Skip to content

Gasing vs Yoyo : Demokrat Akui Pemerintah Gagal

Januari 29, 2009

Sutan Bathoegana

Sutan Bathoegana

Ada yang nonton Apa Kabar Malam di TV one edisi Kamis, 29 Januari 2009?? Hadir di acara tersebut, Sutan Bathoegana (Demokrat), Effendi Simbolon (PDI-P) dan Effendi Ghazali (Pakar Ilmu Komunikasi) untuk membahas perang iklan antara Demokrat (SBY) dengan PDI-P (Megawati). Selama lebih kurang 25 menit, saya tertawa berkali-kali menonton mereka asyik berbicara, berdebat, menjelekkan, dan sekaligus mempertahankan diri. Kayak pertarungan antara pendekar di film-film silat.

Effendi Simbolon

Effendi Simbolon

Saya tertawa, karena Pak Sutan begitu ambisius menangkis serangan Effendi Simbolon yang disertai data. Sedangkan Effendi Simbolon hanya lebih fokus menyerang Demokrat dan SBY ketimbang menangkis serangan Sutan mengenai kinerja Megawati seperti gasing. Hal serupa pun terjadi, tatkala Effendi Simbolon menegaskan bahwa seharusnya BBM turun di harga Rp 2400 jika pemerintah masih menggunakan asumsi dan perhitungan lama. Harga Rp 4500 bukanlah harga yang pantas bagi rakyat. Terlalu mahal, dan bukanlah prestasi untuk menyesuaikan harga sebanyak 3X, toh…Malaysia telah menurunkan sebanyak 8X. Akhirnya, Sutan pun mengakui bahwa iklan penurunan BBM 3x bukanlah prestasi SBY atau Demokrat. Sutan berkilah bahwa mereka hanya ingin menyampaikan bahwa BBM telah turun 3X. [tapi isi iklannya tidak hanya sebatas itu…karena ditambahkan kata terima kasih pak SBY….]

Sedangkan seorang ahli ilmu komunikasi, Effendi Ghazali mengatakan bahwa perang iklan adalah wajar dan wajib bagi penyampaian komunikasi di era demokrasi. Tentu situasinya akan semakin menghangat menjelang pemilu Presiden di bulan Juli mendatang. Effendi Ghazali hanya mendapat porsi bicara sedikit, lantaran Sutan dan Simbolon asyik berdebat terus..

Demokrat Akui Kebijakan Pemerintah SBY seperti Yoyo

Dari berita Antara News, disebutkan bahwa Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Sutan Bathoegana, mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang disorot orang seperti gaya permainan `yoyo`, justru lebih baik ketimbang `permainan gasing` di era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Sutan secara tidak langsung bangga dengan kebijakan SBY yang masih membuat masyarakat kita seperti Yoyo ketimbang Megawati yang mengebor bak gasing.
Dari pernyataan tersebut, secara tidak langsung Demokrat mengakui pemerintah SBY gagal dalam bidang ekonomi, kok naik-turun seperti yoyo dibanggakan??

Menanggapi pernyataan Megawati Soekarnoputri  bahwa kebijakan Pemerintah terkesan menjadikan rakyat seperti permainan anak-anak bernama `yoyo`, digoyang naik turun tanpa kejelasan ke mana arahnya. Sutan Bathoegana pun menjawab “Iya, tapi, permainan `yoyo` itu jauh lebih baik ketimbang Pemerintahan Megawati pada masa lalu yang saya umpamakan seperti permainan `gasing`. Kan `yoyo` naik turun, sedangkan `gasing` berputar-putar saja di tempat, malah melobangi tanah hingga rusak“.

Saya tidak Mau ‘Yoyo’ maupun ‘Gasing’

Apakah Yoyo atau gasing, yang penting saya tidak mau keduanya. Masa’ rakyat dijadikan gasing atau yoyo. Kalau kedua pemimpin pernah gagal, yah silahkan saja memberi masukan yang berarti bagi pemimpin alternatif.  Yang menjadi pertanyaan, maukah mereka (SBY, Mega, Gusdur dan para pemimpin2 terdahulu) dengan lapang dada menjadi penasehat-penasehat Presiden alternatif.  Kita tahu baik SBY maupun Mega, mereka telah berjasa, namun mereka juga melakukan kesalahan yang sangat miris. Saya sendiri tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Jika saya masih ingin memilih jadi obyek gasing ataupun yoyo, berarti saya lebih bodoh dari keledai. Seekor keledai tidak pernah jatuh pada lubang yang sama. Masa’ kita mau jatuh di lubang yang sama??

echnusa – 29 Jan 2009

*catatan : baik  SBY maupun Mega sah secara hak untuk menjadi Capres. Sehingga, saya sama sekali tidak mewacanakan mereka tidak boleh jadi Capres. Itu hak mereka, dan juga hak kita. Hanya saja, saya jauh lebih prefer mereka menjadi penasihat.

27 Komentar leave one →
  1. Februari 2, 2009 8:44 AM

    Sebenernya pemimpin yang pantas tuh siapa sih…. Jadi tambah bingung nih…

  2. Februari 2, 2009 8:54 AM

    Salam Kenal,
    saya sedikit Coment bro:
    Sebetulnya dari aksi saling kritik tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa pemimpin kita belum ada kedewasaan pemikiran dalam berpolitik. Sosialisasi politik bahkan pendidikan politik di masyarakat melalui partai adalah ‘0’ besar.

    Yang ada adalah kampanye semu” pilih saya, contreng saya, pendidikan gratis, bebas banjir dan bualan2 ”
    tidak ada peran nyata malah membuat resah.

    kepada para politikus partai: ” Jangan jadikan partai untuk kekuasaan mana peran parpolmu ke rakyat!!”

    sekia saran ku. thanks

  3. Februari 2, 2009 9:39 AM

    kalau pendapat saya sih, dari kedua pihak yang sekarang asyik “berperang” di media massa, ga ada yang bener atau ga ada yang berhasil. Semuanya masih belum bisa mewujudkan Indonesia yang diimpikan setiap masyarakat.
    Jadi, Indonesia memerlukan seorang pemimpin baru saat pilpres nanti, pemimpin alternatif gitu seperti Hidayat Nurwahid, Prabowo, atau Sri Sultan Hamengkubuwono X.

  4. erwan permalink
    Februari 2, 2009 9:49 AM

    jgn takut pak sby , s kan bkn berati sby saja ada sultan ada sutiyoso ada saya he he he

  5. Abidin permalink
    Februari 2, 2009 10:37 AM

    yg jelas kalu mba’ Gendut itu nga’ ada apa2nya waktu dulu kite dah tau deh, bisa bayangin nga’ kalu mba’ Gendut itu yg jadi presiden hari gineee dgn banyak bencana alam dan lagipula nota bene yg jadi presiden suami-nya yg preman itu, nga’ kebayang gimana jadinya Indonesia boo’ ngeriii!!!!

  6. Februari 2, 2009 2:13 PM

    yoyo ataupun gasing, lagi2 rakyat yang susah, sementara pejabat masih aja sok bener

  7. Februari 2, 2009 9:04 PM

    batasan etika, kesopanan, budi pekerti luhur di bidang politik sangatlah abstrak…………………….jadi klo politik demokrasi di Indonesia seperti saat ini, dan menghasilkan saling ejek, saling tangkis, saling klaim itu wajar, sistem yang dibangun saja seperti itu. apalagi sistem yang dihasilkan. semoga budi pekerti menjadi mata kuliah tersendiri buat para politisi….amin!

  8. Februari 2, 2009 9:52 PM

    Boro-boro saya tak akan milih mega, pandainya hanya bisa membodohi wong cilik dgn kata-kata omong doang!!!

    Saya lebih memilih Bpk. SBY pemimpin yg tidak ceroboh dalam mengambil keputusan 😀

  9. Februari 3, 2009 7:45 AM

    ha..ha…ha…namanya aja SBYJK …: Suka Bohong Ya Jelas Kualat…!!! Masak Sih Gak Ada Yang MoedENKS… above All…makasih om SBY…aye dah tertipoe 2004….Kalau ada pilihan di Pilpres ini…mencontreng ata Melempar Foto Antum dengan Sepatu…bisa ditebak kan…saya bakal pilih yang mana….Selamat Berbohong….Om SBYJK….Hantu Bersama ANda!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  10. us3 permalink
    Februari 3, 2009 12:42 PM

    sebenernya saia bangga ma sby tp iklan BBM nya itu bikin mual…

    but, perubahan butuh proses, sby sedang memperbaiki (insya Allah) negara ini yg udh morat marit gara2 pemimpin2 sebelumnya, dan itu gag bsa diperbaiki hnya dgn 5 taon.
    So, saia bakal memberi kesempatan ma sby 5 taon ke depan.

  11. Februari 3, 2009 2:20 PM

    Saya pikir untuk saat ini, SBY masih yang terbaik dari yang terburuk…(Paling ga dari pada Bu Mega), Bu Mega kan cuma keren kalo ngomong “Merdeka!!!!” selebihnya…. Liat aja gayanya kalau menyelesaikan masalah, oper sana, oper sini dianya tinggal tanda tangan.. (Enak banget jadi presiden)

    Sedang untuk urusan debat mendebat, seperti kata Pak Effendi Gozali, hal ini wajar, saya juga berpikir ini sangat wajar asal ga kebablasan kaya iklan Demokrat ma Golkar (mereka pikir semua rakyat Indonesia ini bodo apa??!!, Ibu saya aja tahu kalo iklan itu terlalu berlebihan dan ga proporsional)..Dan satu lagi, bis Pemilu ya udah..Apapun hasilnya harusnya mereka berbesar hati (Studi Kasus : Obama vs McCane)…

  12. sudhew permalink
    Februari 3, 2009 2:42 PM

    banyak juga ya fans ya SBY
    tapi bener,apa kita mau mengambil resiko dengan memilih megawati sebagai presiden kita
    otaknya megawati itu ada di taufik kiemas
    tau sendiri kan taufik kiemas orangnya seperti apa?
    so pilihlah pemimpin kita dengan bijak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: