1 orang Israel = 100 orang Palestina yang Tewas

2009 Januari 19
by nusantaraku

Analis Angka Korban “Tragedi Desember 2008 di Tanah Suci 3 Agama”
By : echnusa

Dari data-data laporan BBC, Reuters, Bloomberg dan PBB, Wikipedia merilis tabel korban terakhir perang Israel-Hamas selama 22 hari pertempuran sengit.

Korban Gaza
Korban Gaza (sumber: Wikipedia.org – 8 Januari 09)

Dari tabel tersebut, jelas kita bisa melihat bahwa sejak pertempuran 27 Des 2009 hingga gencatan senjata pada 8 Jan 2009, Israel telah menewaskan 1300 orang Palestina, termasuk 500-700 pejuang dan polisi Hamas yang sangat diincar militer Israel. Sementara itu, hanya 13 orang Israel yang tewas, termasuk 10 militernya. Lihat data lengkapnya di Korban Terbaru Gaza : 1218 Tewas (18 Januari).

Setiap hari, rata-rata 59.6 orang tewas selama 22 hari. 5600 orang terluka atau setara dengan 254 korban luka kecelakaan motor tiap harinya. Puluhan bahkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Puluhan ribu barel minyak habis akibat dikonsumsi jet dan tank tempur. Ratusan miliar bahkan triliun rupiah dari aset-aset rumah, bangunan, jalan yang rusak akibat bom dan mortir.

Dari angka tersebut, jelas kita melihat bahwa kekuatan militer Israel menang mutlak, bayangkan 13 Israel = 1300 Palestina atau 1:100. Jauh sebelum Israel akan melakukan serangan ke Jalur Gaza, kita sudah dapat memprediksikan siapa yang akan menang. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa pejuang Hamas terus menembakkan roket dan mortir ke Israel, padahal sebagian besar roket dan mortirnya hanya melukai warga Israel.

Selain kebencian [sekaligus iman] pejuang Hamas atas keeksisan negara Yahudi (Israel), alasan lain pejuang Hamas terus menembakkan roket dan mortir adalah Jalur Gaza telah diblokade Israel sejak Juni 2007. Hubungan dan mobilisasi warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat [lihat Peta Israel ‘dikepung’ Negara-Negara Arab) terputus. Hamas dan juga sebagian besar umat Muslim sangat meyakini [Al-Qur'an] bahwa tanah Palestina (termasuk wilayah Israel saat ini) hanya milik orang Islam. Dilain pihak, umat Kristiani dan Israel pun memiliki keyakinan [Alkitab dan Taurat] yang sama.

Namun ada 1 hal yang menarik yakni pejuang Hizbullah [memiliki akar motivasi yang sama dengan Hamas] berperang melawan Israel hanya ingin mati. Hal ini terungkap, ketika Ketua DPR RI melakukan kunjungan ke Timur Tengah, dan beliau dibawa menjumpai pemimpin Hizbullah. (Lihat : Ketua DPR RI temui Tokoh Paling dicari Militer AS)

Kami bertukar pikiran secara terbuka dan salah satu yang penting saya catat, perang dengan Israel bagi mereka adalah jihad. Motivasi para pasukan Hisbullah bukan untuk menang, tapi bagaimana bisa gugur dalam peperangan,” ungkap Agung Laksono.

Dari beberapa pernyataan dan data diatas, maka jumlah korban yang tewas pada perang selama 22 hari akan memiliki makna tersendiri.
1- Bagi Israel, semakin banyak pejuang Hamas yang tewas, wilayahnya semakin aman dari serangan roket dan mortir Hamas. Itu yang diharapkan Israel.
2- Bagi Hamas, semakin banyak pejuang Hamas yang tewas, semakin besar pahala serta semakin cepat mereka menikmati surgawi karena tewas sebagai seorang Mujahidin sejati. Itu juga yang diharapkan.
3- Bagi seorang Muslim [umumnya] Indonesia, semakin banyak pejuang Hamas yang tewas, semakin besar kebencian kepada Israel menggelora di dalam jiwanya.
4- Bagi seorang pecinta kedamaian dan HAM, semakin banyak orang yang tewas (baik Hamas, warga sipil Palestina dan Israel, maupun tentara Israel), semuanya merupakan tragedi yang tidak boleh terjadi.
5- Bagi seorang warga sipil Palestina, semakin lama Israel mengempur Gaza, semakin besar penderitaan yang harus diemban oleh anak dan keluarganya.
6- Bagi seorang warga sipil Israel, semakin sering Hamas menembakkan roket, semakin benci mereka terhadap Hamas dan Palestina.
7- …………………

Terlihat bahwa semua orang mewakili ego masing-masing untuk mendapatkan keuntungan terbesar, [terkecuali pecinta kedamaian dan HAM].

Yang pasti setiap peperangan meninggalkan malapetaka, duka, phobia, dan sengsara. Damai atau tidaknya dunia tergantung pada Anda. Bahkan kepakan seekor kupu-kupu di Alaska pun dapat mengakibatkan badai di New Zealand. [butterfly effect].

Bahkan puluhan juta orang tewas pada PD II akibat ambisi seorang Hitler. Begitu juga, hanya segelintir orang Israel dan Hamas yang memiliki ‘ambisius’ mengakibatkan jutaan orang menderita.
Ingat, tidak semua orang Israel itu jahat. Tidak semua orang Islam itu penteror. Tidak semua orang Kristen itu busuk. Berhentilah bertikai, Israel-Kristen-Islam sama-sama memiliki satu tanah suci, Yerusalem.

Sehingga, pemikiran, emosi, ide dan opini yang sekecil apapun dari Anda akan membawa perubahan  dunia [jangan meremehkan opini seorang anak kecil]. Hanya saja, apakah perubahan itu lebih baik atau lebih buruk. Tergantung ide dan pemikiran Anda itu baik atau buruk bagi dunia ini. Apapun konflik yang terjadi [misalnya Gaza Desember 2008] pasti akan mempengaruhi dunia [misalnya mata rakyat Indonesia tertuju hal ini].

Sumber Gambar dan data : Wikipedia

4 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Januari 19

    SUNGGUH JAHANAM ISRAEL ANDAIKAN KU BISA MEMBUAT HANCUR PASTI AKAN KU HANCURKAN SECARA CEPAT DENGAN CARA MENSANTET

  2. 2009 Januari 19
    cimot permalink

    bismillahirrohmaan niirrohiim.. DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.. inilah kalimah basmallah, kalimat pembuka aktivitas kami sehari2.. jika kami mengucap DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG, bagaimana mungkin kami bertindak berlawanan dengan yang kami ucapkan? jika TUHAN KAMI BERSIFAT MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG, bagaimana mungkin kami bersifat sebaliknya?? kadang apa yang anda saksikan di media, tidak sama dengan kenyataan sebenarnya… pemegang uang dan kekuasaan lah yang berpengaruh dalam penyampaian berita di dalamnya.. salam damai dari seorang muslim yang hanya bisa menangis dan berdo’a.. semoga keadilan TUHAN akan datang.. dan membuka tabir2 kejahatan yang sudah sekian lama tersimpan, tidak ada keburukan yang abadi di dunia ini.. kebenaran sejati lah yang akan menang..

  3. 2009 Januari 30
    wira jaka permalink

    eh … kalau aku bilang bahwa aku bersedia ber”jihad” hanya untuk Indonesia …. jadi dianggap “murtad” … ???, tidak empati terhadap sesama muslim ???

    kami ikut prihatin atas tragedi kemanusiaan tersebut, tapi aku tidak bisa membenci israel, tidak bisa membenci kristen, juga tidak bisa membenci hamas / palestina …. karena hal itupun sudah tersurat di kitab suci.

    yang penting kita jangan terpancing pada pusaran peperangan mereka sehingga seolah menjadi perang antar agama … padahal, mereka hanya berebut warisan / tanah yang dijanjikan …. jangan memihak ke salah satu pun.
    kita harus tetap sadar dan kalau perlu kita wartakan perdamaian agar mereka menjadi lebih sejuk … hehehe (emang mereka mau dengerin kita ???)

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Krisis Gaza dan Krisis Global « Berbagi Cerita

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS