Skip to content

Perkiraan Jumlah Kursi DPR RI : Demokrat naik 56 jadi 145 kursi

April 10, 2009

Pendahuluan

Berdasarkan UU 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD tahun 2009 pasal 202 yang berbunyi :

  • Pasal 202 ayat (1) : Partai  Politik  Peserta  Pemilu  harus  memenuhi  ambang batas  perolehan  suara  sekurang-kurangnya  2,5%  (dua koma  lima  perseratus)  dari  jumlah  suara  sah  secara nasional  untuk  diikutkan  dalam  penentuan  perolehan kursi DPR.
  • Pasal 202 ayat (2) : Ketentuan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  tidak berlaku  dalam  penentuan  perolehan  kursi  DPRD  provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
  • Pasal 203 ayat (1) :  Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas  perolehan  suara  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  202  ayat  (1),  tidak  disertakan  pada  penghitungan perolehan kursi DPR di masing-masing daerah pemilihan.

Maka, secara jelas memutuskan bahwa “Partai Politik Peserta Pemilu 2009 yang memiliki perolehan suara nasional (kumulatif) kurang dari 2,5%, maka suara partai politik tersebut hangus atau dengan kata lain tidak ada kursi di Senayan DPR. Jadi, meskipun ada partai tersebut (suara nasional kecil 2.5%) unggul di urutan pertama di salah satu provinsi, maka para caleg DPR mereka tidak berhak mendapat kursi di DPR RI.

Jadi, dari 38 partai politik (Parpol) nasional, berapakah partai yang memenuhi batas ambang suara (threshold) 2.5% dan berapa banyak partai yang tidak memenuhi threshold 2.5% suara nasional.?

Hasil Survei Quick Count (Arti 1)

Dari situs detikpemilu (akses 10 April 2009), terdapat hasil Quick Count dari beberapa lembaga survei yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI 1), Lembaga Survei Nasional (LSN), Lingkaran Survei Indonesia (LSI 2), dan Cirus.

Rank LSI (1) LSN LSI (2) CIRUS
1 Demokrat 20,41% Demokrat 20,22% Demokrat 20,34% Demokrat 20,71%
2 PDIP 14,58% Golkar 14,79% Golkar 14,85% Golkar 14,46%
3 Golkar 13,98% PDIP 13,98% PDIP 14,07% PDIP 14,32%
4 PKS 7,76% PKS 7,37% PKS 7,82% PKS 7,5%
5 PAN 5,77% Gerindra 6,51% PAN 6,07% PAN 5,73%
6 PPP 5,22% PPPP 5,33% PPP 5,29% PKB 5,62%
7 PKB 5,17% PAN 4,97% PKB 5,20% PPP 5,34%
8 Gerindra 4,59% PKB 4,62% Gerindra 4,20% Gerindra 4,29%
9 Hanura 3,73% Hanura 3,43% Hanura 3,49% Hanura 3,5%
10 PKNU 1,44% PKNU 1,85% PBB 1,65% PKNU 1,57%

Dari hasil Quick Count 4 lembaga survei di atas, maka dapat disimpulkan sementara :

  • Hanya ada 9 Parpol yang memenuhi ambang batas 2.5% seperti pada pasal 202 ayat 1 UU 10/2008. Artinya hanya caleg-caleg 9 partai inilah yang memiliki hak untuk mengirimkan caleg DPR RInya di Senayan.
  • Sisanya yakni 29 partai politik tidak memiliki kursi sama sekali di DPR RI. Jadi, meskipun partai-partai tersebut memiliki sekitar 1% suara nasional, semua suara caleg mereka akan hangus di tingkat DPR RI. Partai-partai tersebut yakni PBB (pemenang 2004), PKNU, PKPB, PDS (pemenang 2004), PBR (pemenang 2004), PDP, PPRN, PDK dan lainnya.
  • Silahkan Cek Hasil Akhir Suara Nasional Perhitungan KPU (di sini)

Hasil Survei Quick Count (Arti 2)

Berdasarkan hasil Quick Count beberapa lembaga survei di atas, dan dengan didasarkan UU 10/2008, maka dapat diperkirakan jumlah caleg DPR RI yang menduduki Senayan dari segi asal partai. Berikut ini landasan UU 10/2008 yang mengatur perolehan kursi DPR RI.

  • Pasal 202 (lihat bagian awal)
  • Pasal 21 : Jumlah  kursi  anggota  DPR  ditetapkan  sebanyak  560  (lima ratus enam puluh).
  • Pasal 203 ayat (2) :  Suara  untuk  penghitungan  perolehan  kursi DPR  di  suatu daerah  pemilihan  ialah  jumlah  suara  sah  seluruh  Partai Politik  Peserta  Pemilu  dikurangi  jumlah  suara  sah  Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan  suara  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  202 ayat (1).
  • Pasal 203 ayat (3) : Dari  hasil  penghitungan  suara  sah  yang  diperoleh  partai politik peserta pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di  suatu  daerah  pemilihan  ditetapkan  angka  BPP  DPR dengan  cara  membagi  jumlah  suara  sah  Partai  Politik Peserta  Pemilu  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2) dengan jumlah kursi di satu daerah pemilihan.

Jadi, dari UU tersebut dan didasarkan hasil survei lembaga tersebut, berikut prakiraan porsi kursi DPR RI.

    Partai Nasional (%) Kalibrasi (%) * 2009-2014 * 2004-2009**
    Demokrat 20.8 25.2 146 56
    Golkar 14.6 18.1 105 109
    PDI-P 14.0 17.3 95 127
    PKS 7.5 9.3 58 45
    PAN 5.9 7.3 41 53
    PPP 5.3 6.6 36 58
    PKB 5.2 6.4 31 52
    Gerindra 4.3 5.3 29
    Hanura 3.6 4.5 18 New
    Total 80.8% 100% 560 550

    NB * : sekitar 20% suara nasional untuk caleg dari 29 partai politik yang tidak memenuhi ambang batas 2.5% akan hangus. Sedangkan sekitar 80.8 suara nasional 9 parpol pemenang pemilu ini akan mendapat “kalibrasi” suara menjadi 100% untuk pembagian kursi di DPR RI. Jumlah kursi tersebut hanya angka perkiraan dengan toleransi sekitar 10%.  Perlu diperhatikan bahwa perolehan suara/kursi di Jawa lebih besar di banding non-Jawa. Jadi 10 juta suara di Jawa akan memiliki kursi yang lebih sedikit dibanding 10 juta kursi di Sumatera.
    NB ** : jumlah kursi DPR RI tahun 2004-2009 adalah 550 kursi dan 2009-2014 adalah 560 kursi.
    Dari data tersebut, terlihat semua partai besar 2004 kecuali Demokrat dan PKS mengalami pengurangan jumlah kursi di DPR. Partai Demokrat akan menggantongi sekitar 145 kursi di DPR, naik drastis dari tahun 2004 yakni hanya 56 kursi. Sedangkan Gerindra dan Hanura mampu menulang masing-masing 28 dan 22 kursi.

    Penutup

    Semoga melalui Pemilu 2009, caleg-caleg yang terpilih benar-benar berkualitas baik moral maupun skill. Dan bila para caleg tersebut masih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan tidak sesuai janjinya, maka siap-siaplah dikutuk hidup tidak tenang. Dan semoga para caleg ambisius maupun berdedikasi yang tidak memenangi Pemilu ini, jadilah ini sebagai pelajaran dan semoga dapat menerima kekalahan ini secara rasional. Kita tidak mengharapkan Anda-Anda para caleg mengalami gangguan kejiawaan.

    Dari hasil pemilu 2009 ini, yakinkah Anda ada perubahan yang berarti? Dan bagaimana nasib para caleg yang gagal?

    Salam Perubahan yang Lebih Baik
    10 April 2009 – ech-nusantaraku

    Updated:
    Hasil Terbaru Jumlah Kursi versi KPU : Hasil Rekapitulasi Resmi Pemilu Legislatif 2009

    About these ads
    23 Komentar leave one →
    1. April 23, 2009 3:52 PM

      wah mendingan kursi saya di rumah lebih uempuk dan gak panas , gak pakai rebutan lagi :)

    2. cinta indonesia permalink
      April 26, 2009 1:02 PM

      Trims atas artikel anda yang informatif dan bermanfaat. Siapa pun yg duduk di DPR, smoga saja mereka ingat bahwa mereka berada di sana karena dan untuk rakyat.

      Jadi pemenang pemilu legislatif 2009 justru Golput ya?
      Tapi kelompok ini bukan sepenuhnya Golput-idealis kan? Ada juga golput-kepaksa, karena nggak masuk DPT.
      Dalam hal ini kurasa nggak salah kalau kubilang KPU mengebiri hak rakyat..

      Salam damai!

      Re: Cinta Indonesia
      Terima kasih kembali telah memberi coretan opini.

    3. April 29, 2009 3:00 PM

      Memang Golput tinggi, namun menyatakan Golput sebagai pemenang sehingga punya modal untuk mengajukan capres sendiri adalah kesimpulan gegabah. mengingat, 30 % pemilih yang diyatakan golput itu bukanlah kesatuan yang padu sehingga jika seorang caleg Independen bertarung, belum tentu ia bisa meraup suara golput itu.
      Apalagi jika menggunakan hitung-hitungan sederhana bahwa calon Independen itu jumlahnya juga tidak satu. Setidaknya ada nama Rizal Mallarangeng, Rizal Ramli, Fadjroel Rahman, Deddy Mizwar, mungkin juga Sultan HBX. Jika dibagi rata saja, masing-masing hanya meraih 5 %, masih kalah dibandingkan suara PKS

    4. adeciawi permalink
      April 30, 2009 11:59 AM

      ……begitu lambat….merayap sampai kapan penghitungan akan selesai……


      Re: Adeciawi

      Entahlah....

    5. Mei 12, 2009 9:32 AM

      Smoga para wakil Rakyat yg lolos bisa memanfaatkan kursi tersebut, dengan sebaik baik nya. Ingat Klian terpilih karena Rakyat.

    6. November 18, 2009 1:29 PM

      DPR bagus kalo betul betul bisa manjadi wakil rakyat, kalo cuman mengejar kepentingan pribadi dan golongan, wah aku lebih baek golput aja…

    7. Januari 17, 2010 3:53 AM

      Terimakasih atas Tulisan dan informasinya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 1.042 pengikut lainnya.

    %d blogger menyukai ini: