Lanjut ke konten

Mau Tertawa…? Debat Kusir Ruhut Sitompul, Permadi dan Fuad Bawazier

Mei 27, 2009

Sejak awal saya membaca artikel kompas, saya terus terta

Diskusi Mengungkapkan Strategi Tim Sukses Capres

Diskusi "Mengungkapkan Strategi Tim Sukses Capres"

wa membacanya. Pertama, nama Rohut Sitompul dan Permadi membuat saya “geli”. Permadi berpenampilan serba hitam suka hal-hal mistis simbolis, Rohut Sitompul terkenal “darah” panas yang cepat naik pitam. Kalau Fuad Bawazier jika mengkritik, biasanya bahasanya sederhana tapi menohok. :) Dua tokoh pertama melejit karena popularitas citra, sedangkan Fuad lebih pada kemampuannya terlebih ia mantan Menteri Keuangan era Habibie. Saya sendiri kurang percaya bahwa mengapa mereka memilih jurkam yang emosional dan biasanya berbicara lari dari konteks.

Bagaimana jika mereka bertemu? Kapan itu? Pada hari ini, 27 Mei 2009, mereka bertemu dalam rangka diskusi “Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres” di Gedung DPD, Jakarta. Saya tegaskan kembali  tema diskusinya : Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres. Mereka mewakili tim sukses masing-masing kandidat yakni : Ruhut Sitompul (SBY-Boediono), Fuad Bawazier (JK-Wiranto), dan Permadi (Mega-Prabowo).

Ruhut Sitompul tampak mulai terpancing saat Fuad dan Permadi menyinggung tentang paham neoliberalisme yang ditabalkan kental dianut Boediono.

Ruhut S : “Sudahlah, jangan latah bicara neolib. Pak SBY memilih Boediono karena fokus menangani krisis global. Jangan saudagar, ibu rumah tangga yang hanya tahu harga cabe tiba-tiba bicara ekonomi kerakyatan….”

Permadi : “Pak Prabowo itu sebelum membikin partai sudah ngomong ekonomi kerakyatan. Kalau jadi capres yang berbuat untuk rakyat jangan hanya klaim berhasil ini itu…..,”

Fuad Bawazier : “Sudahlah, tidak usah mengelak kalau memang neolib. Orang kalau sudah terpojok akan kalap. Apa susahnya mengaku salah, ya saya berdosa karena neolib. Kan selesai,”

Mendapat serangan seperti itu, Ruhut malah membalasnya dengan hal-hal yang bersifat personal, seperti kedekatan Fuad dengan keluarga Cendana hingga perdebatan keluar dari konteks diskusi. [baca Kompas] Ruhut bahkan membawa isu etnis tertentu di Indonesia dalam dialog tersebut.

Ruhut Sitompul menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Sebaliknya Ketua DPP Partai Demokrat ini membanggakan AS sebagai penyelamat ekonomi negara Indonesia (inilah).

Sebelumnya, statement Ruhut  menuai kecaman dari PDIP ketika ia mengatakan  ilusi DPT seolah PDIP itu maling teriak maling dalam persoalan DPT. Menanggapi isu kaitan antara kekayaan Prabowo dan visinya membangun ekonomi kerakyatan, Permadi : “Kalau orang miskin jadi menteri atau presiden pasti akan korupsi. Mending punya presiden yang kaya tapi berpikir untuk orang miskin. Daripada punya presiden miskin yang berpikir untuk dirinya sendiri..”

****************

Dari gaya bicara menghardik, memaksa dan tidak kontesktual, maka ini memberi pelajaran politik yang buruk kepada masyarakat. Harusnya mereka sudah belajar dari pernyataan Rizal Mallarangeng (tim sukses SBY-Boediono) kemarin dengan mengatakan Itu kan Kwik lagi bingung antara neolib atau Neozep (obat sakit kepala). Kwik lagi pusing saja, jadi berkunang-kunang harusnya kan minum Neozep, tetapi kok ngomong-nya neolib,”. Wajar saja pernyataan Rizal Mallarangeng (RM) yang tidak kontekstual menjawab tantangan Kwik, mendapat “celaan” dari para pembaca yang meninggalkan komentar di kompas. Banyak dari para pembaca mengatakan Demokrat salah pilih tim sukses seperti RM. RM menyerang Prabowo dengan mempertanyakan ekonomi kerakyatan yang dinilai tidak linier dengan harta kekayaannya. Serangan ini ditangkis sehari kemudian oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dengan mengatakan tidak ada korelasi kuda Prabowo.

Menanggapi debat kusir para tim sukses, pengamat politik Arbi Sanit, yang juga hadir sebagai pembicara, menilai, pasangan capres salah memilih anggota tim suksesnya. “Semua pasangan salah pilih tim sukses, apa yang mereka bicarakan hanya membodohi rakyat. Apa urusannya dengan rakyat hal-hal yang mereka debatkan tadi?”

Adhyaksa Dault

Adhyaksa Dault

Karena Diskusi ini yang penuh debat kusir dan mengolok-olok ciri fisik para kandidat yang juga Presiden, Wakil Presiden dan mantan Presiden RI, maka Menpora Adhyaksa Dault angkat bicara. Adhyaksa Dault yang juga kader PKS meminta juru kampanye atau anggota tim sukses capres-cawapres jangan asal omong atau menjelek-jelekkan calon presiden lainnya dengan cara yang tidak etis.

Berikut pernyataan Adhyaksa Dault di rilis di Kompas pasca Diskusi 3 jurkam yang berakhir debat kusir.

Sebagai Menpora, saya minta juru kampanye tidak ’ngebacot’ (asal omong), apalagi di televisi yang menjelek-jelekkan (capres lainnya). Tidak etis. Sarkasme yang ditunjukkan……..Kalau menang presiden kalian, apa yang mau dikerjakan. Jangan hanya debat kusir. Saya ketawa dari tadi mendengarnya….
Yyang akan maju sebagai calon presiden pada pemilu presiden 2009 adalah presiden dan wapres yang saat ini masih menjabat dan juga mantan presiden. “Mereka adalah lambang-lambang negara sehingga harus dihormati

**************

Saya senang dengan jawaban dari Arbi Sanit dan Adhyaksa Dault. Bravo buat Adhyaksa Dault dan terima kasih sudah mengingatkan kepada kita bahwa butuh politik dan kampanye yang lebih elegan. Berdasarkan realitas, bukan out of topic. Bagusnya jurkam seperti Adhyaksa Dault. Tapi, kalau bukan Rohul, Permadi atau Fuad…ntar tidak bisa ketawa…ha..ha…

Salam nusantaraku,
ech-wan, 27 Mei 2009

Updated 1 Juni 2009

Ruhut Sitompul meminta maaf terkait komentarnya saat perdebatan di DPD minggu lalu yang dinilai telah menyinggung etnis tertentu. Saat itu, salah satu anggota tim sukses SBY-Boediono tersebut mengatakan bahwa Arab tidak pernah membantu Indonesia.  “Saya Ruhut Sitompul memohon maaf atas kejadian itu,” kata Ruhut saat saat jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (1/6). Ruhut mengaku pada saat kejadian ada perdebatan yang panjang di mana tim sukses SBY-Boediono diserang habis-habisan sehingga harus membela diri. [kompas]

About these ads
122 Komentar
  1. Juni 3, 2009 12:49 PM

    Aslinya abang itu terlihat juga..tahu sendiri rekornya ketika aktif membela kasus..bisa saja dahulu (atau sekarang) ada senjata terselip di pinggangnya..
    Jadi kesantunan selama ini..?
    Pak RM, kuda VS Ekonomi Kerakyatan?hihi..pernah belajar statistik?nilai alpha berapa ya pak RM?Ato karena panik…tetapi tenang, ini baru awal, ntar lagi bagi2 BLT juga pasti bisa memenangkan incumbent..so bravo yang menang, mudah2an rakyat bisa semakin sejahtera..

  2. Juni 3, 2009 12:50 PM

    itu orang pinter yang keblinger….akhlak terkikis oleh kepintaran akal manusia. na’udzubillah

    • SIP PAPA permalink
      Juni 4, 2009 3:22 PM

      Mengutip dari petuah sebuah Pesantren Terkenal di Indonesia.

      WONG PINTER PIRANG-PIRANG
      WONG BENER ARANG-ARANG

  3. alif permalink
    Juni 3, 2009 2:35 PM

    Ah…Ruhut….cuma BUNGLON…., sudahlah….muak dan taik kucing.

  4. Juni 3, 2009 9:28 PM

    untungnya utk kita sebagai rakyat yg suaranya sangat dibutuhkan nanti pada waktu Pilpres, sudah bisa menilai kira2 capres-cawapres mana yg bisa kita andalkan utk menjadi pemimpin kita nanti, kalau jurkamnya seperti orang yg keblinger tanpa akhlak, rakyat toh tidak bodoh utk memilih, ya nggak ? , salam .

  5. fitri permalink
    Juni 3, 2009 10:08 PM

    duo R ngebacok aja, kacian d lu. Mending balik belajar lagi sopan santun ama belajar sejarah d, br ikutan jurkam.

  6. Kang Slamet permalink
    Juni 4, 2009 2:26 PM

    Suatu hari saya bertemu dengan seorang tokoh intelijen tua. Raut muka sudah keriput tapi berbicara lantang. Dengan urut orang tersebut menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia.

    Kasus KUDATULI penyerbuan kantor DPP PDIP pada 27 Juli 1996 – Penyerbuan yang memakan banyak korban. Orang-orang yang bertahan di kantor tersebut ditembak dan untuk menghilangkan noda-noda darah dilakukan penyemprotan di seluruh ruangan kantor tersebut. Siapa yang dapat mengkoordinir kasus tersebut ? Seseorang yang mungkin merancang dan membuat kasus itu sukses hanyalah seorang yang ahli intelijen dan mengetahui detail permasalahan. Hanya ada satu yaitu Kepala Staf Panglima Kodam Jaya.

    Kasus Kerusuhan 13-15 Mei 1998.
    Kerusuhan yang membuat semua mata terhentak, mengapa Indonesia menjadi Negara yang biadab. Tentara tak mampu mengatasi. Ketika saya bertanya siapa yang mampu melakukan itu, dijawab oleh pak tua. Hanya satu orang yang dapat mengendalikan yaitu lagi-lagi yang mengetahui detail dunia intelijen, dan mengetahui detail lokasi-lokasi di Jakarta. Bapak itu menunjuk kepada satu orang yaitu Kepala KASUM ABRI.

    Terlepasnya Timor Timur.
    Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai diplomat ulung yaitu Ali Alatas. Selama Ali Alatas sehat beliau yang melobi kepada PBB agar jangan dilakukan Pemilihan Umum di Timor Timur. Sayang sekali Ali Alatas terkena sakit. Diutuslah seseorang untuk menjadi negosiator handal. Yang katanya dekat sekali dengan SekJen PBB Koffi Annan. Tapi apa hasilnya ? Diplomasi gagal total dan PBB memerintahkan dilakukan Pemilihan Umum di Timor Timur.
    Saya bertanya apa motifnya ? Pak tua itu menyebutkan itu hanya untuk memperburuk citra Wiranto, karena Wiranto adalah satu-satunya orang yang menghalangi ambisi dan orang itu. Harus dibuat jelek itu citra Wiranto di masyarakat.

    Bola Panas penjualan Gas dan Asset-asset perminyakan
    Pak Tua itu menjelaskan kontrak-kontrak penjualan kepada Negara-negara Asing telah dirintis jauh-jauh hari. Yang fungsinya adalah untuk menjatuhkan presiden saat itu maupun yang saat datang. Sebagai Menteri Pertambangan dan Energi dengan mudah dia dapat melakukan kontrak-kontrak.

    Terlepasnya Pulau Ligitan dan Sipadan.
    Persoalan Ligitan dan Sipadan diserahkan kepada Mahkamah Internasional pada tahun 1997. Jauh-jauh hari sudah akan diketahui bahwa Indonesia akan kalah karena pertimbangan kemenangan adalah pertimbangan effectivitee, yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercu suar sejak 1960-an.
    Bola panas harus dilemparkan kepada Presiden yang berkuasa.
    Ada Habibie, Gus Dur dan Megawati.
    Mengapa Megawati yang kena bola panas ? karena untuk menjatuhkan Megawati harus dipakai issue menjual Negara. Harus dijatuhkan melalui berita-berita yang kurang nasionalis. Bapak Tua itu menunjuk, hanya ada satu orang yang dapat menghubungi Mahkamah Internasional yaitu Menko Polkam dan Menlu.

    Saya Bertanya wah, sungguh mengerikan sekali yang terjadi di Indonesia. Lalu siapakah tokoh-tokoh yang Bapak sebutkan tadi. Bapak itu menjawab. Tokoh itu nggak banyak tapi hanya SATU ORANG saja. Yaitu orang yang sangat berambisi, sangat maruk kepada kekuasaan, segala sesuatu dilakukan untuk mencapai TUJUAN-nya.

    Pak… Pak.. Siapa sih tokoh itu ?

    Pak Tua itu tiba-tiba lenyap. Saya terhentak dan tersadar. Mimpikah ini ?

  7. Si Jenuh Janji permalink
    Juni 4, 2009 3:03 PM

    Menurut gue, ketika dialog atau debat, atau apapun namanya, kasih aja masing2 satu pistol penuh peluru. Yang lebih cepat kena peluru yang asal gobleg, yang belakangan sama goblegnya.
    Mungkin dengan cara itu Nusantara ini jadi lebih adem dan damai.

  8. gigih permalink
    Juni 4, 2009 11:59 PM

    hmmm….
    pilpres yaaa…..
    jujur, amanah, SEDERHANA, tegas, jantan ( mau akuin kesalahan)…
    ada nggak ya?

  9. Juni 5, 2009 10:19 AM

    Wah terus aku yang kecil tapi manis ini, harus pilih siapa yahhh……. bingung

  10. muamar permalink
    Juni 5, 2009 11:48 AM

    RM itu kan bapaknya neolib….

  11. perkutut permalink
    Juni 5, 2009 5:27 PM

    ada org menghina arab kok FPI diem aje, riziq shihab kan arab juga, takut ye ama ruhut, dasar banci jenggot, beraninya cuma ama ibu-ibu ahmadiyah dasar banci

    • Juni 5, 2009 7:36 PM

      hee….tukang burung jagan sok tau loe,,,,ruhut bukan kelas hbb riziq tau,,,klau loe jago,,,ma gue aje,,,brani gak,,,?

  12. Juni 5, 2009 7:41 PM

    dasar perkutut mabung,,,,,,ruhut tuuuu…….kecil……,buat kita die tu…..cuma tikus….got yg udah botak……..

  13. fuck fpi permalink
    Juni 5, 2009 10:01 PM

    woiiii brisiiiik lw antek2 fpi, ambalat diobok2 gak ada yang demo gde2an , giliran palestina aja, belainnya udah kaya apa2an,…ngemeng aja lw smua,…

  14. Juni 6, 2009 4:03 AM

    Maaf, komentar artikel ini harus saya tutup.
    Tidak tepat bila satu orang salah, lalu semua orang di partai/ormas tersebut salah. Begitu sebaliknya. Satu orang benar/baik, bukan berarti semua orang dalam partai/ormas itu baik. Semua kembali lagi pada pribadi. Alkohol dapat digunakan sebagai hal berguna (medis), bisa juga hal tidak berguna (mabuk).

Lacak Balik

  1. Top Posts « WordPress.com
  2. Fakta: Kasus Achmad Mubarok, SBY Tidak Profesional Dan Melanggar UU « Dedhy Kasamuddin
  3. Sudah 4 Kali Ruhut P Sitompul Berulah! « Nusantaraku
  4. Sudah 4 Kali Ruhut P Sitompul Berulah! « Nusantaraku
  5. 1992jun

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.015 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: