Skip to content

Ilusi Negara Islam : Buku Investigasi Kontroversi 2009 (Download)

Mei 22, 2009

Pertama kali saya mendapat informasi buku tersebut dari blog Qitori, dan informasi lanjutannya di kompas. Buku tersebut rupanya sudah ramai dibicarakan beberapa hari yang lalu, dan ternyata isi buku tersebut telah menjadi ajang analisis investigasi yang mendalam dari kalangan NU dan Muhammadiyah sekitar 4 tahun silam.

Gerakan garis keras transnasional dan kaki tangannya di Indonesia sebenarnya telah lama melakukan infiltrasi ke Muhammadiyah. Dalam Muktamar Muhammadiyah pada bulan Juli 2005 di Malang, para agen kelompok-kelompok garis keras, termasuk kader-kader PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mendominasi banyak forum dan berhasil memilih beberapa simpatisan gerakan garis keras menjadi ketua PP. Muhammadiyah. Namun demikian, baru setelah Pro. Dr. Abdul Munir Mulkhan mudik ke desa Sendang Ayu, Lampung, masalah infiltrasi ini menjadi kontroversi besar dan terbuka sampai tingkat internasional.
-Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia – halaman 23

Adanya kecurigaan dan bukti-bukti lapangan terjadinya infiltrasi kelompok garis keras menyebabkan terjadinya kegaduhan antar tubuh ormas-ormas Islam besar di Indonesia. Atas dasar dasar berdirinya dengan NKRI didahului perjuangan para pahlawan mutli etnik dan tokoh bangsa multi keyakinan sejak masa penjajahan, perjuangan pemuda dalam berbagai organisasi nasionalis dan religius yang ditandai Boedi Utomo dan dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda, maka negara kebangsaan (nation state) telah menjadi kesepakatan dominan para founding father bangsa.

Para ulama seperti Abikusno Tjokrosujoso, KH A Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, KH. A Wahid Hasjim, KH Ahmad Dahlan, Ki Bagus Hadikusomo dan tokoh-tokoh pendiri Bangsa lainnya sadar bahwa negara yang akan mereka perjuangkan dan pertahankan bukanlah negara yang didasarkan pada dan untuk agama tertentu, melainkan negara bangsa yang mengakui dan melindungi segenap agama, beragam budaya dan tradisi yang telah menjadi bagian integral kehidupan bangsa Indonesia.Para Pendiri Bangsa Indonesia sadar bahwa di dalam Pancasila tidak ada prinsip yang bertentangan dengan ajaran Agama.
Sebaliknya, prinsip-prinsip dalam Pancasila justru merefleksikan pesan-pesan utama semua agama, yang dalam ajaran Islam dikenal sebagai maqashid al-syari’ah.
-Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia  -halaman 17

Dalam buku tersebut secara implisit menolak infiltrasi para aktivisi garis keras yang selama ini selalu mengklaim bahwa mereka sepenuhnya memahmi maksud Al-Qur’an dan karena itu mereka berhak menjadi wakil Allah (khalifat Allah) dan menguasai dunia ini dan kemudian memaksa siapa pun mengikuti pemahamam “sempurna” mereka. Secara sistematis, para aktivis ini sedang berjuang mengubah Islam dari Agama menjadi Ideologi. Pada akhirnya, Islam menjadi dalih dan senjata politik untuk mendiskreditkan dan menyerang siapapun yang berbeda pandangan politik dan pemaham keagamaannya.

Dan lebih lanjut, buku tersebut mengatakan bahwa dengan menggunakan Jargon memperjuangkan Islam, mereka sebenarnya sedang memperjuangkan suatu agenda politik tertentu dengan menjadikan Islam sebagai kemasan dan senjata. Hal ini terlebih doktrin yang meresap dalam pemahaman mereka bahwa siapa pun yang melawan tindakan mereka dituduh melawan Islam. Siapapun yang berbeda pandangan dengan mereka diangap kafir dan murtad.Gerakan aktivis yang menyusuf ke mesjid-mesjid masyarakat NU dan Muhammadiyah secara sistematis mengambil alih kekuatan para ulama setempat dan menanamkan doktrin untuk masyarakat untuk menolak budaya dan tradisi budaya bangsa Indonesia untuk digantikan budaya dan tradisi asing dari Arab Saudi – Timur Tengah. Para aktivitis ini adalah kelompok Wahabi ataupun Ikhwanul Muslimin. Dan organisasi yang berkembang dari dua paham ini adalah HTI dan PKS yang cikal bakal muncul dari Gerakan Tarbiyah.

Gerakan sistematis yang menyusup ke ormas Muhammadiyah untuk memperbesar kekuatan politik (partai politik) dengan dalil  Agama membuat  PP Muhammadiyah mengantisipasi dengan mengeluarkan SK  Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 149/Kep/I.0/B/2006.

SK tersebut bertujuan untuk “menyelamatkan Muhammadiyah dari berbagai tindakan merugikan Persyarikatan” dan membebaskannya “dari pengaruh, misi, infiltrasi, dan kepentinan partai politik yang selama ini mengusung dakwah atau partai politik bersayap dakwah”, karena telah memperalat ormas iut [Muhammadiyah] untuk tujuan politik mereka yang bertentangan dengan visi-misi luhur Muhammadiyah sebagai organisasi Islam moderat.
-Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia  -halaman 26

Pernyataan diatas dipertegas dari SK PP Muhammadiyah No 149/Kep/I.0/B/2006  yang dilampirkan dalam buku tersebut (halaman 239-250).

“Segenap anggota Muhammadiyah perlu menyadari, memahami, dan bersikap kritis bahwa seluruh partai politik di negeri ini, termasuk partai politik yang mengklaim diri atau mengembangkan sayap/kegiatan dakwah seperti Partai Keadilan Sejahteran (PKS) adalah benar-benar partai politik. Setiap partai politik berorientasi kekuasan politik. Karena itu, dalam menghadapi partai politik manapun kita harus tetap berpijak pada Khittah Muhammadiyah dan harus membebaskan diri dari, serta tidak menghimpitkan diri dengan misi, kepentingan, kegiatan, dan tujuan partai politik tersebut”
SKPP Muhammadiyah No 149/Kep/I.0/B/2006 : Keputusan Poin 3

************

Itu ulasan singkat buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia. Mereka yang ikut dalam penyusunan buku “Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” adalah KH Abdurrahman Wahid, Prof Dr. Ahmad Syafii Maarif (eks. ketua Muhammadyah), KH. A. Mustofa Bisri, M. Guntur Romli, Romo Franz Magnis Suseno dan segenap tim Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, the Wahid Institute,  Maarif Institute dan LibForAll. Buku ini memiliki 321 halaman dan diterbitkan oleh PT Desantara Utama Media dan akan diperbanyak di 4 negara di dunia yakni Turki, Arab Saudi, Inggris, dan Amerika Serikat.

Ilusi Negara Islam ingin menyampaikan  citra Islam sebagai “Rahmatan Lil-Alamin” yang artinya adalah siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik, berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan kedamaian, kebebasan dan toleransi secara kultur adalah keluarga Islam yang bersaudara.

Akankah buku investigasi selama dua tahun oleh the Wahid Institute,  Maarif Institute, Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, dan LibForAll akan menjadi buku kontroversi di tahun 2009 ini? Debat pemikiran sudah pasti sudah terjadi dalam ring-ring utama kedua kubu. Dan hendaknya buku ini tidak berhenti pada kontroversi, namun pada hal substansi,  siapa yang benar dan siapa pula provokasi? Meskipun timbul kontroversi, saya harap kesatuan, persatuan, dan kesolidan bangsa ini tetap utuh. Semoga Indonesia tetap Bersatu.

Salam Perubahan, Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-101
22 Mei 2009, ech-nusantaraku

Silahkan Klik Kanan Save As untuk Download buku ini :
Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” [Download]

About these ads
121 Komentar
  1. andi permalink
    Juni 9, 2009 9:05 AM

    Islam datang sebagai Rahmatan lilalamin, dan kita berbangga dengan ukhuwah kita, kenapa harus takut dengan sesuatu yang baru, kalimat pertama Al quran “bacalah” kenapa kita tidak belajar memahami dulu apa isi nya, kemudian baru menilai. tidak dengan propaganda buku yang justru menunjukkan kekurangna sendiri. jangan sampai kita terkungkung dengan pemahaman lama dan ternyata salah. Manusia berangkat dengan fitrah nya sebagai makhluk Allah dan akan menujunya dengan cara yang terbaik.

  2. Bambang Riyanto permalink
    Juni 9, 2009 10:53 AM

    Jika NU dan Muhammadiyah benar-benar Ormas yang dapat dibanggakan dan dapat menyelesaikan Permasalahan Umat Islam mengapa mengunakan menulis buku untuk mengkritik. Undang pihka yang dikhawatirkan di ajak ngomong, diajak kerjasama, dijewer jika salah dll..

    Saya lebih salut kalau permasalahan Umat tidak melibat pihak lain seperti Romo.
    Karena setahu saya Romo memiliki agama sendiri, memiliki konsep ketuhanan sendiri, memiliki ajaran sendiri, memiliki konsep kehiduan yang berbeda dengan Islam.

    Setebal apapun buku itu tetapi kalau tujuannya tidak IKHLAS untuk meningkatkan Iman dan Taqwa tidak ada manfaatnya bagi Umat Islam..

    Kecuali perpecahan Umat Islam atau semakin solidnya pihak yang dituduh…

  3. Wiwid permalink
    Juni 9, 2009 11:29 AM

    Tidak perlu takut dengan buku ILusi ini. ALlah swt telah menetapkan siapa yang baik dan siapa yang buruk. ALlah swt juga sudah menegaskan barangsiapa akan membuat makar kepada Allah swt maka pasti Allah akan membalasnya. Dan Allah swt sebaik-baik pembuat makar.

    Sesama muslim tidak perlu bermusuhan karena tidak ada manfaatnya.
    Hanya muslim yang berkawan dengan musuh Islam yang memusuhi Umat Islam.

    Jika buku itu dirujukan untuk meningkatkan keimanan dan kejayaan Islam pasti tidak perlu mengecam kelompok tertentu. Justru saya simpati pada PKS karena saya makin tahu PKS dan kiprahnya.

    Jika ada pihak lain yang dirugikan saya pikir tidak rugi tetapi lebih dekat kepada khawatir atau cemburu karena kalah dalam perebutan pengaruh…

    • Juni 10, 2009 12:15 AM

      Taman bunga akan indah, bila di dalamnya ditanami aneka jenis bunga. Ada mawar, melati, bakung, kenanga, dahlia, bahkan juga bunga tai ayam (maaf). Tanaman tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, namun keragamannya membuat indah Taman Bunga. Berbeda dengan taman mawar, atau taman eforbia. Tidak semua orang suka pada jenis bunga tersebut. Indonesia juga sebuah taman pribadi yang mahaluas, perlu semua yang ada di dalamnya untuk terus menjaga dari hama dan penyakit.

      Bersyukurlah kita akan karunia Tuhan/Allah, karena perbedaan tersebut; ada orang baik, karena ada orang kebetulan khilaf berbuat jahat; ada mayoritas, karena kebetulan ada sedikit orang yang berbeda pandangan. Ada satu hal terpenting dlm hidup kita yaitu ; tekunlah dengan apa yang diyakini, dan jangan pernah memaksakan suatu kehendak pada lain orang yang kebetulan terlebih dahulu telah meyakini hal lain yang berbeda.

      Seberapapun sabarnya seseorang, ia juga diciptakan dg membawa sifat menolak dan membrontak. Semut saja mampu membuat kita lari dan kesakitan. Ayo, mari kita buat Indonesia nyaman untuk kita tempati dan menghabiskan hidup kita dengan saling menghargai dan memahami. Amin

  4. Juni 9, 2009 9:49 PM

    Pernyataan Sikap atas Buku Ilusi Negara Islam
    By Republika Newsroom
    Selasa, 26 Mei 2009 pukul 12:24:00
    Font Size A A A
    Email EMAIL
    Print PRINT
    Facebook
    Bookmark and Share

    YOGYAKARTA — Sejumlah peneliti yang namanya tercantum sebagai kontributor dalam buku Ilusi Negara Islam, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham SS, Nur Khalik Ridwan SAg, memrotes terhadap buku ‘Ilusi Negara Islam’ yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Menurut mereka, buku tersebut tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

    DI bawah ini kopi siaran pers pernyataan sikap keempat peneliti:

    Berkaitan dengan terbitnya buku Ilusi Negara Islam yang mengundang kontroversi, dengan ini kami ingin memberikan klarifikasi sekaligus pernyataan terkait dengan substansi buku tersebut:

    1. Materi (isi) buku yang disajikan di dalamnya bukanlah hasil riset dan karya kami dan karena itu kami tidak mungkin mengakui sebagai hasil penelitian kami. Padahal di dalam buku tersebut kami disebut sebagai peneliti.

    2. Di dalam proses penerbitan buku tersebut, kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan penelitian sampai penerbitan menjadi sebuah buku.

    3. Bahkan dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang di buku tersebut dicantumkan sebagai peneliti, jauh hari sudah mengundurkan diri, yakni saudara Nur Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki, sehingga tidak terlibat lagi di dalam tahapan penelitian selajutnya, mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan sampai pada penerbitan buku.

    4. Kami melihat buku “Ilusi Negara Islam” itu, tujuannya telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik pada tujuan politis dengan cara tetap mencantumkan nama-nama peneliti yang sebelumnya sudah mengundurkan diri namun namanya tetap dicantumkan sebagai peneliti (dan menyimpang dari desain awal penelitian).

    5. Kondisi ini diperkuat oleh kesaksian hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum di dalam buku tersebut tidak pernah pula diajak untuk berdialog untuk menganalisis data temuan di lapangan dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh. Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing sebagaimana yang dilakukan oleh Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja di dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.

    6. Kami menuntut kepada pihak Lib for All agar menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama kami. Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia tercinta.

    Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2009

    Atas nama yang dicantumkan sebagai peneliti dalam buku “Ilusi Negara Islam”

    Dr. Zuli Qodir

    Abdur Rozaki, M.Si

    Laode Arham, S.S.

    Nur Khalik Ridwan,S.Ag

  5. memeth permalink
    Juni 11, 2009 8:06 AM

    para kontributor buku tsb harus diberi peringatan supaya hati hati jangan sampai di sembelih para radikal ini

  6. cinta damai permalink
    Juni 11, 2009 10:47 AM

    Yang pasti, kita bangsa Indonesia, bangsa yang santun, sabar dan terhormat TIDAK MAU dan TIDAK SUDI menjadi seperti Afghanistan, Pakistan, Iran, dll itu. Tiap hari ada bom meledak.

    Atau ada diantara anda sekalian yang mau begitu? Kalau ada, MINGGGAAATTTT LOE PADE KESONO SEKALIAN!!!!

    SADARLAH BANGSAKU TERCINTA, ISLAM TIDAK SAMA DENGAN ARAB JENGGOT…..

    BEDAKAN AGAMA DENGAN POLITIK….

    • musanto permalink
      Juni 13, 2009 7:21 AM

      Anda adalah penganut sekuler garis keras, kalau anda menganggap bahwa islam garis keras adalah kerusakan apalagi anda anda lebih rusak lagi. Kepada para dai di PKS dan HTI dan para Dai yang lurus, jangan takut wahai para penyeru dakwah dengan mulut-mult para pendengki, mereka tidak mengerti kita mereka hanya takut ditinggalkan pengikut. !

  7. Juni 11, 2009 6:57 PM

    Komentar kaum Islam fundamentalis di halaman ini semakin membuktikan apa yg diperingatkan dlm buku tsb, yaitu bhw di negara Republik Indonesia yg ber-Bhinneka Tunggal Ika ini, msh ada org2 tertentu yg tdk mampu menghargai eksistensi org lain yg punya prinsip hidup berbeda.

    Apa yg baik bagi kalian, blm tentu baik bagi kami. Kami juga tdk menganggap apa yg baik bagi kami otomatis baik bagi kalian. Krn itu, biarkan setiap org memilih & menjalankan prinsip hidup masing2, serta saling menghargai.

    Apakah konsep yg begitu simpel ini begitu sulit kalian pahami?

  8. Juni 12, 2009 7:55 PM

    Bagi saya, NKRI merupakan keputusan yang sudah final. Para pendiri bangsa ini merupakan orang-orang yang cerdas sehingga berpikir melampaui masanya. Kecerdasan mereka menyebabkan pancasila diputuskan sebagai dasar negara. Kearifan nasional yang bernama pancasila itu merupakan the binding factor bagi seluruh bangsa Indonesia. Tanpanya, bangsa ini mungkin sudah tercabik-cabik dan berserakan. Dengan kenyataan ini, saya termasuk salah seorang yang tidak sependapat dengan maksud didirikannya negara Islam di Indonesia. Menyangkut buku “Ilusi Negara Islam” menurut saya ada hal-hal yang harus dicermati. Pertama, dua organisasi besar NU dan Muhammadiyah mengalami pelemahan kaderisasi dan pengawalan amal usaha. Dengan demikian kader-kader yang dimiliki dua organisasi besar itu hijrah ke tempat lain dan banyak amal usahanya dikelola secara ideologis oleh orang lain. Jika penguatan kaderisasi dan pengawalan amal usaha dilakukan secara kontinu, kekhawatiran demi kekhawatiran tidak akan pernah terjadi. Kedua, bagi gerakan yang disebut dalam buku itu, saya pikir mereka harus memiliki etika sebagai landasan pergerakan. Hal itu akan mengantarkan mereka memiliki rasa hormat terhadap situasi dan kondisi “rumah saudaranya” yang sudah punya tata tertib sendiri. Jika etika itu diabaikan, saya mengumpamakan mereka seperti mengail ikan di kolam pemancingan orang lain, tentu tidak etis bukan? Jika kedua hal itu disadari secara baik, sindiran-sindiran yang bersifat provokatif dapat dihindari. Tentu saja, persoalan itu membutuhkan dukungan kita semua. Di atas perdebatan yang melelahkan itu, setiap kita harus mengawal bagaimana NKRI tetap berdiri secara kokoh. Saya juga berharap NKRI akan hancur bersama hancurnya semesta ini.

  9. musanto permalink
    Juni 13, 2009 7:23 AM

    Buku Ilusi Negara Islam ini adalah buku yang tidak memberikan pencerahan kepada Ummat Islam di Indonesia, buku ini hanya diisi oleh orang-orang pendengki yang takut kehilangan pengikut, hai berkompetisilah dengan fair, fastabikulkhoirot Bung.

  10. YOGNAN permalink
    Juni 14, 2009 11:36 AM

    Buku ini menyadarkan kita bahwa :
    Kita ini adalah Orang Islam yang tinggal di Indonesia, bukan orang Indonesia yang beragama Islam.
    kalo anda tidak stuju, saya pertanyakan dimana Nasionalisme anda??
    relakan anda Mengadekan bangsa ini pada Orang Timur???

  11. oot permalink
    Juni 16, 2009 2:52 PM

    Katanya buku / jurnal ilmiah tapi isinya kok fitnah

  12. sohib permalink
    Juni 16, 2009 9:39 PM

    aku sangat menyayangkan, sebagai umat islam. kenapa buku seperti ini muncul. apa tujuan sebenarnya? sekedar cerita atau ingin menghancurkan umat islam sendiri.
    umat islam sudah dapat menilai mana yang benar dan salah, tidak usah ada buku ini.

  13. ahmad permalink
    Juni 16, 2009 9:41 PM

    buku kok isinya fitmah, apa hanya ingin menambah dosa ya!

  14. Juni 18, 2009 12:38 PM

    waduh yang nulis tu buku bloon baget ye

  15. Juni 19, 2009 3:28 PM

    Maaf, thread komentar ini saya tutup. Semoga yang ingin menyampaikan aspirasi sudah terwakili dari komentar-komentar rekan-rekan sebelumnya.

Trackbacks

  1. wiwit r fatkhurrahman's weblog

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.047 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: