Skip to content

Dukun Cilik Jombang Jatuh Sakit dan Dibawa ke RS

Februari 11, 2009

Bagi Anda yang terlanjur percaya dengan mukzizat “batu sakti” Ponari, maka mungkin akan kecewa mendengar berita bahwa dukun cilik jombang, Ponari, pada hari Selasa (10 Feb) jatuh sakit dan dibawa ke Rumah Sakit. Ponari mengalami deman setelah letih mencelupkan batu yang dipegangnya dalam botol air untuk penyembuhan berbagai penyakit. Namun, fakta berbicara lain, keluarga Ponari sendiri lebih percaya dokter di rumah sakit ketimbang mempercaya ‘air mukzizat.

Dari tempointeraktif.com dikatakan bahwa selama tiga minggu (sejak) pasien Ponari berjumlah ribuan dari berbagai penjuru di Jawa Timur. Ponari memberi obat pasiennya dengan cara mencelupkan batu yang diperolehnya saat disambar geledek. Sejauh ini belum ada bukti (semua) pasien yang diobati Ponari sembuh. Sejak selasa, Ponari (via keluarganya) menghentikan praktik dukunnya untuk seterusnya. Tidak ada lagi pengobatan alah Ponari, dan Ponari ingin melanjutkan sekolahnya kembali. (sumber : Praktik Dukun Cilik Distop, Ponari Ingin Sekolah Lagi)

Namun, karena sudah ada ribuan orang yang berharap dan mengantri untuk mendapat kesembuhan dari Ponari, akhirnya Ponari kembali membuka ‘celupan batu sakti’ pada Rabu Sore. Sungguh dilematis, masalah kesehatan merupakan hal yang tidak pernah berhasil dituntas oleh pemerintah. Tingginya biaya pengobatan serta seringnya pasien miskin yang tergeletak tanpa mendapat pelayanan dari rumah sakit, membuat masyarakat pasrah dengan dunia kedokteran. Ketika gagal ginjal, orang miskin hanya bisa berdoa agar timbul mukzizat. Ketika stroke, orang miskin hanya bisa berdoa tanpa bisa melakukan pengobatan dan diet makanan.

Dan sebagian besar pasien Ponari adalah penduduk yang tidak mampu melakukan pengobatan secara medis, karena BIAYA MAHAL dan termarginalkan. Namun, tidak tertutup kemungkinan, orang-orang yang beruang meminta ‘celupan air’ semata-mata untuk membuat dirinya kebal dari penyakit…Atau bahkan, untuk mendapat rezeki atau hoki berlebih… Toh, modalnya murah yakni pergi aja ke Jombang, sediain air satu botol, lalu sumbang dana sukarela 5000 atau 20.000. (Bisa diperkirakan berapa penghasilan M.Ponari per hari. Rata-rata pengunjung >5000 orang. Jika tiap orang menyumbang Rp 5000. Maka tiap hari M.Ponari mendapat Rp 25 juta. Angka yang jauh lebih besar dari gaji seorang anggota Dewan…:D )

Sejak awal, dalam tulisan  Dukun Cilik Jombang : Rationality Vs Magic Power?, saya belum mengemukan pendapat saya secara pasti mengenai fenomena dukun cilik. Saya berprinsip  bahwa sebelum fakta dan analisis jawaban  “mukzizat” belum terjawab dan terbukti, maka fenomena ini hanyalah sebagai obyek penelitian. Saya tidak ingin begitu mudah mempercayai sesuatu lalu dengan begitu menyimpulkan bahwa ini dan itu yang belum tahu sebab-musababnya. Jika kita ingin belajar dari sejarah dan pengalaman, maka kasus Galileo mengenai Heliosentris vs Geosentris sudah cukup untuk diri kita agar mau bersikap terbuka dan berani mengungkap kemustahilan sementara.

Begitu juga,misteri Tubuh Seorang Wanita China Mengandung Api yang diawali dengan dugaan kekuatan supranatural dan sejenisnya. Begitu juga orang zaman prasejarah dahulu yang percaya bahwa Petir dan Kilat merupakan misteri pencipta yang tidak dapat terjawab dan tersentuh oleh manusia. Maka timbullah penyembahan pada petir, matahari, pohon, gunung dan sejenisnya karena keterbatasan pemikiran yang disertai kesimpulan semu.

Hal serupa saya alami ketika duduk dibangku SMP. Saya pernah bertanya pada guru Biologi saya tentang mengapa seseorang setelah dioperasi bagian dalam perut, tidak boleh minum air hingga dirinya mengeluarkan angin (kentut). Karena beliau belum mengetahui jawabannya pada saat itu, dengan aneh sekali beliau mengatakan bahwa hanya Tuhan yang tahu. Lalu, dia pun menasehatkan bahwa kita tidak boleh bertanya diluar batas kemampuan kita atau sesuatu yang hanya Tuhan yang tahu. Hal ini pun sering digunakan oleh mereka yang tidak mengetahui seluk beluk suatu fenomena, lalu dengan begitu mudah dan meyakinkan bahwa itulah adalah pengetahuan atau kekuatan dari Tuhan. Apakah kita menggunakan Tuhan untuk membatasi ketidaktahuan kita?? Apakah sebaliknya??

Harus diakui, bahwa orang Indonesia lebih cenderung menggunakan Tuhan untuk menutupi keterbatasannya dalam menghadapi suatu permasalahan. Jawaban yang sering dilontarkan adalah “ itulah rahasia Tuhan..” Maka selesai sudah fenomena yang menarik atau mukzizat dengan kalimat ampuh ini.
Akhir kata, pergunakanlah “Tuhan” dengan bijak. Mantapkan mental dan perbuatan sesuai dengan tuntunan agama. Jangan gunakan agama hanya untuk menunjukkan bahwa kita hebat. Jangan gunakan agama hanya untuk kepentingan politik. Jangan gunakan agama hanya untuk memperkaya diri. Jangan gunakan agama untuk pemenangan Pemilu 2009. Jangan gunakan agama untuk menghentikan orang mencari ilmu. Tapi, gunakan agama sebagai panduan hidup demi menjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas.

echnusa – 11 Feb 2009
Sumber Referensi :
Sakit, Tabib Cilik Ponari Tak Buka Praktik

Berita Selanjutnya : Sakit atau Sehat Datang dari Pikiran : Percayakah?

Iklan
36 Komentar leave one →
  1. Februari 17, 2009 10:06 AM

    setujuk

  2. Februari 18, 2009 6:21 AM

    ponari punya saingan lagi, ayo siapa nyusul?

  3. Februari 18, 2009 1:31 PM

    DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN

    Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

    Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

    Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

    Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

    ………………………..

    ………………………..

    Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

    sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  4. Februari 18, 2009 4:55 PM

    Manusia di ciptakan dengan akal dan hati,itu kenapa manusia lebih mulia daripada makhluk ciptaan lainnya.tapi ketika akal itu tdk terpakai maka cuma kebodohan yang ada,belajarlah,cari ilmu,jauhi kebodohan,sungguh kebodohan itu mendekatkan kita ke pintu neraka. Wahai orang orang yang beriman dan berakal,bepikirlah,berdzikirlah jauhkan dirimu dari kesesatan.

  5. Februari 18, 2009 7:49 PM

    aku hanya berdoa semoga orang-orang yang telah berobat itu diberikan kesembuhan dari Allah SWT. Amin 3 X

  6. Februari 19, 2009 2:02 PM

    hehehe,,, ketahuan belangnya.

    kenapa banyak orang percaya ponari dapat menyembuhkan segala penyakit namun dia sendiri tidak dapat menyembuhkan dirinya sendiri?? bukan kah cara ritual penyembuhannya tinggal celup sana celup sini, nggak susah kan? sama seperti dokter yang sakit pusing lalu minum obat.

    laa hawla wala quwwata illabillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: