Skip to content

Arab Saudi Tangkap Ulama yang Fatwa Serang Israel

Januari 1, 2009
Saudi Arabia Flag

Saudi Arabia Flag

Kerajaan Arab Saudi menangkap seorang ulama terkemuka, Awad Al-Qarni yang menyerukan untuk menyerang orang-orang Yahudi dan yang berhubungan dengan Yahudi di seluruh dunia. Seruan  orang Islam untuk berperang di seluruh dunia ini ditanggapi cepat oleh Kerajaan Arab Saudi, setelah seruannya tersebar dalam berbagai situs dan forum. Ia ditangkap di Saudi Selatan telah dibawa ke Riyadh.

Pada 29 Desember 2008, atas pembunuhan yang terjadi di Jalur Gaza, Awad Al-Qarni mengeluarkan fatwa untuk menyerang Israel:
Saya mengeluarkan fatwa bahwa orang Israel termasuk hal-hal yang berhubungan dan berkepentingan Israel [sekutunya], ‘halal’ menjadi target orang Muslim dimanapun ia berada [di seluruh dunia]”
Para zionis harus menjadi target, dan darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.”
Awad Al-Qarni juga menambahkan, “Jika tidak, selama orang Arab dan pemerintah Arab ‘bungkam’ terhadap konspirasi ini, orang-orang Israel tidak pernah takut untuk melakukan pembantaian ini

Siapakah Awad Al-Qarni

Awad Al Qarni

Awad Al Qarni

Awad Al-Qarni merupakan lulusan doktor hukum Islam ‘tradisional’. Ia adalah seorang dosen di Universitas King Khaled di Arab Saudi dan juga di beberpa pusat pendidikan di Inggris. Ia  dihormati karena menjadi penentang keras modernisasi dan sekularisme di negara Arab.
Awad Al-Qarni sering mengeluarkan pernyataan yang radikla dalam berbagai konferensi, tulisan dan papernya. Dia juga yang menuliskan opininya pada Maret 2006 yang menyerukan membantu orang Palestina dan kepemimpinan Hamas, dan juga opininya pada November 2004 untuk Jihad di Irak yang disetujui oleh 26 syeikh Arab Saudi.

Setujukah Anda dengan Langkah Kerajaan Arab Saudi

Langkah yang diambil oleh Kerajaan Arab Saudi, negeri Mekkah, memang berbeda dengan langkah yang diambil oleh pemerintah kita. Ditengah kecaman dunia Internasional atas penyerangan Israel di Jalur Gaza, Pemerintahan Arab Saudi menangkap ‘provokator’ perang massal. Berita ini menjadi hangat tatkala Arab Saudi dikenal keras terhadap kritik atau opini-opini masyarakat yang menjatuhkan citra Arab. Sebut saja, Arab Saudi melarang adanya aksi demonstrasi, karena bertentangan dengan konstitusi Kerajaan Islam Arab Saudi. Mereka yang melakukan demonstrasi akan langsung ditangkap, mirip dengan rezim Soeharto.
Di Indonesia, banyak aktivitis atau beberapa pemuka agama yang menyerukan perang melawan Israel. Mereka tidak ditangkap oleh pemerintah Indonesia, salah satu alasannya karena demokrasi, Indonsia tidak sama dengan sistem syari’ah Islam di kerajaan Arab Saudi. Dalam satu sisi, Arab Saudi terlihat tegas, disisi lain, Arab Saudi ‘menenggelamkan’ semangat jihad kaum muslim untuk menyerang Israel.
Jadi, bagaimana pendapat anda mengenai langkah kerajaan Arab Saudi menangkap Awad Al-Qarni yang menyerukan serang Yahudi?
Adakah agenda dibalik kebijakan Saudi ini?

echnusa – 1 Januari 2009
Sumber:
www.ict.org
Nerve.in

Thanks for your Voice

Terima kasih atas komentar dan opini teman-teman.
Karena masih ada sedikit pro dan kontra, saya hanya berharap komentarnya tidak terlalu ‘keras’.
Dari wawancara Dubes Palestina untuk RI di salah satu stasiun swasta (2 Januari malam), pemerintah dan warga Palestina tidak menginginkan perang sama sekali. Dubes Palestina tidak berharap Indonesia mengirimkan pasukan Jihad. Tetapi yang dibutuhkan Pemerintah dan Warga Palestina adalah bantuan pangan, obat-obatan, tenaga medis, dan ‘healing’ yang dapat ‘menemani’ anak-anak yang trauma akibat penyerangan tersebut.
Saya sangat appreciate terhadap statement dari Dubes Palestina di RI. Mereka saja tidak menginginkan perang [mengapa kita malah ingin perang], jadi….menurut saya, lebih baik kita ‘pikir dan pikirkan’ kembali agenda mengirim pasukan ke Palestina. Perang tidak akan berakhir dengan perang. Perang hanya meninggalkan dendam. Lalu, dendam dibalas perang. Perang dibalas dendam. Kapan berakhir??? Stop it!!!
Kita berharap, para diplomat kita mampu memberikan solusi yang sangat bijak dan tepat mengenai ‘perdamaian di Timur Tengah’ di PBB. Semoga perdamaian di Timur Tengah segera terwujud.
Terima kasih, atas sumbangsih spirit dan dana kemanusian untuk warga Palestina, semoga dapat membantu meringankan penderitaan mereka akibat perang. Terima kasih juga teman-teman telah mengingatkan kepada Pemerintah Indonesia, ‘Perhatikan juga Kelaparan dan Kemiskinan di negeri kita”
endrawanch – 3 Januari 2009

Catatan:
Sahabat-sahabatku Indonesia,
Karena topiknya telah mengundang perdebatan yang tak henti-hentinya, saya memutuskan untuk menutup komentar yang masuk di topik ini.
Saya mohon maaf atas tulisan ini yang telah menimbulkan ‘perang mulut’ diantara sesama kita.
Terima kasih atas pengertiannya.
6 Januari 2009

Iklan
53 Komentar
  1. Kebebasan permalink
    Januari 5, 2009 11:00 PM

    Daftar di bawah ini menunjukkan bagaimana Islam berkembang lewat pedang. Katanya agama damai. Tunduklah di bawah Islam atau mati. Gerakan Muslim sendiri sudah menerangkan akan hal itu, bahkan juga pada jaman sekarang pun seteleh 1.400 tahun pertumpahan darah.

    570 – Muhammad lahir di Mecca dari suku Quraish.
    577 – Ibu Muhammads mati
    580 – Kakek Muhammad bernama Abdul Muttalib mati
    583 – Perjalanan pertama ke Syria bersama kafilah pedagang
    595 – Muhammad menikahi Khadijah janda kaya yang jauh lebih tua darinya
    595 – Perjalanan kedua ke Syria
    598 – Anak lakinya Qasim lahir
    600 – Anak perempuan, Zainab, lahir
    603 – Anak perempuan, Um-e-Kalthum, lahir
    604 – Anak perempuan, Ruqayya, lahir
    605 – Penempatan Batu Hitam di Kaaba.
    605 – Anak perempuan, Fatima, lahir
    610 – Mohammed, di gua Mt. Hira, mendengar dari malaikat Jibril bahwa Awloh adalah satu2nya Tuhan
    613 – Muhammads pertama kali khotbah tentang Islam di Mt. Hira. Beberapa orang percaya.
    615 – Muslim2 ditindas kaum Quraish.
    619 – Menikahi Sauda dan Aisha (6 tahun, dan disetubuhi di usia 9 tahun)
    620 – Penentuan sembahyang 5 waktu
    622 – Muhammad hijrah dari Mecca ke Medina, yang dulu disebut Yathrib, dapat lebih banyak pengikut.
    623: Nakhla expedition.
    624: Battle of Badr. Expulsion of the Bani Qainuqa Jews from Madina.
    625: Battle of Uhud. Massacre of 70 Muslims at Bir Mauna. Expulsion of Banu Nadir Jews from Madina. Second expedition of Badr.
    626: Expedition of Banu Mustaliq.
    627: Battle of the Trench. Expulsion of Banu Quraiza Jews.
    628: Truce of Hudaibiya. Expedition to Khyber. The Holy Prophet addresses letters to various heads of states.
    629: The Holy Prophet performs the pilgrimage at Makkah. Expedition to Muta (Romans).
    630: Conquest of Makkah. Battles of Hunsin, Auras, and Taif.
    631: Expedition to Tabuk. Year of Deputations.
    632: Farewell pilgrimage at Makkah.
    632: Death of the Holy Prophet. Election of Hadrat Abu Bakr as the Caliph. Usamah leads expedition to Syria. Battles of Zu Qissa and Abraq. Battles of Buzakha, Zafar and Naqra. Campaigns against Bani Tamim and Musailima, the Liar.

    633: Campaigns in Bahrain, Oman, Mahrah Yemen, and Hadramaut. Raids in Iraq. Battles of Kazima, Mazar, Walaja, Ulleis, Hirah, Anbar, Ein at tamr, Daumatul Jandal and Firaz.
    634: Battles of Basra, Damascus and Ajnadin. Death of Hadrat Abu Bakr. Hadrat Umar Farooq becomes the Caliph. Battles of Namaraq and Saqatia.
    635: Battle of Bridge. Battle of Buwaib. Conquest of Damascus. Battle of Fahl.
    636: Battle of Yermuk. Battle of Qadsiyia. Conquest of Madain.
    637: Conquest of Syria. Fall of Jerusalem. Battle of Jalula.
    638: Conquest of Jazirah.
    639: Conquest of Khuizistan. Advance into Egypt.
    640: Capture of the post of Caesaria in Syria. Conquest of Shustar and Jande Sabur in Persia. Battle of Babylon in Egypt.
    641: Battle of Nihawand. Conquest Of Alexandria in Egypt.
    642: Battle of Rayy in Persia. Conquest of Egypt. Foundation of Fustat.
    643: Conquest of Azarbaijan and Tabaristan (Russia).
    644: Conquest of Fars, Kerman, Sistan, Mekran and Kharan.Martyrdom of Hadrat Umar. Hadrat Othman becomes the Caliph.
    645: Campaigns in Fats.
    646: Campaigns in Khurasan, Armeain and Asia Minor.
    647: Campaigns in North Africa. Conquest of the island of Cypress.
    648: Campaigns against the Byzantines.
    651: Naval battle of the Masts against the Byzantines.
    652: Discontentment and disaffection against the rule of Hadrat Othman.
    656: Martyrdom of Hadrat Othman. Hadrat Ali becomes the Caliph. Battle of the Camel.
    657: Hadrat Ali shifts the capital from Madina to Kufa. Battle of Siffin. Arbitration proceedings at Daumaut ul Jandal.
    658: Battle of Nahrawan.
    659: Conquest of Egypt by Mu’awiyah.
    660: Hadrat Ali recaptures Hijaz and Yemen from Mu’awiyah. Mu’awiyah declares himself as the Caliph at Damascus.
    661: Martyrdom of Hadrat Ali. Accession of Hadrat Hasan and his abdication. Mu’awiyah becomes the sole Caliph.
    662: Khawarij revolts.
    666: Raid of Sicily.
    670: Advance in North Africa. Uqba b Nafe founds the town of Qairowan in Tunisia. Conquest of Kabul.
    672: Capture of the island of Rhodes. Campaigns in Khurasan.
    674: The Muslims cross the Oxus. Bukhara becomes a vassal state.
    677: Occupation of Sarnarkand and Tirmiz. Siege of Constantinople.
    680: Death of Muawiyah. Accession of Yazid. Tragedy of Kerbala and martyrdom of Hadrat Hussain.
    682: In North Africa Uqba b Nafe marches to the Atlantic, is ambushed and killed at Biskra. The Muslims evacuate Qairowan and withdraw to Burqa.
    683: Death of Yazid. Accession of Mu’awiyah II.
    684: Abdullah b Zubair declares himself aS the Caliph at’Makkah. Marwan I becomes the Caliph’ at Damascus. Battle of Marj Rahat.
    685: Death of Marwan I. Abdul Malik becomes the Caliph at Damascus. Battle of Ain ul Wada.
    686: Mukhtar declares himself as the Caliph at Kufa.
    687: Battle of Kufa between the forces of Mukhtar and Abdullah b Zubair. Mukhtar killed.
    691: Battle of Deir ul Jaliq. Kufa falls to Abdul Malik.
    692: The fall of Makkah. Death of Abdullah b Zubair. Abdul Malik becomes the sole Caliph.
    695: Khawarij revolts in Jazira and Ahwaz. Battle of the Karun. Campaigns against Kahina in North Africa. The’ Muslims once again withdraw to Barqa. The Muslims advance in Transoxiana and occupy Kish.

    dari http://www.barkati.net/english/chronology.htm

  2. Kebebasan permalink
    Januari 5, 2009 11:02 PM

    JADI….JANGAN MERASA KAUMNYA SELAMA INI TERTINDAS.
    TAPI…PERNAHKAH KALIAN BERPIKIR BAGAIMANA KAUM KALIAN MEMBASMI ORANG-ORANG YANG TIDAK SEJALAN DENGAN KITAB KALIAN???

  3. ahmad permalink
    Januari 6, 2009 8:44 AM

    Assalamu’alaikum….sadarlah wahai saudaraku,janganlah kita termakan dengan suatu ijtihad atau membatalkan suatu ijtihad dgn ijtihad pula.karena membatalkan suatu ijtihad adalah dengan nash nash yg shohih.apakah disiplin ilmu antum sekalian sehingga berani mencaci para ahlul ilmi?cari tahu dulu alasan dari larangan pemerintah saudi,bukan dengan main tuduh saja.sebelum bicara & beramal hendaklah mengerti akan suatu permasalahan.jika kita banyak mengambil perkataan2 jumhur ulama,kenapa kita menolak sebagian perkataan mereka?jihad adalah ibadah yg agung.sudah selayaknya kita merujuk kepada para ahlul ilmi,bukan dengan mengedepankan akal kt saja.apakah antum mengeri tentang jihad?bahkan mungkin hukum potong tangan pun antum tidak paham.marilah kita berlindung kpd alloh dr kekejian berbicara tanpa ilmu.”hanya menerima kebenaran dari golongan yg mereka cintai adalah inti dasar dr pemahaman yahudi”.sudah selayakna kt berlepas diri dr hal ini.wallo’alam.wassalamu’alaikum

  4. Abu_yahya permalink
    Januari 6, 2009 8:58 AM

    Assalamu’alaikum wr,wb

    tak bisa dipungkiri lagi selemah lemahnya imana adalah menolak dng hati dan lisan terhadap kezahaliman
    Apapun bentuknya, membiarkan Israel menganeksasi negeri orang serta membunuhinya adalah Zhalim

    hanya orang yg tak punya Iman yg menolaknya!!!
    ya sekutu mereka

    Kita bersyukur Indonesia telah mengecam keZhaliman Israel Ini

    Kita bersukur pemerintah mendukung dng PMI dan bantuan lainnya untuk rakyat Palestina

    saudi..adalah sebuah negeri dimana Tanduk Syaithon akan muncul disana…di Riyadh!!

    wajar saja mereka diam tentang pembunuhan dan kezhaliman ini…bahkan menangkapi gerakan gerakan anti israel di wilayahnya….

    Kini pintu jihad terbuka lebar di Palestina……
    Allahu akbar…Allahuakbar…Allahuakbar

  5. Agsa permalink
    Januari 6, 2009 8:59 AM

    untuk kebebasan !!!!
    Penjelasan anda panjang dan bertele2…….. hanya untuk sampai pd kesimpulan………… SEKARANG WAKTUNYA KAMI BALAS DENDAM

  6. Januari 6, 2009 2:27 PM

    buat ibnu romien gak tepat juga anda berkomentar terlalu jauh ke arah khawarij.buat senopati arthur terlalu berlebihan anda menilai antara ajaran dan orang yang mempelajari manhaj salaf.kemudian mengamalkannya yang menurut anda tidak sesuai dengan ajaran islam.karena manhaj salaf mengajarkan wala terhadap sesama muslim dan wara terhadap non muslim.memerangi orang kafir yang memerangi kita.ajaran salaf adalah manhaj yang dipegang imam yang 4 dan ahlul hadits lainnya.mudah2 senopati juga sadar supaya tidak membenci nabi dan sahabatnya karena salaf itu orang saleh yang terdahulu yaitu nabi,sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik.tidak menambahi dan tidak mengurangi

  7. Januari 6, 2009 2:43 PM

    terhadap seluruh saudara saya sesama muslim,lemah nya kita pada hari ini sehingga tidak berdaya melawan kezaliman orang kafir.terutama kita tidak mau saling mencintai bahkan saling mencaci dan benci,perang hawa nafsu dan pemikiran tidak ada habisnya.kalau kita ingin kuat mari kita bersatu dengan ahlak yang mulia,tegakan tauhid.bagaimana kita akan menjadi sebuah umat yang jaya kalau ahlak kita jelek sehingga sesama saudara tidak saling bicara.dan bagaimana Allah akan menolong kita kalau syirik masih bertebaran,bahkan dukun di negri kita sudah pasang iklan di tv.dari pada mencela lebih baik berbuat yang nyata kalau punya ilmu berikan ilmu punya harta berikan harta untuk jihad sesuai kemampuan

  8. ghawir permalink
    Januari 6, 2009 7:20 PM

    Assalamualaikum wr wb duhai kaum muslimin..

    Wahai kaum kafirun yang dilaklat Allah…terutama yang mengatasnamakan “kebebasan”!

    Ketahuilah,kami kaum muslimin tidak mengingkari bahwa pada masa Rasulullah SAW menerima wahyu dari Allah SWT dan menyampaikan kepada umat manusia salah satu metode yang digunakan adalah peperangan. Tapi apa kalian tau,atau mungkin kalian buta akan sejarah??
    Rasulullah SAW berdakwah pada mulanya menggunakan kedamaian dan kasih sayang. Kita pun tidak menutup sejarah bahwa Rasulullah dalam berdakwah kepada negeri2 kafirun menggunakan perang, tapi apa kalian tahu bahwa Rasulullah sebelum memerangi suatu negeri selalu mengingatkan kepada kaum kafirun untuk segera kembali kepada agama pencipta kalian, Allah SWT sebelum diperangi. Bila memang tidak mematuhi barulah Rasulullah memerangi..namun dalam perang yang selalu kaum muslimin lakukan selalu menggunakan ADAB dalam BERPERANG!!dimana wanita,anak2,pohon dan bangunan sekalipun dilarang keras untuk diperangi,dibantai bahkan dilukai sedikitpun!!Bahkan yang menyerah disaat akan dibunuh pun harus diampuni…Hal itu ada dalam kitab kami Al Qur’an dan hadist Rasulullah SAW…(APAKAH DALAM KITAB KALIAN ADA????!!bila ada,mana buktinya???) bahkan Rasul sendiri marah saat ada sahabat membunuh seorang pemuda kafir yang pada saat hendak ditusuk ia mengucapkan 2 kalimat syahadat (entah ia pura2 atau tidak,hanya Allah yang tau)..begitu mulianya akhlak beliau..
    Islam menebar kasih sayang dan perdamaian wahai semua…kaum manapun yang hidup dalam pemerintahan Rasulullah baik itu kaum kafir tetap mendapat perlindungan dan kebebasan beribadah..mereka semua dapat hidup tenang..tapi lihat kehidupan kaum muslimin yang hidup dalam negeri kafir!!!mereka dijadikan budak,dibantai,dan dizalimi…bahkan dalam beribadah pun dibatasi…nau’zubillah..

    Disini saya mau menunjukkan poin penting..
    RASULULLAH SELALU MENJUNJUNG TINGGI ADAB DALAM BERPERANG,TAPI APA YANG DILAKUKAN AMERIKA TERHADAP AFGANISTAN DAN IRAK!!ISRAEL TERHADAP PALESTINE!!!apakah ini adab perang yang diajarkan dalam INJIL kalian SAAT INI??????!!!!
    “kebebasan” menyebut dengan tertindas???!!hahahaha lucu sekali anda…semoga Allah segera melaknat anda..

    KEDUA, RASULULLAH SELALU MENGGUNAKAN ALASAN YANG JELAS UNTUK MEMERANGI SUATU NEGERI,YAITU DINUL ISLAM…
    TAPI APA YANG DILAKUKAN AMERIKA TERHADAP AFGANISTAN DAN IRAK????NUKLIR??MANA BUKTINYA??!! BUKTINYA JUSTRU JELAS INGIN MENGUASAI MINYAK DAN MEMBUNUH LEBIH BANYAK KAUM MUSLIMIN!!!
    ISRAEL, KAPAN HAMAS MENYERANG TANPA ALASAN??!!!BERAPA YANG MATI DALAM ISRAEL??!!APA ADA ANAK2 DAN WANITA,BERAPA BANYAK??MEREKA HANYA INGIN MEMBUNUH KAUM MUSLIMIN….
    Jelas sekali disini, bahwa mereka kaum kafirun PENGECUT untuk mengatakan ingin memerangi kaum Muslimin..mereka tidak ingin semua mengetahui niat mereka dan islam bersatu karena mereka sadar mereka akan kalah!!cara mereka adalah memecah belah kita wahai saudaraku sesama muslim…sadarlah..

    Wahai kaum kafirun, malaikat Malik sudah menanti kalian di jahanam yang paling dalam..cepatlah menghadapNya…

    Duhai kaum muslimin…tolong kalian jangan saling mencela satu sama lain, dengarkan kata2 songoku di atas…hargailah sesama saudaramu…

    wassalamualaikum wr wb..

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: