SBY Ejek JK : “Lebih Cepat,Lebih Baik” Slogan Takabur

SBY (kompas)
Dari berita AntaraNews, Anda mungkin cukup tercengang dengan gebrakan politik dua orang penting di negeri ini yakni SBY dan JK. Tercenggang karena mereka harusnya memikirkan bagaimana mengatasi utang yang membengkak hingga 1667 triliun, mengatasi kemiskinan yang tidak kunjung turun seperti dijanjikan dalam kampanye 2004 yang dituangkan di RPJM 2005, mengatasai pengangguran, dan serius menghadapi krisis global yang sedang/akan merumahkan ratusan ribu pekerja. Namun, mereka asyik dengan kepentingan kekuasaan 2009-2014, dan mulai secara terbuka mengejek seraya mengkritik sesama yang dahulunya mesra dengan slogan “Bersama kita Bisa“. Harusnya mereka memberi contoh positif kepada anak negeri. Namun, faktanya secara terbuka dan halus SBY mengecek slogan Capres JK “Lebih Cepat, Lebih Baik” adalah slogan takabur.
Bagaimana menjadi pemimpin negeri ini dengan baik, jika Presiden dan Wapres masih suka ejek mengejek dan saling menyerang padahal saat ini mereka masih menjadi pemimpin negeri ini, dan lupa pada janji yang telah mereka tuangkan bersama dalam Bappenas : RPJM 2005
“Dalam kampanye pilpres mendatang jangan lah suka menantang, suka sesumbar, dan mengejek. Jaga perasaan kompetitor lain. Banyak jalan menuju yang baik, tidak perlu menunjukkan kita lebih cepat, lebih baik. Takabur namanya,”
kata Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman Cikeas, Bogor, Minggu malam (10 Mei).
SBY berang dan melontarkan statemen mengejek lantaran tidak tahan mendengar statement JK pada hari sebelumnya.
“Kenapa saya yakin cepat bertindak dengan Pak Wiranto karena kita yakin lebih cepat lebih baik. Tidak ada di negeri ini yang mau membosankan. Karena yang membosankan itu menunggu,”
kata JK saat memberikan sambutan Rapimnas Partai Hanura di Hotel Sahid Sabtu 9 Mei kemarin
Sebagai Presiden dan Wakil Presiden di negeri ini, semestinya Pak SBY maupun JK mengerti tentang bahasa dan etika politik. Saya pikir, statement JK tidak menyerang langsung kepada SBY. Tapi dalam pidato tersebut, SBY lupa bahwa ia sedang mengejek langsung lawan politiknya yang dahulu ada sahabat utamanya. Sejauh yang saya amati, slogan “Lebih Cepat, Lebih Baik” merupakan trik dan slogan yang dibawa JK untuk memenangkan suaran Golkar dan kemudian di Pilpres dan masih dalam koridor etika tanpa mengejek SBY. JK tidak pernah mengejek slogan “Lanjutkan”. Tampaknya kita sudah mulai melihat aksi para politikus ini dengan kepala jujur dan rasional, “menunjukkan kesalahan orang dengan satu jari, namun 3 jari lain menunjukkan kepada dirinya sendiri.” Bukankah slogan yang dibawa “Lanjutkan” menistakan usaha pak Apriyanto dalam Pertanian, Korupsi oleh KPK, BLT oleh JK dan masih banyak lagi?

Jusuf Kalla
Seharusnya para politisi berkampanye dengan cerdas bukan pada tataran kulit politik semata. Bukan pula menyerang slogan orang lain, silahkan buat slogan sendiri asalkan rasional. Buatlah slogan yang lebih cerdas sehingga slogan JK menjadi kurang bernilai, bukan dengan cara mengejek dan menghina! Dan semestinya melalui edukasi secara komprehensif rakyat akan tahu (sedikit cerdas) apakah benar slogan “Lebih cepat, lebih Baik” itu realitis atau sebaliknya : takabur. Jadi, silahkan masing-masing membuat slogan yang cerdas disertai angka-angka visi dan misi yang terukur, spesifik, dan realitis. Dan dari bahasa komunikasi politik SBY, terkesan bahwa secara halus dan tidak langsung SBY “memerintahkan” agar JK tidak menggunakan slogan itu karena menganggu kredibilitas SBY. Ha… SBY rupanya menghendaki slogan JK yang mendukung kreditas SBY seperti “SBY Lebih Baik” atau “Lebih lambat, lebih baik”. Pleasee…deh, sebodoh itukah JK membayar iklan kampanye untuk memenangkan Capres SBY dan menampilkan slogan kampanye yang membuat ia tidak dipilih sama sekali oleh pemilih?
Saya tidak tahu, apakah JK akan merasa tersinggung dan akan membalas ejekan SBY. Dan jika hal ini terjadi, maka bukanlah tidak mungkin pilpres akan mencekam karena perilaku para politikus ini, karena ucapan-ucapan para petinggi dan penguasa negeri ini. Padahal mereka sering berkoar-koar “Kampanye harus damai, jujur, santun dan antaberanta”.
“Kampanye bisa lebih keras, meski sudah sepakat untuk saling menghormati, tetapi barangkali saya keliru, meski saya pernah menyampaikan di depan para gubernur,”
“Seperti Pemilu 2004, black campaign, fitnah, kampanye negatif akan banyak. Jangan kita tergoda untuk melakukannya juga. Berpolitiklah yang baik, tidak takabur tidak merendahkan orang lain, sehingga kalaupun menang, menang dengan mulia,”
“Jangan mengejek. Sebab semua punya potensi, punya kelebihan, masa` SBY dianggap tidak punya apa-apa,”.
Itu kutipan Quote langsung dari SBY pada pidato syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman Cikeas, Bogor
Kata-kata yang disampaikan SBY terkesan membuat kampanye memang lebih keras “barangkali saya keliru”. Disaat beliau mengatakan harus saling menghormati, tapi pada saat yang sama ia mengejek slogan kompetitor dengan istilah takabur. Disaat ia mengatakan berpolitik yang baik, namun dalam iklan kampanyenya mengatakan ini semua hasil kerja SBY bersama Demokrat. Bukankah ini namanya iklan politik yang tidak etis juga?
Sudahlah, pak SBY dan JK berdamialah kalian. Dan kita tunggu apakah JK akan membalas serangan ini [updated: Rupanya kubu JK-Win tidak tinggal diam, mereka langsung membalas dengan mengatakan Lebih Cepat, Lebih Baik bukanlah hal yang takabur, karena selama ini JK memang terbukti lebih cepat]. Dan sebagai rakyat, saya berharap agar Pak SBY dan JK agar tetap menjalankan tugasnya hingga Oktober 2009 ini. Bukankah lebib baik sebagai pemimpin negeri ini kalian berjabat tangan seraya masing-masing berkata “Maaf, saya keliru atas ucapan saya. Mari kita fokus pada masalah kesejateraan rakyat, kemiskinan, pengangguran atas krisis global dan berbagai permasalah bangsa seperti korupsi di tiga lembaga“. Tunjukkan diri sebagai negarawan, bukan berkoar-koar politik harus santun, namun tetap mengejek menghina slogan orang lain takabur. Ingat, janji “Bersama kita Bisa“ harus dikerjakan hingga periode Okotober 2009 ini. Jangan menistakan janji dan tanggungjawabnya karena tugas Anda masih 5 bulan lagi. Ingat, kalian dipilih bukan untuk membesarkan partai kalian, tapi dipilih karena kalian berjanji untuk mensejahterahkan rakyat, menegakkan keadilan dan berpolitik yang santun. Tunjukkan bukti dan jangan hanya sekadar janji.
Itulah kritikan dan saran saya kepada dua tokoh RI-1 dan R1-2 ini. Bagaimana menurut Anda? Pantaskah SBY mengejek slogan JK sehingga memancing kepanasan politik?
Kritik Perubahan, 11 Mei 2009
ech-nusantaraku
“Buktikan bahwa Bapak-Bapak terhormat dapat politik dengan santun dan cedas”
Catatan:
Sumber petikan pidato langsung : Berita Antara





Tampilan : 




Maju terus pak JK, kami berterimakasih bapak bersedia hadir ditengah krisis figur pemimpin dan negarawan. Semoga Allah merestui perjuangan Bapak. amin
semoga pak JK bisa menang di pilpres ini…
terjawablah sudah teka teki Capres/Cawapres ternyata lebih cepat lebaik Pulang kampung.
kayaknya masih LANJUTKAN de,selamat buat Bp.SBY&Bp.BUDIONO…buat pendukung JK&MEGA PRO tetap jaga perdamaian dan persatuan…
Walaupun bapak kalah terus berjuang pak JK, hanya Allah yang dapat menunjukkan kebenaran..
Masyarakat indonesia masih banyak yang miskin dan bodoh yg melihat pemimpin hanya dari luarnya saja, dari tampang dan gagah saja katanya..
Mana mereka perduli dan mengerti permasalahan negara apalagi untuk mengakses informasi yang begitu penting untuk mengubah pemikiran dan pandangan terhadap para capres..
Hanya orang2 tertentu saja dan itu sangat sedikit jumlahnya..
Rakyat kita lemah, melihat orang yang seolah-olah teraniaya, disudutkan dan sabar masyarakat kita menjadi simpati.. “Itulah sebabnya kita dijajah terlalu lama oleh Belanda.”
Saya hanya masyarakat biasa yang sedih melihat banyak rakyat yang tidak tau apa2 mereka hanya berfikir hari ini, tanpa mengerti yang lalu dan berkarya untuk yang akan datang.. Dan saya hanya bisa berdoa agar rakyat Indonesia ini dibukakan mata hatinya oleh Allah tanpa ada bencana yang melanda bangsa ini lg!!!
“Sesungguhnya kemenangan itu hanya milik Allah SWT”.. Terus berjuang memajukan bangsa ini Pak JK saya dan masih banyak rakyat lainnya akan terus mendukung dan mendoakan..
coba putra bp jk yg maju.
hm………… gk bleh lah seperti itu pak sby karna takutna nti pak jk marah jadi nti takut nya kalau kelahi hancurlah indonesia ini…….
Blunder politik terparah yang dibuat oleh SBY dan JK adalah berpisah dalam Pilpres 2009. Padahal hingga saat ini keduanya merupakan pasangan terbaik yang ada karena merupakan kombinasi antara kecermatan dan kelugasan. Tapi biarlah dalam waktu yang tidak terlalu lama keduanya akan menyesali.
Ini bukan masalah JK atau SBY, ini hanya masalah tag line, pengalaman saya pribadi, tag line ini betul, saya naik bus yang ngebut dari surabaya jogya malah penumpangnya banyak, tag line ini juga cocok di pakai di sistim distribusi.. asal jangan lebih cepat bangkrut aja… hua.. ha.. ha..
tulisan lengkap di sini betulkan lebih cepat lebih baik
Biasa BOS namanya juga politik!!! klo ga mau pusing!!! ga usah ikutin berita politik kalee,,,,hehehee