Skip to content

Dukun Cilik Jombang : Rationality Vs Magic Power?

Februari 6, 2009

Tadi saya berselancar sebentar ke situs Surya online, dan menemukan berita unik “Dukun Cilik Jombang, Mengaku Punya Tugas Menutup Semburan Lumpur Lapindo“, dan pada berita tersebut telah timbul perdebatan apakah kekuatan supranatural Muhammad Ponari (10 tahun) mampu menyumpat semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Muhammad Ponari merupakan seorang bocah yang menjadi  ‘dokter ajaib’ ketika ia menemukan dan memiliki “batu ajaib”. Bocah kecil asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, dikabarkan telah menyembuhkan ribuan pasien.

Setiap hari ribuan orang mengantri untuk diobati oleh Ponari sejak subuh hingga sore hari. Hal ini membuat Ponari menjadi anak super sibuk di Indonesia. Ia ‘rela’ tidak mengenyam pendidikan seperti teman-temannya dan hanya mendapat pendidikan pada malam hari oleh beberapa guru sekolahnya. Saking hebatnya penyembuhan ala Ponari, ribuan orang yang sanggup mengantri hingga berjam-jam dan berhari-hari. Karena lamanya harus mengantri, maka dikabarkan telah ada dua orang pasien Ponari yang tewas akibat mengantri lama.

Polemik : Rasionalitas Vs Supranatural

Kekuatan penyembuhan Ponari melalui ‘batu sakti’nya menimbulkan perdebatan sengit, apakah pantas kita mempercayai hal-hal yang ‘absurd’ secara rasionalitas sains. Sedangkan bagi mereka yang mempercayai kesembuhan dari ‘batu sakti’ Ponari, berargumen bahwa itulah kekuatan Tuhan yang hadir melalui sang bocah kecil atau juga mereka sangat percaya dengan kekuatan ‘batu sakti tersebut”.

Jika beradu argumen, maka untuk sementara orang sains (rasionality) kalah dengan orang yang percaya dengan kekuatan ‘supranatural’ (kekuatan magic). Mereka yang percaya secara rasionalitas harus melakukan uji coba atau eksperimen untuk menyanggah pendapat para ‘magic power’-ers, sehingga mereka (rasionalitas) butuh waktu untuk menjelaskan fenomena yang unik ini.  Sedangkan para ‘magic power’-ers dapat mudah berargumen dengan landasan iman atau fenomena luar yang dapat terlihat. Para magic power’-ers tidak butuh waktu yang lama untuk menjawab dan berargumen, tinggalkan mengeluarkan senjata paling ampuh, “ada kekuatan Tuhan disana”.

Bagi para rasionalitas (ilmu pengetahuan dan sains), senjata kedua yang paling ampuh untuk mencounter para ‘pemuja magic” adalah dengan membiarkan (bahkan mendorong) Ponari melakukan aksinya di lumpur Lapindo. Apakah Ponari akan berhasil atau sebaliknya era “magic” hanya menerima tamparan malu?

Unik

Khusus untuk artikel kali ini, saya tidak mengemukakan opini dan ulasan pribadi saya. Saya hanya ingin melihat sejauh mana sikap, pola pikir, dan keyakinan masyarakat Indonesia saat ini dalam menanggapi fenomena unik. Apakah masyarakat Indonesia cenderung bersikap mencari sebab dan alasan dari suatu fenomena atau mereka yang hanya percaya pada fenomena unik dengan dasar keyakinan atau iman.
Untuk itu, saya harap anda menyampaikan komentar dan tanggapan, apakah Anda adalah seorang yang lebih rasionalis, supranaturalis, keduanya atau bukan keduanya?

Sumber Bacaan:
Polisi Izinkan Dukun Cilik Jombang Kembali Buka Praktik, Ponari Dikenal Penakut oleh Teman-temanya
Sisi Lain Dukun Cilik Jombang, Mengaku Punya Tugas Menutup Semburan Lumpur Lapindo

Update (7 Feb 2009) – landasannya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Menanggapi komentar dari Sdr. Maddidjara, tentang rasionalitas (pendapat, noun), rasionalisme (paham/teori,  noun), empiris (adjective), empirisme (paham/teori, noun), naturalisme (paham, noun), supranaturalisme (paham)

Rationality (rasionalitas) –> pemikiran yang sistematis dan logis yang masuk akal (dapat ditelusuri, dicari sebabnya secara nalar). Sehingga setiap fenomena selalu dapat ditelusuri secara logis dan sistematis. Setiap fenomena dapat dijelaskan secara logis dan sistematis, meskipun pada saat tersebut belum terjawab. Contoh : teori relativitas Einstein memang aneh di zamannya, namun baru bisa dibukti setelah beberapa dekade kemudian. Se-supra-supra naturalis keadaan, tetap menjadi obyek yang rasional bagi rasionalis.
Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib. Atau “Magic power-er” dalam konteks pemikiran berarti mereka yang lebih percaya sesuatu yang aneh/unik (karena tidak tahu sebabnya) sebagai kekuatan magis.  Fenomena supranatural masuk dalam magic power. Contoh: di era prasejarah, mereka meyakini petir sebagai kekuatan kekuatan magis. Namun, seorang yang selalu berpijak pada rasio akhirnya menemukan bahwa petir merupakan fenomena tumbukan antara awam bermuatan positif dan negatif,
Sedangkan naturalisme, berarti sesuatu yang alami. Meskipun petir itu natural/alami, bagi kaum ‘magic power’-ers tetap saja menggangap itu hal yang magis, beda dengan kaum rasionalis yang selalu bertanya ‘ada apa dibalik itu?”.
Empirisme merupakan aliran atau pemahaman sesuatu berdasarkan pengalaman / empiris. Ilmu yang diperoleh melalui pengalaman kehidupan (pengalaman empirik).

Ruang lingkup dari seorang ilmuwan selalu melihat “sebab-proses-akibat“, analisis dan percobaaan yang menghasilkan kesimpulan. Sehingga rasionalitas sangat dibutuhkan dalam saintis.
Sedangkan kaum “magic” melihat “akibat” [adakalanya masuk ke proses], analisis (anggapan), lalu muncul kesimpulan. Kaum magis menyimpulkan sesuatu tanpa sistematis yang logis. Lebih cenderung to the point.
Sehingga, kaum ‘magic’ selalu menang dalam segi waktu dibanding ‘rasionalis’. Sedangkan apa yang diperoleh dari rasionlis akan disadap oleh ‘magic’ dikemudian hari.

echnusa – 6 Feb 2009

Berita Selanjutnya : Sakit atau Sehat Datang dari Pikiran : Percayakah?

Iklan
85 Komentar leave one →
  1. octavandy permalink
    Februari 15, 2009 3:26 AM

    hari gini masih berpikir irasional?
    mana ada batu ajaib?
    mana pasien yang sudah disembuhin?
    mending belajar biar pintar tidak gampang ketipu.
    ooh nasib indonesiaku…

    saran saya, ponari direndam di bak PDAM, biar pelanggan PDAM sehat semua.

  2. Februari 15, 2009 8:53 AM

    Salahkah ponari?
    Bisa ya, bisa juga tidak! Kalo ponari tidak mengawali semuanya dgn kebohongan tentu dia tidak bersalah. Kesembuhan itu datangnya dr Allah bisa lewat dukun, tabib, dokter atau tukang jamu. Selama ini kita selalu dicekoi dgn pengobatan ala barat yg mengunakan obat kimia sebagai sarana penyembuh. Maka klo kita berkiblat pd hal itu pastilah kita akan menyelidiki kandungan kimia batu tersebut. Jadi sebelum menyatakan benar ato salah kita samakan dulu kiblatnya.
    Syrikkah yg datang ke ponari?
    Klo bicara masalah batin, ndak akan ada yg bisa bicara akurat. Hanya Allahlah hakim yg paling pantas untuk menentukannya. Klo kita percaya Allah yg menyembuhkan lewat tangan ponari apa itu syrik? Trus klo lewat tangan dokter ato tabib tidak? Ya biar Allah sj yg menghakimi.
    Orang modern selalu rasional?
    Ndak jg, yamaha berani bayar mahal komeng untuk iklannya, kata mereka setelah bintang iklanya komeng, penjualannya meningkat. Trus hubunganya apa? Apa itu bisa dijelaskan secara rasional? Itu hanya dalam hubungan statistik saja yg tidak bisa dijelaskan secara rasional.
    Trus hikmahnya?
    Ada 2 hal yg penting yg bisa kita serap hikmahnya.
    1. Allah mahakuasa, berhak menentukan siapa yg sembuh siapa yg tidak.
    2. Allah mahakuasa, berhak memberi rejeki kepada siapapun dengan jalan yg tidak terduga, seperti yg dia janjikan (mungkin itu yg dialami ponari, keluarganya dan warga desanya.

  3. batosai permalink
    Februari 15, 2009 1:37 PM

    semoga makin banyak orang2 yg bisa kaya Ponari…
    biar antriannya ga terlalu panjang…

    kbanyakan manusia dsini sudah ga punya hati ya?…
    orang cari sembuh kok dicaci maki… dikatain syirik lah,inilah itulah..
    bukannya didoakan biar cepat sembuh dg jalan apapun yg diridhoi Allah..

    anak umur 10th setidaknya sudah punya pikiran utk membantu org lain… n menyenangkan hati orang banyak..

    sudahkah kalian?

  4. Februari 15, 2009 8:01 PM

    Sebuah Fenomena yang begitu mengherankan.. Tapi, apa yang tidak mungkin oleh Allah SWT. Mungkin anak 10 thn tersebut hanya media saja, selebihnya Wallahualam..

    Salam,
    OmpuNdaru

  5. Februari 18, 2009 10:58 PM

    manusia wajib menuntut ilmu , tetapi manusia juga terbatas ilmunya . Hanya Allah yang Maha tinggi ilmunya dia berkehendak menjadikan apa yang ada di bumi dan alamsemesta sesuai dengan kehendaknya . Tidak ada yang bisa melawan kehendak Allah . Ada rahasia apa ini ? mari kita berfikir. Fenomena alam atau sosial ini ? jangan sombong menjadi orang sok tahu yang melebihi Ilmunya Allah Subhanahu wataala . Ponari ? Mungkin Allah akan menunjukkan kehebatannya melalui Ponari. Wallaahu ‘Alam .

  6. Februari 22, 2009 2:00 PM

    Kata guru Agama Islam di sekolah ku, faktor utama yg membuat pesakitan menjadi sembuh karena sugesti yg kuat dalam diri si pesakitan.

    Waktu pas pelajaran Agama, anak2 ditanya bagaimana tanggapan yg logis terhadap berita dukun cilik. Setengah percaya dgn kekuatan batu itu, dan setengah tidak. Anehnya, yg menyangkal kekuatan batu itu adalah murid2 yg mendapat peringkat di kelas.

    Apakah hal2 yg seperti itu hanya di percayai oleh orang yg kurang ilmu sains nya?

  7. poejieck Gunungkidul permalink
    Februari 22, 2009 3:29 PM

    Assalamu, alaikum,wr,wb

    maaf,…dengan sedikit ilmu yg aku miliki aku ingin ikut berpendapat, entah lepas dari paham rasional maupun Irasional atau ada unsur2 syirik. maaf didalam Indonesiaku ini dan dalam perjalananku dari, jawa,sulawesi, kalimantan,sumatra, bali juga madura.( maaf papua aku belum pernah kesana …) jadi tidak aku sebut, lihatlah dengan kejujuran hati kita dan beranikan ntuk mengatakan bahwa banyak orang yg dianggap punya kelebihan, …yg mungkin tidak akan bisa dijelaskan secara rasional maupun dengan ilmu yg kita peroleh dibangku sekolah, atau semua itu sifat iri manusia sebagai hamba Allah, sehingga ketika Allah memberikan hidayah Nya, lewat ponari shg Dia bisa menolong sekian ribu orang mungkin lebih, kita berikan stetmen yg berlebihan dan menyudutkannya, kasihan Ponari dengan ketulusannya. Lalu apakah yg sudah kita perbuat ? atau kita hanya banyak omong doang, !!! atau kita sudah terlalu tamak, maaf.. kenapa kita harus memberikan stetment yg tinggi2 terhadap Ponari dengan keajaibannya, kenapa kita tidak bersyukur aja kepada Allah yg membukakan mata kita lewat tangan Ponari, sehingga Dia mampu berbuat untuk berbuat untuk orang banyak, dengan umur yg masih belia. Dan kita berharap orang2 yg diberikan kesembuhan oleh Allah perantara Ponari dijauhkan dari unsyur syirik. Terbukalah mata kita, ternyata di Indonesiaku masih banyak orang sakit yg perlu bantuanmu, hei orang2 yg merasa berpendidikan tinggi, jangan suka memberikan stetment yg memperkeruh keadaan, sedangkan kita hanya berdiri di tempat tanpa melakukan apa2, …jadi metode2 atau cara2 pengobatan diluar keilmuan ( ke Dokter) setiap kampung di Indonesiaku yg besar ini pasti ada, tinggal kita itu mau jujur atau tidak untuk menyampaikannya dalam kehidupan yg dianggap udah modern ini. Dalam perjalananku hal2 tersebut udah aku anggap biasa, …tinggal tergantung kita mensikapinya mau percaya atau tidak, wallah huallam, karena segala kekuatan itu pasti datang dariNYA. Berserah diri pada Tuhan itu akan lebih baik,.. supaya kita lebih bisa mawas diri, karena Allah telah banyak berikan teguran dari Tsunami, Banjir, berbagai macam kecelakaan, lumpur lapindo…dan berbagai macam aktifitas gunung berapi yg semakin sulit diprediksi oleh kaum pintar.

    sementara itu dulu yg bisa aku berikan bukan ntuk bermaksud apa2, merdekaa………( salam buat temen2ku setanah air)
    wasalam mualaikum, wr.wb

  8. luciaeglantine permalink
    Maret 12, 2009 8:38 AM

    come on guys!!!whatever…dengan banyak hal yang terjadi
    yah emang sih ponary ini membuat kehebohan besar….
    aku sih..orang rasionalis juga orang yang percaya magis
    rasionalis,karena dunia ini memiliki sebab akibat………di analisis degan proses,eksperiment dan result……..
    percaya magis..karena banyak hal belum bisa dijelaskan secara logika jadi jalan terbaik adalah mengambil kesimpulan itu magis…..tapi seiring waktu..andai kata hal yang magis bisa dibuktikan maka itu bukanlah magis lagi berubah menjadi bagian rasionalis…….tapi kalau ga bisa dibuktikan secara rasional maka magis tetap disitu menunngu kapa dia akan berubah menjadi rasional……ingat teori enisntein ga???
    teori relativitas……waktu jamannya itu di sebut magis sekaranng itu rasional……..tinggal nunggu waktu aja……..apakah ponary si anak magis akan selalu menjadi irasional ataupun pembuktian..huahuahaua

  9. Nur permalink
    Januari 2, 2011 11:56 PM

    Sekarang sudah masuk ke jaman sistim Massihi Dajjal (mereka berkasih sayang dalam keburukan) sistim hukum untuk kedzoliman, agama untuk kebanggan dan kekuasaan saja, nafsu dunia jadi prioritas utama, banyak orang tidak perduli akan moral, bencana tidak untuk pelajaran akidah kita kepada Allah SWT, banyak orang bisa melihat tapi buta hatinya, semakin menjauh dari Allah SWT, banyak orang belomba2 berusaha mendahului kehendak Allah SWT, kejujuran dinomor duakan, para ulama terdiam, menumpuk harta untuk kebanggan, hilang rasa malu terutama kepada Allah SWT, orang Bertakbir kepada Allah untuk kedzoliman, dzikir kepada Allah SWT hanya sampai dimulut, Alqur’an menjadi hiasan, Banyak orang meragukan Alqur’an, banyak yang mengaku suci (nabi), kesirikan (menyekutukan Allah SWT) diagung2 kan, lupa akan karunia Allah SWT, krisis kepercayaan akan DOA kepada Allah SWT, agama diperdebatkan, siap2 saja mari kita yang sadar banyak2 berdzikir sebenar2nya dzikir sampai kehati kita kepada pada Allah SWT, tegakan Sholat yang sebenar2nya Sholat supaya selamat dunia dan akherat, amin2 Ya Robbal Alamin.

  10. November 26, 2012 3:37 AM

    Bila perlu smua dkun kumpulin..
    Dari dkun anak
    dukun santet
    dukun cabul
    biar bisa tutp lumpur lapindo.
    Lw gk bisa..
    berhenti saja jdi dukun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: