Lanjut ke konten

Tolak Rencana ITB Beri Doktor Kehormatan pada SBY

Januari 31, 2009

Ganesha ITB

Ganesha ITB

Ketika saya membaca di Antara, saya terkejut sekali membaca berita bahwa ITB akan memberikan gelar Doktor Kehormatan (DR Honoris Causa) kepada Pres. Susilo Bambang Yudhoyono pada Dies Natalis ITB pada 2 Maret 2009.  Rencana pemberian gelar DR HC ini akan mengatasnamakan Senat Guru Besar ITB. Insitut Teknologi Bandung merupakan perguruan tinggi negeri yang berbasis sains, teknologi, dan seni [+bisnis sejak 2004 via SBM ITB]. Sehingga tidaklah tepat bagi sebuah Insititut berbasis teknologi, sains, dan seni memberikan gelar pada seseorang yang tidak berkontribusi ataupun ahli di bidang ketiganya.

Menurut Rektor ITB, Prof. Djoko Santoso, alasan memberikan gelar kepada Presiden RI sekaligus Capres 2009, Susilo Bambang Yudhoyono adalah:

”Salah satu alasan pemberian gelar itu karena beliau ini menunjukkan adanya hardwork [banyak orang yang hardwork], clean government [politik], cermat [ilmuwan kimia lebih cermat], dan menghasilkan improvement [politis pragmatis] di dalam membangun industri teknologi [apanya??] di Indonesia.” – [kompas cetak]

Akankah ITB jadi Alat Politik SBY??

Saya tidak setuju sekali dengan rencana pemberian ini, karena dapat merusak nama besar sekaligus almamater dari  Kampus Ganesha ini. Saya meyakini  ada sekelompok oknum intelektual ITB yang ‘sepertinya’ ingin mengikuti jejak mantan Rektor ITB sekaligus Menristek saat ini, Prof.Kusmanto Kadiman. Di tahun 2004, yang mana pada saat penerimaan mahasiswa baru angkatan 2004 (Agustus 2004) di Gedung Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), pak Rektor mencoba menghubungi dua kandidat Presiden putaran ke-2 yakni SBY dan Megawati dengan menggunakan teknologi Video Conference yang bekerjasama dengan jasa Telkom.

Pak Kusmayanto [loud speaker, semua orang dalam ruangan dapat mendengar percakapan] pertama kali menghubungi Mbak Mega, namun diangkat oleh tim/sekreatarisnya (dan disambung ke Mega).. Dan hasilnya cukup mengecewakan karena Megawati tidak bisa melakukan Video Confereence dengan alasan beliau agi sibuk dan rapat. Kemudian Pak Kusmanto melanjutkan teleconferee kepada Pak SBY, tidak disangka dan dinyana, SBY bersama Demokrat telah menyiapkan persiapan dengan begitu rapi. Pak SBY pun muncul dilayar gede di ruang utama Sabuga dan menyampaikan visi misi di depan +/- 3000 mahasiswa terbaik dari pelosok negeri. Pak Rektor pun sapa menyapa dengan Pak SBY. Ditengah kampanye video konfenre tersebut, terdapat tanya jawab antara mahasiswa baru dengan pak SBY.

Singkat cerita, Pemilu Capres September 2004 dimenangi oleh SBY, dan Rektor ITB pun diangkat menjadi Menteri Riset dan Teknologi…..simpel kan… :) Namun demikian, prestasi Pak Kusmayanto cukup baik sehingga wajar menjabat sebagai menteri. Selama kurang lebih setahun ITB dipimpin oleh Wakil Rektor. Kini rektor ITB adalah Prof. Djoko Santoso. Yang menjadi pertanyaan, apakah Prof. Djoko atau CS memiliki agenda yang sama dengan menggunakan ‘kendaraan’ Senat Guru Besar untuk memberi ‘upeti’ lagi pada SBY menjelang Pilpres 2009???

Menurut pribadi saya sendiri, SBY tidak layak menerima penghargaan yang prestigius tersebut dari sebuah perguruan tinggi yang konsen pada Sains, Teknologi dan Seni. Apakah SBY lulusan dari bidang sains, teknologi atau seni? Apakah SBY telah menyumbang ide dan pikiran mengenai Sains, teknologi atau seni bagi negeri ini?? Apakah SBY telah memiliki penelitian dan teori dibidang sains, teknologi atau seni??

SBY adalah mantan seorang prajurit TNI, mantan Master of Art, mantan doktor di bidang ekonomi pertanian. Mantan Mentamben, mantan Menkopolkam, seorang politisi, seorang presiden. Presiden yang gencar mewacanakan pemberantasan korupsi. Presiden yang hanya tampil ketika menurunkan [baca:menyesuaikan] harga BBM, tapi menghilangkan sebanyak 3 kali ketika menaikan harga BBM. Presiden yang tertipu oleh penelitian Blue Energy. Presiden yang tertipu dengan penelitian padi Supertoy HL. Dan mungkin juga [praduga], pengaruh Ketua Alumni ITB saat ini yang juga menjabat sebagai Sekreataris Negara, menjadi Presiden [praduga] yang menggunakan gelar ITB sebagai kendaraaan politik.

Logo ITB

Logo ITB

Petisi : Tolak Rencana ITB Memberikan Doktor Kehormatan pada SBY

Jelas sudah, rencana ITB memberikan gelar doktor kehormatan pada SBY lebih mementingkan politik semata dan dapat mencederai keluhuran dan prestigius nama ‘ITB’. Jika ITB memang murni memberikan gelar doktor kehormatan, maka masih banyak orang yang layak menerimanya daripada sekadar seorang SBY. Sebut saja ada beberapa orang yang saya kenal yang memberikan kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan di negeri ini. Berikut mereka yang telah berkontribusi besar dalam IPTEK (yang saya tahu) yakni

  • Prof.Dr.Ing BJ Habibie (ahli aeronatika),
  • Alm. Prof Samaun Samadikun (ahli elektronika, mendapat paten) -2006
  • Prof Tjia May On (periset polimer, optik nonlinier, superkonduktor)
  • Prof dr Soedarto DTMH PhD (penemu metode pengembangbiakkan satu virus demam berdarah menjadi satu juta kali lipat)
  • Alm. Prof Dr Ing Iskandar Alisjahbana (Bapak sistem Komunikasi Satelit dan penganggas teknopreneurship) -2008
  • Joko Sasmito (Penemu Biochip Kedokteran yang banyak digunakan dalam pelayanan medis dan kesehatan)
  • Prof. I Gede Raka (Industri dan edukasi)
  • Prof. The Houw Liong (fisika komputasi),
  • Budi Raharjo, Ph.D (pengembang domain internet, dan sekuriti  nasional),
  • Prof.Dr.Ir.Andrianto Handojo (T.Fisika dan ketua energi alternatif nasional)
  • Dr. Ir.IGBN Makertiharth (T.Kimia dan energi diperbaharui)
  • Armein Z.R Langi , Ph.D  (Pengembang multimedia dan internet lokal)
  • Dr. Onno W. Purbo (internet development), dan masih banyak lagi…

** nama-nama tersebut secara nyata telah memberi kontribusi besar dibidang teknologi dan ilmu pengetahuannya bagi bangsa Indonesia. Contoh sederhana adalah Pak Budi Raharjo dalam dunia internet dan iapun berhasil memperjuangkan domain .id ( [do]id )tetap dimiliki Indonesia, meski banyak pihak asing ingin memiliki .id. Kenapa .id diperebutkan, karena .id lebih identik dengan identity. Dan sebenarnya masih banyak daftar orang yang lebih berkontribusi besar pada IPTEK Indonesia selain daftar orang di atas yang belum saya kenal.

Apakah penerapan teknologi atau sains SBY mau disandingkan dengan DR.HC.Ir. Soekarno. Ir. Soekarno mendapat helar DR (HC) dari ITB karena sumbangsihnya dalam ilmu teknik sipil dan terutama Ir.Soekarno merupakan alumni Teknik Sipil ITB. Salah satu hasil karya Soekarno yang masih tampak sampai saat ini  adalah karya dibidang sipilnya yakni Monas (monumen nasional).

Oleh karena itu, bagi rekan-rekan yang setuju dengan pemikiran saya, saya berharap tulisan ini disebarkan luas (silahkan copy-paste…). Dan bagi kalangan mahasiswa seluruh Indonesia [khususnya mahasiswa ITB dan alumni], saya perlu tegaskan opini saya bahwa rencana pemberian gelar ini akan menjadi ancaman besar bagi independensi bagi sebuah perguruan tinggi, oleh karena saya harapkan rekan-rekan menyadari hal ini. Jangan kita terlena dengan UU BHP dan terlena kembali dengan rencana sebuah perguruan tinggi ternama Indonesia yang akan memberi gelar kehormatan kepada seorang politisi.

Akhir kata, saya hanya setuju [meskipun keberatan] SBY mendapat gelar kehormatan DR (HC) dari ITB jika dan hanya jika ITB telah memberikan penghargaan yang serupa pada sejumlah Profesor dan ahli dibidang pengetahuan serta aplikasinya memberikan manfaat banyak orang, sebut saja Pak Budi Raharjo, Pak Onno W Purba, Pak Yohanes Surya dan banyak lagi.


Komentar-Komentar dari Afilisiasi ITB

Fajroel Rahman (Mantan Aktivis dan Alumni mantan mahasiswa Kimia ITB ; pernah dipenjara oleh Soeharto)

“Saya menolak sekeras-kerasnya pemberian gelar doktor honoris causa ini. Apa kaitan SBY dengan keilmuan di ITB sehingga bisa mendapatkan gelar terhormat itu?”
Seseorang seharusnya bisa mendapatkan gelar itu karena keilmuannya namun gelar yang dimiliki SBY sama sekali tidak ada kaitannya dengan seluruh keilmuan yang ada di ITB.
Sepertinya ada seseorang atau sekelompok orang yang sengaja mengaitkan jurusan keilmuan yang ada di ITB dengan SBY sehingga keputusan ini muncul,”
“Kasat mata saja tak ada kaitan keilmuan di ITB dg `ilmunya` SBY dan ini hanya petualangan politik saja,”
“Saya melihatnya, ini cacat politik dan akademis. Kondisi akan berbeda jika yang dianugerahi itu seorang Habibie atau Onno W Purbo. Padahal, yang namanya gelar HC itu semestinya diberikan kepada orang-orang yang tepat, tidak perlu diragukan lagi
Sumber : Antara dan Kompas

Adamsyah Wahab (Alumni ITB) – Antara

“Apa ada hubungannya keilmuan yang dimiliki SBY dengan ITB dan jawabannya tentu saja tidak karena ilmu pemberantasan korupsi tidak ada di kampus kami,”
“Kami sangat kecewa dengan keputusan ini, terlebih mendekati masa Pemilu 2009 sehingga kentara sekali pemberian ini bernuansa politis,”
Adamsyah mensinyalir ada rumor yang beredar di seputar isu itu yang menyebutkan pemberian gelar ini dilakukan hanya karena ada keinginan dari petinggi ITB untuk menjadi menteri jika Yudhoyono terpilih kembali.


Aris Ariyanto
(Alumni ITB dan juga Pengurus Ikatan Alumni ITB) – Antara

“Jika memang yang menjadi pertimbangan adalah dia menjabat sebagai presiden, prestasi mana yang membuat menjadi pantas.”
“Kalau prestasinya hanya menurunkan harga BBM apakah memang itu yang menjadi pertimbangan”.

Wimar Witoelar (Alumni ITB) – Kompas

“ITB selama ini sangat selektif. SBY tidak memenuhi syarat.
Kalau pimpinan (ITB) itu mau menyia-nyiakan kehormatannya, terserah saja.”

Dr Rudi Rubiandini (Dosen ITB) – Kompas

“Pasti ada yang mempertanyakan, sebetulnya masih banyak yang lebih layak mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa, tidak hanya Presiden SBY. Lalu, pertanyaannya kepada hanya Presiden SBY saja, kenapa yang lain tidak. Hingga kini, pro kontra itu terus berlanjut. Bagi saya, kurang tepatlah,”

Agnita Singedekane Irsal (Alumni TI 1972 ITB, mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Unpad) - Antara

“Hendaknya ITB bersikap terbuka, jujur dan tetap mempertahankan independensi keilmuan.
Sebagai alumni, saya menyesalkan almamater saya yang secara sembrono memberikan anugerah di saat menjelang pemilu 2009. Ada apa ini? Kriteria bagi pemegang doktor honoris causa haruslah jelas,”

Hatta Radjasa (Aumni ITB, Ketua IA ITB, Menteri Sekretaris Negara Pemerintahan SBY) – Kompas

“Apa pun keputusan almamater saya, ITB, saya hormat dan respek karena mereka melakukan suatu analisis itu tentu dengan pertimbangan-pertimbangan yang luar biasa, apalagi dunia akademik itu kumpulan profesor-profesor,

Ditulis oleh echnusa – 30 Jan 2009
Dari beberapa sumber

Catatan—-(Update : 1 Feb 2009 – 22.00 )
Jadi, saya tidak perlu tanya lagi ke ITB, mengapa memberi gelar tersebut pada SBY. Karena saya baru baca  di Kompas.com (31 Jan 2009 pukul 20 WIB ),. Alasannya adalah SBY dianggap berhasil dalam bidang Teknologi..???
Institut Teknologi Bandung  (ITB) akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena dianggap berhasil  di bidang teknologi pada 2 Maret mendatang.

Bahkan, rencana memberi gelar sudah dipersiapkan sejak 2 tahun yang lalu, dan momen yang  dicari adalah bertepatan dengan Pilpres 2009 ( 50 tahun ITB)

Silahkan baca di Kompas: Pemberian Gelar Dr HC untuk SBY Menuai Pro-Kontra

Update (6 Feb 2009) – Thanks to wp
Terima kasih atas tambahan yang diberikan komentator kita, Wp.
Hari ini Prof. Djoko secara khusus mengunjungi Pres. Susilo BY. Dan salah satu hasilnya agar tidak timbul polemik masyarakat, pak SBY menyarankan gelar DR HC diberikan setelah pilpres aja. [siapa bilang SBY tidak mau gelar, toh..terbukti untuk menjaga image, beliau minta gelarnya diundur...tetap saja secara wacana berarti SBY sudah mendapat gelar DR HC yang tertunda.

Bahan Renungan: (Mengapa ITB sekarang ngobral DR HC untuk SBY)

ITB dikenal sangat selektif dalam menganugerahi HC. Sejak ITB berdiri, hanya  empat (4) orang yang dianugerahi doktor HC, yaitu mantan Presiden Soekarno, tokoh asal Vietnam Ho Chi Minh, mantan Dirjen Pertambangan Umum Sutaryo Sigit, dan mantan Menteri Perindustrian Hartarto. [kompas cetak]

About these ads
34 Komentar leave one →
  1. Februari 6, 2009 8:24 PM

    Kalau Ho Chi Minh dikasih Doktor HC kenapa ya? Apa ITB saat itu beraliran Marxisme? (Partai kaleeeeee hihihihi)

    “ITB dikenal sangat selektif dalam menganugerahi HC. Sejak ITB berdiri, hanya empat orang yang dianugerahi doktor HC, yaitu mantan Presiden Soekarno, tokoh asal Vietnam Ho Chi Minh, mantan Dirjen Pertambangan Umum Sutaryo Sigit, dan mantan Menteri Perindustrian Hartarto.”

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/06/00440359/itb.akan.anugerahkan.doktor.hc.ke.yudhoyono

    Re:Wp
    Terima kasih tambahan infonya.

  2. tukang parkir permalink
    Februari 7, 2009 12:36 PM

    hahaha… tuh alumni dan civitas itb… jadi berpolemik, kena deh dibelah2 oleh berita!!!

    selamat anda2 terkecoh

  3. Warokka permalink
    Desember 11, 2013 9:05 AM

    idealisme dalam ilmu pengetahuan sangatlah penting dan mutlak, sebagai mana alam pun tak mengenal toleransi terhadap sang penciptaNya. Berhati-hatilah dalam memberikan gelar kepada seseorang.

Lacak Balik

  1. Gelar DR (HC) SBY di ITB Dulu Ditolak, Apalagi Malek Mahmud di Unsyiah? | Aceh Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.015 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: