Ditinggal Mati Anaknya, Induk Anjing “Bunuh Diri”

Ilustrasi : Anjing dan Anaknya
Rasa sedih bila kehilangan rupanya bisa menimpa seekor anjing. Di China, seekor anjing betina diduga bunuh diri karena sedih yang teramat dalam akibat kematian bayinya yang baru lahir beberapa hari. Kejadian mengharukan ini terjadi di kota Xinyi, provinsi Guangdong, China pada 20 November 2009 (MediaIndonesia).
Seekor anjing betina milik penduduk setempat nekat bunuh diri dengan cara terjun dari sebuah bangunan berlantai 3 di kota tersebut. Empat hari sebelumnya yakni 16 November 2009, induk anjing ini kehilangan bayi yang baru dilahirkan di awal bulan November. Akibat kematian bayinya, anjing betina itu sangat terpukul dan sedih.
Menurut keterangan penduduk, anjing betina ini memanjat atap sebuah bangunan berlantai tiga pada tengah malam dan kemudian melompat yang membuatnya langsung tewas. Sebelum peristiwa itu, penduduk juga mengatakan kalau anjing betina itu sudah diam saja dan tidak ada selera untuk hidup bahkan sudah berhenti makan setelah kematian bayinya (Xinhua).
Sedih dan Malu, Membuat Anjing Bunuh Diri
Kisah induk anjing yang bunuh diri di Guandong merupakan kisah anjing ‘unik’ dari negeri tirai bambu. Setahun
Anjing mastiff Tibet
sebelumnya yakni tahun 2008, seekor anjing mastiff Tibet di Prov Zhejiang-China juga melakukan bunuh diri setelah dipermalukan majikannya. Anjing ini diduga merasa harganya dirinya terusik setelah dipukul oleh majikannya di depan anjing lain.
Insiden memilukan ini terjadi di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang. Setelah dipukul oleh majikannya, anjing itu menggigit lidahnya sendiri hingga mati. Si pemilik yang hanya disebut nama keluarganya, Pan, mengaku memukuli anjingnya karena berkelahi dengan anjing tetangga. Maksudnya untuk memberi pelajaran pada si anjing.
“Saya merasa sangat menyesal,” kata Pan setelah kejadian itu. “Teman saya yang telah memelihara anjing mastiff Tibet selama 20 tahun memberitahu saya bahwa hewan tersebut adalah rajanya semua anjing dan memiliki rasa kebanggaan diri yang sangat kuat,” katanya. “Jika Anda memukuli anjing mastiff di hadapan anjing lain, hewan itu merasa malu dan akan bunuh diri untuk mempertahankan martabatnya,” katanya (Kompas).
Berdasarkan penelusuran saya di wikipedia, anjing dari klan Mastiff Tibet dipelihara sebagai penjaga karena galak dan berani (kuat). Selain cerdas (bisa dilatih), anjing ini dikenal ‘keras kepala’. Dalam salah surat kabar di Nepal disebutkan bahwa dua ekor anjing jenis Mastiff ini mampu membunuh (anak) harimau yang berusaha memangsa domba majikannya.
Pesan Moral
Ada pesan moral yang menarik dari kisah induk anjing maupun kisah anjing mastiff Tibet ini. Anjing mastiff Tibet memiliki harga diri yang tinggi layaknya pejabat Jepang atau Korea Selatan yang bunuh diri jika telah melakukan kesalahan atau korupsi.
Sedangkan, kisah induk anjing yang bunuh diri karena kehilangan bayinya merupakan pelajaran yang sangat berarti bagi kita sebagai manusia yang memiliki rasio dan sifat manusiawi. Seekor anjing saja memiliki tanggung jawab dan ‘cinta’ yang begitu besar kepada sang anak. Kisah induk anjing ini tentu cukup langka, yang mana ia sampai berhenti makan setelah melihat anaknya mati meninggalkan dirinya. Berbicara tentang ‘kepedulian’ induk kepada anaknya, hampir semua induk hewan akan menjaga dan memelihara anaknya dengan segenap fisik dan ‘jiwa’-nya. Sebut saja induk ayam atau anjing yang akan ‘bertarung’ atau menyerang ke siapapun/apapun bila mengusik anak-anaknya.
Kisah induk anjing cukup kontras dengan sikap ibu-ibu muda yang membuang bahkan membunuhnya bayinya (terutama bayi yang born by accident). Berikut ini saya hanya akan mencuplik 3 berita saja mengenai ibu yang rela membuang dan membunuh bayi kandungnya.
- Indosiar-Samarinda, 2006 : Sulimah, warga Samarinda nekad membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkannya hidup-hidup karena takut aibtnya terbongkar. Sulimah mengakui melahirkan bayinya dari hasil hubungan diluar nikah dengan pacarnya Faizal. Ia membuangnya karena takut kalau kehamilannya diketahui oleh kedua orangtua serta para tetangganya.
- Detik -Malang, 2009 : Ngantini, seorang ibu tega membunuh bayi diduga hasil hubungan gelap. Selain faktor itu, diduga alasan ekonomi turut membuat Ngantini tega menghabisi anak kandungnya.
- Poskota-Sukabumi, 2009 : Maesaroh (34t tahun) janda warga Kampung Palasari, Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi nekad membunuh anak yang baru dilahirkannya. Bayi yang dibunuh merupakan hasil hubungan gelapnya dengan Superli, 37, seorang pria berkeluarga, warga Kampung Cibaraja – Sukabumi.
- TVOne-Takalar, 2009 : SE (40 tahun) seorang ibu yang mengaku telah membunuh bayinya karena malu kepada warga sekitar rumahnya karena merupakan hasil hubungan gelapnya dengan seorang pemuda berinisial Ma. SE merupakan warga Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. SE membunuh bayinya dengan cara cara mencekiknya sebanyak dua kali, kemudian dibungkus menggunakan kantong plastik hitam sebelum dibuang ke sungai.
Semoga manusia bisa belajar untuk menjadi ‘manusia’. Semoga manusia memiliki rasa cinta dan tanggung jawab bahwa nyawa seorang manusia sangat berarti. Dan mestinya, manusia bisa berempati juga pada hewan bahwa mereka juga memiliki kepekaan dan kesedihan, bilamana anggota keluarganya ‘dimatikan’ oleh manusia.
Salam Nusantaraku,
ech-wan, 23 Nov 2009
Artikel Lainnya:
- Anjing dengan Tubuh Bercahaya Berhasil Dikloning
- Kuda Tewas Menggenaskan Setelah Ditabrak Rally [+Video]



Sebuah pelajaran yang baik. Anjing juga adalah hewan yang setia. Tidak ada pernah anjing berkhianat seperti kebanyakan orang-orang. Jangakan orang lain, saudara sendiri masih dikhianati
ya kadang manusia lebih buruk dari pada binatang
Pesan moral yg sangat mendalam, anjing aja bisa saling peduli.
kita memang harus banyak belajar dari makhluk-makhluk ciptaanNya.
dasar anjing !!!! ternyata lebih bermartabat dibanding koruptor yang naik BMW http://waskitamandiribk.wordpress.com
Bagaimana sekarang kalau kita mengubah persepsi kalau bayi lahir diluar nikah atau hasil hubungan gelap itupun sama seperti kita yang lahir karena hubungan terang? Kasihan makluk kecil itu lahir ke dunia bukan kemauan dia, setelah lahir haknya untuk hidup diambil ibunya hanya karena malu.
saya tak mahu mengdiskreditkan manusia karena saya manusia…dan mau komentar tentang keprihatinan terhadap situasi sekarang
binatangpun punya rasa malu.konsekwensinya pun tragis
jangan malu kita belajar dari seekor anjing
Ya..anjing memang binatang najis, tetapi dibalik kenajisannya itu kita tetap bisa belajar tentang harga diri dan kesetiaan. Kejadian diatas adalah tentang harga diri dan tanggungjawab. yang akan saya sampaikan adl tentang kesetiaan yang bisa di contoh dari anjing, Pernah ada kisah seekor anjing yang dengan setia mengantarkan majikannya seorang profesor yang buta, setiap hari dari rumah ke stasiun dan dengan setia menjemputnya pada sore harinya, selalu tepat waktu. begitu setiap harinya. hingga suatu saat sang profesor meninggal dunia di kampusnya akibat serangan jantung, sang anjingpun menunggu tuannya dengan setia, menunggu berhari-hari, bahkan dia rela tidak makan minum apapun demi kesetiaan kpd tuannya, sampai akhirnya anjing itupun mati. Jadi apapun alasannya kita bisa belajar dari alam sekitar dan seisinya. Pesan Tuhan kadangkala melalui itu, kalau kita peka……
tuh dicontoh, anjing aja punya rasa sayang. masa pejabat publik menipu publik?
apakah benar ya anjing punya perasaan ..
kalau manusia kau percaya he he hehe
tapi unik juga kok …. menarik banget
mza anjng bsa s rmntis tu , tpi gk kyak korptor2 yg g tanggung jwb ataz negara gw salut ma tu anjing yg slg mngasihi ……………………………………………….!!
anjing, itulah manusia, dan buat para anjing yg berhati manusia jempol deh