Skip to content

Perjalanan Olimpiade Sains Nasional SD, SLTP, SMU

November 27, 2008

Laporan perjalanan Olimpiade Sains Nasional SD, SLTP, SMU

Tanggal 14 – 19 September 2003 di Balikpapan Kalimantan Timur

Oleh : Binartinengsih (Guru Biologi SMUN Plus Propinsi Riau)

 

Rombongan Olimpiade Propinsi Riau yang tidak dilengkapi baju seragam itu berangkat menuju Balikpapan tempat berlangsungnya Olimpiade Sain tingkat nasional pada hari Minggu pukul 09.30 Wib dengan menggunakan pesawat Garuda. Propinsi Riau mengirim peserta terdiri dari 10 orang siswa SMU ( 8 orang dari SMUN Plus), 12  siswa SMP dan 5 siswa SD.Pukul 11.00 Wib kami sampai di Jakarta, sekitar 4 jam kami menunggu di Bandara udara Soekarno Hatta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan.

Tepat  pukul 16.30 Wib kami meninggalkan Jakarta menuju kota penyelenggara Olimpiade Sain Tingkat Nasional. Selama perjalanan 1 jam 50 menit, berbagai aktivitas dilakukan, rombongan yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMU, guru pendamping, orang tua murid, Dosen UNRI dan unsur dari Dinas Propinsi itu ada yang sibuk membaca buku, menonton vidio.

Bapak Said Kamaluddin wakil kepala dinas sebagai ketua rombongan sekali-sekali terlihat berbincang dengan peserta olimpiade, “Saya akan berikan seperangkat komputer bagi yang terbaik”, demikian janji beliau, yang disambut antusias sekali oleh peserta. Ucapan ini merupakan salah satu motivasi bagi peserta untuk dapat meraih yang terbaik diajang bergengsi Olimpiade sain Tingkat Nasional yang merupakan pestanya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Olimpiade Sain ini terdiri dari tingkat SD untuk mata pelajaran matematika, tingkat SMP untuk matapelajaran matematika, Biologi dan Fisika dan tingkat SMU matapelajaran matematika, fisika, kimia, biologi dan komputer yang diikuti oleh seluruh propinsi di Indonesia. Peserta Olimpiade Sain Propinsi Riau nampaknya didominasi dari kota Pekanbaru, kemudian dari Tanjung Pinang, Dumai dan Inhil.

Terbang dengan pesawat Air Bus memang menyenangkan, tak terasa sudah lebih dari satu jam kami terbang. Sekali-sekali saya melihat ke luar jendela, tampak hari sudah gelap, “mungkin hari mau hujan”, rasa cemas muncul didalam hati. Lihat jam tangan belum lagi jam 18.00, seharusnya hari masih terang. Rupanya Eko Setiawan salah seorang peserta olimpiade matapelajaran biologi juga menyadari keadaan tersebut. Ada beberapa saat kami bercakap-cakap, tiba-tiba baru kami menyadari bahwa kami sebenarnya sudah memasuki waktu Indonesia bagaian tengah (WIT).

Pukul 19.20 WIT pesawat mendarat di bandara udara Sepinggan Balikpapan. Peserta tingkat SMP dan SMU menginap di Asrama haji Balikpapan yang terletak 20 Km dari kota Balikpapan, sedangkan peserta tingkat SD menginap di Hotel Benakutai Balikpapan.

Senin tanggal  15 September 2003, semua peserta Olimpiade sain Tingkat Nasional berkumpul di Lapangan Merdeka Embarkasi Balikpapan untuk mengikuti acara pembukaan. Disekitar Asrama haji tersebut banyak dihiasi dengan spanduk-spanduk ucapan selamat datang dari sponsor utama yaitu Telkom dan Sampoerna Foundation. Udara kota Balikpapan cukup cerah, terasa kontras sekali dengan kebersihan kotanya dan ketertiban warganya. Sesuai  dengan motto yang diciptakan oleh pemerintah kotanya, Balikpapan kota beriman, kubangun dan kujaga.

Pada acara tersebut para undangan dan guru pendamping dari seluruh Indonesia ditempatkan pada satu tenda, sementara para peserta olimpiade hanya berbaris sesuai dengan Propinsi mereka. Pukul 10 .00 Wit, Menkokesra Yusuf Kalla tiba ditempat upacara bersama Bapak Dirjen Pendidikan Indrajati Sidi dan rombongan. Saat itu udara cukup panas, acara pembukaan diawali dengan suguhan tarian khas dari suku Dayak yang ditarikan secara massal oleh siswa SMU Balikpapan, kemudian diikuti devile kontingen peserta olimpiade dari 30 Propinsi di Indonesia yang dipandu drumband SLTP 1 dan 12 Balikpapan. Acara pembukaan terasa agak kurang hikmat, karena para peserta hanya berbaris dilapangan terbuka yang cuacanya cukup panas, salah seorang pembawa papan nama propinsi ada yang jatuh pingsan.

Namun demikian yang cukup membanggakan bagi peserta Olimpiade bertemunya mereka dengan para duta bangsa peraih mendali  Olimpiade International. Mereka dengan jelas menceritakan tentang pengalaman mereka sehingga dapat tampil sampai ke tingkat International. Pada umumnya mereka memiliki IQ >140 dan menurut pengakuannya, mereka  di sekolah kadang hanya termasuk sepuluh besar. Menurut Bernard Ricardo dari SMU Regina Pacis Bogor peraih mendali Emas Olimpiade Fisika di Taiwan tahun 2003, ia sangat berterima kasih kepada gurunya yang selalu memberi kepercayaan kepadanya untuk menjelaskan materi pelajaran kepada teman-temannya.

Besok harinya, selasa tanggal 16 September 2003 dilaksanakan tes tertulis dan akan dilanjutkan pada esok harinya untuk tes pratek di laboratorium. Untuk tingkat SMU mata pelajaran matematika dan fisika dilaksanakan di SLTPN 1 Balikpapan, mata pelajaran Biologi, Kimia dan Komputer di SMUN 1 Balikpapan. Tingkat SLTP mata pelajaran matematika dan fisika di SMPN 1 Balikpapan, biologi di SLTP 12 Balikpapan. Tingkat Sekolah dasar semuanya di Hotel Benakutai Balikpapan. Sementara para siswa mengikuti tes tertulis, guru-guru pendamping mengikuti Simposium Guru di gedung seba guna Telkom di jalan MT.Haryono Balikpapan.

Simposium tersebut dilaksanakan selama dua hari, tampil sebagai pembicara adalah para pembina olimpiade nasional untuk masing-masing bidang mata pelajaran. Mereka banyak menjelaskan tentang silabus, pengalaman dan bagaimana mekanisme sehingga siswa bisa sampai ke olimpiade international. Satu hal yang tidak kalah menariknya guru-guru yang siswa telah berhasil meraih mendali mau berbagi pengalaman dengan peserta lainnya.

Dua hari yang melelah kami lewati dengan segala suka dan dukanya. Letak Asrama haji yang  begitu jauh dari pusat kota dan ditambah tidak ada tempat jualan makanan membuat peserta sulit untuk mencari makanan alternatif. Hanya kantin asrama haji satu-satunya pilihan. Menu makanan yang tidak bervariasi juga menjadi bagian yang dikeluhkan. Tapi dengan adanya pantai di belakang asrama haji tersebut dapat menjadi pelipur hati.

Balikpapan merupakan salah satu ibukota kabupaten di propinsi Kalimantan Timur yang ibukotanya Samarinda nampaknya tegas dengan warga. Ketertipan itu bisa terlihat dengan tidak adanya pedagang-pedagang kaki lima, anak-anak penjual koran di jalan, penjual bensin di pinggir jalan Ketika kita naik kenderaan umum terasa nyaman, tidak ada suara musik (Housmusic) yang memekakkan telinga, asesoris mobil yang terkesan premanisme. Begitu pula tata ruang kotanya yang tidak menumpuk disuatu tempat sangat memberi kesan yang menyenangkan ditambah lagi alamnya yang berbukit-bukit.

Penutupan Olimpiade Sain dilaksanakan pada hari kamis tanggal 18 September 2003 oleh menteri pendidikan nasional Bapak Malik Fajar. Semua peserta kelihatan sekali sudah kelelahan, maklum mereka dijejali soal yang sulit dan praktek labor yang ada belum pernah mereka lakukan. Setelah laporan dari ketua panitia yang disampaikan oleh walikota Balikpapan, kemudian diikuti sambutan Gubernur Kaltim, baru diikuti pengumuman hasil lomba.

Pengumuman pertama untuk tingkat SD, terpanggil Leonardo Axel Setyanto dari SD Cendana meraih mendali perak untuk mata pelajaran matematika. Satu prestasi yang membanggakan propinsi Riau ternyata siswa kita mampu bersaing ditingkat nasional . SMU Negeri Plus yang baru berumur 6 tahun telah ikut mengukir prestasi dengan berhasil meraih 8 mendali. Untuk mata pelajaran fisika, mendali emas diraih Endrawantan, perak atas nama Ardiansyah. Matematika mendali perak diraih Ressa Ramsky, kimia mendali perak Sutrisno, perunggu Yoad Nasriqa. Mata pelajaran biologi mendali perak Eko Setiawan, perunggu Rahmat Akbar dan Fendriko Pratama. Ke 8 siswa SMUN Plus yang dikirim Olimpiade Sain tingkat nasional semuanya meraih mendali. Sedangkan untuk tingkat SLTP kita tidak memperoleh penghargaan. Mereka yang meraih mendali akan kembali bersaing untuk terpilih ke tingkat International.

Hari itu kami begitu bergembira segala tanda tanya sudah terjawab. Setelah acara penutupan usai, siangnya kami dibawa berjalan-jalan oleh Bapak Said Kamaluddin sebagai ketua rombongan Riau. Pertama kami berkunjung ke tempat penangkaran buaya, kemudian ke Dupannya Balikpapan (Mall pantasi). Suatu daerah baru yang memadukan antara pusat perbelanjaan dengan tempat bermain anak-anak.

Sabtu tanggal 20 September tepat pukul 09.30 Wit kami berangkat meninggalkan kota Balikpapan. Lapangan udara Sepinggan yang letaknya ditepi laut ternyata begitu luas, bersih dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan. Kota Balikpapan telah memberi banyak kenangan dan begitu juga dengan masyarakat yang santun. Insya Allah pada tahun 2004 nanti Pekanbaru akan menjadi tuan rumah Olimpiade Sain Tingkat Nasional. Gendangnya sudah ditabuh di Balikpapan. Selamat berjumpa di Olimpiade berikutnya.

 

About these ads
One Comment leave one →
  1. rusten permalink
    November 25, 2009 10:42 PM

    saya mau ikut olimpiade fisika smp tahun ini untuk 2010 di Medan tetapi berkas soal tahun sebelumnya tidak pernah saya lihat sebagai refrensi saya untuk persiapan olimpiade. saya memohon tolong dikirimkan soal olimpiade yang lalu ke email rusten.purba@ymail.com.
    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.033 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: