Skip to content

Premium dan Solar Turun Jadi Rp4.500 per liter (15 Jan 09) dan Implikasinya

Januari 12, 2009

Jakarta (12 Jan 09 ) – Akhirnya, Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengumumkan penurunan harga premium dari Rp5.000 menjadi Rp4.500 per liter dan harga solar Rp4.800 menjadi Rp4.500 per liter. Harga BBM yang baru akan mulai berlaku pada hari Kamis, 15 Januari 2008 pukul 24.00 WIB.

Pengumanan tersebut diambil setelah sidang kabinet terbatas yang dipimpin Presiden didampingi itu Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekenomian Sri Mulyani, Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menperin Fahmi Idris, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.

TDL turun untuk Industri
Sementara itu, Pemerintah SBY juga menetapkan penurunan harga tarif dasar listrik (TDL) khusus untuk industri demi meringankan biaya pokok pada saat puncak. Penurunan TDL juga akan dilakukan pada 15 Januari 2009.
Pemerintah berharap [jangan hanya sebatas berharap] dengan penurunan TDL dapat mendorong penurunan harga barang dan jasa karena biaya produksi sebagian industri menjadi berkurang setelah TDL turun.

Implikasi Penurunan BBM

Tarif Angkutan Turun 10%
Pemerintah akan menurunkan tarif angkutan sekitar 10%. Hal ini diharapkan dapat direalisasi mengingat bahwa penurunan harga BBM pada 1 dan 15 Desember silam tidak diikuti penurunan tarif angkutan (Organda). Hanya beberapa usaha angkutan yang menurunkan tarif sebesar 3-5%.
Sebenarnya, kebijakan penurunan tarif angkutan yang hanya 10% masih lebih kecil ketika terjadi kenaikan tarif angkutan hingga 30% ketika pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 30%. Sehingga, wajar jika ada sebagian masyarakat yang merasa kurang puas.

Harga Kebutuhan Pokok
Pemerintah juga memperkirakan bahwa akan terjadi penurunan harga daging sapi, mintak goreng, susu, obat-obatan dan sejumlah bahan pokok dapat ikut turun menyusul penurunan BBM dan TDL dalam waktu singkat.Khusus untuk minyak goreng, pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif agar dapat menurunkan harga minyak goreng curahan dari Rp10.000  menjadi Rp7.000 per liter.

Kronologi

Sebelumnya, atas desakan banyak pihak, Pemerintah SBY telah menurunkan harga premium sebanyak 2 kali, masing-masing pada tanggal 1 Desember dan 15 Desember 2008 menyusul anjloknya harga minyak dunia di level 40-50 dolar per liter.
Penurunan BBM 15 Januari 2009 ini merupakan langkah yang diambil pemerintah setelah menerima berbagai masukan dan desakan baik dari pengamat perminyakan, pengusaha, peneliti, politisi dan sebagian masyarakat. Usulan terakhir datang dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pada 9 Januari 2009 yang mengusulkan kepada pemerintah agar bahan bakar minyak bersubsidi (BBM), yaitu premiun dan solar, kembali diturunkan Rp 500. Penurunan ini diharapkan akan mampu menurunkan tarif angkutan dan biaya kebutuhan pokok sebesar sepuluh persen.

Usulan penuruan BBM disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat pada saat Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin oleh Presiden SBY bersama 4 menterinya di Kantor Presiden Jakarta (9 Jan). Pemerintah akhirnya mengadakan rapat Kabinet Paripurna pada hari Senin ini, 12 Januari, dan kemungkinan pemberlakuan penurunan BBM terlaksa pada 15 Januari 2009.

Jadi, harus ada pendidikan dan penerangan kepada masyarakat bahwa kebijakan penurunan BBM bukanlah ide murni dari pemerintah. Sehingga jangan sampai pemerintah ataupun politisi parpol (Demokrat dan Golkar) mengeluarkan statement seolah-olah Demokrat dan Golkar yang menurunkan harga BBM untuk menyelamatkan ekonomi rakyat. Justru pemerintah dan para politisi harus mengakui bahwa kebijakan tersebut merupakan ‘inspirasi’ dari semua pihak. Sehingga kebijakan penurunan BBM ini tidak menjadi emas [bahan] kampanye politik menjelang Pemilu 2009.

Semoga dengan penurunan harga BBM pada 15 Januari mendatang, pemerintah secara cepat dan tegas menindaklanjuti biaya dan harga barang dan jasa. Pemerintah harus tegas ‘memaksa’ Organda untuk menurunkan tarifnya minimal 10-15%. Tidak ada alasan lagi untuk menunda. Begitu juga harus diikuti harga-harga komoditi umum. Jika tidak diambil langkah seperti itu dengan cepat, bisa dipastikan, rakyat akan kembali kecewa.

Sumber Referensi : Tempo Interaktif dan Antara News

Iklan
7 Komentar leave one →
  1. Januari 13, 2009 10:10 AM

    HIDUP SBY MAJU TERUS DI PILPRES 2009.

  2. Januari 13, 2009 1:07 PM

    terserah mau tanggapan seperti apa, mau ide dari siapa, yang penting rakyat senang.

  3. Januari 13, 2009 7:41 PM

    SAYA merasa DALAM hal penurunan & eksestensi tugas sebagai presiden kok baru ketika mau ad pergantian presiden.. bikannya berburuk sangka,, coba kalau penurunannya ketika awal kinerja pemerintahan.kan t sudah berhasil dalam tujnya.. utk meringankan beban rakyat? jdi kedepan klo mau memberikan yng membuat rakyat senang.. jgn tatkala ingin diplih kembli,, tapi buktikan tatkala sudah dipilih….syukran

  4. Januari 14, 2009 10:21 AM

    walau memang terkesan berbau politis, penurunan ini sudah cukup memberikan sedikit angin segar bagi rakyat. memang pemerintah harus konsisten atau bahkan sedikit galak buat para oknum yang tidak rela menurunkan biaya / tarifnya hanya semata2 untuk keuntungan pribadi.
    sedikit khawatir saja dimana jika harga minya kembali naik dan pemerintah terpaksa menaikkan kembali harga BBM pasti secara otomatis harga kembali naik padahal selama ini belum turun.

  5. Rio permalink
    Januari 14, 2009 1:44 PM

    Implikasinya apa bung???

    Terima kasih Bung Rio.
    Secara eksplisit saya kemukan implikasinya:
    – Harga kebutuhan pokok akan turun (secara cepat atau lambat tergantung kebijakan pemerintah)
    – Penurunan harga angkutan (besar atau kecil, tergantung pemerintah cs Organda melalui desakan masyakarat)
    – Sudah pasti mendongkrak popularitas SBY (maaf, bukan JK atau Purnomo atau Ari Sumarno)
    – Dari itu semua, dapat dipastikan antara bulan Januari-Februari akan mengalami deflasi.

  6. Januari 14, 2009 3:15 PM

    Alhamdulillah terlepas ada maksud atau tidak dibelakangnya karena buat rakyat yang penting harga bisa terjangkau

  7. wista permalink
    Januari 14, 2009 4:37 PM

    ga peduli atas inisiatif siapa tapi yang jelas saya cukup senang dengan kebijakan yang nantinya akan dilakukan oleh pemerintah. andai seluruh anggota pemerintahan berpikir bijak atas semua ini, saya yakin rakyat akan kembali percaya kepada pemerintah. di saat harga minyak dunia turun, sudah seharusnya pemerintah juga menurunkan harga bbm dalam negeri. dan di saat harga minyak dunia naik pun,saat pemerintah menaikan harga bbm saya yakin rakyat pun akan mengerti dengan kebijakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: