekor pada Komet (satu menjadi seolah dua)

Komet Lu Lin, merupakan komet berwarna hijau yang akan memiliki titik terdekat dengan Bumi pada 24 Februari 2009.  Untuk wilayah tertentu (bagian utara Bumi), komet ini dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Nama Lu lin diambil dari nama observatorium yang pertama kali dipakai untuk mengamatinya. Komet Lu lin yang juga disebut C/2007 N3 direkam pertama kali oleh astronom Taiwan Lin Chi-Seng pada 11 Juli 2007 dari Observatorium Lu lin di Nantou, Taiwan. Awalnya dikira asteroid, namun diidentifikasi sebagai komet baru oleh Ye Quanzhi, mahasiswa Universitas Sun Yat-sen China dari tiga foto yang direkam Lin.

Komet Lu Lin (NASA)
Komet Lu Lin (Foto NASA) – Xinhua News

Posisi Terdekat Sepanjang Sejarah Astronomi

Komet Lu Lin mendekat bumi sejak Januari 2009 dan mencapai posisi puncaknya pada 24 Februari 2009 dengan jarak 61 juta kilometer atau sekitar 160 kali jarak Bumi-Bulan (Jarak Bumi-Bulan sekitar 380 ribu kilometer). Jarak ini kurang lebih dekat daripada jarak Bumi-Mars (78 juta kilometer). Sehingga untuk wilayah utara Bumi, komet Lu Lin akan terlihat pada malam hari dengan mata telanjang dalam beberapa hari ke depan.

Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari akan memanaskan permukan Komet Lu Lin yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang bersatandar Olimpiade setiap 15 menit. Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lu Lin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa.

Selain itu, Komet Lu Lin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Hal tersebut akibat ilusi optik yang terjadi saat Bumi pengamatan sejajar dengan garis orbitnya. Lu Lin juga akan tampak bergerak cepat dan berpindah dari posisinya terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakangnya. Hal ini karena arah gerak komet yang berkebalikan dengan arah gerak Bumi di tata surya.

Foto Komet Lu Lin (NASA) - Xinhua News
Foto Komet Lu Lin (NASA) – Xinhua News

Karena memiliki lintasan orbit parabola yang sangat besar, Komet Lu Lin mungkin jarang sekali mendekat Matahari. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet itu lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama “mengunjungi” Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya.

Komet

Komet merupakan anggota “keluarga” tata surya yang memiliki orbit berbentuk elips yang hampir seluruh senyawanya terdiri dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Lintasan komet jauh lebih lonjong daripada lintasan/orbit planet-planet. Bentuk lintasan planet dijelaskan oleh Keppler pada Hukum Keppler II yang berbunyi : Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. Dari Keppler II, maka ketika komet memiliki titik perihilium (titik terdekat ke Matahari), maka komet akan memiliki kecepatan yang sangat besar dibanding jika berada pada titik aphelium.

Lintasan Komet Kohoutek
Lintasan Komet Kohoutek (lintasan merah = komet, lintasan biru=bumi)

Mengapa Komet Bercahaya

Seperti yang kita ketahui bahwa hanya matahari yang memancarkan cahaya dalam sistem tata surya kita. Selain matahari (bintang), benda luar angkasa tidak memancarkan cahaya. Mengapa komet bercahaya?

Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari. Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor.

Keluarga Komet

Planet yang memiliki keunikan (cahaya) dan bentuk merupakan objek perhatian banyak orang. Selain itu, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik terdekat dengan Bumi juga menjadi alasan mengapa ketika komet memiliki titik dekat dengan Bumi akan menjadi sumber berita yang besar.
Selain komet Lu Lin, komet yang sangat dikenal luas  Halley. Berikut beberapa komet yang cukup di kenal oleh para astronom.

Komet Halley
Komet Halley – Muncul setiap 76 tahun terhadap Bumi
Komet Hale-Bopp
Komet Hale-Bopp
Komet West
Komet West
Komet Hyakutake
Komet Hyakutake

echnusa -25 Feb 2009
Disusun dari berbagai sumber
Xinhua News
Wikipedia
Kompas Sains

4 Komentar leave one →
  1. Februari 25, 2009 2:31 AM

    Hello. I was reading someone elses blog and saw you on their blogroll. Would you be interested in exchanging blog roll links? If so, feel free to email me.

    Thanks.

    Re: Josh Maxwell
    Hello, Josh. Thanks for your good intention to my blog. I just added your blog address at my blog roll link.

  2. Februari 26, 2009 9:48 AM

    emang pas 24 feb kemaren ada komet ya? ga liat gue..

  3. Februari 26, 2009 10:34 AM

    Aduh saya ketinggalan lagi nih.
    Saya dah link balik mas.
    http://www.soppengposonline.co.cc sama
    http://www.qflee.wordpress.com

  4. Mei 25, 2009 9:48 AM

    saya kAgum melihat kejadian ini. ini sungguh kuasa ilahi,,,ALLAHU AKBAR,,,, MASYAALLAH….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: