6 Situs Porno yang Paling Banyak diakses di Indonesia

2009 Januari 5

Kategori tulisan : Remaja ke atas

no-porn

no-porn

Fakta Realita

Berdasarkan rangking situs Alexa.com (5 Jan 2009), tercatat ada 6 situs porno yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, yakni:
1. du**a*e*.com (Rangking 31- medium) –> Rank 60
2. re**u*e.com (Rangking 68 – full) –> Rank 115
3. yo**o**.com (Rangking 71 – full) –> Rank 62
4. po****b.com (Rangking 73 – full) –>Rank 99
5. adul***i*n*f***er.com (Rangking 74 – medium) –>Rank >> 150
6. t***8.com(Rangking 92 – full) –>Rank 54

Warna hijau (ranking per September 2009)

Keterangan:
- Sistem penulisan nama situs seperti di atas dimaksudkan agar Anda tidak mengunjungi situs tersebut. (sistem penulisan sudah diubah pada 7 Januari atas masukan yang sangat berarti dari Sdr. Ade Dharmawi)
- Rangking yang tertera merupakan 100 besar situs yang paling aktif di Indonesia
- Medium dan Full merupakan kategori pornografi secara subjektif (kategori medium = semi-full, sedangkan kategori full = benar2 porno)
- Situs seperti youtube (rangking 7) tidak saya masukin, karena persentase konten pornografinya masih sangat kecil.

Dampak yang Terjadi

Setelah 9 bulan lebih Pemerintah mensahkan UU ITE pada April 2008 dan lebih dari 2 bulan DPR menyetujui di undangkan UU Pornografi pada 30 Oktober 2008, ternyata hanya retorika hukum belaka. Kedua jenis UU tersebut yang berfungsi untuk mengatur peredaran media informasi, saat ini masih hanya menjadi objek untuk dilanggar.

Padahal kita tahu bahwa media berperan sangat penting terhadap perubahan tingkah laku, moralitas, sikap, pola pikir masyarakat kita, terutama generasi muda. Dan ironisnya, hingga saat ini, kita dapat dengan mudah menjumpai DVD porno bajakan, komik/majalah porno, acara TV yang merusak (berputar pada masalah  cinta, hedonisme, gosip, ramalan/reg, pergaulan bebas, mistis-religius), dan terakhir situs porno yang tanpa difiltrasi oleh pemerintah.

Sehingga saat ini, terkesan menjadi lumrah ketika seorang remaja SMP menjadi penjajah seks, siswi kelas 2 SMP yang telah berganti-ganti pasangan, siswi SMU yang telah aborsi hingga 2 kali, oral seks, petting, dan segala macam tingkah laku tidak etis telah menjalar kepada generasi muda kita, genarasi penerus bangsa. Belum lagi perilaku konsumtif, hedonisme, hingga kekerasan dan perkosaan. Dan dalam hal ini,  faktor lingkungan atau media memiliki andil, selain faktor keluarga dan sekolah.

Undang-Undang Dibuat hanya untuk Dikoleksi?

Sudah hampir setahun (9 bulan +), kebijakan pemerintah melalui Depkominfo untuk memblokir situs porno yang dilakukan pertama kali pada April 2008 tidak membuahkan hasil. Awalnya pemerintah begitu semangat, dan pada akhirnya ‘hilang tidak berbekas’. Kata orang ‘hangat-hangat tahi ayam’, ya itulah Depkominfo.
Selain itu, Pemerintah SBY bersama DPR, mengesahkan UU Pornografi yang telah berusia lebih 2 bulan, tapi tetap saja tidak ada gunanya. Para politikus hanya lebih senang berpolemik pada soal pola hidup masyarakat kita seperti di Bali, Manado atau Papua. Sehingga memang terkesan, UU Pornografi yang telah disahkan lebih kepada unsur politis.

Saya tidak membahas secara detil kedua UU tersebut, tetapi saya hanya akan mengutip bagian-bagian pentingnya saja, yakni khusus membahas regulasi, pembatasan dan pelarangan situs porno di Indonesia yaitu:

1. UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik / ITE (disahkan 21 April 2008 oleh pemerintah) <’sang’ pionir>
Perbuatan yang dilarang tercantum pada pasal 27 ayat 1 yakni

Setiap   orang   dengan   sengaja   dan   tanpa   hak   mendistribusikan   dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat  dapat  diaksesnya Informasi  Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

2. UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi (disahkan 26 Nov 2008 oleh pemerintah atau disetujui DPR pada 30 Okt 2008)
Khusus tentang pencegahan penyebaran penyebaran pornografi yang tertuang pada Bab IV (pasal 17-21) [saya membahas peran pemerintah yakni pasal 17-19]

Pemerintah  dan  Pemerintah  Daerah  wajib  melakukan pencegahan  pembuatan,  penyebarluasan,  dan  penggunaan pornografi. (Pasal 17 )

Pasal 18/19 [18 untuk Pemerintah dan 19 untuk Pem. Daerah]

Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17, Pemerintah/Pemerintah Daerah berwenang:
a.  melakukan  pemutusan  jaringan  pembuatan  dan penyebarluasan  produk  pornografi  atau  jasa  pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;
b.  melakukan  pengawasan  terhadap  pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan
c.  melakukan  kerja  sama  dan  koordinasi  dengan  berbagai pihak,  baik  dari  dalam maupun  dari  luar negeri,  dalam pencegahan  pembuatan,  penyebarluasan,  dan penggunaan pornografi.

Kesimpulan

Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar yakni lebih 30 juta pengguna (prediksi netizen tumbuh 20% dari 25 juta ditahun 2008), berarti fasilitas internet telah menjadi fasilitas vital bagi masyarakat kita, terutama siswa-siswi SD, SMP, dan SMA. Sisi positif kehadiran internet tentu disertai hal-hal negatif yang secara sengaja diciptakan oleh mereka yang hanya ingin mencari ‘materi/uang’. Dan pemerintah wajib mengambil peran penting dalam mencegah sisi negatif menular ke masyarakat kita, terutama generasi muda.

Pemerintah harus berperan dikarenakan internet telah menguasai hajat hidup orang banyak, maka pemerintah harus melindungi masyarakat. Dan undang-undang yang telah dibuat dengan dana hingga puluhan miliar rupiah sudah semestinya dijalankan dengan bijak dan tegas. Jika tidak, masyarakat akan semakin tidak percaya pada semua produk hukum yang ada. Seolah-olah kedua UU tersebut hanya diperuntukkan untuk ‘membinasakan’ masyarakat kecil (ekonomi, budaya) daripada kepentingan pemodal besar di stasiun TV, internet, cukong DVD bajakan, atau bos majalah porno.

echnusa – 5 Jan 2009

Selayang Pandang
Terima kasih, rekan-rekan yang telah memberikan masukan yang sangat berarti bagi saya. Rata-rata dari kita setuju untuk menfilter pornografi yang dapat memperparah moralitas bangsa ini yang lagi ’sakit‘. Berbagai penyakit kronis ‘meng-epedemi’ seperti  korupsi, saling menghina, saling mengutuk, malas, konsumerisme, dan apatis terhadap lingkungan dan sesama. Meskipun juga  ada sebagian yang memiliki pandangan yang berbeda, yang tetap sangat saya hargai.

Saya sangat setuju sekali bahwa gerbang utama dalam menjaga moralitas/perilaku adalah mentalitas dari diri sendiri. Mentalitas dan kepribadian seseorang merupakan akumulasi dari proses pembelajaran dan adaptasi yang di’absorbsi’ dari lingkungan, yakni keluarga, pendidikan [agama, sekolah, lembaga], teman, masyarakat, dan [saat ini] media umum.

Setiap saat diri kita [mentalitas dan kepribadian] selalu berubah [meski dalam tingkat dan kadar tertentu : kecil-besar]. Pandangan, pemikiran, prinsip, dan sikap kita, telah dibentuk sejak kecil. Secara umum, ketika masa kanak-kanak, diri kita ‘terbentuk’ dari orang tua dan keluarga kita. Di masa menuju remaja, diri kita ‘dibentuk’ oleh keluarga, teman dan pendidikan. Di masa remaja, diri kita lebih merupakan refleksi dari lingkungan eksternal dan teman, ketimbang peran keluarga atau pendidikan.
Dan saat dewasa, kita telah memiliki suatu fondasi atau landasan yang [cenderung] kuat dalam memutuskan sesuatu karena kita telah ‘mengukir’ prinsip, kepribadian, keyakinan, pemikiran dan sikap selama perjalanan lebih 20 tahun hidup kita. [asumsi usia dewasa : 20 tahun]

Dan proses terbesar dalam ‘mengukir’ diri seseorang terjadi ketika masa transisi hidup, yakni remaja menuju dewasa. Diperiode tersebut terjadi transformasi yang sangat besar, baik secara fisikal maupun mentalitas. Dan kita tahu bahwa dikala remaja menuju dewasa, input terbesar berasal dari lingkungan luar [teman, media, trend]. Untuk itu, kita sebagai orang yang telah melewati masa-masa itu, saya rasa akan mengerti dan paham betul fenomena tersebut. [ada beberapa pengeculian pada 'pribadi' orang ; misalnya bertobat/berubah di usia 30-an, 50-an bahkan di kala senja].

Dan bagi diri kita yang telah ‘mantap‘, tentu akan mudah menfiltrasi hal-hal negatif, dan mudah menerima hal positif. Tapi, kita perlu sadari bahwa kita hidup tidak sendiri di negeri ini, di dunia ini. Ada begitu banyak orang yang terjeremus tatkala narkoba mudah diperoleh. Ada begitu banyak orang menjadi ‘melek intelektualitas’ tatkala kurannya fasilitas pendidikan. Dan ada begitu banyak generasi muda yang ‘over’ tatkala mengikuti ‘media negatif’. Serta sekokoh-kokohnya diri kita yang merasa ‘kuat‘, kita bisa juga terjerumus  karena ‘kata lingkungan’ [orang-orang].

Dan kita pun tidak bisa naif mengatakan “saya gak butuh gedung sekolah, yang penting niat belajar“. Niat saja tentu belum cukup kita butuh cara, sarana, dan sistem. Hal serupa-pun, kita tidak bisa naif mengatakan, “biarlah situs-situs porno dan kekerasan ‘berkeliaran’, yang penting saya memiliki moral yang kuat“. Kembali saya katakan, niat atau tekad saja belum cukup [terutama generasi muda]. Rasa ingin tahu bagi kalangan remaja akan menjadi ‘bom waktu’ tatkala lingkungan [media] yang negatif kita biarkan, kita  pupuk atau kita kembangbiakan.  Jadi, apakah kita perlu mengambil peran atau tidak, tergantung dari apa yang telah kita ‘ukir’…….Dan tentu, tanpa melanggar [ikut campur] privasi Anda untuk beraktivitas sendiri……

Mengenai dampak dan realitas yang berkembang di kalangan generasi muda [remaja] saat ini, silahkan akses di :
Keprihatinan : Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini (Hedonis, Rokok, Gamer, Narkoba hingga Seks)
Terima kasih, 6 Januari 2008 (echnusa)

Berita Terkait :

Bagi yang memang sangat penasaran dengan situs-situs tersebut, ada beberapa petunjuk untuk menemukannya (butuh beberapa langkah) yang saya sampaikan pada halaman 2.

Halaman: 1 2

182 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Oktober 21
    masri permalink

    waw

  2. 2009 Oktober 23

    yang penting sebisa mungkin jangan di buka, soalnya berbahaya

    salam
    RAJA KOMENTAR INDONESIA

  3. 2009 Oktober 23
    roza permalink

    mungkin suatu saat di Indoesia ada industri film porno,, weleh-welehweleh… ulama seperti menggenggam bara api,, sudah hampir betul ujar nabi… wanita berpakaian tapi seperti telanjang,,, siap2 gempa susulan….

  4. 2009 Oktober 24
    Adi Mozzi permalink

    hrskah dibayar mahal oleh bgs ini, adanya kemajuan zaman modern, bgs ini besar kok serba tdk mampu ni lucu, and aneh smua yg dtng ditelan2 metah2. itu smua tanggung jawab pemerintah yg bikin peraturan. bla peraturan tegas and jelas endak ada situs porno bisa masuk merusak bgs ini. smua itu bermuara pd elit politik yg ada di bgs ini. rakyat hnya mengikut aturan yg ada bila ada. celah2 kurng baik hrus di tutup biar bocornya tdk bnyak and tdk terkesan biasa, lumrah.

  5. 2009 Oktober 24

    Seharusnya para pemilik warnet dan orang tua dirumah pun memblokir tanpa harus mengandalkan depkominfo

  6. 2009 Oktober 25

    Wah pornografi akibat kurang kegiatan bermanfaat. Mungkin di scul umum perlu dibuat mata pelajaran wira usaha, biar adik2 tertarik dan punya kegiatan bermanfaat.

  7. 2009 Oktober 25
    Oki permalink

    Mudah saja menemukan situs2 tsb, tinggal download software video downloader gratis yang ada di koyotesoft.com instal dan kita otomatis akan menemukan fitur untuk mencari melihat sekaligus mendownloadnya dari situs2 tsb.
    Dan tyt ada salah 1 jaringan situs porno terbesar yg dilupakan alexa.com yaitu p~rn~r~m~.com dg buka situs tsb kita akan terhubung ratusan situs lainnya.

  8. 2009 Oktober 26

    ni ada yang galang dukungan, kayaknya die ngambil artikelmu gan . ..

    http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/group.php?gid=167331312594&v=wall

  9. 2009 Oktober 30

    syukurlah rangking mereka melorot, warna hijau

  10. 2009 November 2

    a ingin punya pacar keterianya caem setia humuris alim and jujur

  11. 2009 November 6
    NExus permalink

    Di negaraku Indonesia gak tua, gak muda. Moralnya udah pada bejat semua yang muda cabul, yang tua korup – yang tua cabul, yang muda ngeres.
    WADUUUUUUUUUUUUUH PAHLAWANKU MENGAPA ENGKAU DULUNYA BERJUANG MELAWAN PENJAJAH TW GINI KALIAN NGGAK USAH AJA BERJUANG AMPE MATI BELA TANAH AIR INI, ANAK CUCU CICIT KALIAN UDAH PADA BEDJAT ABIIIIIIIIIIIIIIIS.

  12. 2009 November 6

    Salut untuk yang menulis artikel ini, Bravo!!!, tapi begini bro…
    saat ini banyak yang sok muna,.. bagaimana caranya meminimaliz kasus pornografi dinegeri ini, sementara begitu mudahnya kita ato siapapun loe utk meng-akses situs2 Sex lokal maupun non lokal. ..

  13. 2009 November 7
    stranger permalink

    Pornografi merupakan bagian dari nafsu manusia…
    Selama manusia masih memiliki hawa nafsu maka “kebutuhan” itu akan terus ada…
    Selama ada “kebutuhan” pastinya akan selalu ada “penawaran”…
    Inilah siklus abadi yang terjadi di dunia…

  14. 2009 November 8
    Rio permalink

    Budaya lokal yng sudah tergeser oleh budaya barat,sungguh memilukan tingkah laku generasi muda indonesia

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Daftar 40 39 postingan “PORNO” di Wordpress.com « M Shodiq Mustika
  2. Dahsyat.. Berita Porno Menjadi Incaran di Wordpress « Nusantaraku
  3. KETIKA TERGODA LAMAN PENUH BIRAHI YANG BIKIN CEPAT KAYA DAN GRATIS « dream indonesia
  4. 6 situs bokep porno yang paling banyak dikunjungi « free software and antivirus bLog
  5. Inilah Situs Porno Yang Akan di Blokir Bung Tifatul … (Beranikah!) « Biar sejarah yang bicara ……..
  6. Pesta Blogger 2009, Bang Tifatul Sembiring dan Penutupan Situs Porno « kangBoed…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS