Skip to content

Tragedi November 26, Bom di Mumbai – India

November 28, 2008

Oleh : ech-wan @nusantaraku

Lokasi         : Mumbai, India (Dahulu bernama kota Bombay)
Tanggal       : 26 November 2008, pukul 10.30 malam waktu setempat
Jenis serangan  : Bom, kontak senjata,  penyanderaan
Senjata        : senjata AK-47, granat, dan RDX.
Korban       : 170 tewas (laporan cnn.com), 327 terluka (data sementara: 96 India, 5 Amerika, 5 Israel, 4 Australia, 3 Jerman, 2 Prancis, masing -masing Inggris, Jepang, Singapura, Italia dan Yordania)
Pelaku        : Deccan Mujahidin (Mujahidin India), Lashkar-e-Taiba dan Al Qaeda

Serangan yang Terorganisir

Negeri India kembali diguncang serangkaian serangan oleh Deccan Mujahideen yang menewaskan 170 orang dan melukai lebih dari 300 orang pada 26 November 2008 malam. Deccan Mujahideen merupakan organisasi Mujahidin yang beraksi secara brutal dan anarkis. Kata Deccan (Dataran tinggi Dekkan di selatan India), sedangkan Mujahideen (bahasa arab yang berarti pejuang) atau Jihad yang digunakan kelompok Muslim Al-Qaeda. Para Mujahid tersebut menyerang secara membabi-buta ke 7 fasilitas penting di kota Mumbai yaitu :

–  Rumah Sakit Cama (penembakan dan penyanderaan)

–  Hotel Taj Mahal Palace & Tower (penembakan, 6 bom, penyanderaan)

–  Hotel Oberoi Trident (penembakan, bom, penyanderaan)

–  Kantor Polisi Mumbai Selatan (penembakan yang menyebabkan Regu Anti Teroris Maharashtra dan 2 pejabat tinggi polisi tewas)

–  Mumbai Chabad House, tempat pendeta Yahudi (penembakan, penyanderaan)

–  Stasiun Kereta Chhatrapati ST (bom dan penembakan)

–  Vile Parle (bom mobil)

Metro Adlabs Theatre (penembakan)

–  Cafe Leopold (penembakan)

–  Dermaga Mazagaon (ledakan, dan sebuah kapal bersenta tertangkap)

–  Girgaum Chowpatty (2 teroris tertangkap)

–  Tardeo (2 teroris tertangkap)

Serangan ini membuat kepanikan dan trauma yang dalam bagi ratusan warga yang menjadi korban penyerangan “November 26 Mumbai”. Para teroris ini sempat mengadakan pemeriksaan paspor dan menahan mereka yang memiliki paspor Inggris atau AS. Hal ini dikarenakan salah satu sasaran utama para mujahidin ini adalah warga Inggris dan Amerika.

Penyerangan Hotel Taj Mahal menyebabkan korban bertumpukan di salah satu anak tangga hotel yang terbakar. Jeritan orang-orang yang panik terdengar di sejumlah lantai hotel saat petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga cadangan dan memecahkan sejumlah kaca hotel untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di dalam hotel tersebut. Puluhan orang disandera di Hotel Taj Mahal.

Bom, Penembakan, Penyerangan dan Akibatnya

Dalam beberapa tahun terakhir, India tidak luput dari serangkaian bom yang mematikan. Serangan 26 November di kota Mumbai, pusat ekonomi India, menjadi serangan paling mematikan dengan sistem yang terorganisis rapi. Para penyerang menembak kerumunan orang dan termasuk anggota polisi. Dalam waktu bersamaan, kelompok Deccan Mujahideen menyerang diberbagai tempat, baik hotel, transportasi umum hingga tempat orang sakit. Selain dilengkapi senjata AK-47, para teroris ini memiliki bom dan meledakkan tempat serta kerumunan orang.

Sejumlah media termasuk CNN, melaporkan lebih dari 90% korban tewas adalah orang India, penduduk yang bermukin dan bermatapencaharian di Mumbai. Serangan ini menewaskan sekitar 96 orang India (82 rakyat sipil, 14 polisi), 24 orang asing dan mematikan 9 teroris. Dari media “Press Trust of India” melaporkan korban yang tewas hingga 27 November mencapai 280 orang. Korban kemungkinan akan terus bertambah diatas 200 orang. Hingga Jum’at malam, pasukan keamanna India melakukan kontak senjata dengan kelompok penyerang.

Akibat penyerangan ini, semua sekolah, sekolah tinggi dan sebagian besar kantor termasuk Bursa Efek Bombay dan Bursa Efek Nasional India ditutup pada tanggal 27 November 2008. Begitu juga, shooting film Bollywood dan serial TV dihentikan.

Reaksi Internasional

Lebih dari 23 negara dan 3 organisasi internasional mengutuk serangan November 26 ini. Berikut beberapa reaksi yang saya muat :

– PBB : Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengutuk penembakan dan bom membabi buta di Mumbai yang menewaskan dan melukai ratusan korban. Kekerasan ini tidak bisa ditolerir…

– India : PM Manmohan Singh mengatakan India akan memburu para pelaku dan organisasi dibalik serangan teroris yang terencana dengan baik. Serangan yang terencana dan terkoordinir ini kemungkinan besar dimotori oleh jaringan luar India, yang bertujuan untuk membuat kepanikan dan traumatis dengan menyerang target penting dan membunuh korban warga asing yang tidak bersalah.

– Indonesia – Pemerintah Indonesia mengutuk keras aksi teroris di Mumbai, India. Serangan teroris ini adalah brutal dan tidak berperikemanusiaan. Pemerintah RI turut berduka cita kepada pemerintah India dari para korban beserta keluarganya, dan beharap bahwa para pelaku dapat ditangkap dan dihukum sepantasnya.

Perjuangan Para Teroris di India

Bukan kali ini saja India diserang bom dan penembakan, sebelumnya telah berkali-kali terjadi serangan bom bunuh diri diberbagai wilayah India, terutama daerah yang berbatasan dengan Pakistan (Kashmir).
Berikut adalah bom yang terjadi sepanjang 2006-2008 di India.

1. 7 Maret 2006

Bom di Kuil Sankat Mochan Hanuman di kota Suci Hindu, Varanasi
Korban       : 28 tewas, 100+ terluka
Pelaku         : Laskar e Kahar/Qahab

2.11 Juli 2006

7 serangkaian bom meledak di kereta api di Mumbai
|Korban       : 209 tewas, 714 terluka
Tersangka   : Gerakan Mahasiswa Islam India (SIMI), Laskar e-Toiba

3. 16 Agustus 2006

Bom di Kuil Hindu dekat Imphal
Korban       : 5 tewas, 50 terluka

4. 8 September 2006

2 Bom di pemakaman Muslim di barat kota Malegaon.
Korban       : 37 tewas, 125 terluka

5. 20 November 2006

Bom kereta api Bengali Barat
Korban       : 5 tewas, 25+ terluka

6. 18 Februari  2007

2 bom meledak di kereta api Lahore-New Delhi setelah 1 jam berangkat.
Korban       : 68 tewas,49 terluka

7. 25 Agustus 2007

2 Bom meledak di Hyderabad, dan 19 ditemukan belum meledak.
Korban       : 44 tewas, 54 terluka
Tersangka   : Militan islam dari Pakistan atau Bangladesh yang ingin memperkeruh konflik Hindu dan Islam India.

8. 13 May 2008

Serangkaian bom meledak di 8 tempat berbeda di Jaipur, termasuk pasar yang padat pengunjung dan Kuil Hanuman.
Korban       : 63 tewas, 213 terluka
Pelaku         : Mujahidin India yang bekerjasama dengan LeT dan SIMI

9. 29 September 2008

2 Bom meledak di Gujarat dan Maharashtra
Korban       : 8 tewas, 80 terluka
Tersangka   : Abhinav Bharat dan kelompok Hindu lainnya

10. 1 Oktober 2008

3 bom meledak di daerah konflik timur laut India
Korban       : 4 tewas, 100 terluka
Tersangka   : militan Muslim berbasis di Bangladesh (daerah Radhanagar dan Gulbazar)

11. 2 November 2008

Bom di distrik Midnapur Barat, Bengali Barat. Target dari bom ini adalah konvoi Menteri Buddhadeb Bhattacharya.
Korban       : 0 tewas, 6 terluka
Tersangka   : separatis Maois

12.26 November 2008

Serangkaian bom dan penembakan di tempat publik dan layanan publik di Mumbai
Korban       : 160 tewas, 367 terluka
Pelaku         : Mujahidin Deccan
Selama tahun 2005, sebanyak 4 bom meledak di sejumlah tempat di India.

“Karya” Teroris di India

Bom bunuh diri telah menjadi “kebudayaan” baru di negara Irak. Setiap bulan (bahkan hampir tiap minggu), warga Irak tidak luput dari keberingasan bom. Meskipun sesama muslim (disertai konflik pandangan), mereka menyerang sesamanya untuk menuntut harapannya terwujud. Tindakan mewujudkan aspirasinya memakan ratusan bahkan puluhan ribu nyawa melayang dan menyebabkan penderitaan dan kebencian yang luar biasa bagi keluarga korban. Apakah dengan bom jihad dan penyerangan kelompok yang berseberangan adalah cara terbaik?

Irak, Afganistan, Pakistan, dan Palestina-Israel adalah pemegang rekor serangan bom. Tidak ketinggalan negara dengan populasi kedua terbesar di dunia, India juga tidak luput dari serangan bom. Dalam 3 tahun terakhir terjadi 12 serangan bom yang telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan orang yang tidak bersalah. Sejak serangan 11 September 2001, bom bunuh diri telah menjadi trend baru bagi kelompok tertentu untuk memperjuangkan “karya terbesar” dalam hidup mereka. Sebagian besar dari para teroris ini beralasan melakukan penyerangan dan bom bunuh diri karena merupakan perjuangan paling mulia berdasarkan iman kepada ‘sang pencipta’.

Di balik itu semua, ada satu hal yang paling mendasar dari berbagai aksi brutal ini yaitu “merasa didiskriminasikan dan diperlakukan secara tidak adil”. Mereka menginginkan “kebebasan hidup” yang sesuai dengan pandangan mereka masing-masing. Maka muncullah gesekan pandangan dan timbullah konflik. Konflik yang tidak berkesudahan menyebabkan sebagian dari pihak menggunakan cari pintas, yakni dengan melakukan kekerasan. Kekerasan dilakukan pihak satu akan ditanggapi oleh pihak lain dengan lebih tegas atau keras. Jika solusi kekerasan menjadi jalan pintas, maka tidak mungkin kedamaian hidup manusia akan tercapai.

Teroris Teriak Teroris

Dalam pernyataan resminya, pemerintahan Amerika serikat mengutuk serangan di Mumbai, meskipun tidak ada warga Amerika yang menjadi korban. “Kami mengutuk keras serangan teroris yang terjadi di Mumbai, India. Kami turut bersimpati pada keluarga dan teman para korban yang mati dan terluka, dan warga di Mumbai. Kami akan memantau terus situasi ini dan siap membantu otoritas India dalam mengatasi serangkaian serangan yang keji.”

Amerika dan dunia perlu berinstropeksi diri. Amerika dan dunia mengutuk keras perilaku kekerasan secara fisik (melalui bom dan penembakan) yang terjadi di Mumbai. Tapi, ketika Amerika menyerang Irak tahun 2003 dan menewaskan ratusan ribu rakyat sipil serta menghancurkan sendi ekonomi, rasa aman, keadilan, kekerasan, dan “menjajah” sumber daya alam Irak, bukankah ini tindakan pemerintahan yang teroris? Mengapa dunia bungkam? Mengapa Inggris dan Australia membantu teror pembantaian rakyat Irak? Apa kata dunia?

Belum lagi sang pejuang kemakmuran rakyat Panama, Presiden Omar Torrijos yang dibunuh oleh CIA dalam peledakan helikopter kepresidenan Panama pada Juli 1981. Torrijos dibunuh karena tekad kuatnya untuk mensejahterakan rakyat dan menolak penguasaan korpotorasi Amerika menguasai hutan dan sumber daya alam Panama. Pembunuhan serupa juga menimpa Pahlawan Ecuador, Presiden Jaime Roldós oleh CIA. Begitu juga konspirasi 30 September 1965 di Indonesia serta membantu para separatis untuk menumbangkan kekuasaan Bung Karno dalam gerakan PRRI-Permesta.

Negara di dunia harus adil melihat fakta ini semua. Sudah saatnya kita sadar dan bangkit. Kita harus menghentikan semua polemik ini. Semua pihak telah melakukan kesalahan, dan jangan terulang kembali. Semua bangsa harus bangkit. Lawanlah segala bentuk teroris, baik teror bom dan penembakan maupun teror ekonomi, politik, dan sumber daya alam. Untuk pemimpin kita ke depan, seorang presiden maupun anggota legislatif, harus berani berbicara sejujurnya kepada rakyat dan kepada bangsa di dunia. Hentikan bentuk teror ekonomi dan kemiskinan.

Sudah saatnya, kita menghentikan semua kekerasan fisik maupun mental. Kita turut bersimpati kepada korban bom, tapi kita perlu rekonsiliasi dengan pihak teroris. Para mujahid ekstremis, para politikus jahat Amerika, para pengusaha keji di seantero dunia, berhentilah menyakiti umat manusia. Dan kita semua, jangan memperkeruh suasana lagi. Kekerasan tidak akan berhenti jika dibalas kekerasan. Belajarlah menahan diri, bersabar, bermusyawarah, berlapang dada dan membalas kekerasan dengan tindakan positif untuk mendapatkan keharmonisan dan ketentraman hidup.

Referensi:
en.wikepedia.org
http://www.timeofindia.indiatimes.com
http://www.cnn.com
http://www.ndtv.com

Iklan
21 Komentar leave one →
  1. Benjoy permalink
    Juli 28, 2010 3:43 PM

    Bukannya orang Islam juga bantai orang Kristen di Poso, Ambon dan Halmahera….
    Ingat Tragedi PESANTREN WALISONGO KAH? ITU KERJAAN SIAPA?? LASKAR SETAN!!!
    Bukannya banyak juga orang Islam yg jadi Korban keberingasan Kristen …

  2. twinkle heriyana permalink
    Januari 10, 2015 9:28 PM

    izinkan saya untuk copy mengenai artikel ini. Terima kasih

  3. Juli 17, 2015 9:28 PM

    is good artikel Thank you so much , Africa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: