Skip to content

Fakta Utang Negara Rp 1700 T (1): Naik Rp 3.9 Triliun Utang per Minggu

Juni 18, 2009

Jika pada bulan Maret silam Anda membaca sekuel ketiga Fakta-Fakta Tersembunyi SBY-JK (3): Utang Negara Membengkak Rp 1667 triliun, fakta tersebut merupakan laporan dari Dirjen Pengelolaan Utang RI (Debt Management Office atau DMO) per 31 Januari 2009. Setelah menunggu lama, baru pada awal Juni ini Dirjen Pengelolaan Utang RI  menampilkan laporan jumlah utang per 31 Maret 2009 dengan “catatan khusus” di situsnya http://www.dmo.or.id. “Catatan khusus” akan saya bahas secara tersendiri, pada sekuel lanjutan dari Fakta Utang Negara Rp 1700 T.

Berikut jumlah total utang Indonesia (2001-2009)

  • 2000 : Rp 1234 triliun
  • 2001 : Rp 1273 triliun [sebelumnya 1263 T]
  • 2002 : Rp 1225 triliun [sebelumnya Rp 1249 T]
  • 2003 : Rp 1232 triliun [sebelumnya Rp 1240 T]
  • 2004 : Rp 1299 triliun [sebelumnya Rp 1275 T]
  • 2005 : Rp 1313 triliun [sebelumnya 1268 T]
  • 2006 : Rp 1302 triliun [sebelumnya 1310 T]
  • 2007 : Rp 1389 triliun [sebelumnya 1387 T]
  • 2008 : Rp 1637 triliun [sebelumnya 1623 T]
  • 2009 : Rp 1700 triliun (31 Maret)

Catatan : Sumber data dari DMO dengan stabilitas kurs rupiah pada 31 Januari dan 31 Maret hampir sama yakni pada kisaran Rp 11.100-Rp 11.500 per dollar AS

Berdasarkan laporan “mentah” terakhir per 31 Maret 2009, ada fakta yang menarik yakni jumlah kewajiban utang negara meningkat sebesar Rp 33 triliun dibanding per 31 Januari 2009 silam. Sehingga total utang negara per 31 Maret 2009 adalah Rp 1700 triliun. Ini berarti rata-rata ,  terjadi peningkatan utang negara sebesar Rp 3.92  triliun per minggu selama periode 31 Januari – 31 Maret. Atau setara dengan peningkatan rata-rata utang harian sebesar Rp 0.55 triliun. Peningkatan jumlah utang yang begitu besar telah menjadi perhatian khalayak ramai, terlebih manajemen dan pemanfaatan utang negara masih jauh dari harapan dari para pakar. Bayangkan saja, laporan Audit BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat per Mei 2009 menemukan adanya penarikan utang luar negeri sebesar Rp 27.88 triliun dari Rp 51.75 triliun yang tidak terekonsiliasi antara data DJPB dengan DJPU (Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang). [lihat laporan BPK RI 2008]. Ini menjadi salah satu kelemahan dalam pengelolaan dan penarikan utang luar negeri, selain kelemahan lainnya. Kelemahan dan indikasi korupsi penarikan utang luar negeri akan saya bahas secara tersendiri dalam sekual lanjutan Fakta Utang Negara Rp 1700 T.

******************

Jika Anda cermatin antara jumlah utang tahunan antara laporan per 31 Januari dengan per 31 Maret dari instansi yang sama yakni Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu RI, maka ada terjadinya perubahan angka-angka antara tahun 2001 hingga 2008. Angka [sebelumnya …] menunjukkan data yang saya dapat dari laporan utang per 31 Januari yang telah diubah per 31 Maret 2009. Yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa terjadi perubahan arsip data utang pada tahun 2001-2007. Karena pada laporan per 31 Januari 2009, DMO menyatakan data utang dari tahun 2001-2007 sudah valid, sedangkan data 2008 dan 2009 masing-masing masih sementara dan sangat sementara.

Bagaimana mungkin data-data utang terdahulu yang sudah fix dapat diacak-acak, dapat diubah-ubah? Dengan data terbaru [Maret], maka laporan utang periode 2001-2004 terjadi peningkatan sebesar Rp 14 triliun dari data pertama [Januari] yakni dari Rp 12 triliun menjadi Rp 26 Triliun. Kita tahu bahwa periode 2001-2004 merupakan masa pemerintahan Megawati-Hamzah Haz. Sedangkan, dengan data terbaru [Maret], maka laporan ini menguntungkan citra pemerintah SBY-JK, karena mendapat diskon total utang sebesar 24 triliun. Jika laporan utang akhir 2004 sebelumnya adalah Rp 1275 triliun, namun dengan laporan terbaru yang telah diubah akhirnya menjadi Rp 1299 triliun.

Jika menggunakan data tahun 2004 yang valid per 31 Januari 2009 adalah Rp 1275 triliun, maka total utang yang ditambah oleh pemerintah SBY-JK dari awal tahun 2005 hingga Maret 2009 adalah Rp 425 triliun, maka dengan angka laporan yang telah diubah, maka total utang yang dibuat oleh tim ekonomi SBY hanya Rp 401 triliun. Sebagai masyarakat awam, kita akan dibingungkan oleh data-data yang diubah-ubah oleh lembaga yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani.

Dan jika Anda mencermati dan membaca secara menyeluruh  Perkembangan Utang Negara versi 31 Maret 2009, maka Anda menemukan pesan-pesan politis, dari perubahan angka tahunan hingga menggunakan perbandingan data-data IMF yang tidak menyeluruh. Dan dari laporan tersebut, maka masyarakat diberi opini harus mendukung kebijakan utang pemerintah yang akan terus meningkat. Memberi legitimasi pemerintah menerbitkan surat utang negara dalam bentuk Valas masing-masing sebesar 1 miliar dollar dengan bunga 10.5% serta 2 miliar dollar dengan bunga 11.75% yang dijual di New York Exchange dan sejumlah negara asing sejak 2008 silam. Sangatlah berlebihan bagi pemerintah untuk memberi penghasilan besar dari surat utang negara di luar negeri yang mana di negara tersebut hanya menawarkan bunga deposito rata-rata dibawah 4% per tahun. Tapi, dengan sangat “bijak” atau sangat pro terhadap kepentingan asing, pemerintah menerbitkan surat utang senilai 3 miliar dollar dengan bunga diatas 10%.

Disisi lain, kebijakan untuk berani mengatakan tidak pada utang najis (odious debt) masih tidak menjadi perhatian pemerintah SBY-JK. Padahal, pemerintahan Argentina telah melakukan pengurangan utang najis disisi lain Bolivia meminta penghapusan utang yang selama ini dijerat oleh IMF cs seperti Word Bank dan kreditor-kreditor yang masuk dalam Paris Club. Pemerintah melalui Menkeu Sri Mulyani masih begitu gentol meningkatkan terus komitmen utang luar negeri padahal banyak komitmen yang terbelengkai dengan kerugian triliunan rupiah seperti yang dilaporkan Wakil Ketua KPK Haryono Umar. Mengenai hal ini akan dibahas pada sekuel selanjutnya.

Katakan Tidak pada Utang Najis
Katakan Tidak pada Peningkatan Utang Negara tanpa Manajemen yang baik dan Pengelolaan yang Transparan.

Salam Perubahan, 18 Juni 2009
ech-wan (nusantaraku)

Silahkan klik sumber dan referensi yang berwarna biru

About these ads
47 Komentar leave one →
  1. cani permalink
    Juni 29, 2009 4:55 PM

    President ini doyan ngutang sih…
    Emang negara kita miskin, apa??????
    Kok tambang emas ama minyak di jual ke orang lain??????
    Makanya PEMERINTAH jangan bohongi rakyat TUHAN tidak buta kasihan koraban LAPINDO dan lainnya itu loh!!!

    • puguh permalink
      Juli 3, 2009 6:37 PM

      kayak ekonom aja………… gak usah sok tahu.

    • mandia permalink
      Juli 26, 2012 7:59 AM

      betul itu ketika berbicara potensi banyak sumberdaya alam sumber daya budaya yg bisa datangkan devisa namun negeri ini manja untuk mengelila sendiri maka dari itu perlu pengelola asing ini merupakan pintu masuk penjajahan kolonialisme modern dan akan terjadi imprialisme modrn kelak rakyat indonesia akan jadi budak di negeri sendiri karena banyak pejabat kita melacukan diri untuk kepentingan pribadi

  2. Rakyat Biasa permalink
    Juli 2, 2009 3:22 AM

    SBY Pembohong besar !.

    • puguh permalink
      Juli 3, 2009 6:40 PM

      Emangnya pernah janjian……..

    • aglonema permalink
      Juli 3, 2009 7:28 PM

      SBY pembohong besar ??
      kamuu mulut besar yg gga bisa apah” ..
      kek tai kmuu tuu !

      • FAF permalink
        Oktober 30, 2009 10:15 AM

        sby memang bigmouth….

      • wong ndeso permalink
        November 28, 2009 5:41 PM

        to aglonema : Santai aja Bos. Jangan terlalu membabi buta membela SBY. Kalau membela kebenaran ente membabi buta ane acungin jempol 4.

  3. no rasis permalink
    Juli 4, 2009 4:48 AM

    saya ingin tahu latar belakang anda sebagai penulis..
    apakah anda mempunyai basic ekonomi?
    anda lulusan universitas mana?
    sistem ekonomi yang bagus menurut anda seperti apa sih?
    yang menjadi inti masalah dari utang ini apa sih?
    kalo gak dari utang, mau cari modal darimana untuk pembangunan negeri?
    menurut anda solusinya apa supaya indonesia gak ngutang lagi sedangkan kebutuhan dana dalam negeri untuk pembangunan sangatlah besar??

    coba anda lihat negara2 lain…yang paling maju di asia adalah jepang..tahu gak bahwa jepang setelah kota nagasaki dan hiroshima di bom sekutu perekonomian jepang tuh buruk karena banyak dana yang digunakan untuk perang..jepang dikasih bantuan dana oleh amerika, ada yang berbentuk hibah ada juga yang berbentuk hutang..selain itu jepang juga banyak melakukan pinjaman2 (utang) ke amerika dan negra lainnya untuk membangun kembali negara dan perekonomiannya..intinya jepang juga punya banyak utang..tp kenapa jepang maju sedangkan indonesia tidak?? apakah masalahnya bersumber dari utang??

    menurut saya masalahnya adalah banyaknya koruptor di indonesia, sehingga utang2 yang tadinya untuk pembangunan negara malah digunakan oleh koruptor2 busuk yang gak bertanggung jawab..jadi inti masalah sebenarnya adalah moral bangsa yang malas, yang selalu ingin hal2 mudah, kaya secara instan, tidak ada usaha n perjuangan, dan gak memiliki mental ksatria seperti org2 jepang…seperti sejarahnya, jepang jadi penjajah dan indonesia jd yang dijajah karena org indonesia tuh males2, terbiasa dengan kekayaan alam yang melimpah, mau makan ini tinggal ambil di alam, mau itu tinggal ambil juga…gak seperti jepang yang kekayaan alamnya sedikit, lebih sering lapar, sehingga lebih sering berpikir gimana caranya cari makan, dari situ tumbuhlah mental2 ksatria karena terdesak harus berjuang…nahh mental indonesia yang males itu sampai sekarang tampak jelas dengan banyaknya koruptor…

    seharusnya kita dukung pemerintahan yang bersih dan selalu berjuang untuk membersihkan pemerintahannya dari koruptor…masalah bukan terletak pada utang, karena utang kalo dikelola dengan baik dan maksimal dapat meningkatkan pembangunan di dalam negeri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga rakyat menjadi lebih makmur n sejahtera….

    ini adalah pendapat saya yang pengetahuan ekonominya masih kecil..

    o ya, kalo memang penulis bermaksud membuka pikiran para pembaca supaya tahu baik buruknya para capres dan tidak salah pilih, tolong anda menulis jiga tentang kekurangan2 capres yang lain..supaya semua pembaca tahu baik n buruk tiap capres bukan cuma sby…
    thanks.

    • Juli 4, 2009 5:30 AM

      Sdr no-rasis :
      apakah anda mempunyai basic ekonomi?
      : semua lulusan SMA pasti memiliki basic economy, seperti ekonomi mikro dan ekonomi makro serta hukum-hukum dasar ekonomi.

      anda lulusan universitas mana?
      : saya kuliah di salah satu PTN Bandung.

      sistem ekonomi yang bagus menurut anda seperti apa sih?
      : silahkan baca Sistem Ekonomi dan sekuelnya.

      yang menjadi inti masalah dari utang ini apa sih?
      : pengelolaan utang (corrupted, in-efficiency and mis-management) dan utang najis yang menyebabkan peningkatan utang yang sangat besar.

      kalo gak dari utang, mau cari modal darimana untuk pembangunan negeri?
      : silahkan temu jawaban saya di
      Baca bagian akhirnya
      Perhatikan datanya
      Uraian Utang Najis

      menurut anda solusinya apa supaya indonesia gak ngutang lagi sedangkan kebutuhan dana dalam negeri untuk pembangunan sangatlah besar??
      : jawaban sama “pengelolaan utang (corrupted, in-efficiency and mis-management) dan utang najis yang menyebabkan peningkatan utang yang sangat besar” + kembali ke sistem ekonomi seperti tulisan Sistem Ekonomi

      Uraian Anda mengenai korupsi, maka saya minta Anda membaca hal-hal ini:
      sumber BPK,
      Laporan BP,
      sumber KPK,,
      Sumber KPK 2,
      Sumber KPK 3
      Sistem Ekonomi
      Dana BOS
      Keuangan Pusat

      Terima kasih atas pertanyaannya dan bersedia untuk mengklik tulisan-tulisan di atas.
      Catatan : silahkan klik warna biru.

    • no rasis permalink
      Juli 5, 2009 6:57 AM

      coba anda tanya anak2 lulusan sma tentang ekonomi mikro n makro, tanya apa prinsip ekonomi. dari seratus orang yang anda tanya hitung berapa org yang bisa jawab dengan benar..

      menjalankan sistem ekonomi tak semudah membuat tulisan seperti di blog ini. anak sd, smp juga bisa menulis seperti ini mah.

      saya rasa para pejabat yang bersangkutan jauh lebih paham daripada anda tentang pengelolaan utang. masalah utama adalah moral (mental) koruptor sehingga utang tidak begitu bermanfaat secara signifikan utk pembangunan.

      para ahli juga mudah sekali untuk membuat solusi seperti anda yang susah adalah menjalankannya. apakah anda sanggup untuk menjalankan solusi yang anda berikan? dalam pemerintahan itu terdapat banyak org dari berbagai macam partai, kepentingan, pola pikir, latar belakang, karakter n lainnya.
      apakah anda sanggup mempersatukan mereka untuk mencapai tujuan anda? sedangkan di antara mereka itu masih banyak yg punya kepentingan pribadi, masih banyak antek2 soeharto.

      anda masih kuliah? kuliah anda jurusan apa? tampaknya anda merasa lebih pintar daripada para pakar ekonomi yang mengurus ekonomi nasional.

      melihat tulisan2 anda, sepertinya anda adalah pendukung jk. kalo anda memang pendukung jk coba anda pikir lagi..jika jk memamng kredibel menjadi presiden, mengapa 24 partai yang mendukung sby tidak mendukung jk saja?? apakah anda menganggap para petinggi partai itu lebih bodoh dari anda sehingga mendukung sby bukan mendukung jk?? kalo jk memang pantas n mampu menjadi presiden, kenapa mesti ,melakukan kampanye hitam dengan mengangkat isu2 gak jelas seperti isu SARA untuk menyudutkan sby sebagai kandidat terkuat?? sepertinya rakyat juga bisa menilai sendiri mana yang lebih pantas.

      • Juli 5, 2009 1:36 PM

        Sdr No Rasis yang baik,
        Justru kita membutuhkan pemimpin yang berani dan “jujur” berkata dan “jujur” berbuat. Kita butuh pemimpin seperti Den Xiao Ping atau Hu Jin Tao atau Pres. Kirchner atau Mahatma Gandhi. Kita memilih dan menitipkan aspirasi kepada mereka.
        Melalui tulisan saya, saya mengajak masyarakat kita menjadi pemilih yang bermartabat, tidak hanya memilih tanpa bargaining poin.
        Maaf asumsi anda bahwa saya mengatakan lebih pintar. Sebagain inspirasi saya ambil dari buku-buku.
        Awal Juni saya baru agak sreg sama JK, meskipun 1/2 pilihan saya yang lain adalah tetap tidak memilih.
        Karena pada prinsipnya, saya memilih dengan landasan : 10 Alasan Saya Memilih Capres-Cawapres (mohon sudi kiranya untuk dibaca dan diberi komentar)
        Sebelum kita berbicara lebih lanjut, dan tidak salahnya membaca bagian ini Utang Najis : Belajarlah Dari Presiden Argentina
        Maaf, bukan wacana “Andalah jadi Presiden”, posisi saya adalah pemilih dengan bargaining point.
        Terima kasih.

  4. Halim Sutrisno permalink
    Juli 5, 2009 1:32 AM

    Perihal : Fakta Utang Negara Rp 1700 T (1): Naik Rp 3.9 Triliun Utang per Minggu, orba sendiri mewariskan utang Rp1.700 triliun. Untuk pemerintahan SBY-JK 2004-2009 seharusnya posisi 31 Maret 2009 (Rp1.700 T) dikurangi posisi 2004 (Rp1.299 T) = Rp401 T dibagi 5 tahun = Rp80,2 T dibagi 52 (1 th = 52 minggu) = Rp1,5423077 T).
    Kalau Rp3,9 T – Rp1,5423077 T = Rp2,3576923 T selisih perhitungan saya dengan nusantaranews.wordpress adalah sebesar Rp2,3576923 T.
    Mohon maaf kalau saya yang salah maklum kalau saya orang bodoh karena mau kuliah S1 saja orang tua nggak punya biaya. (Saya harusnya mulai kuliah tahun 1970)
    Salam.

    • Juli 5, 2009 9:12 PM

      Analisis Anda sudah benar.
      Angka 3.9 triliun diperoleh dari “ini berarti rata-rata , terjadi peningkatan utang negara sebesar Rp 3.92 triliun per minggu selama periode 31 Januari – 31 Maret. “
      Terima kasih.

  5. Chandra permalink
    Juli 5, 2009 8:36 PM

    Kyknya gak mgkn kebayar smp 7 generasi nih.
    Utangnya bukan tambah dikit malah tambah bengkak.
    Udahlah, capek mikirin utang negara, mending nolongin diri sendiri aja dulu.
    Gak mampu mau ngebantu in negara.
    Kalo gw punya duit 100 milyar trus gw hibah in ke negara, tetep aja masih kurang. Mending duitnya buat usaha ndiri aja.

  6. Regina wong Jowo permalink
    Juli 9, 2009 11:12 AM

    Wah SBY menang? payah iki, ekonomi tambah susah karena SBY kurang cepat dan kreatif dalam bertindak..selama ini kebijakan ekonomi terobosan seperti BLT, PNPM, BOS, Jamkesmas itu Pak Jusuf Kalla yang punya kebijakan, paling tidak itu menurut klaim tim sukses JK tapi SBY tidak membantah berani benar! dan saya pilih JK. Coba lihat agenda ekonomi tim kampanye JK paling bagus dan praktis seperti program MAMPU ( Modal untuk pemuda dari Rp. 20-200 Juta) dibandingkan dengan agenda ekonomi SBY yang teoritis..Kenapa SBY menang :
    1. Karena SBY tiru taktik Suharto yaitu :
    a. Hutang negara untuk program populis seperti sembako murah, BLT, kenaikan gaji PNS-TNI-POLRI dll. Jaman Suharto hutang negara Rp. 1200 Trilliun, jaman Mega hutang negara naik Rp. 100 Trilliun, jaman SBY hutang negara jadi Rp. 1700 Trilliun alias naik Rp. 400 Trilliun. Tetapi rakyat kecil tidak tahu, mereka tahunya dapat uang gratis dai Pak SBY hehehe diapusi kabeh
    b. Taktik kampanye Golkar pada orde baru ditiru SBY. Golkar jaman orde baru punya basis massa pasti yang diharuskan milih Golkar yaitu PNS-POLRI-TNI-GURU dan keluarganya. SBY juga punya basis massa PNS-GURU dan keluarga besar TNI-POLRI karena gaji dan tunjangan mereka dinaikkan dengan uang penjualan Surat Utang Negara. GolkarOrde baru dan SBY menciptakan “atmosfir kemenangan” dengan penguasaan media dan spanduk sehingga massa mengambang berbondong-bondong pilih Golkar Orde baru dan SBY. tapi saat Orde baru tumbang Golkar langsung susut..5 tahun lagi SBY udah gak bisa calon presiden jadi Demokrat paling susut dan bubar dewe! hehehehe amin amin

    • rha permalink
      Juli 11, 2009 1:52 PM

      saya setuju anda dgn cara2 sby memenangi pemilu ini…saya mau kasih tambahan :

      1. sepanjang yg saya dengar dan lihat saat debat capres (walau saya tidak mengikuti penuh) maupun di koran dan internet, kebijakan2 ekonomi sby tdk ada yg baru (yg bilang ini pun para ekonom juga). Dan kebanyakan teori (saya setuju dgn anda). dalam pemaparannya tidak dijelaskan bagaimana implementasinya. rata2 hanya mengandalkan angka2 secara makro (ciri2 penilaian pasar pd sist neolib). CMIIW

      2. benar sekali. cara pencitraan yg dilakukan sby sekarang sangat mirip sekali dgn yg dilakukan soeharto dulu, yaitu dia bilang ‘saya disihir’, ‘ada isu ABS di dlm militer’, ‘ada sms black campaign kepada saya’, ‘ada seorang petinggi tentara di daerah yg mengajak orang2 jgn memilih saya’, ‘saya dicap anak kecil'(2004)….soeharto dulu juga begini. tentunya dgn cara melempar isu menyerang sendiri, demi naiknya simpati masy kepadanya. termasuk juga selebaran di aceh yg bilang istri budiono katolik, padahal sdh diketahui pelakunya dari kubu sby. sungguh disayangkan menang dgn cara2 seperti ini.

      3. tetangga saya(persis samping rumah), adalah tentara, pangkat kapten. waktu kampanye pileg, dia didatangi caleg dari demokrat, dia diminta mengantar caleg itu ke markas sang kapten, untuk dikenalkan ke ank2 buahnya. padahal jelas militer harus netral dlm pemilu. tentu saja kapten itu netral, tapi istri dan anaknya kan bisa milih. ini bisa dipakai untuk mempengaruhi pilihan keluarga2 militer.

      4. yang jadi perbedaan soeharto dan sby, sby secara drastis menaikkan gaji pns dalam 5thn, namun yg dilakukan soeharto justru menaikkan gaji secara perlahan. karena dia tahu klo dinaikkan drastis, harga barang2 akan naik secara signifikan pula. bisa saja dia didemo. yg dilakukan soeharto itu demi mengamankan kekuasaan. herannya, skrg barang2 naik ga ada demo2 idealis, lain dulu. karena orang2 sekarang terlanjur nyaman dgn keadaan

  7. hahaha permalink
    Juli 21, 2009 10:19 AM

    LAPOR PANITIA BLOG NUSANARA MOHON DIBAHAS GAJI PNS_PEGAWAI SWASTA INI DATANYA…

    Survei gaji BTI Consultant dalam majalah SWA 2009 : Bidang Migas. Gaji Presdir Rp 125-250 juta perbulan, dengan tunjangan : tunjangan rumah, mobil, THR, opsi saham, bonus, klaim transpor, klaim ponsel, bonus prestasi, biaya pengobatan dan rumah sakit beserta keluarga, Jamsostek, dana pensiun, tunjangan liburan, keanggotaan golf. Gaji Direktur Rp 80-125 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 30-79 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 11-50 juta perbulan dan Gaji Staf (officer) Rp 5-16 juta perbulan.
    Bidang Perbankan. Gaji Presdir Rp 130-200 juta perbulan, dengan tunjangan : program kepemilikan mobil, kredit rumah, personal loan, asuransi jiwa dan kesehatan, klaim transpor, tunjangan sopir, klaim ponsel, bonus level senior, pembagian keuntungan, keanggotaan eksekutif, bonus prestasi dan Jamsostek. Gaji direktur Rp 60-130 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 20-60 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 10-20 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-10 juta perbulan.
    Bidang Telekomunikasi. Gaji Presdir Rp 100-200 juta perbulan dengan tunjangan : mobil dan sopir, klaim bensin dan parkir, bonus retensi, opsi saham, bonus manajemen, keanggotaan klub, klaim ponsel, biaya pengobatan dan rumah sakit, asuransi. Gaji Direktur Rp 60-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 16-60 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-16 juta per bulan.
    Bidang Perkebunan. Gaji Presdir Rp 107-164 juta perbulan. Gaji Direktur Rp 35-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 12-30 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 6-10 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 3,6-8 juta perbulan.
    Bidang Asuransi. Gaji Presdir Rp 100-150 juta perbulan, Gaji Direktur Rp 60-80 juta perbulan, Manajer Senior Rp 15-40 juta perbulan, Manajer Junior Rp 9-15 juta perbulan dan Staf Rp 3-7 juta perbulan. Sementara Gaji pokok PNS berdasarkan PP no 8 tahun 2009 :
    Golongan 1A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 1D dengan masa kerja 27 tahun Rp. 1 Juta-Rp. 1,6 Juta perbulan
    Golongan 2A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 2D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 1,3 Juta-Rp. 2,3 Juta perbulan.
    Golongan 3A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 3D dengan masa kerja 32 tahun Rp. 1,6 Juta-Rp. 2,7 Juta perbulan.
    Golongan 4A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 4D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 2 Juta-Rp. 3,4 Juta perbulan.
    Pendapatan maksimal PNS : Seandainya ditambah tunjangan keluarga, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan yang besarnya 2-4 kali gaji pokok maka seorang pejabat PNS tertinggi setingkat Dirjen golongan 4A masa kerja 33 tahun mendapatkan gaji maksimal Rp.10-20 Juta perbulan. Pengecualian hanya untuk PNS Departemen Keuangan yang menerima Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007 : Dirjen dan pejabat eselon satu menerima TKPKN antara Rp32,54 hingga Rp46,95 juta per bulan, sehingga pendapatan total setelah ditambah gaji pokok dan tunjangan keluarga bisa Rp. 60 Juta perbulan. PNS Departemen Keuangan dibawah Dirjen bisa mendapatkan Rp. 1,3 Juta-Rp. 24 Juta perbulan. Itu karena Depkeu yang punya APBN hingga sombong bisa menaikkan gajinya sendiri. Tapi PNS yang sederhana tidak sombong di pemerintah daerah dan instansi lain seperi Bappenas, Departemen Perdagangan gajinya Rp. 1 Juta sampai Rp. 3,4 Juta perbulan. Jika diadu kepandaian pegawai Depkeu lulusan Ekonomi versus pegawai Bappenas lulusan Ekonomi belum tentu pegawai Depkeu unggul.
    Artinya : Pegawai di bidang Migas, Perbankan, Telekomunikasi, Asuransi dan Perkebunan semur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 15 Juta x 12 bulan = Rp. 180 Juta x 30 tahun masa kerja total Rp. 5,4 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil total hartanya bisa Rp. 8 Milliar sampai 10 Milliar.
    Pegawai PNS Departemen Keuangan seumur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 10 Juta x 12 bulan x 30 tahun masa kerja total Rp. 3,6 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil hartanya bisa Rp. 5 Milliar sampai 8 Milliar. Ditambah berbagai sampingan tidak heran pegawai Depkeu makmur.

    • Juli 21, 2009 8:51 PM

      Terima kasih atas masukannya.
      Masih belum kepikiran mau ngebahas seperti apa.
      Jika ada timing yang cocok, akan saya bahas.
      Trims.

      Maaf, beberapa komentar secara langsung dideteksi sebagai spam oleh Akismet.

  8. xxx permalink
    Oktober 30, 2009 10:07 AM

    GIMANA NASIB KITA BILA KITA MENINGGAL?SBY MEMANG PEMBOHONG, SI MULUT BESAR (big mouth). LIHAT SAJA KETIKA MENTERI KEUANGAN DI WAWANCARAI MUKANYA SEPERTI MENYIMPAN KEBOHONGAN DAN PENDERITAAN BATHIN.

  9. Londot Donovan permalink
    Desember 26, 2009 1:15 PM

    Bapenas itu ga perlu. Liat aja keanehan pada BAPENAS, masa dia yg ngeluarin sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa? Padahal BAPENAS bergerak dibidang perencanaan bukan pelaksanaan anggaran. Makanya pegawe-pegawenya di-diklatkan ke DJPB depkeu biar jd ahli pengadaan. BAPENAS mengambil tupoksi DJPB DEPKEU, Weleh weleh, biar ada job y?

  10. Februari 9, 2012 5:59 AM

    Terimakasih atas Infonya, Saya senang sekali

Trackbacks

  1. Sejarah Utang Negara Peng-utang « kucoba hargai masa lalu….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.047 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: