Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (1)
Amerika Serikat dan Pengulingan Soekarno, 1965-1967
Peter Dale Scott
Profesor Peter Dale Scott (PDS) melalui paper-nya mengungkapkan campur tangan Amerika Serikat dalam pengulingan Presiden Soekarno dengan cara kotor dan berdarah tahun 1965-1967. Seluruh catatan dalam periode yang sulit dimengerti akan tetap berada di luar jangkauan analisis yang terlengkap sekalipun. Fakta sesungguhnya yang terjadi tidak terdokumentasi; dan sementara dokumentasi yang beredar ditemukan banyak kontroversial dan tidak teruji faktanya. Pembantaian pengikut Soekarno yang beraliran kiri (sosialis) merupakan hasil dari konspirasi politik yang meninggalkan ketakutan (paranoid atau phobia) yang meluas, dan menjadikan ini suatu tragedi yang melampaui dari tujuan suatu kelompok atau koalisi.
Dalam hal ini, Dale Scott tidak hanya memberi kesan bahwa provokasi dan kekerasan pada tahun 1965 hanya berasal dari militer Indonesia yang beraliran kanan yang telah bekerja sama dengan Amerika Serikat, bersama (termasuk penting, tapi jarang disebut/diuraikan) intelijen Inggris, Jerman dan Jepang. Namun dari keseluruhan papernya, Dale Scott menemukan peristiwa ini sebagai konspirasi yang rumit dan terselubung. Kompleksitas dan ambiguistias sejarah pembantaian berdarah Indonesia 1965-1967 yang sesungguhnya masih lebih sederhana dan mudah dipercaya oleh masyarakat daripada sejarah versi dari Presiden Soeharto dan Permerintahan Amerika Serikat.
Klaim mereka (versi Soeharto dan Pemeritahan Amerika) yang masih bermasalah itu menjelaskan bahwa pada 30 September 1965, sebuah gerakan yang disebut sebagai Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) melakukan kudeta (pembunuhan 6 jenderal militer), merupakan gerakan penyerangan “kiri” terhadap “kanan”, lalu memberi legalitas restorasi kekuasaan yang diikuti oleh usaha pembantaian golongan kiri oleh golongan tengah. Dalam skenario ini, Soeharto menempatkan dirinya sebagai sosok golongan “tengah” (padahal Soeharto dan AH Nasution merupakan sosok kanan, sementara Jenderal Ahmad Yani merupakan sosok tengah) atau istilah yang digunakan politikus era saat ini adalah “politik jalan tengah”. Ini semata-mata hanya menjadi “kendaraan” simpatik sekaligus pengelabuan kepada rakyat yang mana sesungguhnya mereka sedang berkonspirasi dengan kekuataan asing yakni Amerika Serikat cs atau lebih tepatnya “golongan kanan yang tulen”.
**************
Dengan berusaha menelusuri data-data Mahmilub (Mahkamah Militer Luar Biasa) khususnya bukti yang mendiskreditkan tesis anti-PKI, Dale Scott melalui penelusuran dokumen Coen Holtazappel “The 30 September Movement“, maka didapatkan suatu kesimpulan bahwa gerakan 30 September 1965 merupakan gerakan konspirasi yang berpura-pura melakukan kudeta, padahal yang melakukan sekaligus merancang konpirasi ini adalah golongan kanan “tulen” Angkatan Darat dengan maksud untuk menghabisi golongan tengah militer terlebih dahulu.
Golongan kanan tulen ini adalah Soeharto dan AH Nasution yang anti-komunis (terlibat dalam hal ini adalah Sarwo Edhi). Sedangkan golongan tengah militer adalah mereka yang loyal tapi kritis terhadap Soekarno dan Pancasila, yang tidak bersekutu dengan PKI ataupun Amerika. Mereka adalah 6 Jenderal yang dibunuh. Dengan kudeta “pura-pura”, setelah golongan tengah Angkatan Darat dihabisi, maka golongan kanan dengan mudah merintis pembersihan golongan kiri (termasuk rakyat sipil) dengan slogan dan provokasi. Habisnya golongan tengah dan sipil kiri merupakan rencana langkah-langkah yang harus diambil demi mengukuhkan serta membentuk pemerintahan militer diktator. [catatan: ini juga terjadi di negara Chile yang mana Jenderal Pinochet bertindak seperti Soeharto].
Dalam paper Dale Scott, ia berkesimpulan bahwa dalam konspirasi “Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967″ ditemukan tiga tahapan besar yakni:
- Gestapu- 30 September 1965 : merupakan “kudeta” yang dilakukan oleh sayap kiri “gadungan”
- KAP-Gestapu : yakni gerakan anti Gestapu dengan membantai PKI beserta ratusan ribu orang simpatisan PKI sebagai the dead of socialism.
- Pendegradasian Pengaruh dan Kekuasaan Soekarno : secara terus menerus hingga tidak bersisa, hingga rakyat tidak diperbolehkan belajar atau mengikuti ajaran Bung Karno.
Pemaparan Dale Scott hanya membahas dua dari tiga phasa besar ini yakni phasa KAP-Gestapu dan Pendegradasian pengaruh dan kekuasaan Soeharto. Sedangkan phasa pertama, menurut penulis istilah kudeta pada tahap pertama bersifat fiktif, karena tidak adanya bukti-bukti pengambilalihan kekuasaan pada tahap ini oleh PKI. Buktinya Presiden Soekarno tidak digulingkan pada 30 September – 1 Oktober 1965 oleh PKI. Justru, Presiden Soekarno digulingkan oleh Soeharto cs setelah Gestapu-30 September dalam rangkaian “3 tahapan konspirasi”.
![]()
3 Tahapan Besar Penggulingan Soekarno

Ratusan orang dieksekusi secara massal
Sebelum membahas keterlibatan Amerika Serikat yang oleh CIA sendiri menyebut peristiwa 1965 sebagai “salah satu pembunuhan massal terburuk sepanjang abad 20″, marilah kita flash back kembali masalah-masalah apa saja yang menghantar terjadinya pembunuhan massal terburuk ini.
Menurut Harold Crouch, menjelang tahun 1965, staf umum Angkatan Darat (AD) Indonesia pecah menjadi dua kubu. Jauh sebelumnya, para jenderal tersebut (baik tengah maupun kanan) adalah anti-PKI, namun menjelang 1965 para jenderal ini pecah menjadi dua kubu pasca memburuknya kondisi kesehatan Soekarno (yang mana Soekarno jatuh pingsan). Kedua kubu tersebut adalah:
- Kubu Tengah AD Indonesia
Kubu tengah adalah kelompok yang tetap loyal pada Soekarno, namun disisi lain mereka menentang kebijakan Soekarno tentang Persatuan Nasional (Nasakom) dimana PKI masuk dalam kekuatan nasional tersebut.
Kubu tengah dipimpin oleh Jenderal Ahmad Yani dan diikuti kawan-kawannya. - Kubu Kanan AD Indonesia
Kubu kanan merupakan mereka yang menentang kebijakan Soekarno maupun Ahmad Yani yang tetap loyal pada Bung Karno. Kubu ini dipimpin oleh AH Nasution dan Soeharto yang anggotanya diantaranya adalah Basuki Rachmat dan Sudirman dari Seskoad.
Kisah penggulingan Soekarno yang sederhana (dan belum terungkap secara menyeluruh) adalah ketika musim “gugur” (September) 1965, Ahmad Yani beserta kelompok intinya dibunuh, hal yang kemudian menjadi jalan “legal” bagi upaya merebut kekuasaan oleh kekuatan-kekuatan anti-Yani (dan yang pasti juga adalah anti Soekarno yang melindungi PKI) dari kubu sayap kanan yang berafiliasi dengan Soeharto. Kunci perebutan kekuasaan ini adalah apa yang dinamakan “coup” (kudeta) 30 September, yang berdalih bahwa menyelamatkan Soekarno, namun sesungguhnya target utama “kudeta” tersebut adalah membunuh para jenderal besar AD yang paling loyal terhadap Soekarno yakni kelompok Ahmad Yani.
Hal ini dapat ditelusuri dari pertemuan AD yang berlangsung pada bulan Januari 1965 yang dihadiri oleh petinggi AD termasuk didalamnya adalah A Yani dan tidak terkecuali Soeharto. Pada pertemuan tersebut, ada sekelompok petinggi AD yang kecewa (tidak senang) dengan Ahmad Yani dan pendukungnya. Dan pertemuan Januari 1965 menjadi petaka para jenderal yang loyal terhadap Soekarno.
Sebagai informasi, pada pertemuan Januari 1965, terdapat wacana untuk merebut kekuasaan ketika kondisi Presiden Soekarno memburuk untuk mencegah jatuhnya kekuasaan pada kelompok PKI. Namun rencana kudeta ini ditolak oleh Ahmad Yani. Pendapat A Yani didukung oleh empat orang petinggi AD lain yang masuk dalam kubu Yani. A Yani bersama 4 jenderal lain yang mendukung pendapat Yani pada pertemuan Januari 1965 dibunuh pada 1 Oktober 1965. Sebaliknya, mereka yang termasuk dalam kelompok Anti-Yani, justru bebas dari “kudeta” 30 September 1965. Dari kelompok yang anti Yani pada pertemuan Januari 1965, setidaknya 3 orang diantaranya yakni Soeharto, Basuki Rachmat dan Sudirman dari Seskoad menjadi tokoh utama yang menumpas “golongan kiri” dan golongan A Yani yang loyal pada Soekarno.
Tidak seorang Jenderal yang anti Soekarno pun yang menjadi target “kudeta 30S“, dengan satu pengecualian yakni Jenderal AH Nasution. Namun perlu dicatat bahwa AH Nasution “dapat” bebas dari pembunuhan disisi lain anaknya Ade Irma Suryani dan ajudannya Lettu Pierre Tendean yang dibunuh. AH Nasution berhasil melarikan diri tanpa mengalami luka berat, dan kemudian mendukung gerakan pembasmian PKI dan ideologi Soekarno pasca 30S.
Menjelang tahun 1961, CIA dikecewakan oleh AH Nasution yang semula dianggap sebagai “aset/orang” yang handal, namun kemudian dalam beberapa catatan ternyata AH Nasution tetap taat kepada Soekarno dalam berbagai kebijakan penting. Dan menjelang tahun 1965, kekecewaan ini sangat terasa bagi pihak yang mengoposisi AH Nasution, setelah bukti keterlibatan Amerika Serikat dalam perpecahan Vietnam. Lalu bagaimana track record hubungan Soeharto vs Nasution sampai-sampai AH Nasution sempat menjadi sasaran target “kudeta Gestapu”?
Pada tahun 1959, AH Nasution memeriksa kasus dugaan tindakan korupsi yang dilakukan Soeharto. Karena kasus ini, Soeharto diberi sanksi dengan memindahtugaskan Soeharto sebagai Panglima Diponegoro. Akibat kejadian 1959, hubungan Soerharot dan AH Nasution cukup “dingin”. [Crouch, The Army, p. 40; Brian May, The Indonesian Tragedy (London: Routledge and Kegan Paul, 1978), pp. 221-2.]
**************
Pernyataan Distorsi : Skenario Membalikkan Fakta Sudah Direncankan Sejak Awal
Salah satu hal yang paling tidak manusiawi adalah mereka yang berusaha mendistorsi fakta realitas dengan mengkambinghitamkan suatu kejadian serta menggiring opini publik ditengah keruhnya suasana. Suka mempolitisir suatu peristiwa dengan alasan yang tidak korelatif. Misalnya kasus Bom Ritz Carlton.
Sejak awal pasca pembunuhan 6 Jenderal besar yang loyal terhadap Soekarno, telah beredar pernyataan-pernyataan yang berusaha mendistorsi dengan realitas. Pernyataan Letkol Untung mengenai “Gestapu”, begitu juga distorsi ini oleh Soeharto dengan menginstruksikan pembasmian kelompok sosialis. Pada tanggal 1 Oktober 1965, Letnan Kolonel Untung mengumumkan kepada publik bahwa pada hari ini (1 Oktober 1065), Soekarno dilindungi (tawan) oleh kelompok Gestapu (PKI). Padahal pada tanggal 1 Oktober 1965, Soekarno tidak di”lindungi” oleh PKI. Ini sudah pernyataan yang didistorsi.
Belum sampai disana, pada persidangannya Letkol Untung juga mengatakan bahwa para jenderal (yang tewas dalam konspirasi Gestapu) dengan dukungan CIA merencanakan kudeta pada tanggal 5 Oktober 1965, karena telah disiagakannya pasukan militer dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Barat ke Jakarta. Padahal sesungguhnya, pasukan-pasukan militer tersebut disiapkan di Jakarta untuk parade hari ABRI 5 Oktober 1965.
Untung sengaja tidak mengatakan hal yang sesungguhnya, padaha ia masuk dalam panitia persiapan peringatan hari ABRI tersebut. Dan lebih dashyatnya, padahal dia sendiri yang telah mengambil bagian dalam memilih kesatuan-kesatuan pasukan untuk parade hari ABRI tersebut. Untung juga tidak mengatakan bahwa kesatuan-kesatuan yang terpilih itu (termasuk bekas Batalion-nya yakni Batalyon 454/Banteng Raiders) telah menyediakan sekutu-sekutu untuk melakukan pembunuhan para Jenderal. Lalu, Letkol Untung dieksekusi mati dengan fakta persidangan yang absurd.
Namun ada catatan yang sering terlupakan dalam sejarah bahwa Letkol Untung (Pasukan Tjakrabirawa) yang melakukan “kudeta gadungan” memiliki hubungan khusus dengan Soeharto. Untung adalah anak buah Soeharto, dan Soeharto bersama Tien Soeharto pada tahun 1965 melakukan perjalanan panjang untuk sekadar menghadiri pernikahan Untung di Kebumen dari Jakarta. Lalu, mengapa Untung begitu bodoh melakukan kudeta yang kemudian Soeharto pula yang menghabisi nyawanya?
Bagaimana distorsi Soeharto?
Sesaat penculikan dan pembunuhan para Jenderal yang loyal terhadap Soekarno, tanpa bukti jelas Soeharto menuduh PKI + Angkatan Udara RI (AURI) melakukan pembunuhan enam jenderal. Lalu mengkambinghitamkan sekaligus memvonis hukuman mati (namun pada akhirnya dipenjara 29 tahun) Marsekal Madya Omar Dhani pada Desember 1966 (Almarhum meninggal pada 24 Juli 2009 silam) yang loyal terhadap Soekarno [wawancaranya bisa dibaca di sini]. Alasan Soaharto menghubungkan Omar Dhani dalam peristiwa Gestapu hanya karena lokasi mayat-mayat para jenderal ditemukan di Lubang Buaya di dekat Bandara Halim Perdana Kusuma. Disamping itu, Soeharto menghubungkan Omar Dhani karena para Gerwani melakukan latihandi kawasan dekat Halim Perdana Kusuma.
Padahal, pada saat itu, sesungguhnya Soeharto mengerti betul bahwa pembunuhan para jenderal itu dilakukan oleh unsur-unsur AD yang ditunjuk oleh Letkol Untung (sahabat dekat Soeharto sendiri). Untung pernah ditempatkan sebagai prajurit di bawah komando Soeharto. Fakta ini semakin jelas dari pernytaan Soeharto sendiri, “Dalam perjalan saya ke Mabes Kostrad (markasnya Soeharto), saya berpapasan dengan prajurit Baret Hijau (Pasukan Untung) yang telah ditempatkan dibawah Komando Kostrad (komando Soeharto), namun mereka tidak memberi hormat pada saya”.
Catatan: Batalyon Infanteri (Yonif) 454/Banteng Raiders yang menjadi pasukan pendukung Untung dalam Gestapu sesungguhnya merupakan pasukan Raiders yang dilatih dengan bantuan dana dari Amerika Serikat. Dari korelasi ini, sangatlah mungkin pasukan Raiders (Untung) – Amerika – Soeharto menjadi satu kesatuan dalam konspirasi ini.
Lanjutan Seri -2 : Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (2)
![]()
Tulisan ini saya ambil dari cuplikan paper dari Prof Peter Dale Scott dengan judul The United States and the Overthrow of Sukarno, 1965-1967. Tulisan tersebut merupakan investigasi mendalam dari berbagai sumber yang disusun bertahun-tahun dan pertama kali di publikasikan pada Desember 1984. Peter Dale Scott adalah profesor di Universitas California di Berkeley dan juga anggota Dewan Penasehat “Public Informatioan Research”.
Dalam rangka memperingati HUT RI 1945-2009
Salam Nusantaraku, 30 Juli 2009
ech-wan
Disadur dari Intisari :
Peter Dale Scott : The United States and the Overthrow of Sukarno, 1965-1967
Lacak Balik
- Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (2) « Nusantâraku
- Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (2) « Putra Rafflesia
- Bung Hatta, Negarawan Uncorruptable (1): Kisah Menabung Utk “Sepatu Bally”, Tapi…. « Nusantaraku
- Bung Hatta, Negarawan Uncorruptable (1): Kisah Menabung Utk “Sepatu Bally”, Tapi…. « Blog Ekonomi SMAN 1 Sumbawa Besar
- Bung Hatta, Kisah Sepatu Bally « Indonesiaku
- Bung Hatta, Kisah Sepatu Bally | totosociety.com



huahahahahahaha…rupanya sang pemilik blog memang sangat hobby dengan teori-teori konspirasi yang “lucu-lucu”, dan merasa mengetahui pilitik “tingkat tinggi”, mungkin karena penulisnya orang amerika dan pada dasarnya orang indonesia selalu memandang amerika dengan kagum dan minder, maka informasinya dianggap benar walaupun secara akal sehat “sangat lucu” ….hihihihi…
Bahkan apa yang diungkap scott itu juga bukan hal yang baru, itu sudah diungkapkan oleh PKI sendiri dari dokumen Gilchrist, dugaan bahwa amerika terlibat dalam peristiwa sesudah G 30S PKI dan usaha menyingkirkan soekarno sebelum dan sesudah G30S semua orang sudah tahu, karena amerika juga terlibat dalam permesta.
Teori yang mengatakan soeharto sesungguhnya justru dalang G30S PKI sudah lama saya dengar pada obrolan kaum tukang becak sejak soeharto lengser, dalam berbagai versi dan “analisa yang mendalam”…hihihihi
Adapun argumen yang diajukan sebagai bukti juga masih seputar fakta bahwa para pelaku kebanyakan berasal dari jawa tengah dimana soeharto sudah lama kenal dengan alimin dan untung, sama sekali tidak ada yang merasa aneh bahwa ahmad yani dan nasution dan gatot soebroto juga lama berada di jawa tengah.
Yang menggelikan adalah selalu saja ada orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya dalang G 30S PKI adalah soeharto sendiri, “buktinya” dia tidak ikut diculik seperti yang lain dan bisa mematahkan usaha kudeta, tidak ada kaum pendukung teori konspirasi yang merasa aneh dan curiga kenapa mursyid dan pranoto (yang kemudian disingkirkan soeharto) juga dibiarkan hidup oleh PKI, bahkan kemudian soekarno menunjuk pranoto sebagai caretaker KSAD
Orang mengatakan soeharto dalang PKI karena dalam sejarah kemudian dia bisa memerintah selama 32 tahun, padahal sebenarnya situasi saat itu sangat rawan dan tidak ada jaminan soeharto bisa bertahan atau “belangnya” baru ketahuan 32 tahun kemudian. Soeharto tidak ikut diculik karena dia dianggap anak bawang, track recordnya menunjukkan dia hanya aktif di kemiliteran, tidak termasuk inner circle TNI AD yang “ngerti politik” sebelum peristiwa G30S, sehingga diabaikan, PKI lupa memperhitungkan bahwa soeharto saat itu adalah panglima kostrad yang mengkomando kekuatan riel AD termasuk RPKAD
Sesungguhnya saat itu soekarno yang nasionalis sejati sedang memainkan balance of power, merangkul PKI apabila kebijakannya (nasakom) ditentang ABRI dan islam, dan sebaliknya menggunakan ABRI untuk mengontrol ambisi PKI, yang saat itu mengklaim sebagai partai komunis terbesar ketiga didunia setelah uni sovyet dan RRC, untuk menguasai indonesia.
Untuk memuluskan niatnya itu soekarno melakukan politik dagang sapi dengan nasution, dia menawarkan jabatan Pangab kepada nasution dengan catatan soekarno sendiri yang memilih pengganti nasution sebagai KSAD. Menurut tradisi apabila KSAD berhalangan maka seharusnya wakil KSAD lah yang menggantikan, tapi soekarno tidak mau mengangkat wakil KSAD gatot soebroto yang dikenal sangat anti komunis dan menumpas pemberontakan komunis tahun 1948, kemudian dia memilih ahmad yani yang dinilai lebih loyal kepadanya, walaupun kemudian terbukti yani juga sangat anti komunis dan menjadi target utama penculikan.
Amerika sendiri saat itu sangat khawatir apabila RI jatuh ketangan komunis, karena menurut teori domino apabila vietnam-kamboja-laos dan akhirnya indonesia, negara terbesar di asia tenggara, jatuh ketangan rezim komunis maka seluruh negara dikawasan asia tenggara (ASEAN) akan jatuh ketangan komunis, dan CIA menganggap soekarno terlalu banyak “memberi angin” pada PKI
Soal pembantaian besar-besaran juga selalu dianggap sebagai bukti kesadisan soeharto, dimana setengah juta simpatisan PKI tewas dibantai, tidak pernah terpikir oleh mereka bagaimana seandainya PKI berhasil melakukan kudeta, jumlah 1/2 juta dari 100 juta rakyat indonesia watu itu boleh dibilang kecil bila dibandingkan dengan 2 juta dari 6 juta penduduk yang tewas dibantai rezim komusis polpot di kamboja, jadi situasi saat itu memang to kill or to be killed, tidak bisa dinilai dengan standar HAM dalam situasi damai
Anehnya lagi si penulis yang orang amerika selalu membandingkan soekarno-soeharto (menyingkirkan soekarno, mendukung soeharto) dengan allende-pinnochet sama sekali tidak pernah menyebut situasi sebaliknya (batista-castro) mendukung batista dan selalu gagal menyingkirkan castro atau situasi lain yang agak berbeda Shah reza pahlevi-khomeini, berbeda dibanding situasi soekarno-soeharto (kiri vs pro barat) atau batista-castro (pro barat vs kiri) shah iran yang merupakan antek barat menghadapi khomeini yang tidak pro barat maupun pro sovyet (kenyataan ini tidak pernah diekspose media barat). Meskipun menyikat habis jendral-jendral savak (dinas rahasia iran binaan CIA waktu itu) dia juga menggantung tokoh komunis nouredyn khianoury dan mencopot jabatan presiden abul hasan bani sadr yang pro sovyet, tapi CIA berhasil membunuh presiden ali rajai.
Sdr den baguse ngarso yang baik,
Tulisan ini merupakan hasil terjemahan ala kadarnya dari saya, dan bukan dari opini saya. Saya hanya ingin menambah literatur mengenai sejarah bangsa, yang mana mengenai kasus 1965 masih terjadi beberapa versi. Jadi, tulisan ini khusus saya sadur dari paper Dale Scott.
Saya mau menerjemahkan ini, bukan menyusun berbagai opini dari berbagai sumber.
Sebagai informasi, saya lebih senang pada analisis dari Asviwarman dan Anhar Gonggong, lalu buku Dokumen CIA : Melacak Penggulingan Soekarno dan Konspirasi G 30 SPKI, Pengakuan John Perkins, Investigasi Ekonomi-Politik oleh John Pilgers, Membongkar Kegagalan CIA, dan bacaan dari yang berhubungan dengan http://en.wikipedia.org/wiki/CIA_activities_in_Asia_and_the_Pacific ini.
Tentu, tidak semua analisis Dale Scott itu benar, dan saya relatif percaya tatkala bagaimana konspirasi besar PKI untuk melakukan kudeta bisa ditumpas dalam waktu hitungan hari bahkan jam?
Berdasarkan pengakuan salah satu dokter forensik mayat para jenderal di Lubang Buaya, bahwa tidak ditemukan (maaf) penis yang lepas dari tubuh para jenderal. Lalu, pemberitaan media berbicara lain.
Dengan Teori Domino yang disampaikan Wapres Amerika pada tahun 195X, maka kita juga harus melihat perjalanan panjang sebelum tahun 1965.
Adalah Frank G Wisner, Office if Policy Coordination of CIA yang sudah ingin mengkudeta Soekarno yang disampaikan dalam pertemuan dengan Joseph B Smith dari Kepala CIA Indonesia/Malaysia “Saya kira, sudah waktunya ktia mengingkat kaki Soekarno dan mengurungnya dengan ‘api”.
Dari tahun 1956, maka rentetan seperti pertemuan Soemitro dengan agen senior CIA di Singapura, dan bagaimana Kol Simbolon menjalin kontak dengan Joseph B Smith di pertengahan 1957.
Setelah gagal menjatuhkan Soekarno dalam serangkaian dukungan pendanaan dan senjata separitisme di daerah, lalu pada saat bersamaan merusak citra Soekarno dengan usaha pembuatan film porno dan seterusnya.
Gagal dalam kudeta ‘separatis’ tidak membendung usaha Amerika via CIA, apalagi Indonesia adalah negara yang potensial tumbuh suburnya PKI di kawasan Asia Pasific.
Mengapa saya percaya CIA (USA) ikut serta dalam konspirasi penjatuhan Soekarno? Ini juga tidak lepas dari pengaruh CIA(USA) dalam peristiwa-peristiwa besar di berbagai penjuru dunia.
Sebut saja, Penggulingan PM M Mossadegh di Iran setelah menasionalisasi korporasi migas Inggris (1953), lalu penggulingan Pemerintahan Jacobo Arbenz Guzman dari Guetemala (1954), Pembunuhan Presiden Vietnam Ngo Dinh Diem, Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos, Pembunuhan Presiden Equator Jaime Roldos, dan banyak sekali.
Soal pembantaian, saya tidak memiliki opini lebih. Saya tidak tahu apakah ada berasal dari kalangan buruh petani yang mendapat fasilitas dari organisasi PKI yang tidak tahu menahu dengan PKI, akhirnya dibunuh dan keluarga mereka mendapat penindasan HAM. Bagaimana mungkin, seorang anak yang tidak tahu menahu, tidak diperbolehkan bekerja di instansi ini. Dan ketika Anda mengatakan nilai 1/2 juta hingga 800.000 bukan angka kecil, maka saya yakin Anda bukan orang yang masuk dalam kelompok keluarga dibantai.
Anda mungkin tidak merasakan keluarga orang di Bali yang dibunuh dan dipotong, padahal mereka tidak melakukan apa-apa untuk kudeta.
Inikah yang namanya tidak melanggar HAM?
Apakah karena Hitler dan orang Jerman mendukung Hitler, lalu seluruh rakyat Jerman tersebut dibantai???
Sedangkan kasuistis antara Pinnochet dan Soeharto, silahkan Anda melihat ini sebagai sisi lemah, dan saya dalam posisi ini tidak mendukung Dale Scott.
Mungkin karena keterbatasan dirinya, maka ia hanya bisa mengambil contoh dengan Chile, karena kasusnya sama.
Namun, yang pasti rakyat Chile sudah tahu bahwa penggulingan Allende dilakukan Pinnochet yang didukung oleh CIA.
Apakah Indonesia pada saat itu sama dengan Kuba?
Kecil kemungkinan sama, karena tidak ada perencanaan yang memadai (toh…PKI bisa ditumpas dalam beberapa puluh jam saja)…
Terima kasih.
Halah ini blognya PKI ya, mosok analisa logikanya jungkir balik nggak karuan yang intinya cuma mau njelekin soeharto yang udah almarhum itu
saya gak tahu ini pura-pura nggak tau mau sengaja mendistorsi sejarah atau emang penulisnya merasa tahu rahasia politik kelas atas tapi terlalu …ya katakanlah lemah otak gitu, sampai ngarang cerita yang nggak ada logika dan juntrungannya
anomali 1 kenapa pranoto rekso samudra yang katanya jendral tengah dan ditunjuk soekarno menggantikan ahmad yani malah dibiarkan hidup oleh soeharto?
anomali 2 Bagaimana bisa disebut PKI tidak terlibat, di lubang buaya banyak terdapat pemuda rakyat dan gerwani berlatih militer dengan kedok ganyang malaysia, sebagai KSAU omar dhani jelas harus bertanggung jawab (seperti munawaroh yang menyembunyikan nordin m top) atau orang yang menyembunyikan tersangka narkoba, lepas dari terlibat atau tidak dia dalam G30S PKI, kenapa menko ketua MPR aidit harus melarikan diri ke jawa tengah kalau dia tidak terlibat dan tidak tahu menahu????
anomali 3 secara implisit ditulis bahwa untung dihabisi soeharto supaya tidak bisa “menyanyi” apa yang sesungguhnya terjadi, lha kenapa soeharto merubah hukuman omar dhani dari hukuman mati menjadi seumur hidup ????(dan kemudian dibebaskan habibie) kalau memang dia mau menutup jejak aibnya kenapa gak dimatiin aja sekalian??? toh waktu itu dia bisa matiin orang seenaknya, seperti untung dan aidit
PKI tidak secara langsung menggulingkan soekarno pada 1 oktober 65 karena sudah diberi tahu dokter-dokter komunis RRC bahwa usia soekarno tidak lama lagi, makanya mereka berdalih menyelamatkan soekarno dari jendral-jendral kabir (kapitalis birokrat) agar soekarno merasa berterima kasih pada PKI
Rencana PKI selanjutnya adalah mengajukan KSAU omardhani sebagai pangab, karena pangab (diharapan) tewas dan terjadi kekosongan di tubuh angkatan darat karena KSAD juga tewas.
Selanjutnya apabila soekarno telah meninggal karena penyakitnya PKI akan mengangkat omardhani sebagai kepala negara (presiden seremonial) dan merubah RI menjadi negara komunis dengan Aidit sebagai sekjen partai komunis dan kepala pemerintahan yang sesungguhnya
Saya besar di era Orba berakhir. Saya tidak mengalami apa itu PKI, karena saya masih belum lahir.
Maaf, saya belum bisa menerjemahkan seluruh paper Dale Scott. Silahkan Anda baca versi lengkap bahasa Inggrisnya. Karena tampaknya Anda hanya membaca sepenggal-penggal.
Justru Dale Scott mengatakan bahwa ada orang PKI yang terlibat dalam pembunuhan para jenderal. Justru dalam analisisnya mengatakan bahwa ada pemanfaatan kekuatan PKI untuk melakukan pembunuhan para jenderal aliran tengah yang sangat kuat.
Apakah semua orang beraliran tengah dibunuh Soeharto? Apakah Soekarno langsung dibunuh? Apakah Khemal Idris langsung dibunuh setelah mulai berseberangan Soeharto?
Jadi, apakah nama Pranoto yang anda sebut langsung menjustifikasi semua orang tengah harus dibunuh?
Jika orang tengah dibunuh semua, maka bukan 1/2 juta yang mati, tapi 50 juta orang akan mati.
Berbicara Mars. Omar Dhani… maka itupun kontroversi yang ada.
Kita mau bicara yang mana? Sumber fakta yang mana?
Jika berkenan, silahkan anda counter wawancara Alm. Omar Dhani http://rosodaras.wordpress.com/2009/07/25/wafatnya-sukarnois-sejati-omar-dhani/
Terima kasih.
wah kalau sudah berbelit-belit gini saya jadi bingung mana yang benar. Apapun yang terjadi dengan segala kelemahannya saya mengagumi Bung Karno.
suatu negara / kerajaan dunia warnanya ya duniawi…
tapi kalau kerajaan Bapa Yahweh dalam Pribadi Agung Raja Yeshua Sang Mesias pasti tertib, karena dipimpin Rohulkudus. Hallelu Yah. Amin.
yesus itu cuma manusia seperti kita
TERIMAKASIH TULISAN DAN INFORMASI DALAM BLOGNNYA, CUKUP BERMANFAAT. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT HARGA BAHAN-BAHAN PERTANIAN, HASIL BUMI BERUPA NILAM, KEMENYAN, KOPI, ADAT-ISTIADAT, PEMBANGUNAN DAERAH DAN LAIN-LAIN DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com
joni,,,surabaya,,,,sy orang bodoh yg tidak tau akan sejarah,,,,tetapi setiap manusia ada kekurangan dan kelebihan,,,disisi pandangan politik,,memeng politik itu kejam,,,,kita tidak bisa menyalahkan pemimpin2 kita,,karena,mereka manusia biasa,,bukan malaikat,,,keimpulan saya begini,,,,do;akan aja,arwhnya diterima disisinya ALLAH SWT kerena walaupun bagaimana pun juga banyak jasa mereka terhadap bangsa dan agama,walaupun perkara sepuluh yang betul cuma satu kita pandang perkara yang betulnya 1…ITU,,HABIS ,,MASALAHNYA,,,,SEKARANG KITA FIKIR BIDANG EKONOMI GIMANA INDONESIA SUPAYA LEBIH MAJU,DAN DISEGANI OLEH NEGARA LAIN,,,,,SOEKARN,,ADA JASA SOEHARTO ADA JASA,,,,,,,,KLU ANDA2 SEKALIAN JADI MEREKA,,,BELUM TENTU ANDA AKAN, BISA MENAGGULANGINYA KARENA,,,SEMUANYA SUDAH DIGARISKAN,,,OLEH ALLAH SWT,,JANGAN HERAN,,DARI KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB,,SUDAH TAKDIR ,,,,ISLAM ITU MEMANG BANYAK COBAAN ,,,,SUPAYA MEREKA INGAT,,,KLU KEBANYAKAN SENAGNYA MAKA,,MEREKA MANUSIA,,SENANTIASA LUPA,,,MANUSIA KLU DAH SENANG BANYAK LUPANYA,,,SEKIAN,,IMBASAN,,UNEK2DARI SAYA MANUSIA BIASA,,,,MUDAH2HAN NEGARA KITA SENANTIASA AMAN,,DAMAI DAN MAKMUR,,,COBA ANDA FIKIR DARI PADA SOEHARTO,MENGORBANKAN RAKYAT BANYAK,,,,LEBIH BAIK MENGKORBANKAN MASALAH SATU,,MEMANG BETUL TINDAKAN,SOHARTO,,,,,DAN SESIAPA YANG MENGGANGGU GUGAT NEGARA PATUT DITEMBAK,,,TERUS TERANG SAYA KATAKAN SOEHARTO KORUPSII NTK MEMBANGUN,,,JANGAN SALAH SANGKA,,TERHADAP BELIAU,,,INDONESIA BANYAK ORANG PINTER,TAPI APAA YANG DISAYANGKAN,,SEMAKIN PINTER TAPINSEMAKIN KURANG AJAR,,,,PANDAI BICARA SEDIKIT KERJA,,,PANDAI NGOMONG,,DIKANTOR KLUYURAN,,KELEMAHANYA APA KEDISIPLINA SANGAT RENDAH ,,
SDM,NYA AMBURADUL,,MELEKUKAN KERJA SEMUANYA PAMRIH,,,SEDIKITPUN TIDAK ADA KEIKLASA,,,N,,,KAPAN MAU MAJU,,,SEMUANYA KORUPSI,,,ENTAHLAH,,DUNIAWI HANYA SEMENTARA,,,,SEMUANYA REBUTAN KURSI ,,MACAM ANAK KECIL AJA,,JADI PEMIMPIN ZHALIM JANGAN HARAP DAPAT MASUK SURGA ,,BAUNYA AJA TAK DIBAGI,,,BERKUMPUL DENGAN PARA KAUM MUNAFIKIN DINERAKA JAHANAM,SEKIAN,,,,,TANPA IINDUSTRIIIIIII,,INDONESIA TAKKAN MAJU,,KLU DIINDONESIA INGIN MAJU KUNCINYA 1 HANYA ,,,,,,,,,,,,,, DISIPLIN,,,,,,,,,,,
nggak usah jauh jauh,,,,secara mendalam,,
sekarang cari cangkir,,lalu masukkkan,gula,,masukkan,,kopi,,masukkan,susu,,selepas itu ambil mana susu mana kopi dan mana gula,,BOLEHKAH ANDA MENGAMBIL,,saya seorang muslim,,itu semua rahasia ALLAH SWT,ITU SEMUA FITNAH HAN SAUDARA ,,,TUHANMU YANG KAU SALIP ITU ,,NAMANYA YUDAS ISKAIROT SAHABAT NABI SULAIMAN,,YANG BERKIANAT,,,,MAKA OLEH ALLAHSWT DIRUBAH WAJAHNYA SEIRAS NABI ISA,,,,
SORYY SAHABAT NABI ISAAAAAAAAAAAAAAAAAA
presiden soekarno adalah korban perang dingin, amrik melalui cia-nya bekerja sama dengan soeharto dan konco2nya melakukan kudeta “merangkak”.
trimakasih
buat den bagus ngarso dan rosyid
“kalo memang bener ga ada kaitannya soeharto dengan perebutan kekuasaan,mana itu SUPERSEMAR yang aslinya…dari mulai di buat eh malah di jadikan warisan buat di bawa mati .”
kenapa waktu dul arief menjenguk tommy yang ketumpahan air panas di RS dan bilang akan ada gerakan kog soeharto diam saja tidak ada tindakan (khan masih internal AD ini malah nuduh2 AU terlibat dan lain sebagainya)
kalo di tanya kenapa beberapa Tapol sengaja di biarkan hidup itu karena kepentingan manuver politik dan rekayasa, sapa yang masuk daftar manuver positif akan di pelihara sedangkan yang negatif langsung di jemput (hidup atau mati)
pernahkah anda semua mengikuti track record kolega soeharto yang jadi tukang ketik ali moertopo kemudian jadi apa?,LB moerdani, yogas dan kawan2 setelah peristiwa G30S/PKI?
saya masih ingat dari SD sampai SMP kesalahan orde lama :1. mengangkat presiden seumur hidup(padahal yang seumur hidup itu soeharto dengan golkarnya) 2.harga sembako yang naik terus harus di turunkan (tapi hutang negara yang membuat inflasi di indonesia dan harus di tanggung anak cucu anda semua adalah dari jaman orde baru) 3. pembubaran PKI dan ormas2nya (di bubarkan plus di bantai sapa saja yang ikut partai dan sub partai PKI)
saya pribadi memang setuju dan tidak menutup mata jika soeharto juga berhasil membangun bangsa indonesia, tapi trauma dan mental yang di tinggalkan /di wariskan juga mengerikan, warga jadi tidak percaya dengan pemerintah, budaya suap, KKN dan UUD (Ujung-Ujungnya Duit),nasionalisme yang rendah (lebih suka dengan embel2 luar negeri mulai dari barang sampai tenaga kerja (coba bandingkan skill SDM kita di nilai rendah oleh perusahaan lokal jika di bandingkan oleh tenaga asing yang kerja di indonesia)).
dengan kondisi sekarang ini saya jujur aja merindukan sifat kepemimpinan soekarno.
my inspirasi……
benar tidaknya semua itu hanya Alloh yg twu
YESUS ITU CUMA MANUSIA BIASA……………