Skip to content

Rangkuman “Megawati Bicara I” di Kick Andy

Desember 27, 2008
tags:

Bagi para pembaca yang tidak sempat menyaksikan acara Kick Andy bagian pertama dari “Mega Bicara” pada tanggal 19 dan 21 Desember 2008, teman-teman dapat membaca hasil “Kick” Andy F Noya yang telah ditulis oleh seorang wartawan terkemuka Media Indonesia yakni Gantyo Koespradono.  Ijuga seorang pengajar di Universitas Indonusa Esa Unggul. Salah satu karya tulis beliau adalah, buku inspiratif, “Kick Andy – Kumpulan Kisah Inspiratif“.

Malam ini (27 Desember) saya searching, rupanya saya menemukan hasil skrip sangat lengkap di blog pak Gantyo Koespradono (silahkan kunjungi blog Gantyo Koespradono). Skrip ini sangat lengkap di banding di resensi KickAndy.com. 

Berikut rangkuman hasil wawancara Bu Mega di Kick Andy (oleh Gantyo Koespradono).
Font yang dicetak miring = petikan langsung dari Megawati
Font miring dan biru = hal yang menarik dan berguna bagi say
Font coklat = pertanyaan atau pernyataan
Font Orange = komentar atau tambahan dari saya

Megawati Pintar Bicara Blak-blakan di Kick Andy

Catatan Gantyo Koespradono

GEKA-WRITENOW (Sabtu 20 Desember 2008): Megawati Soekarnoputri untuk kali yang pertama “berani” tampil diwawancara secara khusus di televisi. Dia bicara blak-blakan di Kick Andy Metro TV. Tidak seperti disangka banyak orang, Megawati ternyata pintar bicara, luwes, dan komunikatif. Namun dia mengaku keras kepala.

Tampil mengenakan gaun berwarna dominan merah, Megawati muncul menemui Andy Noya, host Kick Andy, disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir di studio. Terlihat di studio, Taufik Kiemas, suami Megawati, putri Megawati, Maharani, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung, aktor Rano Karno yang kini menjadi wakil bupati, dan para kader PDIP.

Apa yang melatarbelakangi Megawati bersedia tampil di televisi dan diwawancarai Andy Noya di Kick Andy? Karena acara Kick Andy sangat bagus, menarik, dan Andy Noya punya peran yang objektif saat mewawancarai nara sumber. Setidaknya itulah jawaban yang dikemukakan Megawati.

Masyarakat selama ini mengenal Megawati, baik saat menjadi wakil presiden, presiden, maupun ketua umum Dewan Pimpinan Pusat PDIP sangat alergi terhadap pers. Wajar jika muncul stigma seperti itu di masyarakat, sebab Megawati memang tak gampang diawancara oleh wartawan. Karena itu tampilnya di Kick Andy pada Jumat (19 Desember) malam dan bicara blak-blakan di sana merupakan kejutan tersendiri. Beralasan pula jika Metro TV menampilkan wawancara Megawati di Kick Andy itu dalam dua episode.

Benarkah Megawati antipati terhadap pers? Ternyata tidak juga. “Saat saya menjadi presiden, saya menerapkan pers yang bebas. Tapi kebebasan itu jangan dibuat untuk mempermainkan orang,” kata Megawati yang dari jawabannya tersirat banyak media massa cetak maupun elektronik yang menyalahgunakan kebebasan yang dimilikinya. [karena pengaruh media, saya pun selama 4 tahun ini percaya bahwa bu Mega "tidak pintar', hal ini menjadi terbantahkan lewat program Kick Andy. thanks]

Megawati mengatakan, sekarang ini dia hidup seperti di dua dunia. Dunia pertama adalah sebagai mantan presiden dan ketua umum PDIP yang harus sering turun ke bawah menyapa rakyat. Sedangkan dunia keduanya adalah sebagai sosok yang “harus berperan serba glamour.”

Sebagai ketua umum PDIP, katanya, “saya dipanggil dan terpanggil harus berbunyi (berbicara). Saya sudah sering berbunyi saat saya ke daerah. Sebagai ketua umum partai, saya telah berbicara kepada rakyat, jutaan orang saya salami. Saya pernah bersalaman dengan penderita lepra, juga penerita HIV/AIDS.”

Secara bergurau, mengomentari Andy Noya, kenyataan itulah yang membuat dirinya sekarang tampak langsing. Lha gimana tidak langsing, “Saya disuruh sekjen partai pergi ke mana-mana, bertemu dengan banyak orang, terutama bertemu dengan petani,” kata Megawati.

Kenyataan itulah yang mungkin disebut Megawati bahwa dia berada di dunia glamour, sehingga muncul tudingan dia ternyata juga menebar pesona. Sebuah istilah yang pernah dipopulerkan pers yang bersumber dari pernyataannya. “Saya kok dibilang tebar pesona. Kata tebar pesona, kan milik saya. Kalau mau menyindir saya, eh cari kata-kata lain, di kamus, kan banyak,” ujar Megawati. Dia tertawa renyah.

Lebih dari satu kali dalam sebulan dia berkunjung ke daerah, menyapa masyarakat. Dalam tahun 2007, tercatat Megawati turun ke bawah bertatap muka dengan para kader PDIP dan petani sebanyak 10 kali. Ke daerah dia menyosialisasikan keputusan-keputusan partai yang dipimpinnnya.

Namun Megawati menolak jika kunjungannya ke daerah itu dituding bahwa dia melakukan safari politik. “Saya tidak melakukan safari politik, lebih tepat kalau disebut silaturahmi. Safari, kan identik dengan berburu dan membunuh binatang.

Lalu tudingan dia mencuri start berkampanye sebagai calon presiden? Naif jika saya dikatakan mencuri start. Saya datang ke daerah karena diminta. Buat saya lebih senang jika mereka yang datang. Datang ramai-ramai, kan enak,” kata Megawati.

Megawati berambisi menjadi presiden? Menjawab pertanyaan ini, dia mengatakan, partai bukanlah perusahaan, tapi alat perjuangan. Karena ingin berjuang demi bangsa dan negara, caranya adalah dengan menjadi presiden. Dengan menjadi presiden, Megawati juga ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, di samping bercita-cita agar proses politik di negeri ini berjalan lebih baik. Pasalnya, menurut Megawati, banyak pemimpin di negeri ini yang telah membuat kesepakatan-kesepakatan, tapi sering diingkari.

Megawati pada kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa dirinya dicalonkan oleh partainya sebagai calon presiden juga tidak sembarangan. “Ketika partai mencalonkan saya sebagai calon presiden dalam kongres di Bali, saya tidak jawab. Saat munas, saya juga masih diam. Semuanya baru saya jawab saat rapim di Jakarta,” katanya.

Megawati menegaskan, dia bersedia dicalonkan bukan untuk mencari kedudukan atau jabatan presiden, tapi belajar mencoba untuk mendengar apa yang disuarakan rakyat. Menurut dia, akan menjadi susah kalau kita tidak bisa melihat dengan jernih apa yang disuarakan rakyat.

Kita harus konsisten dalam berjuang. Politik itu tidak kotor. Bukan politik yang kotor, tapi orangnya yang kotor,” tutur Megawati. Karena itu dia mengaku tidak habis mengerti mengapa banyak tokoh yang berdebat di televisi harus begini harus begitu, “sementara di sana, banyak orang bertanya kepada saya, ‘Bu, besok saya makan apa?’,” katanya

Gagal menjadi presiden?

Ada tudingan yang dialamatkan ke Megawati bahwa dia sebenarnya gagal saat menjabat presiden. Ditanya Andy Noya seperti, Megawati mengatakan, masyarakat tampaknya lupa bahwa dirinya menjadi presiden cuma tiga tahun, menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dimosi tidak percaya oleh DPR/MPR.
Saat menjabat sebagai presiden, Megawati harus menyelesaikan ‘pekerjaan rumah’ yang disebutnya sangat krusial dan sangat berat untuk menyelesaikannya, yaitu mewujudkan amanat MPR untuk menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan presiden secara langsung.

Ketika menjadi wakil presiden mendampingi Gus Dur pun, menurut Megawati, tugasnya amat berat, karena oleh Gus Dur, dia diminta untuk mengurusi masalah pemerintahan. Waktu itu ada dua departemen (Departemen Penerangan dan Departemen Sosial) yang dibubarkan. Juga kasus kredit macet di BPPN yang jumlahnya ada 300.000-an. “Saya pusing lebih dari tujuh keliling. Kalau dikasih kesempatan pingsan, saya akan pingsan,” katanya bergurau.

Pekerjaan rumah mahaberat itu masih dibawanya ketika dia terpilih menjadi presiden yang cuma tiga tahun. Mana tahan?

Waktu itu Megawati lebih banyak berdiam diri daripada berbicara. Beralasan jika muncul tudingan minor Megawati tidak mampu menjadi presiden. “Biar saja orang ngomong seperti itu. Ini demokrasi. Apa pun yang diomongkan, saya dengar saja,” tuturnya. [kalo kita tidak mengenali sosok seseorang lebih dekat, lebih baik no comment. Selama ini, kita mengira Megawati diam, karena dia tidak tahu apa-apa. Rupanya, dia pusing memikirkan solusi. Hal ini pernah ditayangkan di TV pas dia bilang : "jadi presiden itu capek", yang dikritik oleh media habis-habisan]

Dalam kehidupan berpolitik, Megawati melihat, penuh dengan intrik, munafik dan banyak yang bersikap oportunis, bahkan berkhianat.

Kasus 27 Juli

Dalam Kick Andy, Megawati juga menjawab isu kasus 27 Juli 1996. Menyangkut kasus ini, Megawati disebut-sebut tidak berbuat apa-apa setelah dirinya terpilih menjadi presiden.

Megawai menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah masuk dalam ranah hukum, sehingga sebagai presiden, dia tidak punya hak untuk ikut campur. Kasus 27 Juli sudah diselesaikan lewat pengadilan umum dan pengadilan militer. Pengadilan umum sudah beres, “hanya pengadilan militer saja yang tidak jalan,” katanya.  [Mengapa Megawati tidak menggunakan kekuasaannya sebagai Presiden untuk membalas orang-orang yang telah menyerang kadernya pada tanggal 27 Juli 1997 : Bu Mega menjawab : beliau berniat untuk menuntaskan kasus 27 Juli, namun disisi lain beliau tidak ingin dendam. Dan alasan "nasionalis"-nya dan membuat saya salud  adalah "sebagai presiden ia bukan hanya milik PDI-P, tapi dia milik Indonesia. Jadi tidak mementingkan kepentingan partainya semata:]

Namun menjawab pertanyaan Andy Noya, Megawati menegaskan, kasus itu harus diselesaikan secara tuntas, namun bukan didasarkan atas perasaan atau ingin balas dendam. “Jangan ada dendam atau saling balas seperti di film kungfu,” kata Megawati yang mengaku mengetahui siapa dalang di balik aski kasus 27 Juli. [menarik: dendam dan kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian, tapi dendam akan berakhir tatkala dibalas dengan pengertian dan cinta]

Kok cuma lulusan SMA

Andy Noya juga menanyakan soal pendidikan Megawati yang cuma SMA padahal dia pernah kuliah di Universitas Padjajaran Bandung dan Institut Pertanian Bogor.

Megawati menjelaskan dia tidak meneruskan kuliah, sebab dipaksa harus ikut dalam organisasi kemahasiswaan hasil pecahan Partai Nasional Indonesia yang tidak sejalan dengan pemikiran Bung Karno.
Tahun 1965-1966 adalah tahun di mana posisinya sebagai anak Soekarno serba tidak mengenakkan. Maka Megawati pun memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Bertemu dengan sang ayah, Megawati menceritakan semuanya. Marahkah Bung Karno? Tidak. “Dia menepuk-nepuk pundak saya. Kamu benar-benar anaknya Soekarno,” kata Megawati mengutip kata-kata Bung Karno. “Kalau dulu sudah ada Komnas HAM, mungkin aya akan adukan kasus itu,” tambahnya. [Bagaimana kita kalo diposisi Mega dan keluarganya pada waktu itu? Bagaimana rezim Soeharto memperlakukan seorang Bung Karno?? :(  ]

Lalu jika ada ketentuan yang mengharuskan calon presiden minimal bergelar S-1, menurut Megawati, “Itu jelas-jelas ingin menjegal saya.”

Karena banyak diam, berbagai tudingan yang dialamatkan kepada Megawati, sering dianggap sebagai kebenaran, termasuk tudingan bahwa dia mendongkel Gus Dur dari kursi presiden. “Bagaimana mungkin saya mendongkel Gus Dur, sebab dialah yang memiliki persoalan dengan DPR,” katanya.

Sama-sama keras kepala

Megawati mengakui dia dan Gus Dur sama-sama keras kepala. Saat Gus Dur akan mengeluarkan dekrit presiden untuk membubarkan DPR, Megawati menentangnya. Kepada Gus Dur, Megawati menjelaskan, mengeluarkan dekrit tidak semudah seperti yang dibayangkan Gus Dur.

Semua itu dilakukan Megawati tidak dikandung maksud agar dia menjadi presiden menggantikan posisi Gus Dur. “Kalau sudah menjadi wakil presiden, ya jangan berusaha menjadi presiden,” katanya. [hah....Megawati pintar menyindir....siapa itu?]

Jika pun kemudian dia dipercaya menjadi presiden dan bahkan sempat dijegal, Megawati mengatakan: “Kalau memang Tuhan sudah berkehendak, ya pasti jadi.”

Dalam Kick Andy kemudian ditayangkan pernyataan Gus Dur saat diwawancara dalam acara yang sama. Dengan tenang dan santai, Gus Dur mengatakan bahwa yang mendongkel dirinya dari posisi sebagai presiden adalah Amien Rais dan Megawati.

Mengomentari tayangan itu, Megawati mengatakan bahwa tudingan Gus Dur sebagai salah alamat. “Bagaimana mungkin? Posisi saya waktu itu benar-benar kejepit. Ucapan beliau kurang baik. Tapi bagaimanapun beliau adalah sahabat saya,” ujar Megawati

Selesai bagian I (kita tunggu bagian II dari Bung Gatyo)

Oke, saya menampilkan isi artikel ini bukan bermaksud untuk memgkampanyekan Megawati sebagai Presiden [saya juga belum tentu memilih beliau]. Namun, hal terpenting adalah belajar sisi kemanusiaan, etika dan moral bangsa kita yang telah carut-marut. Melalui blog ini, kita belajar mengkritisi yang salah dan memberi solusi serta belajar dan mencontohi mereka yang berkarakter positif.
Terima kasih, 27 Desember 2008 (ech-wan)

About these ads
15 Komentar leave one →
  1. Januari 2, 2009 11:43 PM

    Terimakasih atas apresiasi Anda atas tulisan saya tentang wawancara Megawati di Kick Andy. Tentang Wawancara Mega Jilid II, tunggu ya. Maklum habis pulang kampung dan liburan akhir tahun. Salam kenal dan sukses untuk Anda.


    Re:Gantyo Koespradono

    Terima kasih juga, Mas Gantyo.
    Senang bisa kenal sama Anda. Sukses selalu juga.

  2. antisby permalink
    Februari 14, 2009 3:07 AM

    Terima kasih untuk komentarnya terhadap poitisi yang masih kuat posisinya, yang paling berjiwa kenegarawanan saat ini. (The others: Amien Rais, Akbar Tanjung, tidak seberuntung Megawati)

  3. si Doel permalink
    Maret 31, 2009 9:51 AM

    Megawati itu memang dalam wawancara seperti itu dan sesantai itu pasti bisa jawab,tapi coba disuruh berdiplomasi atau berdebat dengan Amien Rais,SBY atau pemimpin sekaliber dia pasti kelimpungan kagak bisa omong apa-apa. Paling paling : menurut bapak saya…… (yach bapak lagi..)

    • wahyudi permalink
      April 12, 2009 3:42 AM

      bang Doel, baca dulu dong baru komentar…
      apa-apa pake perasaan… logis dunk… kuliah khan?!

  4. rhinchan permalink
    Mei 10, 2009 5:21 AM

    dari informasi yg pernah saya peroleh..sebelum sesi wawancara di kick andy, megawati minta script daftar pertanyaan yg akan diajukan..dia mempercayakan kepada asistennya untuk membuat jawaban yg membuatnya ‘terkesan pintar’..so, maybe that’s the answer why she looks so smart and relax on that session..jadi kalo ada yg mempertanyakan, gimana ya kalo ada debat terbuka calon presiden, dan dia dihadapkan dengan SBY..jawabannya: YA KEMBALI KE BENTUK SEMULA..hehe..

  5. yohanes muryadi permalink
    Januari 16, 2010 2:20 PM

    dari tulisan ini saya bisa melihat sisi kemanusiaan megawati. Dia banyak diperlakukan tidak adil tetapi tidak balas dendam. Tetapi secara politik memang dia dianggap lemah. Tapi kalo jadi presiden mungkin secara pribadi dia tidak akan korupsi. Begitu Bu?

  6. wahyu permalink
    Juli 27, 2010 10:14 PM

    Makasih ya bwat infonya,,,,
    sekali lagi “thank’z”

  7. muhammadf1@xl.co.id permalink
    November 6, 2010 10:45 PM

    Untuk memajukan bangsa ini kt harus selalu dukung dg cara yg bodoh mengajari yang pintar. Bangsa kt sllu berdebat tanpa ada hasilnya. gmana kalo perdebatan itu diganti dg mnciptakan teknologi dan mmbrikan solusi tentang ksjahteraan rakyat. kt,sllu menganggap dr q kt sllu mnjadi yg trbaik…padahal dr kt bukanlah yg trbaik..mari kt bljar dri bangsa lain dalam beberapa tahun perekonomian bisa pulih kembali. mereka tidak mmbicarakan sp yg pintar dan sp yg bodoh akan tetapi mereka mencari solusi untuk mnjadikan negaranya maju..

  8. Kunci Surga permalink
    September 6, 2011 9:08 AM

    jangan sekali-kali menyepelekan orang yang berbicara dengan nurani. lantas kemudian orang mengagungkan mereka yang berbicara lebih dengan akal.. padahal akal bisa saja menjadi licik, bahkan ada istilah “akal bulus”. tetapi hati nurani tidak pernah berbohong… sama sekali tidak pernah… walau di mana-mana pun di dunia ini memang hati nurani terlihat lebih lemah daripada akal. kelak ujung-ujungnya setiap manusia pun kelak akan tua, mungkin sakit, mungkin sekarat, mati, pada saat itulah hati nurani yang justru lebih banyak berbicara. ingat, masih banyak anak2 kelaparan di negeri ini, sebelum berpikir negara harus maju meroket pesat, itulah yang harus dibenahi dulu. dan itu butuh nurani…

  9. Muhammad rusdi permalink
    Maret 23, 2012 11:00 PM

    No comment

  10. shafa salsabilla permalink
    April 24, 2012 4:12 PM

    terimakasih atas informasinya,jdi sy bisa mengerjakan tugas dengan baik

  11. Nabilah fildzah Alfisyahrin permalink
    Maret 27, 2013 8:58 PM

    Pada pukul berapa acara ini?

  12. Gunawan permalink
    Juni 12, 2013 3:45 PM

    komentator2 kebanyakan meremehkan Mega . itulah komentator2 yang terinfeksi virus burung {pinter ngoceh}

  13. Dewan permalink
    Agustus 22, 2013 10:48 PM

    Saya suka megawati jujur beliau adalah orang yg diam tp lebih banyak bekerja jika ada orang yg tidak suka dengan beliau silahkan,karna menjadi pemimpin tidaklah mudah ada yg pro pasti ada juga yg kontra dengan kebijakannya,

Trackbacks

  1. Rangkuman tentang megawati | NUSWANTORO

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.039 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: