Skip to content

Data Akhir Konflik Gaza : 1313 tewas

Januari 5, 2009
Bom Israel 13 Januari

Angka korban Serangan Israel ke Jalur   Gaza sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009 malam mencapai lebih 1313 orang atau rata-rata 59 orang tewas per hari atau setiap jam lebih 2 orang tewas.

Tragedi peperangan dan kemanusian yang melanda di “Tanah Suci 3 Agama” sejak 27 Desember 2008 mulai memberi sinyal positif. Pemerintah Israel secara resmi menghentikan serangan ke Jalur Gaza terhitung 18 Januari 2009, pukul 02.00 waktu setempat. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert pada siaran pers menyampaikan bahwa Israel telah mencapai semua target terutama menghancurkan basis kekuatan Hamas yang selama ini terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel.

Meskipun, Israel telah menyatakan gencatan senjata, pejuang Hamas masih saja menembakkan roket ke wilayah Israel dengan alasan tentara Israel masih berada di wilayah Gaza. Sangat diharapkan kedua pihak ini menahan diri untuk saling menyerang guna menfasilitasi terciptanya perdamaian di ‘Tanah Suci 3 Agama’ maupun gesekan-gesekan emosional yang sudah mengalir di Indonesia.

Breaking News

Hingga 18 Januari 2009 malam, jumlah korban yang tewas akibat perang Israel-Hamas telah mencapai lebih 1313 orang, yakni:
– 1300 orang Palestina, dan
– 13 orang Israel
Sedangkan korban luka akibat koflik sejak 27 Desember 2008 telah mencapai 5.617 orang
Sumber data terbaru : http://www.bloomberg.com  (18 Jan,  23.00 WIB )

Akibat  Serangan Israel-Hamas  27 Desember 2008

Pihak Israel
+ 13 orang tewas
10 tentara & 3 warga sipil
+ 317 orang terluka
233 tentara & 84 warga sipil

Pihak Palestina
+ 1300 orang tewas
~400-650 pejuangHamas (sumber IDF)
~167 polisi Hamas (sumber PCHR)
~700 warga sipil (sumber Reuters)
+ 5300 orang terluka

Info Tambahan

  • Korban peperangan ini akan bertambah [meskipun gencatan senjata telah dilaksanakan], mengingat dari 5000-an korban, sebagian dari mereka adalah korban luka serius. Puluhan dari mereka berada dalam kondisi kritis.
  • Militer Israel telah melakukan lebih 2300 serangan udara ke wilayah Gaza sejak 27 Desember 2008 (atau rata-rata 128 serangan per hari).
  • Organisasi HAM dunia mengatakan bahwa Israel telah menggunakan Bom Phospor. Bom fospor telah dilarang penggunaannya karena sangat berbahaya.
  • Lebih 1.5 juta orang Palestina di Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan akibat penyerangan Israel. Mereka kekurangan makanan, obat-obatan, air bersih dan tempat tinggal.

Perbandingan Korban

Pihak Berperang

Israel
Kekuatan Perang
–10.000 pasukan artileri (176.500 tentara siap perang) disertai pesawat tempur, helikopter Apache, dan kapal perang
Pimpinan Perang
– Ehud Barak (Menhan), Gabi Ashkenazi (CoS), Yoav Galant (SoCom)

Hamas + Jihad Muslim + Laskar Pejuang Umat+PLO
Kekuatan Perang
– 10.000-20.000 pasukan Hamas di Gaza
Pimpinan Perang
–Ismail Haniyeh (Pimpinan Hamas), Mahmoud az-Zahar, Ahmed al-Ja’abari, Osama Mazini

Catatan Penting 11-18 Januari 2009

Serangan Israel 16 Januari
Serangan Israel 16 Januari

11 Januari 2009
Militer Israel menyerang sebuah Mesjid di kota Rafah yang diyakini Israel sebagai tempat latihan Hamas, pertemuan dan persedian senjata.Setidaknya 40 pejuang Hamas tewas pada hari Minggu, 11 Januari, dibunuh oleh tentara Israel. Pasukan Israel mendapat perlawanan sengit oleh Hamas dan Jihad Islamic di daerah Sheikh Ajalin.
Hamas tetap menyerang roket-roketnya ke wilayah Beersheba, Israel. Sementara itu, beberapa sumber menyatakan bahwa Israel menggunakan bahan kimia phosfor selama mengembur Hamas, yang kemudian dibantah Israel.

12 Januari 2009
4 tentara Israel terluka dan 1 orang mengalami luka serius. Salah satu korban tentara Israel akibat senjata temannya sendiri. Hal serupa terjadi pada 5 Januari, dimana 4 tentara Israel tewas karena tertembak oleh tentara Israel sendiri.
Pimpinan perang Hamas mengklaim berhasil menghancurkan 2 buah tank Israel dan menewaskan beberapa tentara Israel di Khuzaa, namun informasi tersebut dibantah oleh otoritas Israel.
Sebanyak 25 titik penyerang Israel menewaskan minimal 5 orang warga sipil dan 4 pejuang Hamas dkk.

13 Januari 2009
Menjelang malam, Israel terus mengempur Gaza melalui angkatan udara. Sedikitnya 23 orang Palestina yang bersenjata tewas serta 7 warga sipil ikut terbunuh.
Sepanjang hari, pesawat Israel menyerang 60 target di Gaza dan dibalas 2 roket Hamas ke wilayah Beersheba, Israel.

14 Januari 2009
Hingga hari ke-19 malam, jumlah korban tewas akibat perang Israel-Hamas telah menyentuh angka 1023 orang. Total warga Palestina tewas (http://www.newsdaily.com : 20.00 WIB) tercatat 1010 orang sedangkan di pihak Israel 13 orang tewas, sehingga total tewas hingga Rabu sore adalah 1023 orang dan melukai lebih 4800 orang.

15 Januari 2009
-Mendagri Hamas, Said Siam tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza. Ia tewas bersama putra dan saudaranya di kamp pengungsi Jabalya. Siam memimpin 13.000 polisi dan sekuriti Hamas, dan sebagian besar terlibat aktif dalam perang melawan Israel.
-RS Al-Quds terbakar setelah terkena serangan militer Israel.
-Presiden Iran M Ahmadinejad mengecam sejumlah negara Arab dan Islam ‘terlibat’ dalam pembantaian terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan diam atau bungkam atas penyerangan Israel. Di negara-negara Arab terjadi perpecahan yakni blok Iran-Suriah-Lebanon-Qatar (mendukung Hamas) Vs Arab Saudi-Mesir.

16 Januari 2009
– 23 jenazah ditemukan dipuing-puing bangunan di Kota Gaza setelah serangan tank Israel
– 1155 telah tewas hingga minggu ke-3 serangan
– Militan Palestina menembak 14 roket ke Israel Selatan dan menyebabkan 5 warga Israel terluka

17 Januari 2009
– Hamas mengusulkan gencatan senjata selama setahun dengan Israel dengan syarat penarikan mundur tentara Israel dari Gaza dan diakhirinya blokade ke kantong Palestina itu.
– 55 warga Palestina terbunuh di Jalur Gaza
– 15 roket Pejuang Palestina menghantam Israel Selatan
– Israel menarik 50 pesawat tempurnya dari Gaza. Sinyal bagi gencatan senjata dari pihak Israel.
– Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza “semakin dekat.”

18 Januari 2009
Pemerintah Israel secara resmi menghentikan serangan ke Jalur Gaza terhitung 18 Januari 2009, pukul 02.00 waktu setempat. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert pada siaran pers menyampaikan bahwa Israel telah mencapai semua target terutama menghancurkan basis kekuatan Hamas yang selama ini terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel.
Meskipun, Israel telah menyatakan gencatan senjata, pejuang Hamas masih saja menembakkan roket ke wilayah Israel dengan alasan tentara Israel masih berada di wilayah Gaza.

Saat ini
Gencatan senjata telah dilakukan. Biaya rekonstruksi memakan biaya hingga 2 miliar dolar (20 triliun rupiah).  Arab Saudi menyumbang USD 1 miliar.

Untuk membaca kronologi perang Israel-Hamas dan timeline peperangan dari 27 Desember 2008 – 10 Januari 2009, silahkan klik tulisan saya di : Tragedi ‘Desember Gaza’ di Tanah Suci 3 Agama

Komentar ‘Yang Tidak Terdengar’ Akhirnya Terdengar

Meskipun selama 10 hari, resolusi DK PPB nomor 1860 yang dikeluarkan pada 8 Janauri 2009 tidak digubris oleh Israel dan Hamas, akhirnya pada tanggal 18 Januari 2009, Israel mau melakukan gencatan senjata.
Aksi saling serang menyerang antara Israel dan Hamas telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka dan jutaan orang kehilangan keluarga dan tempat tinggal sejak 27 Desember 2008 silam (22 hari pertempuran).

Selama lebih 3 minggu, Israel dan Hamas sama-sama ingin menunjukkan kekuatan dan merasa harus menang dalam peperangan serta mengabaikan kegetiran warga sipil. Selama lebih dari 3 minggu, para Jenderal Israel dan Pejuang Hamas tampak ‘mentulikan’ telinga akan ‘jeritan’ darah dan tanggisan.

Akhirnya, suara simpati dan keprihatinan dari rakyat Utara hingga Selatan, dari masyarakat Afrika hingga Amerika, dari Indonesia hingga Venezuela, mulai terdengar. Semoga gencatan senjata ini menjadi gencatan senjata abadi. [at least sampai saya menutup mata]

Pelajaran bagi PBB

Tidak ditanggapinya Resolusi 1860 DK PBB  hampir 10 hari menunjukkan wibawa PBB perlu dikaji kembali. PBB yang beranggota lebih 160 negara, takluk dengan suara Amerika. Ini dikarenakan Israel baru menghentikan serangan setelah Amerika dan Mesir menjamin bahwa tidak ada penyelundupan senjata Hamas lagi ke Jalur Gaza.

Coba jika Resolusi keras DK PBB diperuntukkan untuk untuk Indonesia [belum pernah] atau Irak? Amerika akan langsung [dalam hitungan hari] menghantam ataupun menghukum negara Indonesia. Hal ini terjadi ketika Amerika menyerang Irak, meskipun resolusi menyerang Irak ditentang keras oleh China dan Rusia.


Seperti nasehat Bung Karno, jika dunia ingin lebih aman dan damai, sudah saatnya United Nation (PBB) direformasi. PBB harus memiliki kekuatan mengikat bagi setiap negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, tidak terkecuali negeri Uncle Sam [yang saat ini masih ‘memiliki’ PBB]

Catatan :
Selama ini berita saya update tiap hari dari Reuter dan Wikipedia.
Dengan adanya gencatan senjata ini, saya berharap tidak perlu meng-update lagi berita ini. [sebuah harapan]

echnusa – 5 Jan 2009

11 Komentar leave one →
  1. Januari 7, 2009 2:19 PM

    Kehancuran ISRAEL Pasti datang….
    ditunggu kunjungan dan komentarnya di http://eidariesky.wordpress.com
    bila tidak berkeberatan kami ingin bertukar blog dengan anda…

  2. ghawir permalink
    Januari 8, 2009 8:49 AM

    innalillahi…

  3. vampire permalink
    Januari 14, 2009 7:41 PM

    semo9a ja
    arwah mRk d terima
    d sisi allah swt
    dan israel se9era sadar

  4. Januari 18, 2009 4:53 PM

    kalau anda bisa bubarkan PBB, silahkan…. tidak mudah bagi PBB utk melakukan sesuatu, karena banyak pertimbangan yang tidak diketahui apalagi orang kecil seperti anda. mudah memang untuk berbicara! jangankan untuk dunia, prestasi apa yang sudah anda perbuat untuk negara anda??

    Terima kasih atas masukan2nya kodok.ijo
    Saya tidak setuju dengan aksi milter Israel dan pejuang Hamas yang saling menyerang. Hentikan peperangan itu, ciptakan dunia yang damai tanpa peperangan. Akibat 2 pihak berperang, kita dapat menyaksikan begitu banyak orang yang tidak berdosa ikut tewas. Peperangan tidak akan berakhir jika dibalas dengan peperangan, kebencian, dan emosi membludak. Tapi peperangan akan berakhir tatkala semua pihak ikut andil menciptakan (mediasi) damai dan mendorong ‘sikap dan pandangan’ kemanusiaan.
    Perlu diingat, saya tidak memihak militer Israel ataupun Pejuang Hamas. Saya hanya turut prihatin bagi sebagian warga Israel maupun Palestina di Gaza (mereka tidak ikut konflik) turut menjadi korban.
    Lalu, apakah kita sebagai sesama manusia bungkam?? Apakah kita secara egoistis mengabaikan kehilangan ibu, ayah bagi anak-anak yang tewas di Gaza dan Israel?? Apakah orang-orang yang kehilangan kaki, tangan, kita abaikan, lalu dengan pandangan kita, kita terus mengobarkan ‘bendera-bendera’ keyakinan kita untuk saling menghancurkan???
    Saya sangat prihatin atas kondisi ini [Israel-Hamas, Irak, Thailand, Tibet, Filipina, Srilanka, Myanmnar), maka kita perlu andil dalam menciptakan perdamaian dunia. Oleh karena itu, harus ada niat dari semua warga dunia [meskipun dia adalah seorang anak kecil berumur 10 tahun] . Dari niat timbul ide/pemikiran. Setiap orang boleh mengeluarkan pendapat. Lalu, dari ide atau pendapat dilanjutkan mainstream action berupa metode dan langkah2 praktis non-alignment (tanpa memihak satu blok, namun cari solusi jalan tengah).
    Kedua pihak telah berperang dan menyebabkan semua mata melihat peristiwa itu. Tidak hanya itu, peperangan ini telah membawa banyak orang (termasuk Indonesia) terseret dendam negatif.
    Dan PBB, yang sejatinya menjadi senjata bagi perdamaian dunia, selalu diam. PBB lebih banyak pasrah atas tragedi di Irak, Myanmar, Israel-Palestina.
    Meskipun China dan Rusia menveto penyerangan AS ke Irak, AS tetap menyerang ke Irak tanpa penentangan yang berarti dari PBB. Jika kita mau jujur, PBB hanyalah alat yang digunakan AS , Inggris, Jepang untuk memperbesar hegemoninya. Bung Karno telah melihat itu jauh sebelumnya, yakni 1960-an, Bung Karno mengugat Pembubaran PBB (Indonesia keluar dari PBB tahun 1965). Karena Bung Karno sadar betul, PBB telah menjadi Boneka AS dan sekutunya. Solusi yang diberikan Bung Karno adalah mendirikan ‘PBB’ baru yang bebas dari kepentingan suatu negara atau paham.
    Trims.

    Bukankah dalam nurani Kodok.ijo juga ‘rindu’ dengan cinta dan kedamaian??

  5. Januari 28, 2009 1:51 PM

    Kembali ke Al Qur’an, Islam pasti menang….

    Was,
    Ank

  6. Moel permalink
    Januari 30, 2009 4:37 PM

    Tuan Obama, Hentikan Perang Itu!

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Resolusi nomor 1860 tanggal 9 Januari 2009 yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) seolah tak ada arti karena dentuman bom, rentetan senjata dan korban yang terus berjatuhan di Palestina terus saja terjadi. Damai belum juga wujud di Gaza, setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan. DK PBB itu mandul, tak menunjukkan keperkasaannya menciptakan perdamaian di dua wilayah Timur Tengah yang kini bertikai hebat itu.
    Dunia mengutuk, masyarakat internasional pun mengecam agar perang dihentikan. Memang pantas rasa solidaritas kita gelorakan meski kita berada di belahan bumi yang lain. Kemanusiaan dan kedamaian haruslah dikedepankan demi kehidupan yang berkelanjutan.
    Menjadi pertanyaan barangkali, apa yang bisa menghentikan perang itu? Atau siapa yang bisa menghentikan perang yang menyebabkan korban tak berdosa terus berguguran itu?
    Berharap pada pemimpin di Timur Tengah (Arab) yang secara geografis menjadi saudara paling dekat dengan Palestina maupun Israel? Rasanya pembelaan yang tampak setengah hati. Kita pun mafhum, sedangkan berbagai konflik internal saja, mereka belum mampu mengatasinya. Inikan pula untuk menghentikan perang yang entah merebutkan apa antara Israel dan Palestina.
    Selain konflik internal, kita juga tahu bahwa banyak negara Arab berada pada kendali Amerika Serikat (AS). Ini sudah jadi rahasia dunia. Tapi sudahlah, itu cerita lain. Yang diinginkan masyarakat internasional saat ini adalah perang segera berhenti dan masyarakat Palestina mendapatkan kembali hak-hak hidup layaknya manusia lain di muka bumi.
    Setidaknya, hingga memasuki hari ke 20 perang Israel-Palestina, sudah lebih 1000 jiwa terkorban, yang umumnya masyarakat sipil dan didominasi anak-anak. Tidakkah besarnya jumlah korban itu menjadi syarat bahwa damai dan gencatan senjata harus dihentikan? Belum puaskah kedua belah pihak mempertontonkan penderitaan anak yang kehilangan ibu, istri yang kehilangan suami, orang-orang tercinta, harta benda, bahkan tempat berteduh sekalipun? Coba bayangkan, jika itu semua menimpa kita.
    Perang telah merusak tatanan kemanusiaan dan peradaban. Air mata bercampur darah. Nyawa seolah tak ada arti. Hari-hari dan setiap tarikan nafas rakyat Palestina adalah momok yang menakutkan. Tubuh-tubuh yang tercabik bergelimpangan itu pun berharap, tolong perang dihentikan!
    Tapi, kepada siapa harapan itu digantungkan ? Lembaga dunia sudah berupaya, namun serangan tetap tak berhenti. Masyarakat Internasional pun lantang berseru, mengutuk dan mengecam bahwa perang hanya menimbulkan kesengsaraan.
    Sejuta pertanyaan, sejuta harapan. Tapi, secercah sinar itu memang masih ada. Dunia kini tertuju pada satu sosok baru pemimpin negara superpower, Amerika Serikat. Dialah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih ke 44 negeri Abang Sam. Obama sesungguhnya memegang kunci yang menentukan apakah perang terus lanjut atau dihentikan.
    Mengapa Obama? Dari berbagai fakta, Israel adalah anak emas AS di Timur Tengah. Karena dukungan AS-lah, Israel berani dan semakin menjadi-jadi menggempur Palestina. Pasalnya ketergantungan Israel kepada AS sangat luas. Misalnya saja subsidi ekonomi, pasokan senjata dan bantuan yang mengalir tiap tahun ke Israel. Dengan kata lain Israel lain adalah ”peliharaan” AS.
    Kita pun melihat betapa kuatnya keberpihakan negara adidaya tersebut terhadap Israel. Misalnya, ketika DK PBB menyerukan gencatan senjata. Dari 15 negara anggota DK PBB, hanya AS yang abstain dalam voting yang menghasilkan resolusi nomor 1860. Dan, kita sadar, lembaga dunia yang terhormat itu ternyata tak berdaya tanpa AS. Makanya Israel mengabaikan resolusi PBB itu dan terus beringas menggempur Palestina.
    Semula, sikap Obama acuh, seolah tak ada perhatian sama sekali terhadap agresi Israel ke Palestina. Kita pun geram, lalu menilai Obama ternyata tak ada bedanya dengan pemimpin AS terdahulu. Padahal, dalam kampanyenya ketika pemilihan presiden, ia lantang menyerukan penghapusan diskriminasi. Menurut saya, perang juga salah satu bentuk diskriminasi.
    Rupanya presiden kulit hitam pertama di AS ini sadar dunia membutuhkan ketegasannya. Kemudian ia angkat bicara. Sebagaimana dilansir berbagai media, Obama berjanji akan menghentikan serangan itu di hari pertamanya menjabat Presiden AS. Sungguh luar biasa, janji Obama ini bagai peneduh ditengah terik matahari.
    Dia resmi dilantik tanggal 20 Januari 2009 sebagai Presiden AS yang akan membawa perubahan lebih baik di muka bumi. Dia adalah orang yang punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Walau memimpin di negara adikuasa yang paling disegani dunia, dia tak bisa menipu hati nuraninya melihat kenyataan yang ada. Sikapnya yang berani mengeluarkan pernyataan penting sebelum dilantik, inilah yang membedakan Obama dengan pendahulunya yang kerap mengabaikan rasa kemanusiaan. Mungkin, Obama satu-satunya Presiden AS yang tegas menyatakan sikap seperti ini selama berlangsungnya perang Israel dan Palestina lebih kurang 60 tahun.
    Jujur saja, kita berharap penuh atas janji Obama ini. Mudah-mudahan sebelum dan sesudah tanggal 20 Januari 2009 tak ada kuasa lain yang mampu mengubah keputusannya menghentikan perang Israel dan Palestina untuk selama-lamanya dari kehidupan di muka bumi.
    Oleh karena itu, sambil harap-harap cemas menunggu realisasi janji tersebut, tidak ada salahnya kita doakan agar perjalanan Obama memimpin AS dapat berlangsung sukses dan lancar karena dia kita butuhkan untuk perdamaian dunia. Bravo Obama, jadilah pemimpin dunia yang lebih arif dan bijaksana. Dan, tolonglah hentikan peperangan itu.

    Tulisan Ini sudah dimuat di Harian Riau Pos, Selasa 20 Januari 2009
    dan Harian Padang Ekspress, Kamis 22 Januari 2009.

  7. Moel permalink
    Januari 30, 2009 4:49 PM

    Memaknai Imlek dalam Kehidupan Bernegara

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Pada 26 Januari 2009, masyarakat Tionghoa menyambut sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2560. Layaknya tahun baru, Imlek kini juga dirayakan seperti Natal dan Idul Fitri atau hari-hari besar lainnya. Secara terbuka dan meriah tentunya.
    Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa. Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas atau kedua belas menuju tahun baru, maka Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari terpendek. Ini pernah terjadi tahun 2005 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2033.
    Sejarah mencatat, penanggalan Imlek dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Ketika ini, penetapan tahun baru berperan amat penting, karena menjadi pedoman mempersiapkan segala pekerjaan untuk tahun yang berjalan.
    Penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Dihitung berdasarkan kelahiran Nabi Khongcu pada tahun 551 sebelum masehi. Makanya, tahun Imlek lazim disebut sebagai Khongculek. Jadi, jika tahun masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009 + 551 = 2560.
    Sejatinya, orang Cina menyebut tahun baru ini adalah Sin Cia Imlek. Im berarti bulan, sedangkan lek bermakna penanggalan. Perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama ini bermula dari sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari semuanya itu tak lain sebagai wujud syukur dan doa harapan rezeki di tahun akan datang lebih banyak. Juga sebagai ajang silaturahmi.
    Setiap acara sembahyang Imlek, minimal disajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Kue yang dihidangkan biasanya lebih manis. Ini harapan agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Ada pula kue lapis sebagai lambang rezeki yang berlapis-lapis. Sedangkan kue mangkok berwarna merah dan kue keranjang biasanya disusun ke atas. Ini simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.
    Di Indonesia, selama 1965-1998, tahun baru Imlek haram dirayakan di depan umum. Rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang larangan segala hal yang berbau Tionghoa. Jadi, selama tiga generasi, etnis yang mengenal 12 shio ini merasakan pahit dan sakitnya diskriminasi serta terpinggirkan dari arena kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Untunglah reformasi bergulir dan angin segar itu berimbas juga pada etnis Tionghoa. Orde Baru runtuh dan hampir seluruh peraturan yang mendiskriminasi, perlahan dieliminasi. Perayaan tahun baru Imlek secara Nasional pertama kali dilaksanakan oleh Majelis Agama Konghucu Indonesia (Matakin) tanggal 17 Februari 2000.
    Ketika Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI, terbit Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional. Sejak itu, Imlek bebas dirayakan secara terbuka dan hingga kini masa pemerintahan Presiden SBY, Imlek diakui sebagai salah satu keragaman yang ada di Indonesia.
    Kita hendaknya tidak atau jangan melihat lagi bahwa orang Tionghoa adalah ”orang lain” dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga jangan ada lagi dikotomi kami, yang ada adalah kita.

    Tahun Kerbau

    Apa yang membedakan Tahun Baru Imlek dengan tahun baru lainnya? Yang paling mudah ditandai adalah perlambangan shio yang menyertainya. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, shio mengandung makna sekaligus peringatan bagaimana berbuat dan bersikap menjalankan kegiatan selama berlangsungnya tahun tersebut. Sesuai tradisi, Tahun Baru 2560 termasuk Tahun Kerbau. Sang kerbau digambarkan sedang dalam perjalanan.
    Kerbau dikenal jenis hewan pekerja keras, rendah hati, sabar dan cinta damai. Ditarik sisi positifnya, maka pada tahun 2009 ini kita dituntut tidak leha-leha atau diam berpangku tangan. Kerja, kerja, kerja, tak kenal lelah seperti kerbau, itulah yang harus dilakukan jika ingin mencapai keberhasilan. Logika memang, pesan ini cukup relevan dengan kehidupan saat krisis global melanda dunia.
    Kita tentu berharap bahwa tahun baru akan menjadi babak baru kesuksesan serta berbagai harapan lain untuk kita semua lebih maju, lebih baik. Oleh karena itu, perlu tindakan-tindakan nyata yang baru pula. Sebab, jika hanya mengharap dan mengharap, maka semua harapan akan sia-sia belaka.
    Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya pesan Imlek ini dapat dijadikan momentum perubahan agar setiap kebijakan pemerintah lebih berpihak pada rakyat. Apalagi bangsa ini akan menghadapi hajatan besar yakni Pemilu 2009. Keterlibatan aktif masyarakat Tionghoa untuk menggunakan hak pilihnya jangan di sia-siakan karena masa-masa diskriminasi telah berakhir.
    Kini saatnya kita berbenah, introspeksi diri, dan lebih peduli dengan sesama. Keyakinan bahwa setiap tantangan sesungguhnya di balik itu ada peluang, harus diyakini. Hanya orang-orang positif yang akan melihat peluang meskipun itu di antara himpitan, cobaan atau hambatan sekalipun. Sedangkan orang yang berpikiran negatif selalu hanya melihat ancaman meskipun peluang itu ada di depan mata. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
    Sebagai warga negara yang sah dan mendapatkan kedudukan sama di Republik ini, masyarakat Tionghoa juga wajib memiliki nilai-nilai yang bisa disumbangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Barangkali perlu juga diingat, ditengah kondisi krisis global saat ini, perayaan Tahun Baru Imlek janganlah hanya mengedepankan pesta pora dan hura-hura. Sebab, selain kurang etis, berpesta pora saat krisis juga bisa menambah berat beban perekonomian karena secara tak langsung bisa memancing kenaikan harga. Semoga Tahun Baru Imlek 2560 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata dan lebih merekatkan kebersamaan dalam masyarakat.
    Gong Xi Fa Cai.

    Mudah-mudahan tulisan ini memberi manfaat bagi saudara kita yang merayakan Imlek.

  8. fuad permalink
    November 17, 2012 8:17 AM

    Di dalam Al Qur’an dan hadist NAbi bahkan dalam kitab mereka sendiri (bangsa Yahudi) telah disebutkan bahwa orang-orang yahudi (Israel) akan dikalahkan oleh umat islam. pada waktu itu orang-orang yahudi sampai bersembunyi di balik batu, dan batu itu pun berbicara haza yahud bunuh dia. Ada yahudi di belakangku bunuh dia. kecuali ada satu pohon yang tidak berbicara yaitu pohon gorqot. Subhanallah jika kalian mengetahui pimpinan yahudi mengatakan, “sesungguhnya kami tahu kami pasti akan dikalahkan oleh umat muslim. Tapi yang penting itu jangan terjadi pada masa saya.” Dan saat ini pohon-pohon gorqot sedang di tanam di israel. SIlahkan survey di google. ketahuilah pertanda yahudi akan dikalahkan menunjukkan kiamat sudah dekat. Tandanya adalah jumlah orang muslim yang shalat SHUBUH di masjid sudah sama dengan waktu shalat jum’atan. Kalian tahu, kenapa, karena shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik adalah shalat isya dan shubuh. sehingga kalau jama’ah shalat shubuh sudah banyak maka jumlah orang munafik sudah sedikit. Ketahuilah orang munafik itu lebih berat dari orang kafir, karena munafik itu seperti musuh dalam selimut, ia menusuk dari dalam. Itulah sebabnya kenapa saat ini yahudi israel masih menang, karena banyak di antara orang yang mengaku islam adalah orang munafik. Nabi bersabda kepada shahabat, akan datang suatu masa dimana umat ini (islam) akan menjadi santapan bagi umat lain (non muslim). Shabat bertanya: “ya RAsul apakah pada waktu itu jumlah kami sedikit?” JAwab NAbi, “Tidak. Justru jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak. tapi seperti buih di lautan, karena waktu itu kalian terkena penyakit Wahn (lemah), penyebabnya adalah kalian hubbun dunya (cinta dunia) wakorratil maut (dan takut mati). dan zaman itu telah terjadi saat ini. Umat islam yang tahu kebenaran tidak mau menyampaikan yang benar mereka menyembunyikannya karena takut miskin diusir atau disiksa oleh orang-orang yang di luar islam.

  9. Januari 13, 2013 8:34 PM

    These online gift stores feature numerous categories out of which they have a special friendships day gift category.
    What. Equip your kitchen with kitchenaid mixers and
    blenders to make cooking simpler and more enjoyable.

Trackbacks

  1. Data Akhir Konflik Gaza : 1313 tewas @ VILA MUTIARA cikarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: