Skip to content

Korban Terakhir Konflik Gaza : 1313 Tewas

Januari 17, 2009
Bom Israel 13 Januari

Angka korban Serangan Israel ke Jalur   Gaza sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009 malam mencapai lebih 1313 orang atau rata-rata 59 orang tewas per hari atau setiap jam lebih 2 orang tewas.

Tragedi peperangan dan kemanusian yang melanda di “Tanah Suci 3 Agama” sejak 27 Desember 2008 mulai memberi sinyal positif. Pemerintah Israel secara resmi menghentikan serangan ke Jalur Gaza terhitung 18 Januari 2009, pukul 02.00 waktu setempat. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert pada siaran pers menyampaikan bahwa Israel telah mencapai semua target terutama menghancurkan basis kekuatan Hamas yang selama ini terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel.

Meskipun, Israel telah menyatakan gencatan senjata, pejuang Hamas masih saja menembakkan roket ke wilayah Israel dengan alasan tentara Israel masih berada di wilayah Gaza. Sangat diharapkan kedua pihak ini menahan diri untuk saling menyerang guna menfasilitasi terciptanya perdamaian di ‘Tanah Suci 3 Agama’ maupun gesekan-gesekan emosional yang sudah mengalir di Indonesia.

Breaking News

Hingga 18 Januari 2009 malam, jumlah korban yang tewas akibat perang Israel-Hamas telah mencapai lebih 1313 orang, yakni:
– 1300 orang Palestina, dan
– 13 orang Israel
Sedangkan korban luka akibat koflik sejak 27 Desember 2008 telah mencapai 5.617 orang
Sumber data terbaru : http://www.bloomberg.com  (18 Jan,  23.00 WIB )

Akibat  Serangan Israel-Hamas  27 Desember 2008

Pihak Israel
+ 13 orang tewas
10 tentara & 3 warga sipil
+ 317 orang terluka
233 tentara & 84 warga sipil

Pihak Palestina
+ 1300 orang tewas
~400-650 pejuangHamas (sumber IDF)
~167 polisi Hamas (sumber PCHR)
~700 warga sipil (sumber Reuters)
+ 5300 orang terluka

Info Tambahan

  • Korban peperangan ini akan bertambah [meskipun gencatan senjata telah dilaksanakan], mengingat dari 5000-an korban, sebagian dari mereka adalah korban luka serius. Puluhan dari mereka berada dalam kondisi kritis.
  • Militer Israel telah melakukan lebih 2300 serangan udara ke wilayah Gaza sejak 27 Desember 2008 (atau rata-rata 128 serangan per hari).
  • Organisasi HAM dunia mengatakan bahwa Israel telah menggunakan Bom Phospor. Bom fospor telah dilarang penggunaannya karena sangat berbahaya.
  • Lebih 1.5 juta orang Palestina di Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan akibat penyerangan Israel. Mereka kekurangan makanan, obat-obatan, air bersih dan tempat tinggal.

Perbandingan Korban

Pihak Berperang

Israel
Kekuatan Perang
–10.000 pasukan artileri (176.500 tentara siap perang) disertai pesawat tempur, helikopter Apache, dan kapal perang
Pimpinan Perang
– Ehud Barak (Menhan), Gabi Ashkenazi (CoS), Yoav Galant (SoCom)

Hamas + Jihad Muslim + Laskar Pejuang Umat+PLO
Kekuatan Perang
– 10.000-20.000 pasukan Hamas di Gaza
Pimpinan Perang
–Ismail Haniyeh (Pimpinan Hamas), Mahmoud az-Zahar, Ahmed al-Ja’abari, Osama Mazini

Catatan Penting 11-18 Januari 2009

Serangan Israel 16 Januari
Serangan Israel 16 Januari

11 Januari 2009
Militer Israel menyerang sebuah Mesjid di kota Rafah yang diyakini Israel sebagai tempat latihan Hamas, pertemuan dan persedian senjata.Setidaknya 40 pejuang Hamas tewas pada hari Minggu, 11 Januari, dibunuh oleh tentara Israel. Pasukan Israel mendapat perlawanan sengit oleh Hamas dan Jihad Islamic di daerah Sheikh Ajalin.
Hamas tetap menyerang roket-roketnya ke wilayah Beersheba, Israel. Sementara itu, beberapa sumber menyatakan bahwa Israel menggunakan bahan kimia phosfor selama mengembur Hamas, yang kemudian dibantah Israel.

12 Januari 2009
4 tentara Israel terluka dan 1 orang mengalami luka serius. Salah satu korban tentara Israel akibat senjata temannya sendiri. Hal serupa terjadi pada 5 Januari, dimana 4 tentara Israel tewas karena tertembak oleh tentara Israel sendiri.
Pimpinan perang Hamas mengklaim berhasil menghancurkan 2 buah tank Israel dan menewaskan beberapa tentara Israel di Khuzaa, namun informasi tersebut dibantah oleh otoritas Israel.
Sebanyak 25 titik penyerang Israel menewaskan minimal 5 orang warga sipil dan 4 pejuang Hamas dkk.

13 Januari 2009
Menjelang malam, Israel terus mengempur Gaza melalui angkatan udara. Sedikitnya 23 orang Palestina yang bersenjata tewas serta 7 warga sipil ikut terbunuh.
Sepanjang hari, pesawat Israel menyerang 60 target di Gaza dan dibalas 2 roket Hamas ke wilayah Beersheba, Israel.

14 Januari 2009
Hingga hari ke-19 malam, jumlah korban tewas akibat perang Israel-Hamas telah menyentuh angka 1023 orang. Total warga Palestina tewas (http://www.newsdaily.com : 20.00 WIB) tercatat 1010 orang sedangkan di pihak Israel 13 orang tewas, sehingga total tewas hingga Rabu sore adalah 1023 orang dan melukai lebih 4800 orang.

15 Januari 2009
-Mendagri Hamas, Said Siam tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza. Ia tewas bersama putra dan saudaranya di kamp pengungsi Jabalya. Siam memimpin 13.000 polisi dan sekuriti Hamas, dan sebagian besar terlibat aktif dalam perang melawan Israel.
-RS Al-Quds terbakar setelah terkena serangan militer Israel.
-Presiden Iran M Ahmadinejad mengecam sejumlah negara Arab dan Islam ‘terlibat’ dalam pembantaian terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan diam atau bungkam atas penyerangan Israel. Di negara-negara Arab terjadi perpecahan yakni blok Iran-Suriah-Lebanon-Qatar (mendukung Hamas) Vs Arab Saudi-Mesir.

16 Januari 2009
– 23 jenazah ditemukan dipuing-puing bangunan di Kota Gaza setelah serangan tank Israel
– 1155 telah tewas hingga minggu ke-3 serangan
– Militan Palestina menembak 14 roket ke Israel Selatan dan menyebabkan 5 warga Israel terluka

17 Januari 2009
– Hamas mengusulkan gencatan senjata selama setahun dengan Israel dengan syarat penarikan mundur tentara Israel dari Gaza dan diakhirinya blokade ke kantong Palestina itu.
– 55 warga Palestina terbunuh di Jalur Gaza
– 15 roket Pejuang Palestina menghantam Israel Selatan
– Israel menarik 50 pesawat tempurnya dari Gaza. Sinyal bagi gencatan senjata dari pihak Israel.
– Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza “semakin dekat.”

18 Januari 2009
Pemerintah Israel secara resmi menghentikan serangan ke Jalur Gaza terhitung 18 Januari 2009, pukul 02.00 waktu setempat. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert pada siaran pers menyampaikan bahwa Israel telah mencapai semua target terutama menghancurkan basis kekuatan Hamas yang selama ini terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel.
Meskipun, Israel telah menyatakan gencatan senjata, pejuang Hamas masih saja menembakkan roket ke wilayah Israel dengan alasan tentara Israel masih berada di wilayah Gaza.

Saat ini
Gencatan senjata telah dilakukan. Biaya rekonstruksi memakan biaya hingga 2 miliar dolar (20 triliun rupiah).  Arab Saudi menyumbang USD 1 miliar.

Untuk membaca kronologi perang Israel-Hamas dan timeline peperangan dari 27 Desember 2008 – 10 Januari 2009, silahkan klik tulisan saya di : Tragedi ‘Desember Gaza’ di Tanah Suci 3 Agama

Komentar ‘Yang Tidak Terdengar’ Akhirnya Terdengar

Meskipun selama 10 hari, resolusi DK PPB nomor 1860 yang dikeluarkan pada 8 Janauri 2009 tidak digubris oleh Israel dan Hamas, akhirnya pada tanggal 18 Januari 2009, Israel mau melakukan gencatan senjata.
Aksi saling serang menyerang antara Israel dan Hamas telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka dan jutaan orang kehilangan keluarga dan tempat tinggal sejak 27 Desember 2008 silam (22 hari pertempuran).

Selama lebih 3 minggu, Israel dan Hamas sama-sama ingin menunjukkan kekuatan dan merasa harus menang dalam peperangan serta mengabaikan kegetiran warga sipil. Selama lebih dari 3 minggu, para Jenderal Israel dan Pejuang Hamas tampak ‘mentulikan’ telinga akan ‘jeritan’ darah dan tanggisan.

Akhirnya, suara simpati dan keprihatinan dari rakyat Utara hingga Selatan, dari masyarakat Afrika hingga Amerika, dari Indonesia hingga Venezuela, mulai terdengar. Semoga gencatan senjata ini menjadi gencatan senjata abadi. [at least sampai saya menutup mata]

Pelajaran bagi PBB

Tidak ditanggapinya Resolusi 1860 DK PBB  hampir 10 hari menunjukkan wibawa PBB perlu dikaji kembali. PBB yang beranggota lebih 160 negara, takluk dengan suara Amerika. Ini dikarenakan Israel baru menghentikan serangan setelah Amerika dan Mesir menjamin bahwa tidak ada penyelundupan senjata Hamas lagi ke Jalur Gaza.

Coba jika Resolusi keras DK PBB diperuntukkan untuk untuk Indonesia [belum pernah] atau Irak? Amerika akan langsung [dalam hitungan hari] menghantam ataupun menghukum negara Indonesia. Hal ini terjadi ketika Amerika menyerang Irak, meskipun resolusi menyerang Irak ditentang keras oleh China dan Rusia.


Seperti nasehat Bung Karno, jika dunia ingin lebih aman dan damai, sudah saatnya United Nation (PBB) direformasi. PBB harus memiliki kekuatan mengikat bagi setiap negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, tidak terkecuali negeri Uncle Sam [yang saat ini masih ‘memiliki’ PBB]

Catatan :
Selama ini berita saya update tiap hari dari Reuter dan Wikipedia.
Dengan adanya gencatan senjata ini, saya berharap tidak perlu meng-update lagi berita ini. [sebuah harapan]

Oleh : echnusa

5 Komentar leave one →
  1. Januari 16, 2009 9:01 AM

    sy salut dg pemerintah Venezuela yg tlh mmutuskn hub diplomasi dg Israel, sbg bntuk protes atas agresi Israel k Palestina..
    Venezuela yg notabene neg yg mayoritas pendu2knya bkn muslim bs mlakukn hal itu, knp neg2 muslim tdk mlakukn hal yg sama?? knp hny bs mngutuk n mmperlihatkn emosi yg kamuflase tnp tindakn yg nyata??
    liga arab masih ada?? knp sampai saat ini tdk trdengar brsuara??
    agresi militer Israel k Palestina bkn hny merebut tanah air Palestina, tp pmusnahn ras non Yahudi.. knp qt hny trdiam n mjd pnonton.. briknlah bntuan utk sdra2 qt d Palestina mski sbatas do’a n shalat ghaib..

  2. Januari 18, 2009 3:48 AM

    Israel emang gendhenk. udah gak punya hati nurani.herannya lagi, waktu saya mengetahui bahwa Tzipi Livni, menteri luar negeri Israel ternyata seorang wanita! Dan herannya lagi, dia keukeuh perang tetap berlanjut! Wanita macam apa yang tega melihat begitu banyak korban tak berdosa begitu banyak berjatuhan, termasuk di dalamnya anak2?

  3. DIAN FIRMANSYAH permalink
    Agustus 2, 2009 10:07 AM

    Israel the real terorist

  4. DIAN FIRMANSYAH permalink
    Agustus 2, 2009 10:10 AM

    kapan amerika bisa memahami arti demokrasi yang sebenarnya. heran dengan tingkahnya yang banyak merugikan masyarakat.

  5. Februari 4, 2011 11:45 PM

    Nice post. I very like it. Continue posting 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: