Skip to content

Daftar Politisi DPR PDIP yang Pembolos (3)

Januari 6, 2009

Daftar Politisi DPR  PDI-P  yang Pembolos  (2004-2007)

by : echnusa

Latar Belakang

Tulisan Daftar Politisi DPR PDI-P yang pembolos (2004-2007) merupakan lanjutan dari  Partai dan Anggota DPR Pembolos (bagian 1) – Statistik Partai-Partai Pembolos di DPR (2004-2007),  dan Daftar Politisi DPR yang Pembolos dari Golkar (2) . Seperti pada artikel sebelumnya, saya menggunakan data-data yang dirilis di situs kumpulan Risalah Rapat Paripurna Periode Oktober 2004 – Oktober 2007 (http://www.dpr.go.id/dpr/bagian_risalah/kegiatan.php). Saya menggunakan teknik sampling data Risalah karena datanya terlalu banyak (referensi).  Untuk mengetahui metode, data, dan statistik yang digunakan, dapat Anda baca para artikel sebelumnya.

Seringnya ketidakhadiran anggota DPR dalam sidang atau rapat paripurna bukanlah tindak terpuji, dan secara konstitusi DPR yang pembolos telah melanggar Kode Etik Dewan Pasal 6 Ayat 1 (seperti diuraikan pada artikel sebelumnya.
Demi mentolerir ketidakhadiran mereka pada sidang-sidang DPR, saya hanya menampilkan mereka [anggota DPR PDI-P] yang memiliki tingkat kehadiran 70% dan kebawah. (seperti diuraikan pada artikel sebelumnya)

Mengingat kembali pendapat pengamat politik dan dosen Fisipol UGM, Sigit Pamungkas, rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR mengikuti rapat komisi atau  rapat paripurna DPR merupakan cerminan politisi busuk. “Itu penyakit politisi busuk karena tidak menjalankan fungsi dasar lembaga legislatif. Nah sekarang mau berperan dalam kebijakan DPR bagaimana orang hadir saja tidak pernah,”

Anggota DPR PDI-P yang ‘Hobby’ Bolos

Berdasarkan jumlah anggota di DPR, partai ‘kepala Banteng’ ini menempati jumlah kursi kedua terbesar setelah Golkar yakni 109 anggota DPR atau 19.8% kursi pada periode 2004-2009.
Dari 109 anggotanya, 28 orang (26%-nya) merupakan politisi DPR dengan tingkat kehadiran tidak lebih dari 70%.Dan 19 orang diantaranya termasuk dewan dengan tingkat kebolosan 1/3 kehadiran [berdasarkan jangka waktu statisik yakni Okt 2004-Okt 2007]
Sedangkan yang benar-benar pemalas, ada 6 orang yakni Alexander Litaay, Taufiq Kiemas, H. Dharmono K Lawi, I Gusti Ngurah Sara , Theo Syafei dan Jaka Aryadipa Singgih.

Berikut daftar lengkapnya:

No Nama Anggota Dewan Kehadiran Da.Pil
1 Alexander Litaay 20% Maluku
2 M. Taufiq Kiemas. 25% Jawa Barat 2
3 Drs. H. Dharmono K Lawi 33% Banten 2
4 I Gusti Ngurah Sara 45% Bali
5 Theo Syafei 45% NTT 2
6 Jaka Aryadipa Singgih 50% Riau Kepulauan
7 Marissa Haque 55% Jawa Barat 2
8 Suryana 55% Jawa Barat 7
9 Hj. Ema Wirandrati, SH 55% Jawa Tengah 1
10 Tjahjo Kumolo 55% Jawa Tengah 3
11 Prof. Dr. Sudigdo A 55% Jawa Tengah 6
12 Agus Condro Prayitno 55% Jawa Tengah 8
13 Ir. Daniel Budi Setiawan, MM 60% Jawa Tengah 1
14 Dra. Hj. Siti Soepami 60% Jawa Tengah 3
15 Herman Hery 60% NTT 2
16 H. Roy Bb. Janis, SH 65% DKI Jakarta 2
17 Ni Gusti Ayu Eka Sukma Dewi 65% Bali
18 Agustin Teras Narang, SH 65% Kalimantan Tengah
19 Sabam Sirait 65% DKI Jakarta 2
20 Zainal Arifin 70% Jawa Barat 5
21 Maruarar Sirait, S.Ip 70% Jawa Barat 8
22 E.A. Darojat 70% Jawa Barat 10
23 M. Guruh Irianto Sukarno Putra 70% Jawa Timur 6
24 H.M. Said Abdullah 70% Jawa Timur 10
25 I Gusti Agung Rai Wiraja, SE, MM 70% Bali
26 Drs. Agustinus Clarus 70% Kalimantan Barat
27 Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc 70% Kalimantan Timur
28 H. Anwar Fatta 70% Sulawesi Selatan 1

Politisi  DPR PDI-Pereka yang berkasus dengan Hukum dan/atau PDI-P

Politisi DPR PDI-P yang berkasus dengan Hukum dan/atau PDI-P

1. Jaka Aryadipa Singgih (Masih Aktif)
– Dapil : Riau Kepulauan
-Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan, dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran.
– Tingkat kehadiran rapat rendah =50%
Referensi

2. H. Roy BB. Janis, SH (Non Aktif)
– Dapil : DKI Jakarta 2
– Berselisih dengan Inti Partai dan akhirnya keluar dari PDI-P serta membentuk Partai Demokrasi Pembaharuan bersama Laksama Sukardi, Alm.  Dr. Sukowaluyo M, dkk.
– Tingkat kehadiran rapat = 65%

3. Marissa Haque (Non Aktif)
– Dapil : Jawa Barat 2
– Dipecat dari PDI-P karena beradu mulut dengan Ketua DPD PDIP Banten
– Tingkat kehadiran rendah = 55%

4. Agus Condro Prayitno (Non Aktif)
– Dapil : Jawa Tengah 8
– Kasus penerimaan dana gratifikasi 500 juta

5. Max Moein, MA, MBA (Non Aktif)
– Dapil : Kalimantan Barat
– Kasus Asusila dengan sekretaris serta beredarnya foto ‘tidak senonoh’

6. Drs. H. Dharmono K Lawi (Non Aktif)
– Dapil : Banten 2
– Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung
– Tingkat kehadiran rendah =33%
Referensi

7. Theo Syafei (Masih Aktif)
– Dapil : NTT 2
– Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002, tetapi bebas, dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009
– Tingkat kehadiran rendah =45%
Referensi

8. Alexander Litaay (Masih Aktif)
– Dapil : Maluku
– Tingkat kehadiran paling rendah =20%

9. Taufiq Kiemas (Masih Aktif)
– Dapil : Jawa Barat 2
– Tingkat kehadiran rendah =25%, dan beredar wacana politisi busuk

**
Tingkat kehadiran diperoleh dari statistik kehadiran anggota periode Oktober 2004-Oktober 2008

Anggota DPR PDI-P yang Rajin

Tentu kita tidak bisa menvonis langsung kejelekan suatu partai karena memiliki banyak  ‘politisi pemalas’. Meskipun tergolong ‘kaya’ dengan jumlah ‘politisi malas’, partai PDI-P masih memiliki pahlawan yang rajin yakni 6 orang yang tidak pernah bolos selama 20 kali rapat (data sampling), yakni seperti tabel di  bawah ini.

No Nama Anggota Dewan Da.Pil
1 Ida Bagus N, SH Jawa Timur 9
2 Imam Suroso Jawa Timur 4
3 Ramson Siagian, MBA Jawa Tengah 10
4 Nadrah Izahari, SH Jawa Tengah 8
5 Yoseph  Umar Hadi Jawa Barat 7
6 Drs. Sidarto Danusubroto, SH Jawa Barat 7

* Ini hanya refleksi pola kerja anggota dewan selama kurun waktu 3 tahun (2004-2007). Saya tidak tahu apakah mereka telah berubah di tahun 2008.

Untuk partai lainnya, maaf….data saya olah terformat pada 24 Januari 2009 silam.

Terima Kasih
echnusa – 06 Januari 2009

Artikel Sebelumnya : Daftar Politisi DPR Golkar yang Pembolos (2005-2007)

7 Komentar leave one →
  1. w4ldy permalink
    Januari 6, 2009 1:51 PM

    Seharusnya parpol yg bersangkutan menindak tegas anggotanya yg bolos di sidang/rapat di DPR. Bukan malah mencari alasan pembenaran bahwa mereka harus menemui konstituen.

  2. wts permalink
    Januari 15, 2009 12:26 PM

    jaka a singgih meskipun sudah tersangka tapi sangat kebal hukum.. bahkan menurut kabar angin, satpam yang dirampas handycam nya hilang entah kemana..
    apakah kekebalan masih berlaku??
    walahualam

    O,ya???

  3. dikdik ardiwinangoen permalink
    Maret 10, 2009 3:42 PM

    tukang2 bolos yang dibayar mahal itu sebenarnya sudah tidak patut untuk dipilih lagi…..bahkan seharusnya menjadi blacklist. apalagi ada anggauta yang pembolos ujung2nya ketahuan korupsi masyaAllahhhhhhhhhhhhh…..

  4. taddo permalink
    Oktober 7, 2009 5:31 PM

    untungnya tak ada satu pun politisi yang ku pilih… aku ngak mahu bersubuhat dengan memilih mereka

  5. Juni 11, 2010 10:32 PM

    Taufik Kiemas si Anjing kurap kehadiran hanya 4% hei Hendro Hendra Kusumah blegug sia’ kamju bangsat!

  6. Januari 15, 2011 12:09 PM

    janji yang mereka ucapkan tidak ada yang terbukti hanya uang aja yang di pikiri kapan negara maju klo yang memerintah kayak gini

  7. Oktober 12, 2011 10:40 PM

    mka’y kalo ada tim sukses dari parpol tsb ngasih duit jangan di terima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: