Skip to content

Panser Pindad.. Bukti Indonesia Bisa Mandiri!

Juli 7, 2009

Pada tulisan saya sebelumnya, Pesawat Tempur China Jian-10, Bukti Kemandirian Militer China Jian-10, menguraikan etikad bangsa China untuk mandiri dan berdaulat dibidang pertahanan dan keamanan dengan memproduksi pesawat Tempur J-10. Kemajuan dan kemandirian negeri China yang 4 dekade  yang lalu memiliki pendapatan perkapita hampir ama dengan Indonesia, dan juga Korea Selatan, Thailand serta Malaysia.

Oleh : ech-wan (nusantaraku) – 7-7-2009

panser

Panser Pindad Panser 6×6 APS

Etikad kemandirian dalam bidang militer serta pemberdayaan manusia Indonesia mulai dirintis  secara konkret pada  8 Desember 2007. Pada saat itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla atas nama Pemerintah Indonesia memesan 150 kendaraan lapis baja atau panser (VAB) 4 x 4 produksi PT Pindad setelah rapat dan meninjau hasil produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. Sebagian pesanan tersebut diharapkan selesai sebelum  5 Oktober 2008. [kompas] Namun proyeksi penyelesaian jumlah panser Pindad mengalami penundaan. Proyek panser itu berawal dari kerjasama PT Pindad serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Namun, pemerintah mengubah kerjasama itu dengan melibatkan Krakatau Steel dan 25 perusahaan lain.

Panser Pindad VAB 4×4 ini akan digunakan untuk memperkuat TNI Angkatan Darat (AD).  Menurut Wapres JK, dengan memesan VAB dari Pindad, sekitar 60 persen anggaran dapat dihemat. Satu VAB Pindad harganya sekitar Rp 4,5 miliar. Jika pesan ke Perancis, harga per unit mencapai Rp 10 miliar. Semua harga itu belum termasuk persenjataan yang melengkapinya.

Panser Pindad Panser 6×6 APS merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi yang cukup handal untuk diturunkan di medan tugas. Panser APS itu, dirancang dengan bodi terbuat dari besi baja yang tahan ledakan serta dengan teknologi mesin Renault dan gearboks dari Eropa.

Pembiayaan 150 VAB tersebut akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009-2010. Sedangkan dari segi pembiayaan awal, dana masyarakat pada perbankan nasional akan dimanfaatkan secara optimum. Untuk produksi pesanan tersebut, dana perbankan BNI, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI)  akan digunakan untuk mengerakkan sektor perbankan nasional dengan jaminan Departemen Keuangan. Skema pembiayaan ini sama dengan skema pembiayaan melalui kredit ekspor untuk pengadaan persenjataan selama ini.

Pembelian panser Pindad merupakan keharusan sebagai tekad untuk lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan produk pertahanan. Sudah semestinya langkah JK dalam kabinet SBY-JK merintis kembali industri strategis yang pernah dicanangkan oleh mantan Presiden RI BJ Habibie dan juga mantan Menristek. Hal ini pernah saya tulis di Biografi BJ Habibie, Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia. Sudah saatnya pemerintah mengoptimalkan 5 BUMN strategis, yakni PT PAL, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, PT Krakatu Steel, dan PT LEN Industri.

*************

Panser Pindad

Pada tanggal 7 Juli 2009 PT Pindad menyelesaikan pembuatan 40 unit panser APS 6×6 pesanan pemerintah dan  diserahterimakan kepada Departemen Pertahanan  pada hari ini. Sebelumnya, Februari 2009, PT Pindad sudah menyerahkan 20 Panser kepada Pemerintah. Sehingga hingga Juli 2009, PT Pindad telah menyelesaikan  60 unit panser dari total 154 pesanan pemerintah untuk panser 6×6 dan panser pengintai.

Menurut Kepala Humas PTDI, Timbul Sitompul, total nilai kontrak pengadaan Panser itu senilai 1,1 triliun rupiah. Jika kita telusuri dari informasi yang kita peroleh, ini berarti 154 unit panser (4×4 dan pengintai) berharga Rp 1.1 triliun. Artinya, secara hitungan kasar harga per unit Panser sekitar 7.5 miliar rupiah.

Dalam situs tempo, JK menyampaikan terima kasih kepada PT Pindad karena telah berusaha optimal membantu kemandirian alutsista TNI kita, terlebih dana baru dicairkan setelah Panser selesai (artinya Pindad harus membiayai dengan dana awal sendiri).  “Ini tidak biasa, memesan dulu dana belakangan. Saya berterima kasih Pindad menjalankan itu….Sebagaimana order saya dalam tiga kali rapat di Pindad dan di kantor saya berkali-kali,” ujar Kalla.[tempo]. Terima kasih atas etikad awal yang baik dari pemerintah SBY-JK untuk kemandirian dalam alutsista. Terima kasih kepada SBY yang tetap komitmen bersinergi dengan  pesanan ‘JK untuk pengadaan Panser dari dalam negeri.

******* (tambahan, terinspirasi dari komentar Sdr Eka S)

Dengan kemampuan BUMN kita memproduksi alutsista kita, maka ada peningkatan kedaulatan negara kita terhadap negara tetangga.  Setahu saya, Malaysia dan Singapura masih mengimpor alutsistanya. Jika TNI kita mampu mengandalkan panser dan dikemudian hari Korvet dan MPA dapat kita produksi secara mandiri, maka “asap CO2 dari kapal perang” Malaysia tidak dikeluarkan dari perairan Ambalat lagi.. :)

Update 12 Nov 2009

Malaysia Saja Membeli Panser Buatan Indonesia (matanews)

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Pemerintah Malaysia tertarik untuk kembali membeli panser buatan PT Pindad Indonesia. Sebelumnya Malaysia telah membeli (mengimpor) sekitar 30 unit panser. Namun rencana pesanan Malaysa ini terkendala dengan kapasitas produksi dari Pindad.

Kapasitas produksi PT Pindad masih terbatas dan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan TNI, yang saat ini sedang menyelesaikan 90 unit Panser lagi dari total 154 panser pesanaan TNI. Sehingga apabila ada permintaan dari negara lain, hal itu sulit untuk dikerjakan. Selain itu Pindad, lanjut Purnomo juga sedang mengembangkan produksi senjata serang (SS) 22 setelah cukup sukses dengan SS 21, begitu pula untuk produksi granat serta kebutuhan tempur prajurit.

About these ads
52 Komentar leave one →
  1. safin permalink
    Desember 16, 2009 10:00 PM

    Senang sekali mendengar kemampuan bangsa sendiri membangun persenjataan semacam ini. Maju terus! Mudah2an tidak bangga berlebihan sehingga menjadi cepat puas. Untuk PINDAD dan PAL, IPTN, BATAN dll., tingkatkan terus kemampuan SDM anda. Buatlah kapal selam, pesawat, kendaraan tempur, persenjataan dsb., dengan terus meningkatkan kualitasnya untuk kepentingan kedaulatan bangsa. Demikian juga untuk disiplin lainnya, masak bikin jembatan semacam suramadu saja harus menggunakan tenaga asing? Selamat bekerja!

  2. wahyu permalink
    Desember 19, 2009 10:58 AM

    harus bisa mandiri jangan mengandalkan negara asing indonesia punya insinyur yang sejajar dengan negara lain

    • NAKAMURA permalink
      Desember 22, 2009 9:51 AM

      iya gw setuju indonesia harus biSA mandiri tingkatkanlah militer indonesia dan indonesia pasti bisa china aja negara yang penduduknya banyak bisa.terutama indonesia harus memperbanyak pesawat jet tempur yang canggih dan kapal perang agar negara lain tidak berusaha merebut ambalat terutama malaysia.

  3. bmp-3f permalink
    Desember 31, 2009 7:25 AM

    maap koreksi gan, senapan serbunya SS1 sama SS2. singkatan dari senapan serbu 1 dan senapan serbu 2.
    Rencana, tahun 2010 TNI AL akan membangun korvet, kapal patroli cepat, sama landing ship tank dengan PT PAL.

  4. dian eko s permalink
    Maret 27, 2010 12:52 PM

    bagus kalo perlu buat rudal nuklir biar malaysia gemetar pe melorot celana dalam orang malaisia,

  5. zainul mustofa permalink
    April 12, 2010 11:20 AM

    jangan hanya ss1/ss2 saja yg dipromosikan terus di negara2 sahabat.
    perkenalkan juga
    Sub Machine Gun_nya
    Sub Machine Pistol_nya
    karena saya yakin kwalitasnya juga tak kalah dg produk LN

    bukankah M-16 yg doyan macet populer karena propoganda empunya, AK-47 yg getaranya kayak gempa bantul punya taring karena murah dan banyaknya.

  6. April 15, 2011 10:47 AM

    kt tdk usah tunjukn khebatan kt tph kt perlu kwbawaan yang mantap jgn smpai neg sbesar inonesia dlecehkan oleh neg yang kecil

  7. upin ipin permalink
    Juli 12, 2011 1:10 PM

    betul betul betul
    indonesia hebat nyerr

  8. Juni 10, 2012 10:33 AM

    waaaahh..waaahh..!!?produk dalam negeri memang pantas untuk dibanggain..!!?

  9. April 17, 2013 11:45 PM

    harapan saya kerja sama seperti yg dikerjakan antara indonesia dan korea selatan dapat di perbangak agar proses menuju kemandirian bangsa di bidang militer dapat di capai secepatnya…………..
    jayalah indonesiaku………..

Trackbacks

  1. KRI Banjarmasin, Kapal Perang Produk Gemilang Anak Bangsa « Nusantaraku
  2. 1992jun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.024 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: